Lactacyd Herbal, Alaminya Mengubahku #JadiYangKuMau

Aktivitas Mengajar Mahasiswa di Ruang Kuliah (Dok.Rodame)

Hai wanita Indonesia! siapa di antara kalian yang menghabiskan waktu hampir seharian di luar rumah? ada yang profesinya traveller, ada yang working mom atau ada yang jadi wanita karir? Iya menjadi wanita pekerja itu memang melelahkan ya tapi juga menyenangkan, banyak tantangan dan banyak sisi baiknya juga. Apalagi kalau kita bisa berprestasi dan menginspirasi sekitar dengan apa yang kita kerjakan. Bahagianya bukan main.

Kalau saya sih sehari-hari banyak menghabiskan waktu dengan anak-anak muda. Pekerjaan saya menuntut saya untuk punya kemampuan komunikasi dengan baik. Meluangkan waktu untuk konsultasi bahkan mendengarkan keluhan anak-anak muda dalam belajar dan berbagi aktivitas mereka. Saya juga banyak ditugasi berbagai macam pekerjaan dari kampus selain mengajar mahasiswa. Ya, seperti hari ini, saya bertugas mengawasi ujian masuk melalui SPAN-PTKIN, mulai pagi sampai siang hari.

Saya Ditugasi Mengawas Ujian Masuk SPAN PTKIN (Dok.Rodame)

Menjadi seorang pengajar alias dosen di perguruan tinggi which is anak-anak mudanya bermacam-macam pola tingkahlakunya ternyata menghabiskan banyak energi dan pikiran. Terkadang saya harus lebih aktif menghadapi kasus mahasiswa tertentu di kampus. Ketika saya bisa membantu mahasiswa, disitu saya merasa bahagia. Ketika saya akhirnya bisa mengantarkan mereka untuk berprestasi, disitu saya merasa telah menjadi seseorang yang bermanfaat dalam pekerjaan dan lingkungan sekitar saya. Tentu saja apapun profesi yang digeluti, kita semua punya selalu ingin melakukan yang terbaik, ya kan?

Mengajar menghabiskan waktu hampir sehari penuh di kampus. Berkeliling ruang kuliah dari satu gedung ke gedung lainnya, dari lantai satu ke lantai dua dan tiga. Dengan pakaian yang tertutup sebagaimana pakaian saya sehari-hari, keringat jadi teman sejati. Iya, tubuh kita memang harus mengeluarkan keringat karena sebagian racun dalam tubuh juga dikeluarkan melalui pori-pori kulit yaitu keringat. Ternyata berkeringat juga perlu disyukuri ya.

Tapi ada juga loh berkeringat yang mengganggu. Berkeringat berlebihan, berkeringat yang menyebabkan bau tak sedap atau berkeringat di area miss V which is bikin semua jadi serba salah. Oke, kalau terakhir ini dijamin wanita manapun tidak ingin mengalaminya. Kenapa? Sederhananya, mari kita lihat ilustrasi di bawah ini :

Ilustrasi : Penyebab Miss V Tidak Sehat (By. Rodame)

Kalau sudah begitu untuk #JadiYangKuMau pastilah sangat sulit. Dan tebak apa? saya pernah mengalami itu. Aktivitas yang padat, ditambah cuaca yang tidak menentu, bahkan di siang hari bisa mencapai hingga 32 derajat Celcius di dalam ruangan. Bergerak kesana kemari, membuat saya harus menyerah pada keringat berlebihan. Huh keselnya bukan main. Selain gatal yang menganggu tapi juga sering ditambah keputihan.

Kalau diladenin gatalnya malah bisa makin memperparah keadaan miss V, bikin lecet bahkan bisa iritasi juga. Ngeri ya (soalnya saya pernah nyaksiin sendiri dulu salah satu temen sekamar di asrama ada yang suka garukin pas gatal yang ada malah lecet dan iritasi parah). Selain itu efek lainnya apa? area sekitar miss V pun ikut menjadi gelap. Kalau dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya, warnanya makin jelas berbeda. Ini juga cukup menganggu ya. Kalau wajah kita belang aja bulak-balik liat cermin, gak enak diliatnya apalagi area penting seorang wanita dimana bagian itu seharusnya dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya.

Ketika bekerja saya selalu mengenakan rok panjang, baju kurung yang menutup hingga di bawah lutut dan yang pasti selalu pakai celana panjang lagi. Mungkin ini juga ikut menambah kelembaban miss V. Keputihan makin parah dan gatal melanda.

Awalnya sih sepele ya. Karena mikirnya, nanti juga hilang gatalnya. Bilas pakai air hangat, sering ganti pakaian dalam dan tinggal dibersihkan pakai pembersih khusus kewanitaan, kadang masih suka pakai sabun aja kalau terdesak atau pembersih khususnya habis. Selesai.

Kata siapa selesai? Yang ada saya membuat masalah baru lagi, karena ketidakdisiplinan saya menganti-ganti pembersih kewanitaan tanpa melihat kandungan didalamnya (alami atau banyak zat kimianya) dan parahnya lagi kadang membersihkanya dengan sabun biasa. Akhirnya miss V jadi tambah kering setelah dibersihkan pakai sabun biasa. Meskipun bawa pakaian dalam cadangan setiap hari, tapi keringat tetap saja datang dan tetap banyak, tetap lembab. Saya juga mulai kuatir dengan kandungan pembersih khusus kewanitaan yang saya pakai selama ini karena suka gonta-ganti merek kalau tiba-tiba gak nemu yang dimau. Kuatir dengan kandungan yang gak alami. Sementara itu, miss V lagi-lagi harus jadi korban karena kesalahan dan ketidakhati-hatian saya.

Cukup. Sudah cukup. Saya kapok kalau begini terus. Saya harus segera bertindak dan ambil keputusan untuk segera merawat area penting bagi saya dengan sungguh-sungguh dan dengan cara yang tepat. Apalagi saya juga sudah menikah. Meski sudah menikah bukan berarti merawat miss V-nya kalah sama anak remaja kan ya? Justru kalau sudah menikah, perawatannya harusnya lebih baik dan lebih disiplin lagi. Biar makin sehat dan makin disayang suami #eh.

Dengan alasan kesehatan miss V, kepraktisan, higienitas dan kealamian kandungan pembersih khusus kewanitaan, saya pun memilih merek yang terpercaya yang memproduksi berbagai perawatan khusus kewanitaan untuk menuntaskan masalah pada area miss V saya. Sejujurnya sempat bingung juga karena ada banyak sekali merek yang beredar di pasaran khusus untuk pembersih kewanitaan. Tapi karena saya niatnya ingin yang alami juga maka kali ini saya lebih memerhatikan kandungan didalamnya. Mahal kan belum tentu bagus, murah juga belum tentu gak berkualitas. Ya kan?

