Rahasia Penyemangat Saya

Sakura bermekaran di Jepang (Dok. rodame.com)

Pertama kali lihat taman bunga Sakura berwarna soft pink yang sedang bermekaran di Jepang (Dok. rodame.com)

What makes things memorable is that they are meaningful, significant, colorful.
-Joshua Foer

Saya tak pernah lupa indahnya bunga tulip di koen (taman) 10 tahun yang lalu di Jepang saat saya sedang magang kerja sebagai mahasiswa tingkat akhir disana. Saya terus memotret bunga-bunga tulip yang berwarna-warni, menikmati keindahannya sejauh mata memandang, tanpa merasa bosan. Keragaman warna bunga tulip itu membuat suasana hati saya ikut gembira. Saya seperti tersihir. Saya dan teman-teman saling tersenyum, saling memotret, dan saling tertawa satu sama lain. Rasanya bahagia sekali. Suasana saat itu begitu mengesankan buat saya. So memorable. Sekarang setiap saya melihat taman bunga, saya selalu terbayang taman bunga tulip di Jepang itu. Kapan ya saya bisa lihat taman bunga tulip itu lagi. Hontou ni, kirei datta (beneran, indah). Ureshikatta (senang).

Sayangnya, semua foto bunga tulip yang saya abadikan itu sudah hilang karena laptop saya rusak dan harddisk tempat saya mem-back up semua foto juga rusak. Hiks. Satu-satunya foto yang saya punya hanya yang tersimpan di album akun facebook saya, itu pun sudah di crop jadi ukurannya tidak seperti aslinya. Ya, setidaknya itu bisa mengobati kerinduan dan kenangan indah yang tak terlupakan.

bunga tulip di koen Jepang-rodame.com

Taman Bunga Tulip di Jepang (rodame.com)

Bicara soal warna, sekarang hidup saya juga penuh warna. Menjadi dosen dan bertemu dengan beragam kepribadian mahasiswa, membuat saya banyak belajar dari mereka. Mulai dari didatangi mahasiswa yang protes karena tidak terima nilainya dikasi ‘E’. Ya iyalah ‘E’, ujian tidak ikut, tugas tidak dikumpul, kehadiran kurang dari 75 %, ada dan tiada, gimana mau dapat nilai bagus. Kadang memang harus banyak sabar menghadapi yang seperti itu. Mahasiswa yang selalu ‘kepo’, mahasiswa yang bicaranya banyak, mahasiswa yang bau kaki. Hadeuh pokoknya macem-macem.

kalkulator kebutuhan untuk mehasiswa ujian-rodame.com

Mahasiswa ujian matematika keuangan dengan bantuan kalkulator (Dok. rodame.com)

Saya jadi ingat, beberapa waktu lalu, saya dan dosen lainnya disibukkan dengan tugas mengoreksi dan menilai lembar jawaban mahasiswa. Saya telah mengajar 9 kelas dan setiap kelas terdiri dari kurang lebih 30 orang. Batas pengumpulan nilai ke bagian akademik adalah seminggu setelah seluruh mata kuliah diujiankan. Jreng. Deadline lagi.
Paling ribet kalau harus ngitung-ngitung nilai yang berkoma dan persen-persen, mata bisa sliwer trus jadi kelewat dan salah-salah hitung. Saya nih pernah begini, jadi kurang hati-hati. Dulu-dulu ngitungnya pake handphone, praktis sih tapi banyak yang salah-salah sentuh angkanya jadi akhirnya kurang teliti. Padahal sebagai dosen, memberikan nilai yang tepat dan benar itu kan penting banget. Masa nulisin nilai aja sampai salah, kan malu ya. Dan kasian juga ke mahasiswa kalau sampai salah ngasi nilai karena kurang teliti.

Mengoreksi nilai-my style colorful calculator-rodame.com

Saya sedang mengecek kembali hitungan nilai ujian mahasiswa (Dok. rodame.com)

Sampai akhirnya saya pun merasa bosan, ya mungkin karena seharian mengoreksi dan lihat angka di kertas jadinya gak fokus dan merasa lelah mengerjakannya. Bad mood pun melanda. Fiyuh. Kalau sudah begini, tiba-tiba ada mahasiswa yang konsultasi datang, bisa-bisa saya omelin, nyamuk dan lalat yang terbang di depan wajah aja bisa ikut nambah emosi jiwa. Bawaanya jadi pengen marah-marah. Manalah kerjaan belum selesai, bad mood dan ada pula penganggu lain yang nambah suasana hati rusak. Tapi jangan kuatir, karena saya punya cara jitu untuk benerin bad mood sekarang. Selain dengan melihat wajah Lee Min Ho, Choi Siwon, Kim Hyun Joong, Won Bin, Kim Jaejong, Kim Bum, Song Joong Ki, Lee Donghae, Jung Yong Hwa dan Song Seung Hun, saya punya cara jitu lain yang ril, bener-bener bisa perbaiki mood saya saat kerja. Saya tuh sebenernya mencintai pekerjaan saya, meski begitu bad mood kan bisa datang kapan saja karena berbagai hal (rutinitas, badan pegel, mata lelah, bosan, dll). Nah, untuk bisa menikmati pekerjaan dan bawaan hati jadi happy dan enjoy, saya punya rahasia kecil.

Rahasianya apa? Ini dia si orange yang selalu menemani hari-hari saya jadi dosen, CASIO my style.

casio colorful-rodame.com

Kalkulator Andalan Casio ‘si orange’ (Dok. rodame,com)

Kalau ngitung sama si orange ini saya jadi semangat. Kalkulator Casio ini jadi andalan saya di kampus. Kenapa? Karena memang memilih kalkulator itu lebih dari sekedar karena kenyamanan dan fungsi semata saja [1]. Colorful calculator ini saya pilih karena ingin menambah semangat ketika bekerja. Semacam mood booster juga. Dan sekarang, teman-teman sejawat juga suka pakai dan pinjam kalkulator saya, karena bisa dibawa kemana-mana dan nyaman dipakainya. Semoga mereka segera beli dan punya sendiri, soalnya mereka sudah mulai pilih-pilih warna kesukaannya nih. Apalagi pilihan warnanya kan banyak ya diantaranya: blue, white, yellow, purple, pink, red, orange, black, green dan light blue. Oh iya, ada tiga macam colorful calculator Casio yang bisa dipilih, yaitu : Casio Mini Desk 12 Digits, Casio Mini Desk 10 Digits, Casio Portable 10 Digits.

casio mini desk 12 digits-rodame.com

Colorful Calculator Casio Mini Desk 12 Digits (Sumber: casio-intl.com)

Colorful Calculator Casio Mini Desk 10 Digits (Sumber: casio-intl.com)

Colorful Calculator Casio Portable 10 Digits (Sumber: casio-intl.com)

Kenapa pilih orange? karena menurut tes knowyourcolor.id, kepribadian saya ini ternyata cocoknya warna orange. Saya sih suka semua warna tapi gak ada salahnya kan coba kalkulator warna orange sesuai hasil tes itu, dan nyatanya saya suka dan makin semangat dan produktif dengan melihat warna orange di dekat saya saat kerja.
Colorful Calculator pilihan saya adalah Casio Mini Desk 12 Digits MS-20UC, alasannya :

  • Bisa hitung sampai 12 digits (triliunan loh ya)
  • Ukuran angka di layar besar dan jelas (biar makin teliti)
  • Ukurannya lebar dan besar (tapi tetep bisa digenggam, muat dalam tas kerja saya)
  • Cukup praktis (bobot 110 gram kalau ingin yang lebih ringan bisa pilih Casio portable SL-310UC dengan bobot hanya 50 gram)
  • Power bisa pakai baterai atau solar (selama ada matahari, baterai kalkulator gak perlu ganti-ganti, jadi awet dan hemat)

Keuntungan lainnya setelah punya colorful calculator ‘CASIO’ adalah :

  • Saya jadi rajin ngitung, kalau teman tiba-tiba tanya hitungan ini dan itu saya langsung keluarkan kalkulator saya dari dalam tas kerja dan langsung sigap membantu.
  • Sekarang saya jadi bisa tepat waktu mengumpulkan tugas-tugas saya sebagai dosen. Bahkan terkadang belum waktunya deadline, saya sudah menyelesaikan lebih dulu.
  • Biasanya sebelum mengajar saya baca-baca buku lagi, kalau ada hal yang saya merasa masih kurang, saya akan ajak teman saya diskusi. Seperti beberapa waktu yang lalu saya penasaran dengan materi tertentu di mata kuliah yang diampu oleh teman. Diskusinya seru, ingatan saya jadi fresh lagi dan jadi makin semangat untuk meningkatkan kemampuan. Ini penting, karena seorang dosen itu dituntut punya kemampuan intelektual dan akademis yang baik juga kan ya.
colorful casio-rodame.com