Dipilih-dipilih? Ayo yang mana ya kira-kira pembersih kewanitaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan saya?

Berbagai Pembersih Kewanitaan di Mini Market Dekat Rumah -Perhatikan Rak Bagian Tengah (Dok.Rodame)

Versi pembersih kewanitaan yang baik menurut dokter :

  • Pembersih kewanitaan yang aman adalah yang khusus untuk mencuci vagina
  • Cairan pembersih kewanitaan dengan pH keasamannya sesuai dengan pH di dalam daerah kewanitaan. Normalnya pH berkisar 3,8-4,2

Pembersih kewanitaan yang saya mau adalah yang memenuhi syarat seperti di bawah ini :

  • Aman dari segi kesehatan : teruji klinis dan terdaftar di BPOM, makin yakin kalau produk tersebut dibuat dengan uji yang ketat sehingga benar-benar aman
  • Tanpa bahan SLS, alkohol dan pewarna : bahkan sebaiknya dihindari untuk produk kecantikan dan perawatan kulit karena dapat membuat kulit makin kering.
  • Tidak mengandung antiseptik : antiseptik diduga dapat menganggu pH miss V karena dapat membunuh bakteri baik Lactobacillus.
  • Terbuat dari bahan alami : menghindari penggunaan bahan kimia karena bahan alami tentu tidak menimbulkan efek samping justru memberikan manfaat baik lainnya. Misalnya : dapat melembutkan, mencerahkan juga membersihkan area miss V.
  • Mengandung pH seimbang : 3,8-4,2 (< 3,8 akan menyebabkan tumbuh jamur dan >4,2 dapat menjadi tempat tumbuhnya bakteri jahat)
  • Mampu mengatasi masalah pada miss V : berbagai masalah mungkin saja menyerang miss V dan harapannya penggunaan pembersih kewanitaan khusus dapat mengatasi berbagai masalah pada miss V.
  • Ramah di Kantong : harganya terjangkau sehingga tidak memberatkan ketika harus rutin menggunakannya.
  • Praktis : kemasannya mudah dibawa-bawa dan tutupnya kencang sehingga tidak tumpah-tumpah. Ukurannya pun ada yang kecil sehingga dapat dimasukkan ke dalam tas tangan atau dompet kosmetik yang dibawa sehari-hari.
  • Brand international : diproduksi oleh perusahaan yang punya reputasi yang baik dimana secara internasional pun sudah diakui kualitas dan manfaatnya sebagai pembersih kewanitaan khusus yang terpercaya.

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah mengalami keputihan, gatal pada miss V dan area sekitarnya yang menggelap, untuk itu saya menggunakan Lactacyd Feminine Hygiene dan Lactacyd White Intimate, setelah sebelumnya mencoba merek lain yang ternyata kurang ampuh mengatasi masalah saya itu.

Sayangnya saya tidak disiplin merawatnya. Karena penggunaan merek Lactacyd sudah memberi kesan baik dan benar-benar terbukti berpengaruh positif pada saya, saya pun berniat menggunakan merek Lactacyd lagi untuk merawat area miss V, tapi kali ini saya maunya yang herbal, yang alami. Biar Back to nature. Selain itu, saya juga suka karena Lactacyd adalah brand international untuk pembersih kewanitaan yang terpercaya.

Pas banget, karena sekarang ada varian baru dari Lactacyd yaitu Lactacyd Herbal yang punya 3 manfaat sekaligus untuk mengatasi masalah pada miss V. Ini koq tepat banget ya, berasa langsung ada jawabannya dari masalah yang saya alami.

Emmm tapi ternyata yang ngaku-ngaku terbuat dari bahan herbal itu koq banyak ya. Jadi bingung. Sangkin penasarannya, akhirnya saya putuskan untuk membuktikan sendiri yang mana produk pembersih kewanitaan varian herbal yang paling baik. Saya pun memutuskan untuk membeli tiga produk pembersih kewanitaan varian herbal dari merek berbeda yang tersedia di mini market dekat rumah, salah satunya ya Lactacyd Herbal, dua merek lainnya sebut saja dengan merek X dan merek Y.

Sudah siap dengan tes sederhananya? Yuk mari sama-sama kita buktikan ya?

Beberapa Merek Pembersih Kewanitaan (Dok.Rodame)


Lactacyd Herbal : 
Rp 15.000,00 untuk ukuran 60 ml

Merk X : Rp 18.500,00 untuk ukuran 90 ml

Merk Y : 
Rp 12.000,00 untuk ukuran 125 ml

Dari segi harga, bisa dilihat harga Lactacyd Herbal adalah yang paling mahal, sedangkan pembersih merk Y yang paling murah. Akan tetapi perbedaan harganya tidak terlalu jauh dan ketiganya masih bisa digolongkan memiliki harga yang terjangkau untuk kantong saya.

Kemasan Beberapa Pembersih Kewanitaan (Dok.Rodame)


Lactacyd Herbal :
Botol dan dus box didominasi warna putih, tutup fliptop, dengan dus box.

Merk X : Botol dan dus box dominasi warna merah, tutup fliptop, disertai dus box.

Merk Y :
Didominasi warna putih sedangkan botolnya didominasi warna coklat keemasan, tutup fliptop, disertai dus box.

Dari segi bahan kemasan merek X dan Y sekilas terlihat sangat mirip, sementara itu, kemasan Lactacyd herbal terlihat lebih kokoh dengan tutup fliptop yang lebih kuat dan kencang. Ketiganya dilengkapi dus box apalagi yang membuat ketiganya terlihat eksklusif. Dari desain visualnya, saya lebih suka Lactacyd Herbal dengan perpaduan warna putih yang terlihat clean namun tetap eye catchy. Tapi soal desain, model dan warna kan memang masalah selera ya, tidak bisa dipaksakan.

Tes Konsistensi Beberapa Pembersih Kewanitaan (Dok.Rodame)



Lactacyd Herbal : 
Memiliki konsistensi kekentalan sedang dengan warna putih susu. Ekstrak susunya terlihat nyata dari warna putih susunya. Tidak lengket di tangan setelah dibilas dengan air.

Merk X : Memiliki konsistensi agak cair dibandingkan dengan Lactacyd Herbal dengan warna bening padahal tertulis di kemasannya mengandung ekstrak susu. Agak lengket di tangan setelah dibilas dengan air.

Merk Y : 
Memiliki konsistensi yang sangat kental dengan warna bening agak berbuih. Kekentalanya agak mirip dengan hand sanitizer. Agak lengket di tangan meski sudah dibilas dengan air.