Diskusi dengan teman (Dok, rodame.com)

Ternyata dalam bidang psikologi pun, warna dan mood ini sudah banyak dibahas. Menurut psikologi, warna memengaruhi tubuh dan pikiran. Warna dan mood ternyata saling berhubungan [2]. Sebut saja warna orange seperti pada kalkulator Casio saya ini, berdasarkan psikologi warna, orange bermakna [3] :
Energic
– Semangat, antusias, kehangatan
– Keindahan dan kesegaran
Pantesan saja saya bawaannya selalu semangat kalau belajar, berdiskusi dan ngitung nilai dengan kalkulator Casio saya. Menjadi dosen ternyata bisa bad mood ya, tapi saya sudah punya cara untuk kembalikan semangat saya. Ah, senangnya. Semua pekerjaan jadi terasa lebih berarti karena mengerjakannya juga dengan good mood. Saya juga jadi makin produktif dalam berkarya. Kalau suasana hati senang maka pikiran juga ikut tenang, prestasi pun siap diraih.

casio-rodame.com

My mood booster to gain productivity is my style colorful calculator ‘Casio’ (Dok. rodame.com)

Oh iya, saya ada kabar baik nih teman-teman, pengen juga kan punya colorful calculator kayak si orange punya saya? Sssttt, ini saya kasi kode promo untuk dapat potongan harga di mataharimall.com, buruan karena ada batas waktunya loh ya. Lumayan kan bisa lebih hemat jadinya. Terus, biar tambah semangat dan makin produktif dalam berkarya, jangan lupa #CasioMyStyle.

Promo code : CASIOBLOGAF3898
Promo code bisa dipakai melalui link ini ya :
https://www.mataharimall.com/p-9604/colorful-casio-calculator

Sumber Referensi :
[1] http://www.casio-intl.com/asia/en/calc/mystyle/
[2] https://www.huffingtonpost.com/2011/11/27/how-color-affects-our-moo_n_1114790.html
[3] https://www.verywellmind.com/the-color-psychology-of-orange-2795818

Advertisements

BPK Kawal Harta Negara, Rakyat pun Sejahtera

Greed is not a financial issue. It’s a heart issue. – Andy Stanley

Serakah Versus Hati Nurani

Kehadiran manusia serakah di bumi ini adalah musibah. Ketika manusia berbuat serakah itu artinya dia sudah tak memiliki hati lagi. Di Indonesia. Negara yang kita cintai bersama ini, kehadiran manusia serakah yang tega mencuri uang Negara dengan sengaja juga menjadi musibah bagi kemajuan bangsa. Lagi-lagi, masyarakat jualah yang menjadi korban dari keserakahan tersebut. Ketertinggalan dalam berbagai hal karena perekonomian yang tidak sehat dan minimnya pembangunan nasional hingga kemunduran nilai positif dan akhlak menjadi dampak dari keserakahan manusia.

Seperti kata Andy Stanley, keserakahan itu bukan karena ada masalah keuangan tapi lebih kepada masalah tidak punya hati. Karenanya orang-orang serakah adalah orang-orang yang tidak punya hati nurani. Perilaku itu tentu akan merusak tatanan bangsa yang menjunjung tinggi kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Perilaku itu sekaligus akan mengikis kepercayaan masyarakat pada pemerintah dan hukum yang berlaku jika tidak diselesaikan dengan benar.

Harta. Siapa manusia yang tidak mengingininya? Sayangnya keserakahan pada harta karena ingin memperkaya diri sendiri, hingga tega melakukan berbagai cara bahkan yang tidak manusiawi, yang bahkan dibenci oleh masyarakat dan dimusuhi Negara rela dilakukan demi memiliki harta ‘yang bukan miliknya’ yaitu harta negara. Orang yang dipercaya untuk mengelola harta Negara wajib mempergunakannya dengan benar artinya tidak boleh asal-asalan karena bisa menyebabkan ‘salah-urus’.

BPK Kawal Harta Negara

Itulah sebabnya untuk melindungi harta Negara, Indonesia memiliki sebuah lembaga yang sifatnya bebas dan mandiri dalam memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara. Lembaga Negara itu bernama BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Bahkan di dalam UUD 1945 yang merupakan sumber hukum tertinggi di Indonesia, BPK diberikan hak penuh untuk memeriksa keuangan Negara (sumber : http://www.bpk.go.id/page/dasar-hukum).

bpk9

Saya memahami BPK ini sebagai perwakilan rakyat dalam mengawal harta Negara. Kalau pengawal kan biasanya identik dengan penjaga yang siap siaga sekaligus pelindung. Kalau wujudnya adalah manusia, maka dia adalah bodyguard yang biasanya berbadan tegap, gagah, tegas, pantang menyerah, bijak dan memiliki kharisma yang disegani orang lain. Maka saya membayangkan BPK adalah lembaga Negara yang terdiri dari sekumpulan putra bangsa yang gagah, tegas, pantang menyerah, bijak dan memiliki kharisma yang disegani masyarakat karena kehebatannya dalam mengawal harta Negara.

Saya bisa bilang keberadaan BPK di Indonesia sangat menentramkan hati masyarakat. BPK bukan sekedar mampu mencegah kebocoran korupsi namun lebih luas dari itu, dimana BPK menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan Negara. Dengan begitu, dapat membantu pemerintah dalam mengetahui bagaimana kondisi keuangan Negara setiap saat sehingga lebih mudah dalam mengatur perencanaan pendanaan pembangunan serta memonitor pelaksanaannya dengan baik.

gg

Opini BPK penting sebagai masukan dan bentuk kewaspadaan kepada pemerintah untuk senantiasa memerhatikan pengelolaan dan aliran harta negara. Karena harta negara adalah milik negara sehingga harus dipertanggungjawabkan dengan sepenuh hati.

BPK telah menjalankan amanat dari UUD 1945 dengan baik, buktinya adalah terdapat berbagai hasil pemeriksaan yang terindikasi tindak pidana yang sudah dilaporkan kepada instansi berwenang yang sudah disampaikan kepada pemerintah dan pimpinan pihak yang diperiksa untuk ditindaklanjuti.

Oh iya perlu diketahui juga, BPK itu tidak asal-asal periksa keuangan Negara ya, jadi ada standarnya yaitu menggunakan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) dan ada juga kode etiknya sehingga tetap menjunjung tinggi nilai-nilai dasar integritas, independensi dan profesionalisme.

Yuk kita lihat infografis tentang hasil pemeriksaan BPK terhadap harta Negara berikut ini:

bpk5

Wah kalau melihat infografis di atas, saya sebagai masyarakat ikut merasa tenang. Uang yang disetor kembali ke negara mengalami peningkatan yang sangat besar dari tahun 2016 yang hanya 130,78 miliar menjadi 509,61 miliar (sumber: http://www.bpk.go.id/ihps/2017/I dan http://www.bpk.go.id/ihps/2016/II). BPK rupanya tidak main-main dalam mengawal harta negara. Semoga saja ke depannya makin banyak uang yang disetor ke negara, karena nilainya memang masih sedikit dibandingkan nilai kerugian yang berdampak finansial.

Harta Negara kembali kepada Negara, kembali pada tempat yang seharusnya. Dengan berbagai pemeriksaan pada keuangan Negara, dan adanya tindak lanjut akan indikasi tindak pidana maka diharapkan masyarakat lebih sejahtera. Koq bisa lebih sejahtera? Ya bisalah. Selama harta Negara itu kembali pada Negara maka harapannya tentu akan dikelola dan dipergunakan untuk memajukan kesejahteraan umum sesuai dengan ketentuan yang tertulis pada UUD 1945.

Opini memang sekedar kata tapi bukan berarti tanpa makna. Menurut saya, dengan opini BPK di atas, semua pihak akan semakin aware terhadap pengelolaan keuangan negara yang benar.

Tentu saja sebagai masyarakat kita juga bisa ikut berperan dalam membebaskan Indonesia dari peningkatan jumlah manusia serakah yaitu dengan membuat pengaduan melalui formulir pengaduan masyarakat online. Dengan masyarakat sebagai pengawas dan ‘mata-mata BPK’ dimana-mana maka tentu pengawalan harta negara akan semakin baik.