Dari segi konsistensi saya suka dengan Lactacyd Herbal, karena kekentalannya sedang sehingga tidak mudah tumpah dan kita dapat mengontrol berapa banyak cairan yang ingin kita gunakan dan juga tidak lengket di tangan setelah dibilas dengan air.


Lactacyd Herbal : 
Ada wangi khas susu ditambah wangi floral yaitu rose yang lembut dan tidak menyengat, ketika diaplikasikan wanginya membuat rileks.

Merek X : Wangi lembut agak menyengat, setelah diaplikasikan wanginya menguat seperti aroma pelembut pakaian.

Merek Y : 
Wanginya agak tajam, agak menyengat dimana ada aroma herbal yang kuat, ketika diaplikasikan wanginya herbalnya tetap menempel.

Di antara tiga produk tersebut, saya paling suka aroma dari Lactacyd Herbal karena wanginya relaxing banget, tidak menyengat sama sekali di hidung. Merek X, wanginya mirip pelembut pakaian, malah terlalu wangi kalau buat saya. Sedangkan Merek Y agak wangi jamu-jamuan, herbalnya terlalu kuat, saya kurang suka karena berasa numpahin jamu ke miss V, hihi.


Lactacyd Herbal : 
Ekstrak sirih, susu dan rose (mawar).

Merek X : Ekstrak kayu rapet, manjakani, sirih, susu dan bengkoang.

Merek Y : 
Ekstrak sirih, bengkoang, manjakani, dan tego deo.

Dari ketiga produk pembersih kewanitaan varian herbal di atas, semuanya menggunakan ekstrak daun sirih sebagai bahan antibakteri. Berbeda dari dua produk lainnya, Lactacyd Herbal juga menambahkan sari bunga mawar, mungkin itu yang menyebabkan Lactacyd Herbal aromanya enak, bahan alaminya berpadu dengan sempurna, tidak ada yang terlalu menonjol tapi terasa seimbang.

Lactacyd Herbal, merek X dan Y, ketiganya mengandung lactic acid atau asam laktat sebagai bahan antiseptiknya. Cara kerja lactic acid adalah dengan menyeimbangkan pH pada miss V sehingga memelihara populasi lactobacillus alias bakteri baik dan melawan bakteri dan jamur yang merugikan. Sedangkan merek Y sama sekali tidak menyebutkan mengandung ekstrak susu namun jika dibaca secara lengkap di kandungannya ternyata ada juga lactic acid atau asam laktatnya.

Merek X dan Y juga mengandung bahan herbal seperti manjakani dan bengkoang dimana manjakani dipercaya dapat merapatkan vagina sedangkan bengkoang dipercaya memutihkan atau mencerahkan kulit. Kalau secara pribadi sih saya lebih suka melakukan senam pilates untuk menjaga elastisitas miss V.

Komposisi Beberapa Pembersih Kewanitaan (Dok. Rodame)


Di sini saya tidak akan membahas komposisi tiap produk secara mendetail, mengingat saya juga bukan ahli kimia atau punya basic di bidang farmasi. Silahkan klik gambar di atas untuk mengetahui komposisi tiap produk secara detail. Saya hanya membahas kandungan yang sudah awam diketahui.

Lactacyd Herbal : Terdiri dari lebih kurang 17 macam bahan pada komposisinya. Masih mengandung SLS.

Merek X: 
Terdiri dari lebih kurang 30 macam bahan pada komposisinya. Mengandung SLS, fragrance, dan alkohol.

Merek Y : 
Terdiri dari lebih kurang 28 macam bahan pada komposisinya. Mengandung SLS dan fragrance.
Ketiga produk pembersih kewanitaan varian herbal di atas sayangnya masih mengandung SLS, tapi jika dilihat dari kandungan alkoholnya hanya merek X yang mengandung keduanya baik SLS maupun alkohol.

Kalau dilihat dari jumlah bahan yang terkandung didalamnya, maka merek X paling banyak mengandung bahan yang menurut saya tidak diperlukan bahkan hingga 30 macam bahan, kemudian diikuti merek Y yang beda tipis dengan merek X, dan yang paling sedikit adalah Lactacyd Herbal yang bahan kontranya hanya SLS.

Kadar Busa Beberapa Pembersih Kewanitaan (Dok.Rodame)

Jika dilihat dari banyaknya busa ketika dibilas, terlihat bahwa diantara ketiganya Lactacyd Herbal memiliki busa yang paling sedikit, sementara itu dua lainnya merek X dan Y busanya agak banyak. Kalau saya sih lebih suka yang minim busa ya, karena kalau kebanyakan saya jadi kuatir seperti pakai deterjen. Jadi saya paling suka Lactacyd Herbal.

Tes Kadar pH Beberapa Pembersih Kewanitaan (Dok.Rodame)


Berikutnya, saya coba tes kadar pH, ini juga karena saya sangat penasaran. Nah, sebenarnya ini untuk meyakinkan diri sendiri juga, saya coba tes dengan menggunakan kertas lakmus warna merah dan biru. Hasil tes kadar pH bisa dilihat pada gambar di atas ya.

Lactacyd Herbal : Hasil tes kadar pH dalam larutan Lactacyd Herbal pada kertas lakmus merah tetap merah sedangkan pada kertas lakmus biru terjadi perubahan sedikit pink, sedikit sekali perubahannya bahkan terlihat samar-samar. Cenderung netral.

Merek X : Hasil tes kadar pH dalam larutan merek X, pada kertas lakmus merah warna tetap merah sedangkan pada kertas biru warna kertas berubah menjadi merah yang terang.

Merek Y : 
Hasil tes kadar pH dalam larutan merek Y adalah pada kertas lakmus merah warna tetap merah sedangkan pada kertas biru berubah menjadi merah.

Sifat kertas lakmus merah adalah ketika dicelup dalam larutan asam warnanya akan tetap merah, jika dalam larutan basa akan berubah menjadi biru, sedangkan pada larutan netral dia akan tetap merah. Sedangkan sifat kertas lakmus biru adalah ketika dicelup dalam larutan basa warnanya akan tetap biru, jika dicelup dalam larutan asam warnanya berubah menjadi merah, dan jika dicelup pada larutan netral dia akan tetap biru.

Berdasarkan hasil uji pH pada ketiga produk di atas, dapat disimpulkan bahwa ketiganya memiliki pH yang cenderung asam dan itu normal karena memang pH normal pada miss V seharusnya antara 3,8-4,2 dimana kondisi itu adalah kondisi asam. pH pada Lactacyd Herbal bahkan perubahan di kertas lakmus biru hanya sedikit pink itupun samar sekali, cenderung netral. Tapi yang agak membingungkan adalah merek Y, karena pada kemasannya tertulis pH 3,5 artinya pH dari cairan merek Y itu berada di bawah normal. Jika pH lebih kecil dari 3,8 justru dapat menyebabkan tumbuhnya jamur pada miss V. Big No!


Kesan setelah seminggu pemakaian adalah positif. Ya, saya sih suka karena tidak terasa kering, tidak ada efek samping seperti gatal meski dipakai setiap hari.

Lactacyd Herbal memang menghasilkan busa yang relatif sedikit, setelah diaplikasikan pada miss V tidak ada efek lainnya dan tidak lengket. Dan yang paling menyenangkan adalah keputihan dan gatalnya benar-benar berkurang bahkan sejak pertama kali pemakaian bahkan setelah seminggu pakai tidak pernah lagi mengalami masalah pada miss V. Satu lagi, efek positif yang paling saya suka adalah kulit area V terasa makin kesat dan lembut.

Untuk efek pemakaiannya gimana? Mohon maaf untuk miss V saya gak mau coba-coba lagi, jadi setelah melakukan berbagai tes sederhana di atas, saya putuskan hanya memakai merek pembersih kewanitaan yang paling baik saja. Tanpa mengurangi rasa hormat, saya gak mau pakai dua merek lainnya. Buat miss V koq coba-coba, ya kan?

Sepertinya semua sudah tau ya, produk pembersih kewanitaan mana yang paling baik? Iya, betul sekali, Lactacyd Herbal! Dan ya, maaf banget untuk dua merek lainnya, setelah saya tes dan analisis secara sederhana ala-ala saya, hehe, saya gak mau coba pakaikan ke miss V sama sekali. Jujur, saya trauma mau nyoba-nyoba ke miss V, kuatir ada efek sampingnya. Jadi, saya cari aman aja, pakai yang benar-benar terbukti aman dan lebih baik aja.

Finally, this is it!

Setelah melakukan tes pada ketiga produk pembersih kewanitaan dengan kandungan herbal di atas, saya makin mantap untuk memilih Lactacyd Herbal untuk membersihkan dan merawat miss V karena terbukti bisa mempertahankan keseimbangan pH area V, menghambat pertumbuhan bakteri jahat, melembutkan kulit sekitar area V, membuat makin kesat dan nyaman.

Bisa dilihat dari segala aspek, sudah terbukti bahwa Lactacyd Herbal lebih unggul dan paling memenuhi kriteria pembersih kewanitaan yang ideal yang mampu diandalkan untuk selalu bisa  #JadiYangKuMau. Lactacyd Herbal yang sudah teruji klinis secara dermatologi aman digunakan setiap hari. Jadi, kalau sudah begini, jangan percaya sama hal-hal mitos atau yang lainnya ya. Sekali lagi, Lactacyd Herbal sangat aman dipakai setiap hari. Saya sudah buktikan sendiri.

Lactacyd Herbal juga menggunakan bahan herbal yang alami dengan berbagai manfaat didalamnya. Perpaduan dari tiga bahan herbal yaitu ekstrak sirih, susu dan mawar sangat seimbang dan sempurna buat saya. Tidak ada wangi yang terlalu kuat. Tapi juga memberikan dampak positif setelah digunakan setiap hari.

Lactacyd Herbal Pembersih Kewanitaan Alami Andalanku (Dok.Rodame)

Gimana sih sebenarnya cara kerja ketiga bahan tersebut? Yuk mari saya bantu ulas sedikit ya :

Ekstrak daun sirih :

Ekstrak adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau hewani menggunakan pelarut yang sesuai. Ekstrak daun sirih berarti asalnya dari zat aktif simplisia nabati ya dalam hal ini ya daun sirih itu sendiri, dengan menggunakan pelarut yang sesuai hingga memenuhi baku yang telah ditetapkan.

Penelitian tentang daun sirih yang memiliki efek antibakteri sudah banyak dilakukan. Bahkan pada sebuah penelitian disebutkan bahwa ekstrak daun sirih mengandung senyawa fenol dan senyawa turunannya yang mampu menghambat pertumbuhan berbagai macam bakteri yang ada dalam tubuh manusia namun dapat menjadi patogen pada kondisi tertentu seperti Staphylococcus aurens. Jadi, makin jelas ya, kalau ekstrak daun sirih itu bermanfaat sebagai antibakteri jahat.

Menurut informasi yang tertulis pada situs lactacyd.co.id, ekstrak daun sirih yang memberikan rasa kesat pada area V sudah dibuktikan pada uji coba produk terhadap 162 wanita Indonesia, Ipsos tahun 2016 silam.

 Ekstrak Susu :

Sama seperti ekstrak lainnya, tapi kali ini ekstraknya berasal dari zat aktif simplisia hewani. Dalam uji klinis yang dilakukan di Poliklinik Sitologi RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta disebutkan bahwa ekstrak susu terbukti bermanfaat menjaga keseimbangan ekosistem vagina. Susu mengandung zat aktif yang diekstrak menjadi asam laktat dan laktoserum, yang secara klinis terbukti dapat mengurangi keluhan rasa gatal, terbakar dan keputihan (sumber: dechacare.com).

Artinya lagi, ekstrak susu meski digunakan setiap hari tidak akan mengganggu pertumbuhan bakteri baik, lactobacillus.

Kalau ekosistem miss V seimbang berarti pH juga terjaga ya berada di antara 3,8 – 4,2. Maka, jelas ekstrak susu mampu menjaga pH sehingga sangat baik untuk pertumbuhan bakeri lactobacillus.

 Mawar :

Ekstrak mawar mengandung geraniol dan limonene yang berfungsi sebagai antiseptik, pembunuh jamur Candida albican penyebab keputihan. Bahkan dalam sebuah informasi disebutkan juga geraniol adalah antioksidan alami yang dapat mencegah kanker. Geraniol juga banyak digunakan dalam parfum dan flavouring (sumber : phytochemicals.info). Sementara itu limonene terbukti sudah banyak digunakan untuk mencegah berbagai jenis kanker (sumber : ncbi.nlm.mih.gov ; altmedrev.com).

Ekstrak mawar ternyata juga digunakan utnuk merawat kecantikan, selain untuk membersihkan kulit wajah dapat juga mencerahkan, menghaluskan dan melembabkan kulit (beautynesia.id). Seperti yang tertulis pada situs resmi lactacyd.co.id, ekstrak mawar yang tidak hanya memberikan keharuman namun juga merawat area V, hal itu berdasarkan penelitian Mohammad H. Boskabady pada sebuah jurnal internasional yang sudah dipublikasikan tahun 2011.