Semoga ke depannya BPK makin baik dalam mengawal harta Negara agar kehidupan masyarakat makin sejahtera dan merata di Indonesia. Makin baik kinerja BPK, rakyat pun makin sejahtera karena harta negara yang dikelola dengan benar akan meningkatkan pembangunan nasional sehingga menciptakan perekonomian yang sehat.

Yuk Dukung BPK!

Jangan lupa follow akun sosial BPK RI ya.

https://platform.twitter.com/widgets.js

asus amd laptop for everyone-rodame.com

Makin Produktif dan Menginspirasi dengan Laptop ASUS X555QA

 asus-amd-laptop-for-everyone-blog-competition-1-rodame.com

“Bu, tolong kesalahan ketik pada proposal penelitiannya direvisi ya bu, ditunggu siang ini”

“Jangan lupa nilai ujian segera diketik di excel ya Bu”

“Bu, malam nanti ngisi talkshow di RAU FM, jangan lupa bahannya diketik dan disiapin ya Bu”

“Bu, Bu dan Bu……..”

My Very Short Story

Kenalkan saya Rodame, mungkin ada yang belum kenal. Saya adalah ibu dari 2 orang anak, 5 tahun (laki-laki) dan 2 tahun (perempuan) dengan suami yang aktivitas sehari-harinya (pagi, siang dan malam) di depan komputer or laptop. I could tell you that he loves doing his job with laptop and drinking coffee. Dia selalu cerita tentang laptop ASUS milik kantor yang dipinjamkan padanya dulu (waktu masih kerja di Bogor). Bikin dia betah kerja berlama-lama di depan laptop. Keyboard-nya super nyaman, touchpad-nya sensitif dan lebar, layar dengan gambar yang tajam, elegan dengan performa yang luar biasa, yang selalu bikin saya envy.

Dan saya adalah seorang ibu yang aktif, dengan pekerjaan sebagai dosen yang gak jauh-jauh dari ngetik-mengetik (mulai bikin silabus, Rencana Pembelajaran Semester, menyiapkan materi mata kuliah, membuat proposal penelitian, ngetik nilai mahasiswa, ngetik bahan untuk talkshow dan tetek bengek lainnya) which I really enjoy and sometimes it is also pressure me due to a tight deadline. Semua hal tentang saya adalah ketik-mengetik. Ketika bisa menyelesaikan semua pekerjaan dengan sangat baik sehingga mampu menginspirasi mahasiswa yang saya ajar, disitu saya merasa jadi pemenang.

FYI, 2 tahun ini saya emang pake laptop milik adik ipar saya ketika ke kampus dan ngeblog, udah dikasiin ke adik ipar satunya yang mau prajab ke Surabaya, dan sekarang saya belum punya laptop lagi (emoticon nangis), semoga bentar lagi punya (aaamiiiiiin). Syukurnya pihak kampus minjemin komputer untuk melakukan semua pekerjaan (sungkemin pak Dekan, Pak Kasubbag Umum, Pak Kalab). Emang sih, saya sekarang dikasi kerjaan baru buat ngurus web fakultas tapi saya kan memang blogger ya happy aja. Apalagi komputer kampus mereknya ASUS. Horeeeee….

Dan iya, saya emang sedang mengidam-idamkan sebuah laptop untuk menemani saya saat ini. Bagaimanapun punya laptop sendiri itu rasanya pasti lebih menyenangkan. Mau ngapain aja bisa, mau dibawa kemana aja bisa, kerja kapan aja juga bisa, ah pokoknya bebas, kan milik sendiri.

Apa jadinya saya tanpa laptop, padahal harus ngerjain ini dan itu?

asus amd rodame.com

Bicara soal laptop impian, seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, bahwa saya memang butuh laptop yang memiliki performa mumpuni untuk dipakai sehari-hari. Berita baiknya adalah ASUS, perusahaan teknologi terkemuka asal Taiwan, baru-baru ini merilis beberapa laptop diantaranya: ASUS X550IK, X555QG, X555QA dan X555B, yang disokong oleh APU baru seri terjangkau buatan AMD. My dream laptop is ASUS X555QA. Laptop ASUS X555QA ini istimewa karena ‘saya banget’ #eh. Maksudnya, ASUS memang merilis laptop ASUS X555QA untuk segmen pengguna sehari-hari di Indonesia. Pas banget kan ya buat saya.

Kenapa ASUS X555QA????

asus amd rodame.com

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, ASUS baru saja merilis laptop dengan prosesor AMD di dalamnya. ASUS X555QA  dilengkapi dengan prosesor AMD 10-9620p ini memiliki empat inti prosesor (quad core) dan grafis berbasis Radeon R5. AMD A10-9620P merupakan APU kelas menengah berbasis Bristol Ridge (prosesor APU generasi ke-7) dengan empat core (dua modul Excavator) bekerja di kecepatan 2,5GHz sampai 3,4GHz. Bisa dibilang ASUS X555QA  dengan AMD didalamnya menawarkan performa mumpuni dan hemat energi. Dimana konsumsi dayanya maksimal hanya 15 watt. Hemat energi berarti hemat biaya. Cocok untuk saya yang gak ingin terjebak dalam pemborosan daya. Waktu bekerja dengan laptop juga jadi lebih efisien dan efektif.

asus amd laptop for everyone rodame.com

Ini yang gak kalah pentingnya untuk saya adalah sudah tersedia sistem operasi Windows 10 di dalam ASUS X555QA. Artinya, gak perlu repot membeli software yang harganya lumayan dan juga gak perlu repot memasangnya di laptop. Kalian juga tau kan? Windows 10 itu keren loh ya, mulai dari tombol start-nya yang beda dengan Windows sebelumnya, ada Cortana asisten virtual yang siap bantu apapun yang kita tanyakan, Microsoft Edge pengganti Microsoft Explore, bisa dibikin mode tablet dan task view yang lebih asik. It is free, dengan punya ASUS X555QA kita bisa langsung menggunakannya.

asus amd laptop for everyone-rodame.com

Yang bikin laptop berbeda dengan komputer adalah adanya touchpad. Saya sudah pernah menggunakan laptop ASUS milik suami dan emang sensitif banget ya, jadi gak geser dikit aja udah jalan. Dibandingkan dengan laptop terdahulu saya yang bukan ASUS, saya akui touchpad ASUS memang jauh lebih baik. Makanya kalau harus kerja lama-lama, ASUS X555QA itu sepertinya bisa menjamin kepuasan bekerja. Untuk saya yang selalu ngetik, touchpad yang gak sensitif itu ganggu banget. Dan juga tersedia fitur ASUS smart gesture-nya, bisa atur one finger, two finger atau three finger dan pilih arti gerakan jarinya sendiri. Kesana-kemari tinggal mainin jari aja. Smart banget kan! Kerja jadi makin gesit.

asus amd laptop for everyone-rodame.com

Hal penting lainnya dari sebuah laptop adalah keyboard-nya. Saya juga bisa membayangkan tingkat kenyamanan yang super dan minim pegel saat ngetik kalau pakai ASUS X555QA. Ketikan sebanyak apapun, deadline tulisan sebanyak apapun, tentu saja lebih mudah selesainya dengan keyboard yang ergonomis dengan berbagai kelebihan yang ada mulai dari key float yang minim, 1,6 mm key travel, saya akan makin lincah mengetik tanpa rasa pegal karena tidak mengeluarkan tenaga untuk menekan huruf-huruf pada keyboard.

asus amd laptop for everyone-rodame.com

Fitur resume 2 detik dari kondisi sleep mode membuat siapapun bisa memanfaatkan laptop ini kapan saja, di mana saja dengan segera. Bayangkan ketika harus buru-buru buka file dan memperbaiki ketikan lalu harus menunggu lama baru terbuka. Capek deh! Nah, ini gak akan terjadi dengan punya ASUS X555QA. Begitu ada inspirasi atau ide menulis, bisa ambil laptop dan lanjutin kerjaan sebelumnya hanya dengan waktu 2 detik. Gak pake nunggu! semua ide nulis pasti gak keburu lenyap ditelan masa. Mencari ide untuk penelitian. membuat materi kuliah yang menyenangkan itu gak mudah, karena kadang ide datangnya timbul tenggelam.

asus amd laptop for everyone-rodame.com

Konektivitas USB 3.0 menawarkan kecepatan transfer yang jauh lebih tinggi terhadap penyimpanan eksternal ataupun perangkat input-output lainnya. Ini penting banget, apalagi waktu kita harus transfer-transfer data entah itu foto, musik atau video dalam jumlah yang besar, dari laptop ke flashdisk dan hard disk eksternal atau penyimpanan lainnya bisa super cepat dengan adanya konektivitas 3.0. Bukan cuma nunggu transferan job yang harus cepet #eh, transfer data juga harus cepet biar kerjaan lebih cepet beres.