Bahagia banget deh bisa berjodoh dengan Lactacyd Herbal. Dan sekarang, kemanapun saya pergi selalu bawa pembersih kewanitaan andalan yang alaminya bisa mengubah #JadiYangKuMau. Yup, dengan Lactacyd Herbal #JadiYangKuMau? Bisa banget!! Buktiin aja sendiri.

#JadiYangKuMau kini menjadi realistis

Kemanapun saya ditugaskan, saya selalu siap dan optimis

Menjadi wanita pekerja yang berprestasi kini bukanlah sebuah dilematis

Saya pun memilih Lactacyd Herbal untuk hidup yang serba dinamis

Karena untuk menjadi seorang dosen yang berkualitas

Optimis saja tidak cukup,  saya harus tetap sehat, “luar dan dalam”

Mendampingi Mahasiswa Mengikuti Lomba Debat di IPB Bogor (Dok.Rodame)

Oh iya, kalau kalian ingin tau lebih banyak info tentang seputar kewanitaan, kesehatan miss V dan berbagai produk khusus kewanitaan lainnya langsung aja follow akun Twitter, Facebook dan website resmi Lactacyd Indonesia ya, udah tau kan? Kalau belum klik aja icon-icon di bawah ini. See ya!

Bogor I am Coming

Genap sudah hampir 7 tahun yang lalu saya tidak menginjakkan kaki di kota kesayangan saya untuk mengunjungi kampus hijau, kampus tercinta saya. Kota yang banyak memberikan cerita dan warna dalam hidup saya. Kota yang terkadang membuat saya menangis sangkin merindukannya. Kota dimana saya merantau pertama kali yang cukup jauh dari kota dimana orang tua saya tinggal. Kota ini menyimpan banyak makna bagi saya yang tentu saja semua kenangan yang tersimpan didalamnya tidak mudah untuk saya lupakan dalam sejarah panjang hidup saya.

Bogor, kota dimana saya banyak menuntut ilmu. Kota dimana saya bertemu keluarga baru, teman dan sahabat yang banyak memberi ruang dan waktu tanpa jemu. Kehidupan perantauan yang akhirnya menjadikan saya dan suami mengukuhkan diri menjadi warga penduduk Kota Bogor.

Tidak pernah terpikir sama sekali, akhirnya saya punya kesempatan datang lagi ke Bogor. Sebenarnya kesempatan ini cukup mendadak, karena sebenarnya perjalanan ke Bogor kali ini adalah bagian dari tugas saya sebagai dosen yang mendampingi tiga orang mahasiswa untuk  mengikuti lomba debat yang diadakan oleh IBF (IPB Business Festival) yang ke-4. Dengan mengantongi Surat Perjalanan Dinas (SPD) dan tiket Pekanbaru-Jakarta dari kampus, saya pun siap berangkat.

Bekerja dan travelling. Sambil menyelam minum air, begitu kata pepatah. Saya beruntung karena meskipun perjalanan menjadi lebih lama, karena dari kota Padangsidimpuan harus ke Pekanbaru dulu dengan jalan darat memakan waktu kurang lebih 10 jam, kemudian dari Pekanbaru lanjut ke Jakarta dengan jalan udara memakan waktu kurang lebih 1 jam 50 menit. Setelah itu, lanjut ke Bogor dengan jalan darat dan memakan waktu kurang lebih 1 jam. Kalau ditotal kurang lebih 13 jam, itu jauh lebih singkat dibanding jalan darat 3 hari 2 malam. Ah, pokoknya bisa ke Bogor lagi, bisa ke kampus lagi dan yang penting gratis. Hehe.

Tiba di Bandara Sultan Syarif II Pekanbaru (Dok.Rodame)

Setibanya di Jakarta, badan mulai terasa pegal, bayangkan saja, saya sudah duduk berjam-jam. Perjalanan belum berakhir, masih harus lanjut ke Bogor dengan bis Damri. Sangkin lelahnya, mata langsung tertutup dan tertidur dengan pulas. Setibanya di Bogor, langsung disambut dengan hujan yang besar. Udara dingin mulai terasa dan terlihat di luar sana, ojek payung anak-anak dan remaja ramai hilir mudik bersiap-siap mengejar penumpang yang akan keluar dari bis Damri.

Saya menarik nafas panjang sambil tersenyum, saya bahagia karena Bogor menyambut kami dengan hujan. Meski air semata kaki membuat sepatu dan kaos kaki basah total, sebagian pakaian yang dikenakan juga terkena cipratan air hujan yang bercampur angin, tapi rasa syukur karena sudah sampai di kota yang selama ini dirindukan membuat rasa lelah itu hilang seketika. Finally I am here.

Sebelum lanjut berangkat lagi ke Guest House IPB, saya menyempatkan diri ke supermarket di dalam mall yang dekat dengan halte bis Damri. Ada sesuatu yang harus saya beli, saya harus beli stok, beberapa hari ke depan akan sangat melelahkan, dipenuhi dengan berbagai jadwal dan saya harus selalu fit agar mampu mendampingi mahasiswa dalam menghadapi lomba debat kali ini.

Beberapa Varian Herbadrink di Supermarket (Dok.Rodame)

Dulu sekali, saya pernah didiagnosa dokter umum di asrama SMA, mengalami gejala hepatitis atau ada juga yang menyebutnya penyakit kuning. “Hatinya sakit ini”, kata sang dokter. Mata yang menguning, kuku yang menguning, kulit yang menguning dan nyeri di bagian kanan atas perut, ternyata adalah salah satu pertanda yang menunjukkan saya mengalami gangguan pada hati. Memang ketika di asrama, kegiatan sangat padat, hampir tidak ada waktu istirahat kecuali hari minggu atau tanggal merah karena libur nasional. Akhirnya saya drop.

Saya juga masih ingat, ibu sampai datang dan menjemput saya pulang ke rumah. Saya dirawat oleh ibu dan diberikan minuman berupa jamu yang terdiri dari temulawak dan kunyit yang khusus dipesan ke mbak penjaja jamu. Setiap hari satu panci penuh sari temulawak dan kunyit harus saya habiskan, sempat kesulitan juga karena terkadang temulawak berkualitas tidak selalu tersedia di pasar tradisional, begitu penuturan mbak penjaja jamu. Rasanya eneg luar biasa. Tapi demi sehat saya pun rela melakukannya.

Meskipun itu sudah lama berlalu, tapi saya selalu ingat pesan dari dokter dan ibu, untuk tidak terlalu lelah, untuk menjaga kesehatan hati agar kejadian yang dulu tidak terulang lagi. Kondisinya sekarang memang berbeda, saya sudah menikah dan tidak tinggal bersama ibu saya, saya juga sudah bekerja dan memiliki anak sehingga harus pandai membagi waktu agar dapat beristirahat yang cukup. Semua kini harus saya pikirkan dan urus sendiri, meskipun suami juga sering mengingatkan saya untuk jangan sampai kelelahan, kuatir sakit yang dulu datang lagi.

Seperti perjalanan saya ke Bogor kali ini, demi menjaga hati tetap sehat, saya pun bergegas ke supermarket yang berada di dalam mall untuk membeli jamu andalan saya. Meski jauh dari mbak penjaja jamu, saya tetap bisa memelihara kesehatan fungsi hati saya.

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Guest House. Sesampainya disana, saya belum sempat merebahkan badan dan langsung menemani mereka mengikuti technical meeting. Sudah pukul 9 malam, acara masih juga belum selesai, saya pamit ke kamar sebentar untuk menyimpan tas dan kembali lagi menemani mereka. Mata sudah mulai memerah, rasa lelah sudah bertumpuk di badan. Saya kembali ke kamar dan akhirnya tertidur sambil membantu mahasiswa mempersiapkan materi debat besok.

Technical Meeting Peserta Lomba Debat IBF 4th (Dok.Rodame)

Pagi sekali tepat pukul 06.15 WIB, saya bergegas ke tempat sarapan pagi, di sana sudah ada dispenser dengan air panas, dingin dan normal. Satu sachet Herbadrink Sari Temulawak saya sedu dengan 100 ml air hangat dan saya minum sambil menikmati udara pagi dan pemandangan yang hijau di depan mata saya. Oh, indahnya hidup kalau kita sehat.

Menikmati Sarapan Pagi Dengan Herbadrink Sari Temulawak Sebelum Beraktivitas (Dok.Rodame)

Hari ini jadwal padat. Saya harus kuat. Saya bertekad selalu tersedia kapanpun mereka membutuhkan saya untuk konsultasi tentang apapun terkait mosi lomba debat. Karena tidak diizinkan masuk ke dalam ruang lomba debat, saya hanya bisa berdoa di luar, sepanjang mereka debat, semoga lisan mereka bisa berkata-kata dengan baik dan benar dan semoga lolos ke tahap berikutnya.

Sebelum Lomba Debat Dimulai (Dok.Rodame)

Akhirnya pengumuman 8 besar diumumkan dan langkah mereka harus berhenti sampai 10 besar. Saya menghela nafas panjang dan mengatakan pada mereka, “kalian sudah berusaha, tetap semangat”. Mereka masih murung dan tertuntuk kecewa dengan hasil lomba debat tersebut. Bagi saya, itu sudah pencapaian yang baik, sambil terus berbenah saya yakin kelak akan ada waktunya meraih juara.

Tak Sengaja Mengabadikan Momen Kesedihan Ini (Dok.Rodame)

Besoknya, masih ada seminar nasional dan expo. Meskipun saya sudah memesan tiket kembali ke Pekanbaru. Tapi saya ingin mereka tetap bisa menikmati seminar nasional walaupun tidak bisa ikut sepenuhnya. Life must go on. Saya, meski tak menunjukkan rasa dan wajah kecewa, sebenarnya ada rasa sedih yang mendalam juga. Namun, saya berusaha berpikir positif. Saya yakin itu semua adalah proses dan it’s all about time.

Seminar Nasional IBF 4th-rodame

Seminar Nasional IBF 4th (Dok.Rodame)

Dear Bogor, I am going back to Sidimpuan. Thanks for welcoming me with so many unforgetable moments. I’ll be missing you soon.

Mantan Mahasiswa Fakultas Pertanian IPB, Mengenang Momen Kuliah (Dok.Rodame)

Kami pun bergegas menuju bandara. Penerbangan sore ini juga akan menjadi perjalanan panjang hingga ke Padangsidimpuan. Setibanya di bandara, kami langsung check in dan masuk ke ruang tunggu. Saya menuju mini shop di dalam ruang tunggu untuk beli hot water lengkap dengan cup-nya (saya tidak bawa cup atau gelas jadi saya pun membelinya demi menjaga kesehatan hati saya).

Kembali ke kursi, saya membuka laptop sambil mencari file yang akan saya kerjakan,  sambil menikmati segelas Herbadrink Sari Temulawak. Saya memang suka minum yang hangat-hangat terutama ketika udara sedang dingin. Apalagi ini sugar free jadi merasa tidak bersalah ketika meminumnya kapanpun dan sebanyak apapun. Hehe.

Menikmati Segelas Herbadrink Sari Temulawak di Ruang Tunggu Keberangkatan Pulang Menuju Pekanbaru (Dok.Rodame)

Setengah jam kemudian, panggilan untuk penumpang pesawat menuju Pekanbaru pun dipanggil. Saya bersiap-siap, merapikan semua barang bawaan saya, tidak lupa menyimpan kembali Herbadrink Sari Temulawak ke dalam backpack agar mudah diambil ketika ingin minum lagi.

Menikmati 2 Jam Perjalanan Pulang Menonton Film Revenant dengan Segelas Herbadrink Sari Temulawak Hangat (Dok.Rodame)

Kami pun melanjutkan perjalanan ke Padangsidimpuan, dan tiba tanggal 15 Mei, pukul 05.40 WIB dengan selamat. Alhamdulillah. Rasanya singkat sekali perjalanan ke Bogor, rasanya cepat sekali waktu berjalan. Sedih tapi bercampur bahagia. Setidaknya saya sudah melakukan yang terbaik dan semampu saya mengantarkan mereka kesana. Senang karena akhirnya bisa menginjakkan kaki ke Bogor, ke kampus hijau lagi setelah sekian lama merindukannya. Terima kasih juga kepada kampus dimana saya mengabdi saat ini, yang sudah mendanai semuanya. Saya akan berusaha dan terus membina mahasiswa untuk mengukir prestasi selama saya bisa. Tentu saja saya harus tetap sehat untuk meraih semua cita-cita dan harapan itu.