Cuma di laptop ASUS seri X tersedia baterai Li-Polymer yang menawarkan keawetan hingga 2,5 kali lebih baik dibandingkan dengan baterai silinder Li-Ion biasa. Ini adalah keuntungan ekstra dari baterai ASUS X555QA yang saya butuhkan karena ketika bekerja akan sering bulak-balik ngecas kalau laptop pakai Li-Polymer kan jadi gak kuatir lagi baterai cepat soak.

asus amd laptop for everyone-rodame.com

Kalian sering merasa panas saat mengetik berlama-lama? Itu pasti karena laptop yang kalian pakai belum pakai ASUS Ice Gel Technology. ASUS X555QA sudah disertai dengan ASUS Ice Gel Technology loh, jadi mengetik berlama-lama gak akan bikin tangan saya panas lagi. Saya bisa betah ngetik kalau begini. Dikasi kerjaan malah girang atau minta kerjaan lebih karena gak perlu lagi merasa sakit karena tangan yang panas saat mengetik lama-lama.

asus amd laptop for everyone-rodame.com

Siapa yang suka nonton Youtube? Dengar ceramah atau musik, belajar bahasa asing online atau nonton film? Laptop memang gak lengkap tanpa audio yang keren. Syukurnya audio pada ASUS X555QA sudah bersertifikasi ASUS SonicMaster, jadi pengalaman audionya juga akan sangat mengesankan. Saya juga sesekali membuat presentasi dengan memadukan video didalamnya supaya mahasiswa tidak bosan dan ngantuk. Saya juga banyak belajar bahasa Inggris dengan Youtube, dan suara yang jernih, yang bisa terdengar meski jarak agak jauh dari laptop itu penting buat saya. Saya jadi bisa sambil ngerjain pekerjaan lainnya misalnya sambil ngoreksi nilai ujian mahasiswa, sambil ngetik laporan penelitian, dll. Belajar bahasa Inggris itu paling asik sambil nonton film atau dengar suara orang Inggrisnya langsung.

asus amd laptop for everyone-rodame.com

Hal penting lainnya adalah layanan purna jual, ASUS memanjakan semua pengguna X555QA dengan garansi penuh termasuk service dan sparepart selama 2 tahun, dan berlaku secara global. Catet! Ini penting nih, kalau beli laptop tapi susah service dan sparepart-nya repot kan ya? atau bisa juga gabung di berbagai sosial media ASUS Indonesia seperti Fanpage di Facebook (klik aja gambar ASUS di bawah ini langsung follow deh, biar makin update.

asus indonesia-rodame.com

Itu dia alasannya kenapa saya ingin punya ASUS X555QA. Saya yang sehari-hari mengajar, mengetik, membimbing mahasiswa membuat essay, artikel dan karya ilmiah, pasti akan sangat terbantu dengan punya ASUS X555QA. Kalian mungkin sudah baca resolusi tahun 2018 saya, tahun ini adalah tahun yang serius buat saya, karena saya insyaallah akan melakukan prajab CPNS di luar Kota dan wajib bikin laporan, bikin diktat, nyusun buku mata kuliah dan yang lainnya, yang semua kerjaan itu butuh laptop mumpuni untuk sehari-hari.

asus amd laptop for everyone-rodame.com

Menjadi dosen adalah pekerjaan yang menyenangkan namun juga memerlukan banyak energi agar menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkualitas. Menjadi dosen berarti siap menjadi teladan mahasiswa, itu sebabnya saya juga harus mampu memberi contoh keberhasilan pada mereka. Saya mungkin cuma dosen biasa yang hidup di ujung selatan Sumatera Utara ini, namun paling tidak dengan memiliki ASUS X555QA saya berharap jadi makin produktif dan bisa menginspirasi mahasiwa saya. Saya sih yakin, 1000 % yakin, ASUS X555QA bisa bantu jadikan saya ‘bukan sekedar dosen’.

Note: semua gambar dan informasi bersumber dari website resmi ASUS : https://www.asus.com/

Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD – Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com

 

Bogor I am Coming

Genap sudah hampir 7 tahun yang lalu saya tidak menginjakkan kaki di kota kesayangan saya untuk mengunjungi kampus hijau, kampus tercinta saya. Kota yang banyak memberikan cerita dan warna dalam hidup saya. Kota yang terkadang membuat saya menangis sangkin merindukannya. Kota dimana saya merantau pertama kali yang cukup jauh dari kota dimana orang tua saya tinggal. Kota ini menyimpan banyak makna bagi saya yang tentu saja semua kenangan yang tersimpan didalamnya tidak mudah untuk saya lupakan dalam sejarah panjang hidup saya.

Bogor, kota dimana saya banyak menuntut ilmu. Kota dimana saya bertemu keluarga baru, teman dan sahabat yang banyak memberi ruang dan waktu tanpa jemu. Kehidupan perantauan yang akhirnya menjadikan saya dan suami mengukuhkan diri menjadi warga penduduk Kota Bogor.

Tidak pernah terpikir sama sekali, akhirnya saya punya kesempatan datang lagi ke Bogor. Sebenarnya kesempatan ini cukup mendadak, karena sebenarnya perjalanan ke Bogor kali ini adalah bagian dari tugas saya sebagai dosen yang mendampingi tiga orang mahasiswa untuk  mengikuti lomba debat yang diadakan oleh IBF (IPB Business Festival) yang ke-4. Dengan mengantongi Surat Perjalanan Dinas (SPD) dan tiket Pekanbaru-Jakarta dari kampus, saya pun siap berangkat.

Bekerja dan travelling. Sambil menyelam minum air, begitu kata pepatah. Saya beruntung karena meskipun perjalanan menjadi lebih lama, karena dari kota Padangsidimpuan harus ke Pekanbaru dulu dengan jalan darat memakan waktu kurang lebih 10 jam, kemudian dari Pekanbaru lanjut ke Jakarta dengan jalan udara memakan waktu kurang lebih 1 jam 50 menit. Setelah itu, lanjut ke Bogor dengan jalan darat dan memakan waktu kurang lebih 1 jam. Kalau ditotal kurang lebih 13 jam, itu jauh lebih singkat dibanding jalan darat 3 hari 2 malam. Ah, pokoknya bisa ke Bogor lagi, bisa ke kampus lagi dan yang penting gratis. Hehe.

Tiba di Bandara Sultan Syarif II Pekanbaru (Dok.Rodame)

Setibanya di Jakarta, badan mulai terasa pegal, bayangkan saja, saya sudah duduk berjam-jam. Perjalanan belum berakhir, masih harus lanjut ke Bogor dengan bis Damri. Sangkin lelahnya, mata langsung tertutup dan tertidur dengan pulas. Setibanya di Bogor, langsung disambut dengan hujan yang besar. Udara dingin mulai terasa dan terlihat di luar sana, ojek payung anak-anak dan remaja ramai hilir mudik bersiap-siap mengejar penumpang yang akan keluar dari bis Damri.

Saya menarik nafas panjang sambil tersenyum, saya bahagia karena Bogor menyambut kami dengan hujan. Meski air semata kaki membuat sepatu dan kaos kaki basah total, sebagian pakaian yang dikenakan juga terkena cipratan air hujan yang bercampur angin, tapi rasa syukur karena sudah sampai di kota yang selama ini dirindukan membuat rasa lelah itu hilang seketika. Finally I am here.

Sebelum lanjut berangkat lagi ke Guest House IPB, saya menyempatkan diri ke supermarket di dalam mall yang dekat dengan halte bis Damri. Ada sesuatu yang harus saya beli, saya harus beli stok, beberapa hari ke depan akan sangat melelahkan, dipenuhi dengan berbagai jadwal dan saya harus selalu fit agar mampu mendampingi mahasiswa dalam menghadapi lomba debat kali ini.

Beberapa Varian Herbadrink di Supermarket (Dok.Rodame)

Dulu sekali, saya pernah didiagnosa dokter umum di asrama SMA, mengalami gejala hepatitis atau ada juga yang menyebutnya penyakit kuning. “Hatinya sakit ini”, kata sang dokter. Mata yang menguning, kuku yang menguning, kulit yang menguning dan nyeri di bagian kanan atas perut, ternyata adalah salah satu pertanda yang menunjukkan saya mengalami gangguan pada hati. Memang ketika di asrama, kegiatan sangat padat, hampir tidak ada waktu istirahat kecuali hari minggu atau tanggal merah karena libur nasional. Akhirnya saya drop.