Lain kali, perjalanannya yang lebih jauh juga saya sudah siap (semoga pak Rektor baca tulisan saya ini, jadi kalau ada seminar internasional ke Jepang, Inggris, Australia atau Kanada, biar saya dikirim lagi kesana untuk kerja sekaligus travelling, hehe)

Herbadrink Sari Temulawak Andalanku untuk Jaga Hati Tetap Sehat (Dok.Rodame)

 

 

 

Happy Wedding Dear Desi Namora

Bahagianya bukan main, waktu tahu dia dilamar oleh seseorang yang dia juga suka. Seperti sedang dapat durian jatuh, semua keluarga menyambut kabar baik itu dengan bahagia. Saya yang sejak awal gak tau cerita itu agak kaget dengan proses yang sangat-sangat cepat. Ya, ternyata gak semua perkenalan singkat itu berakhir kegagalan. She made it. Buktinya dia berhasil menemukan tambatan hatinya setelah melewati cukup banyak ujian hidup. Siapa sih di dunia ini yang hidup tanpa ujian? ya kan? Time will tell.

Tapi beneran, I am very happy for her wedding. Rasanya tak henti-henti bersyukur sambil mendoakan agar semua acara berjalan lancar sampai momen sakral itu terlaksana. Beberapa minggu  sebelum hari bahagia itu, dia akhirnya pulang ke rumah. Welcome dear, home sweet home. Sampai depan gerbang rumah, semua menyambutnya. Sepertinya sudah sangat lama gak ketemu. Memang sudah sekitar 1 tahun lebih kami gak bertemu, rasanya banyak hal yang ingin kutanyakan padanya tentang pertemuan dan lamaran yang terjadi di Bogor beberapa waktu sebelum dia pulang ke rumah. Dengan travel bag berukuran besar juga tas lainnya, dia terlihat bahagia sekaligus haru. Doanya terjawab sudah. Tak ada lagi yang akan bertanya ‘kapan nikah?’ sekarang berganti semua justru mendoakannya, berharap pernikahannya berjalan dengan lancar dan kebahagiaan selamanya. Hanya ada kata ‘selamat dan berbahagia’.

Sebagai seorang kakak ipar, saya tentu menginginkan yang terbaik untuknya. Meski terkadang kami selisih paham dan beda pendapat tapi ketika dia pulang semua berbeda. Dia makin lembut, makin sabar dan makin bisa mengendalikan emosinya. Sepertinya, jelang pernikahan dia makin dewasa dan makin siap dengan semuanya.

Tanggal 25 Maret 2017, tanggal itu adalah tanggal yang dipilih. Acara walimahannya di rumah, semua ingin terlihat akrab baik keluarga besar maupun keluarga dari berbagai daerah yang nginap di rumah. Bahkan kedua orang tua saya ikut hadir sejak satu malam sebelum acara pernikahannya. Semua tampak sempurna, tenda-tenda sudah didirikan sejak hari rabu. Keluarga mulai ramai di rumah sejak hari Jumat. Indahnya kebersamaan. Semua nampak sibuk mempersiapkan diri untuk acara pernikahan. Bahkan rumah sudah dihiasi denga dua pelaminan dalam (pelaminan akad, pelaminan adat) ditambah pelaminan yang di halaman rumah.

Saya yang juga jarang bertemu orang tua dari Pematangsiantar dan adik yang kini menetap di Labuhan Batu Utara bahkan sempat mengabadikan momen berharga dengan hp elektronik milik saya. Ibu,Ayah dan adikku juga ikut jepret sana-sini. Sejak malam calon mempelai pria terlihat gelisah dan susah tidur. Sementara Desi sudah memasuki kamarnya, dan sudah tertidur lelap. Mungkin dia berusaha menutup matanya, agar besok terlihat segar. Sejak sore kiriman papan bunga ucapan selamat sudah memenuhi jalan menuju rumah.

Hari yang dinantikan tiba, akad nikah dimulai pukul 08.00 WIB, sedikit terlambat karena dimulai dengan acara seserahan dulu. Kemudian semua keluarga inti, saksi, tetangga dekat, tokoh masyarakat juga penghulu tentu saja sudah duduk rapi dan menanti mempelai perempuan hadir. Beberapa kali bapak mertua saya latihan sebelum ijab qabul. Semua mempersiapkan hp elektronik masing-masing dan siap untuk mengabadikan momen tersebut. Dan tibalah waktunya ijab qabul, alhamdulillah sekali ucap dengan lancar mempelai pria menerima janji suci itu.

Akad Nikah Desi dan Agung -Wajah Tegang (Dok. Rodame)

Akad Nikah Desi dan Agung -Wajahnya Masih Tegang (Dok. Rodame)

Serentak, saksi berucap ‘sah’. Alhamdulillah, Dear Desi congratulations, pengen peluk, momen itu haru banget sampai bulu mata Desi copot. Hihi. Syukurlah, perias pengantin siap sedia jadi tinggal panggil biar touch up lagi. Siapa sih yang gak nangis di momen sakral seperti itu, ya kan?

Sungkeman dengan Orang Tua (Dok.Rodame)

Sungkeman dengan Orang Tua (Dok.Rodame)

Ibu mertua sampai nyebut-nyebut namanya waktu sungkeman. Huaaa, Desi. Finally. Lebih spesial lagi karena pakaian pengantin yang dipakai Desi dengan songketnya untuk akad didesign dan dikirim langsung dari Bali. Great job Uda Irsan (made by House of Irsan).

Formasi Lengkap Pengantin dan Orangtua-rodame

Formasi Lengkap Pengantin dan Orangtua dari Pengantin- kiri ke kanan bapak mertua, ibu mertua, Agung, Desi, Inang dan Amang (Dok. Rodame)

Setelah akad nikah, kita semua dengerin ceramah dari ustadz yang juga masih kerabat. Kita berkumpul di halaman rumah sambil menikmati makanan yang disediakan. Saya sih sibuk jagain anak-anak yang berlarian kesana kemari. Sambil sesekali melihat wajah bahagia pengantin baru di pelaminan.

Acaranya kemudian dilanjutkan dengan resepsi, tamu-tamu mulai berdatangan. Langit cerah, angin bertiup, suasana yang diharapkan agar semua nyaman dan bisa mengucapkan selamat pada pengantin dengan tertib. Mau lihat wajah pengantin setelah ganti kostum? Agung ampe keringetan gitu ya, hehe. Sidimpuan panas ya?

Resepsi Pakaian Adat Tapanuli Selatan (Dok. Rodame)

Setauku sih Desi suka warna merah, meskipun pas married kemarin dia malah demam warna pink. Sementara suaminya suka warna biru. Jadi semua dibuat dengan sedemikian rupa biar sesuai keinginan pengantin. Nah, pakaian yang dipakai Desi juga didesain khusus oleh designer kondang Irsan (House of Irsan) yang memang adik kandung dari ibu mertua alias Tulang Desi (Tulang-sebutan untuk adik laki-laki ibu di suku Batak). Cantiknya Desi dengan balutan dress merah. Tampak serasi dan bahagia dengan Agung.

Bersama Keluarga dari Medan-rodame-com

Pengantin Bersama Keluarga dari Medan (Dok. Rodame)

Maaf, belum bisa membantu banyak. Semoga berbahagia selamanya. Semoga segera diberi momongan biar makin rame. Aamiin ya Allah.

Yuk Selamatkan Keluarga Pemotor dari Polusi Udara

Hepi Mau Bermotor (Dok.Rodame)

Siapa yang suka bermotor? Kalau saya yang ditanya, saya akan langsung menjawab, saya suka dan saya tak bisa lepas dari motor. Bahkan suami dan anak-anak senang bermotor. Kenapa? Bagi saya dan keluarga motor adalah alat transportasi yang sangat bersahabat. Saya bekerja sebagai seorang tenaga pengajar yang lokasinya lumayan dari tempat tinggal. Jika menggunakan kendaraan umum saya menghabiskan ongkos kurang lebih 20 ribu sehari, sedangkan kalau pakai motor uang 20 ribu sudah bisa isi bensin full dan bisa dipakai untuk pulang pergi 2-3 hari. Luar biasa kan penghematannya. Maklum ibu-ibu kalau masalah hemat nomor satu. Hehe.

Sama halnya dengan anak-anak, mereka juga sangat senang bermotor. Biasanya sekali dalam sehari pagi atau sore hari, kami sering bermotor sekitar tempat tinggal hanya untuk membawa anak-anak keluar dari rumah dan melihat keadaan sekitar. Anak-anak juga senang karena bisa melihat berbagai macam hal di luar sana dari motor. Bahkan anak saya yang berumur 1 tahun 5 bulan, kalau sudah diajak naik motor keliling di halaman rumah, excited-nya bukan main. Padahal hanya di halaman rumah. Motor menjadi andalan kami sekeluarga dalam beraktivitas sehari-hari.

Keluarga pemotor, saya bisa bilang begitu karena keseharian kami tidak bisa lepas dari motor. Ketika bepergian meski hanya sekitar tempat tinggal, kami selalu mengenakan pelindung kepala (helm) termasuk anak saya juga saya belikan helm anak yang aman dan nyaman. Sayangnya meski kepala dan sebagian wajah bagian atas terlindungi justru bagian hidung dan mulut yang dekat dengan leher itu terbuka. Mata mungkin aman dari batu-batu kecil atau serangga yang bisa masuk ke dalam mata. Tapi hidung dan mulut tidak aman. Kenapa? kami sering kali terkena udara kotor yang berasal dari asap knalpot kendaraan yang melintas di jalanan. Beberapa kali saya sambil menutup hidung dan mulut saya karena hitamnya asap knalpot dari kendaraan yang ada di depan motor kami. Rasanya sesak, bau, sangat mengganggu. Bahkan kadang saya dan suami sampai pusing dan harus berhenti menunggu asap knalpot yang menjadi penyebab polusi udara itu jauh jaraknya dari motor kami.

Saya baru tahu kalau ternyata polusi udara ternyata bisa bikin depresi loh. Ya ampun, serem amat ya. Efeknya separah itu. Syukurlah ada yang peduli dengan kesehatan pemotor di Indonesia. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia pada tanggal 7 April lalu, dengan tema “Depression: Let’s talk”, sebuah portal otomotif No.1 di Indonesia, Mobil123.com dan media online Otospirit.com baru-baru ini mengadakan kegiatan sosial “Mask for Bikers” dimana telah dibagikan sebanyak 1000 masker pada pemotor yang melintas di Jalan Radin Inten 2 Buaran, Jakarta Timur.

Mobil123.com Peduli Kesehatan Pemotor agar Terbebas dari Polusi Udara (Dok.Mobil123.com)

Mobil123.com dan Otospirit.com Bagi-Bagi Masker (Dok. Mobil123.com)

Kegiatan sosial tersebut juga didukung oleh 15 bikers dari berbagai komunitas motor yaitu Journalist N-Max Club, Suzuki GSX Club Indonesia, Ninja Injection Owners, Jakarta Max Owner Club dan Vario Owner Medias. Kegiatan itu dimulai pukul 16.00-17.00 WIB dan 15 bikers tersebut turut serta dalam membagikan 1000 masker pada pemotor. Direktur Mobil123.com dan Otospirit.com, Regia Glamouria menyampaikan bahwa kesehatan pemotor menjadi tanggung jawab bersama, karena mengingat efek terkena polusi udara juga bisa mengacaukan pikiran. Masker adalah pelindung diri dari polusi udara ketika bepergian dengan motor.

Terbebas dari Paparan Polusi Udara dengan Masker (Dok. Mobil123.com)

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Mobil123.com dan Otospirit.com tersebut sekaligus menjawab kampanye satu tahun WHO pada Oktober 2016 silam, dimana banyak orang terkena depresi di berbagai negara.Tahun 2015, WHO mencatat ada sebanyak 3 juta kematian per tahun akibat terkena polusi udara diman 90 % kematian banyak terjadi di negara berkembang. Bahkan di Indonesia ada 9,1 juta orang yang menderita depresi atau sekitar 3,7 % dari populasi. Ini memang perlu menjadi perhatian kita bersama. Sebagai keluarga pemotor, saya sangat mendukung gerakan pakai masker pemotor agar selamat dari paparan polusi udara.

Saya pamit dulu ah, mau buru-buru beli masker ke pasar, mau sekalian beli juga untuk anak-anak dan keluarga besar di rumah. Sedia payung sebelum hujan. Kalau bermotor nyaman, hati juga tenang, pikiran pun sehat, jadi bisa beraktivitas lagi deh. Kalian keluarga pemotor juga seperti saya? Yuk selamatkan diri dari paparan polusi udara sejak dini.

#MemesonaItu Adalah Bermetamorfosis

#MemesonaItu adalah bermetamorfosis. Seperti sebuah metamorfosis kupu-kupu, dimana sebuah kupu-kupu yang cantik itu justru dimulai dari fase telur yang kemudian berkembang menjadi larva (caterpillar) kemudian berubah menjadi kepompong (pupa) hingga berubah menjadi kupu-kupu (imago). Lebih luar biasanya lagi, ketika fase telur, kupu-kupu betina sangat pemilih dalam memilih tanaman untuk dijadikan tempat menaruh telurnya. Tahu kenapa kupu-kupu betina seperti itu? alasannya untuk mencarikan daun kesukaan si calon ulat, karena setiap kupu-kupu akan punya daun favoritnya sendiri. Kupu-kupu betina ‘sang ibu’ ternyata punya ikatan batin dengan ‘sang anak’. Benar-benar ibu yang baik 🙂

sumber