Saya juga masih ingat, ibu sampai datang dan menjemput saya pulang ke rumah. Saya dirawat oleh ibu dan diberikan minuman berupa jamu yang terdiri dari temulawak dan kunyit yang khusus dipesan ke mbak penjaja jamu. Setiap hari satu panci penuh sari temulawak dan kunyit harus saya habiskan, sempat kesulitan juga karena terkadang temulawak berkualitas tidak selalu tersedia di pasar tradisional, begitu penuturan mbak penjaja jamu. Rasanya eneg luar biasa. Tapi demi sehat saya pun rela melakukannya.

Meskipun itu sudah lama berlalu, tapi saya selalu ingat pesan dari dokter dan ibu, untuk tidak terlalu lelah, untuk menjaga kesehatan hati agar kejadian yang dulu tidak terulang lagi. Kondisinya sekarang memang berbeda, saya sudah menikah dan tidak tinggal bersama ibu saya, saya juga sudah bekerja dan memiliki anak sehingga harus pandai membagi waktu agar dapat beristirahat yang cukup. Semua kini harus saya pikirkan dan urus sendiri, meskipun suami juga sering mengingatkan saya untuk jangan sampai kelelahan, kuatir sakit yang dulu datang lagi.

Seperti perjalanan saya ke Bogor kali ini, demi menjaga hati tetap sehat, saya pun bergegas ke supermarket yang berada di dalam mall untuk membeli jamu andalan saya. Meski jauh dari mbak penjaja jamu, saya tetap bisa memelihara kesehatan fungsi hati saya.

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Guest House. Sesampainya disana, saya belum sempat merebahkan badan dan langsung menemani mereka mengikuti technical meeting. Sudah pukul 9 malam, acara masih juga belum selesai, saya pamit ke kamar sebentar untuk menyimpan tas dan kembali lagi menemani mereka. Mata sudah mulai memerah, rasa lelah sudah bertumpuk di badan. Saya kembali ke kamar dan akhirnya tertidur sambil membantu mahasiswa mempersiapkan materi debat besok.

Technical Meeting Peserta Lomba Debat IBF 4th (Dok.Rodame)

Pagi sekali tepat pukul 06.15 WIB, saya bergegas ke tempat sarapan pagi, di sana sudah ada dispenser dengan air panas, dingin dan normal. Satu sachet Herbadrink Sari Temulawak saya sedu dengan 100 ml air hangat dan saya minum sambil menikmati udara pagi dan pemandangan yang hijau di depan mata saya. Oh, indahnya hidup kalau kita sehat.

Menikmati Sarapan Pagi Dengan Herbadrink Sari Temulawak Sebelum Beraktivitas (Dok.Rodame)

Hari ini jadwal padat. Saya harus kuat. Saya bertekad selalu tersedia kapanpun mereka membutuhkan saya untuk konsultasi tentang apapun terkait mosi lomba debat. Karena tidak diizinkan masuk ke dalam ruang lomba debat, saya hanya bisa berdoa di luar, sepanjang mereka debat, semoga lisan mereka bisa berkata-kata dengan baik dan benar dan semoga lolos ke tahap berikutnya.

Sebelum Lomba Debat Dimulai (Dok.Rodame)

Akhirnya pengumuman 8 besar diumumkan dan langkah mereka harus berhenti sampai 10 besar. Saya menghela nafas panjang dan mengatakan pada mereka, “kalian sudah berusaha, tetap semangat”. Mereka masih murung dan tertuntuk kecewa dengan hasil lomba debat tersebut. Bagi saya, itu sudah pencapaian yang baik, sambil terus berbenah saya yakin kelak akan ada waktunya meraih juara.

Tak Sengaja Mengabadikan Momen Kesedihan Ini (Dok.Rodame)

Besoknya, masih ada seminar nasional dan expo. Meskipun saya sudah memesan tiket kembali ke Pekanbaru. Tapi saya ingin mereka tetap bisa menikmati seminar nasional walaupun tidak bisa ikut sepenuhnya. Life must go on. Saya, meski tak menunjukkan rasa dan wajah kecewa, sebenarnya ada rasa sedih yang mendalam juga. Namun, saya berusaha berpikir positif. Saya yakin itu semua adalah proses dan it’s all about time.

Seminar Nasional IBF 4th-rodame

Seminar Nasional IBF 4th (Dok.Rodame)

Dear Bogor, I am going back to Sidimpuan. Thanks for welcoming me with so many unforgetable moments. I’ll be missing you soon.

Mantan Mahasiswa Fakultas Pertanian IPB, Mengenang Momen Kuliah (Dok.Rodame)

Kami pun bergegas menuju bandara. Penerbangan sore ini juga akan menjadi perjalanan panjang hingga ke Padangsidimpuan. Setibanya di bandara, kami langsung check in dan masuk ke ruang tunggu. Saya menuju mini shop di dalam ruang tunggu untuk beli hot water lengkap dengan cup-nya (saya tidak bawa cup atau gelas jadi saya pun membelinya demi menjaga kesehatan hati saya).

Kembali ke kursi, saya membuka laptop sambil mencari file yang akan saya kerjakan,  sambil menikmati segelas Herbadrink Sari Temulawak. Saya memang suka minum yang hangat-hangat terutama ketika udara sedang dingin. Apalagi ini sugar free jadi merasa tidak bersalah ketika meminumnya kapanpun dan sebanyak apapun. Hehe.

Menikmati Segelas Herbadrink Sari Temulawak di Ruang Tunggu Keberangkatan Pulang Menuju Pekanbaru (Dok.Rodame)

Setengah jam kemudian, panggilan untuk penumpang pesawat menuju Pekanbaru pun dipanggil. Saya bersiap-siap, merapikan semua barang bawaan saya, tidak lupa menyimpan kembali Herbadrink Sari Temulawak ke dalam backpack agar mudah diambil ketika ingin minum lagi.

Menikmati 2 Jam Perjalanan Pulang Menonton Film Revenant dengan Segelas Herbadrink Sari Temulawak Hangat (Dok.Rodame)

Kami pun melanjutkan perjalanan ke Padangsidimpuan, dan tiba tanggal 15 Mei, pukul 05.40 WIB dengan selamat. Alhamdulillah. Rasanya singkat sekali perjalanan ke Bogor, rasanya cepat sekali waktu berjalan. Sedih tapi bercampur bahagia. Setidaknya saya sudah melakukan yang terbaik dan semampu saya mengantarkan mereka kesana. Senang karena akhirnya bisa menginjakkan kaki ke Bogor, ke kampus hijau lagi setelah sekian lama merindukannya. Terima kasih juga kepada kampus dimana saya mengabdi saat ini, yang sudah mendanai semuanya. Saya akan berusaha dan terus membina mahasiswa untuk mengukir prestasi selama saya bisa. Tentu saja saya harus tetap sehat untuk meraih semua cita-cita dan harapan itu.

Lain kali, perjalanannya yang lebih jauh juga saya sudah siap (semoga pak Rektor baca tulisan saya ini, jadi kalau ada seminar internasional ke Jepang, Inggris, Australia atau Kanada, biar saya dikirim lagi kesana untuk kerja sekaligus travelling, hehe)

Herbadrink Sari Temulawak Andalanku untuk Jaga Hati Tetap Sehat (Dok.Rodame)

 

 

 

Ungkapan Cinta Tuk yang Tersayang

Sosok ini adalah sosok yang banyak menginspirasi saya hingga saat ini. Sosok yang tegas, sosok yang sedikit bicara namun banyak memerhatikan. Saya tumbuh dalam kawalannya. Masa kecil saya adalah masa kecil yang dimanjakan oleh cintanya dan dilengkapi oleh tangis karena ketegasannya. Sebagai seorang anak perempuan pertama dalam keluarga, saya memahami betul kenapa ia begitu tegas dalam membesarkan saya. Bukan karena ia kejam, bukan pula karena ia telah lupa bahwa saya adalah seorang perempuan. Tapi justru karena ia telah lebih dulu terlahir di dunia, ia telah lebih dulu mencicipi pahit manis kehidupan ini dan ia telah lebih dulu mengambil keputusan dalam memilih berbagai alternatif solusi di kehidupan ini dibandingkan saya. Makin kesini, saya makin menyadari, itulah caranya mendidik saya, itulah caranya mempererat hubungan kami. Kami punya cara sendiri mengungkapkan rasa sayang kami. Sosok itu adalah ayah. Bahkan saya pernah membuat video ungkapan sayang saya untuk ayah ketika memperingati hari ayah.

Sewaktu kecil, kami sering bepergian ke luar kota. Saya selalu duduk bersama ayah bahkan sepanjang jalan kami bergandeng tangan. Ayah selalu bisa menjawab semua kecerewetan dan rasa ingin tahu saya yang kadang berlebihan. Ketika tangan kiri saya sakit, ayah yang membantu saya membersihkan tubuh mungil saya. Ayah juga membantu saya menyelesaikan PR dari sekolahan terutama PR Matematika. Ayah dan selalu ayah, yang bahkan kalau nilai rapor di sekolah jelek juga tak pernah menekan saya, justru memotivasi saya sampai saya malu sendiri.
Ketika saya beranjak remaja, ayah terkadang menguji saya dengan membiarkan saya memilih sendiri apa yang saya kehendaki dan apa yang saya mau untuk diri saya sendiri. Silih berganti telepon rumah berdering, dan gadis remaja ayah ternyata sudah masuk pada masa puber. Semua orang tentu mengalami masa tersebut. Ayah, setiap kali telepon rumah berdering duduk di kursi belakang persis di belakang kursi saya menerima telepon. Meski tidak meminta saya menutup telepon karena di ujung telepon itu adalah remaja laki-laki, ayah hanya diam, mendengarkan pembicaraan kami dan sesekali bulak-balik ke dapur, ke kamar kecil atau menonton TV dengan suara yang pelan. Sesekali saya mengintip ayah sedang apa dan tersipu malu sambil takut, karena kuatir ayah mendengarkan pembicaraan kami. Kemudian, setelah selesai telepon ditutup, ayah langsung memanggil saya dan kami bicara empat mata. Pesan ayah singkat, jelas dan padat.
“Boru (panggilan untuk anak perempuan di suku Batak), kalau mau ketemuan dengan teman laki-laki, ke rumah ini saja”, ucap ayah dengan tegas.
“iya, Yah? Apa boleh mereka ke rumah?”, tanya saya lebih lanjut.
“Jusru di rumah lebih baik karena ayah bisa sekalian kenalan sama teman-temanmu”, jawab ayah dengan tersenyum.
Setelah pembicaraan empat mata dengan ayah itu, saya takjub dengan ayah. Saya malah senang meski sedikit takut dan deg degan juga. Senang karena ternyata ayah tidak pernah melarang saya berteman dengan siapapun (karena dari dulu ayah memang tidak membatasi saya berteman dengan agama, suku, ras yang berbeda). Takut karena kuatir ayah mengusir teman-teman saya karena perilaku mereka yang kurang mengenakkan atau mungkin ayah akan duduk terus sambil mendengarkan pembicaraan kami. Tidak beranjak kemanapun hingga teman-teman saya pamit pulang.
Pernah juga suatu waktu, saya izin menginap di rumah sahabat perempuan saya di kota Medan, yang jaraknya lumayan jauh dari rumah, sekitar 2-3 jam dari tempat tinggal saya. Ayah memberikan izin dan meminta saya untuk terus mengabari keadaan saya setibanya disana. Ibu saya justru kurang mengizinkan namun sebaliknya ayah malah memberi kepercayaan. Saya justru makin waspada karena harus menjaga kepercayaan yang diberikan oleh ayah. Saya selalu merasa hepi karena pada akhirnya keputusan ayah selalu berakhir baik untuk saya.

Hepi Bertemu Ayah (Dok.Rodame)

Ayah juga selalu berusaha memberikan apa yang saya inginkan, termasuk keinginan saya membeli komputer, keinginan saya membeli barang-barang kesukaan saya seperti tas, sepatu, pakaian, handphone, bahkan memenuhi keinginan saya untuk travelling ke beberapa tempat dimana sahabat saya berada. Setelah duduk di bangku kuliah, ayah justru makin memperbesar kepercayaannya pada saya dan selalu menghargai pilihan saya. Tak jarang ayah memberikan hadiah ulang tahun pada saya, meski saya tak pernah memintanya. Kadang ayah mengajak saya ke pasar, lalu tiba-tiba meminta saya memilih apa yang saya suka, seperti cincin yang melingkar di jari tengah kiri saya ini, hadiah istimewa dari ayah sejak kepulangan saya dari program magang kerja di Jepang. Tahun 2010, ayah memberikan hadiah cincin pilihan saya, sambil memeluk saya dan mengatakan betapa ia menyayangi saya sampai kapanpun. Hadiah itu adalah hadiah termanis dari ayah yang membuat saya sangat bahagia dan selalu melekat di jarinya.

Hadiah Cincin dari Ayah-elevenia-rodame-com

Hadiah Cincin dari Ayah yang Bikin Hepi dan Bahagia (Dok.Rodame)

Seumur-umur sepertinya saya jarang memberikan hadiah kejutan untuk ayah. Karena saya selalu merantau dan setelah menikah praktis semakin jarang bertemu ayah. Saya kini tinggal bersama suami, anak-anak dan keluarga mertua saya di Padangsidimpuan. Terkadang mata saya tak sengaja memandang cincin yang melingkar di jari tengah saya dan saya langsung ingat ayah, ayah dan ayah. Semenjak ibu pensiun tahun 2016, ayah kini kesibukannya masih ke kantor sedangkan ibu rajin ke kebun dan menghabiskan waktu disana. Kesehatan ayah kini menurun. Ayah yang dulunya aktif kini mudah sekali kelelahan bahkan ketika beberapa waktu yang lalu kami bertemu, ayah nampak kurang bersemangat dan sesekali terlihat kelelahan mengejar cucunya yang aktif berlarian kesana kemari.

Ayah Kewalahan Menjawab Semua Pertanyaan Cucunya (Dok.Rodame)

Melakukan perjalanan jauh ke Padangsidimpuan, ayah bahkan hampir pingsan di tengah jalan. Saya sedih mendengarnya. Bukan sekali ini ayah drop begitu, sudah beberapa kali dan itu membuat saya selalu memikirkan kesehatan ayah. Ingin rasanya selalu ada disamping ayah, memijat-mijat kakinya dengan air rendaman garam, membuatkannya minuman terutama ketika ia sedang dalam keadaan kurang sehat seperti sekarang ini.
Karena itulah, saya ingin sekali memberi hadiah berupa produk kesehatan yaitu suplemen kesehatan dan alat kesehatan untuk ayah. Masalah jantung ayah yang kerapkali sakit dan badan yang lemah, saya ingin memberikan hadiah BlackMores COQ10, untuk dikonsumsi ayah sehingga dapat menjaga fungsi dan kesehatan jantung ayah. Krim untuk dioleskan ke bagian tubuh ayah yang pegal-pegal. Ditambah lagi tekanan darah ayah juga yang kadang naik dan tidak normal. Karena itu, saya juga ingin memberikan ayah alat pengukur tekanan darah atau tensi (wrist blood pressure) agar ayah bisa kapan saja mengecek tensinya dengan penggunaan yang mudah. Saya sangat ingin melihat ayah sehat agar ayah selalu hepi dan bahagia sama seperti ayah yang selalu berusaha menceriakan dan mewarnai hari-hari dan masa kecil saya yang tak terlupakan.

Syukurlah semua hadiah yang saya ingin berikan untuk ayah itu tersedia di elevenia, saya tinggal order dan minta dikirimkan langsung ke alamat ayah. Saya selalu hepi dengan kemajuan teknologi informasi dan internet seperti sekarang ini, saya bisa membahagiakan orang yang disayang kapan saja dan darimana saja berkat e-commerce elevenia.

Bisa Belanja Online Kapan Saja Darimana Saja untuk Dikirim ke Ayah-elevenia-rodame-com

Bisa Belanja Online Kapan Saja Darimana Saja dengan Elevenia untuk Dikirim ke Ayah

Me Time, Hooq Time

Bosen? Jenuh? Butuh hiburan? Butuh me time? Nah, nonton film bisa jadi solusinya. Saya termasuk penyuka film, film apa aja ditonton mulai film lokal atau asing, bergenre drama, komedi, horror sampe thriller atau bahkan film berseri, ah yang namanya nonton film itu selalu bikin ketagihan.

Kalo ditanya udah berapa banyak film yang ditonton, maka saya sulit jawabnya karena jaman belum married dulu bahkan nonton sampe ke bioskop, duit jajan disisihin demi bisa nonton film impian. Saya masih ingat film lokal pertama yang saya tonton di bioskop adalah AADC itu waktu SMA, bela-belain ke Medan dari rumah yang jaraknya 2 jam, nginap di rumah teman dekat semasa sekolah demi ya demi nonton film AADC di bioskop. Ternyata filmnya membekas banget ya, pas banget momennya waktu itu saya juga sedang duduk di bangku SMA.

Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh ( puisi dalam lagu Tentang Seseorang pada film AADC) – Potongan puisi dan lagu yang membekas sampai sekarang, Hehe.

Film kedua yang saya tonton semasa kuliah juga film lokal judulnya Jelangkung. Film horor pertama yang saya tonton di bioskop. Rasanya setelah pulang terbayang terus sama Jelangkung. Setiap liat batok kelapa, potongan kayu, langsung terbayang jelangkung. Ampun, ternyata film bisa menghinoptis kita ya. Saya termasuk yang serius klo nonton film sampe kadang baper. Hahaha. Ya begitulah.

Jelangkung-jelangkung, datang tak dijemput, pulang tak diantar (bacaan ketika bermain jelangkung) – selalu merinding klo inget bacaan ini.

Setelah itu masih berlanjut, saya masih rajin nonton film ke bioskop, uang hasil jualan gorengan, jual pulsa dan jasa editing tulisan, disisihin buat nikmatin maha karya anak bangsa di bioskop. Ya, kadang-kadang juga nonton film barat yang kebanyakan adalah film kartun dan film bergenre action. Memang berasa beda ya nonton film yang ori dengan film yang bajakan. Puas banget nonton film yang ori.

Seperti hari ini nih, saya sedang jenuh karena beberapa hari ini tidur kurang, kerjaan masih numpuk, laporan riset belum kelar dan mood lagi gak oke. Yang bikin hepi karena sekarang saya punya andalan setiap kepengin nonton film. Ambil smartphone, klik Hooq yang sudah terpasang dan sudah didaftarin, pilih film dan nonton deh filmnya.

Pas dibuka, saya jadi inget ternyata kemarin saya nonton film Mata Tertutup dan belum beres, syukurnya di Hooq histori kita tersimpan letaknya paling atas ya jadi langsung ketemu dan gak perlu nyari-nyari histori lagi, jadi saya nonton sampe mana pun masih tersimpan dan tinggal klik play aja kalau mau dilanjutin. Berhubung saya masih penasaran dengan kelanjutan filmnya, saya gak pilih film lain. Langsung klik play dan lanjut nonton film Mata Tertutup lagi deh. Hehe

Melanjutkan Nonton Film di Hooq yang Tertunda (Dok.Rodame)

Biasanya pas lagi nonton film dari smartphone itu suka buffering trus loading lama, yang gini nih bisa ngerusak mood, padahal lagi butuh hiburan. Bukannya terhibur malah kesel. Syukurnnya selama nonton film pake Hooq, lancar jaya. Saya belum pernah merasakan kesel karena buffering atau bosen karena loading yang lama. Ditambah lagi suaranya jernih gak ada noise-nya. Love it!

Tips dari saya, kalo mau nonton film pake Hooq bisa atur ukurannya dengan klik “quality“, auto, low, medium atau large. Saya biasanya turunin medium, kadang karena penasaran saya turunin lagi ke low, dasyatnya adalah gambar tetap bagus tidak ngeblur dan suaranya juga tetap jernih gak ada masalah selama nonton film.

Pilihan Ukuran Layar di Aplikasi Hooq (Dok. Rodame)

Sangkin seriusnya saya menonton, beberapa orang teman saya akhirnya penasaran. Saya ajak mereka nonton film Mata Tertutup bareng-bareng. Ini kali pertama saya nonton film lokal ori setelah sekian lama tidak nonton film dan pindah ke kota Padangsidimpuan. Iya, dulu kuliah di kota Bogor, mau ke bioskop gampang kan ya? Nah, di Padangsidimpuan, tidak ada bioskop sama sekali. Jadi saya bahagia sekali karena ketika setiap mengaktifkan paket data Telkomsel, saya selalu pilih yang ada paket nonton film di Hooq. Kurang apa coba?

Tambah Banyak yang Penasaran Karena Hooqv(Dok.Rodame)

Pas lagi asik-asiknya nonton, ada mahasiswa datang konsultasi. Jeda lagi deh, tapi gak apa-apa karena histori film yang kita tonton gak akan hilang, nanti bisa dilanjutin lagi nontonnya. Ya kan? Bagaimanapun tugas sebagai pengajar tetap harus dilaksanakan kan? Tapi me time juga tetap bisa lanjut.

Setelah sekitar 10 menit, konsultasi selesai. Saya udah gak sabar ingin melanjutkan film Mata Tertutup yang sudah separuh jalan saya tonton. Klik aplikasi Hooq di smartphone dan lanjut lagi nonton filmnya. Kalo nonton film itu suka gak berasa ya, tiba-tiba udah sore aja, udah jam pulang nih. Hehe.

Me Time, Hooq Time (Dok.Rodame)

Tuh kan, mesti nontonnya pake jeda tetap bisa dinikmati. Kenapa? Karena Hooq itu bisa bikin kita nonton film dimana saja dan kapan saja, termasuk pas jam kosong setelah ngajar hari ini. Udah ah, saya udah kangen ama anak-anak di rumah. Saya siap-siap mau pulang ke rumah dulu ya.

Nanti nonton film apa lagi ya pas anak-anak udah tidur? Emmm nonton Surat dari Praha aja kali yah….

Yuk Lestarikan Kuliner Nusantara dengan Jepretan Smartphone Andalanmu

ultah-gandjelrel-2th

Pernah ke Sidimpuan? Iya, Padangsidimpuan adalah kota kecil di bagian selatan Sumatera Utara yang dikenal dengan sebutan kota salak. Jangan bayangkan kotanya seperti buah salak ya? Bukan itu maksudnya. Hehe. Disebut seperti itu karena daerah Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan adalah produsen buah salak tertinggi di Sumatera Utara. Kalo jalan-jalan ke Padangsidimpuan, kita akan melihat pemandangan serba salak, dimana sepanjang jalan dan tempat perhentian bus antar kota tersaji buah salak yang siap untuk dijadikan buah tangan.

Buah Salak Asli Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan (Dok.Rodame)

Buah Salak Asli Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan (Dok.Rodame)

Bahkan kota Padangsidimpuan sudah pernah diliput beberapa kali juga loh di salah satu stasiun televisi swasta ternama di Indonesia. Kota Padangsidimpuan itu kalo kata saya sih letaknya memang strategis karena beberapa kota lainnya seperti Panyabungan, Gunung Tua, Padang Bolak banyak yang berwisata dan berbelanja ke Padangsidimpuan termasuk juga untuk berwisata kuliner. Itulah sebabnya, di kota Padangsidimpuan kuliner nusantara cukup bervariasi, tentu saja untuk menyambut dan memanjakan lidah para turis lokal maupun mancanegara yang datang berkunjung.

Sebagai seorang pendatang di kota ini, saya menyadari betul kalau belum tahu banyak tentang keistimewaan kuliner disini. Nah, yang paling bikin penasaran adalah kuliner yang akan saya ceritakan di blog kali ini. Karena menurut saya, kuliner nusantara yang satu ini agak ‘aneh’ dan tidak lazim untuk dikonsumsi. Itu sebabnya kali ini saya mau share tentang kuliner unik tersebut.

Apa yang ada dipikiran teman-teman kalau lihat gambar di bawah ini?

sumber : sofakursirotan.com

sumber : sofakursirotan.com

sumber : popeti.com

sumber : popeti.com

sumber : kerajinanfurniturerotan.com

sumber : kerajinanfurniturerotan.com

Bagus-bagus ya? saya aja kepengen punya furniture yang seperti itu di rumah sendiri. Pengen duduk di kursi yang empuk itu, tiduran di tengah taman dan gelantungan menatap matahari terbit, nikmatnya hidup. Kapan ya? Selama mimpi belum dilarang, masih sah-sah aja kan ya? Hehe. Furniture dari bahan kayu rotan, siapa yang tidak kenal, semua orang tau tentang keunggulan dan keindahan kayu rotan sebagai pendukung dekorasi di dalam atau luar rumah. Bahkan saya pernah lihat di hotel-hotel berkelas, furniture dari kayu rotan itu nampak sepadan dipadukan dengan berbagai style entah itu futuristik, modern apalagi etnik.

Nah, kalau kuliner berbahan kayu rotan gimana? Dimakan loh ya bukan dijadikan alas duduk, tidur atau dekorasi rumah. Rotan kan keras bu, pak? Masa dimakan sih? Emangnya mau jadi Limbad #eh. Oke-oke, daripada penasaran yuk saya kenalkan dengan kuliner nusantara yang eksotis berbahan kayu rotan dari kota Padangsidimpuan. Namanya adalah holat. Holat sebenarnya berasal dari Gunung tua, sebuah kota yang berjarak sekitar 1,5-2 jam. Tapi kini sudah menjamur di berbagai warung makan dan restoran di kota Padangsidimpuan.

Take a look at this picture below! This is it! Holat!

Holat-jepret kuliner nusantara dengan asus zenfone-rodame

Holat Dijepret dengan Asus Zenfone 2 Laser ZE550KL Mode Auto (Dok. Rodame)

Gimana-gimana? Dilihat sekilas, kira-kira gimana rasanya? Kalo penampakannya sih segar dan menyehatkan ya. Menurut teman-teman gimana? Memang bener ya, kalo jepret pake smartphone kece itu hasilnya bisa memukau gini ya. Saya sih gak pinter foto tapi Asus Zenfone dengan teknologi PixelMaster Camera yang tertanam didalamnya bikin saya bak food photographer profesional. Ditambah lagi sudah tersedia berbagai mode seperti :  Auto, Manual, HDR, Beautification, Super Resolution, Low Light (3M), Night, Depth of Field, Effect, Selfie, GIF Animation, Panorama, Miniature, Time Rewind, Smart Remove, All Smiles, Slow Motion, Time Lapse.

PixelMaster Camera-Asus Zenfone-rodame

sumber : teknorus.com

Bayangkan sudah disediakan 18 mode untuk jepret apapun yang kalian suka. Pasti puas banget kan ya, karena kita gak perlu ngutak-ngatik pengaturan kamera ponsel cukup mengandalkan PixelMaster Camera aja. Makin kelepek-kelepek deh jadinya ama Asus Zenfone. Oh iya, saya sih paling suka pake yang mode Auto aja karena praktis, tapi kalo mo foto yang lebih detail saya pake mode Depth of Field, di tempat yang kurang cahaya saya pake mode Low Light, malam bisa pake mode Night, hasil jepretan dengan teknologi PixelMaster Camera di Asus Zenfone memang saya akui sangat baik sekali. Saya belum pernah kecewa menggunakannya. Kadang-kadang juga suka pake yang mode HDR, gambar holat di bawah ini contoh hasilnya :

Holat-jepret kuliner nusantara dengan asus zenfone-rodame

Holat dengan Mode HDR pada Asus Zenfone 2 Laser ZE550KL (Dok.Rodame)

Di dalam holat itu ada ikan mas bakar, pakkat a.k.a rotan muda, serutan kulit batang balakka yang berwarna coklat (nama lainnya adalah Malaka atau Kemloko) dan bawang merah, semuanya disiram dengan kuah yang kaya rempah. Segar sekali rasanya.

Ranting Pohon Balakka atau Malaka (sumber : biodiversitywarriors.org)

Ranting Pohon Balakka atau Malaka (sumber : biodiversitywarriors.org)

Intermezzo, makan holat yuk! daaaaan setelah mencicipinya, rasanya memang luar biasa. Menurut saya rasanya unik, sulit dijelaskan dengan kata-kata. Agak sedikit kelat sih tapi kalo makannya dipaduin ama pakkat, daging ikan mas, bawang merah dan kuahnya, rasanya enak juga. Khas nusantaranya ngena banget.

Nah, pakkat ini jadi bahan makanan kuliner yang disukai masyarakat sekitar. Ini bukan kali pertama saya mencicipinya, saya sudah pernah makan pakkat sebelumnya dengan cocolan sambel mentah khas daerah sini juga. Rasanya pahit-pahit gimana gitu, tapi bisalah untuk dikonsumsi. Pakkat yang dipilih untuk holat adalah batang yang masih muda, berwarna hijau agak kecoklatan, biasanya batangnya dibakar dulu barulah batang tengahnya diambil, warnanya broken white ya bukan putih bersih seperti singkong. Makin muda makin lembut jadi makin enak karena ketika dikonsumsi bisa ditelan semuanya. Nyam..nyam… buat yang suka kuliner nusantara yang unik maka holat ini wajib kalian coba. Asli Indonesia!

Pakkat di Pasar Sangkumpal Bonang Padangsidimpuan (Dok.Rodame)

Pakkat di Pasar Sangkumpal Bonang Padangsidimpuan (Dok.Rodame)

Sebenarnya ada beragam kuliner lainnya di Padangsidimpuan, yuk puasin mata kalian dengan lihat beberapa kuliner nusantara dari kota Padangsidimpuan lainnya di bawah ini :

Limbat bukan Limbad si pesulap itu yah teman, hahaha. Limbat adalah sajian ikan sale yang digulai pedas. Ikan yang disale ini adalah sejenis ikan lele tapi warna kulitnya berbeda. Ukurannya beragam ada yang besar dan kecil. Biasanya makin besar ukurannya makin mahal juga harga per kilonya.

Limbat jepret kuliner dengan smartphone asus zenfone-rodame

Limbat (Dok. Rodame)

Bolgang. Bolgang adalah sayuran rebusan segar. Setiap menu makanan berat di Padangsidimpuan biasanya selalu akan dibarengi dengan bolgang. Kalo istilah masyarakat sini sayur campur-campur. Iya memang benar, didalamnya ada bunga pepaya, daun singkong, potongan buah labu kuning, daun kacang panjang muda, daun pepaya dan sayuran lainnya. Bolgang biasanya disajikan juga dengan sambal mentah yang khas sekali. Jika dipadukan rasanya memang segar dan nikmat. Saya termasuk penyuka bolgang, karena setiap makan di warung atau restoran, biasanya saya minta nambah lagi. Hehe. Sssstttt jangan bilang-bilang ya. Ketauan saya makannya ampun. Haha.

Bolgang khas kuliner padangsidimpuan-rodame

Bolgang- Sayuran Rebus Khas Kuliner Padangsidimpuan (Dok.Rodame)

Lomang. Lomang a.k.a lemang biasanya berasal dari ketan putih, itu sudah biasa kan ya? Kalo Padangsidimpuan, ada namanya lomang jagung, lomang tepung beras dan lomang ubi. Tapi kali ini saya cuma kebagian yang lomang jagung dan lomang tepung beras aja nih, yang lomang ubi kehabisan, banyak penggemarnya ternyata. Laris sekali. Rasanya gimana? Yang lomang jagung sedikit keras tapi tidak keras sekali, masih bisa dikunyahlah, aroma jagung terasa sekali. Sedangkan yang lomang tepung beras lebih lembut dan mudah sekali dikunyahnya, rasanya juga manis karena dicampur dengan gula aren asli Sipirok yang warnanya coklat kehitaman dan manis sekali. Mau-mau, nih dia penampakannya, slurrrpppp……

Lomang Aneka Rasa khas Padangsidimpuan -rodame

Lomang Aneka Rasa khas Padangsidimpuan (Dok.Rodame)

Last but not least, ini ada jajanan pasar lainnya yang rasanya manis sekali. Bagi penyuka jajanan pasar yang serba manis, wajib cobain ini kalo ke Padangsidimpuan. Berangkat ke pasar Sangkumpal Bonang, tanya aja yang jual kue talam dimana? nah kalian akan ketemu kakak penjual kue talam ini (di Sumatera Utara panggilan untuk yang dagang di pasar biasanya kakak). Ada tiga jenis kue talam yang dijual yaitu : wajik, talam ubi dan talam srikaya . Dikasi nama talam karena kue-kue itu dimasak dan disajikan dengan talam berukuran cukup besar.

Wah, saya jadi laper nulis tentang kuliner gini. Tanggung jawab nih yang bikin lomba jepret kuliner nusantara Gandjel Rel, lihat gambar kuliner lewat smartphone aja bikin saya ngiler banget gini ya, selalu terbayang dan jadi kepengen makan melulu bawaannya. Ya holat, limbat, lomang dan kue talam, sedaaaaap.

Udah ah, saya mau ke pasar Sangkumpal Bonang dulu, takut kesorean nanti kehabisan lomang dan kue talam.

Aneka Jajanan Pasar Padangsidimpuan-Rodame

Aneka Jajanan Pasar -Kue Talam dan Wajik khas Padangsidimpuan (Dok.Rodame)

Tetep sehat tetep kulineran, jangan lupa bawa smartphone andalanmu waktu kulineran ya, bagusnya sih yang kayak #Zenfone3ID yang #GaAdaMatinya, jepret sana jepret sini, sampe puas dan ceritain deh di blog, bisa sekalian lestarikan kuliner nusantara lewat tulisankan, biar makin banyak yang tau. Tulisan di blog kita kan bisa dibaca juga sama orang asing di berbagai belahan dunia, sekalian dukung kuliner nusantara biar go internesyenel juga kan?

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel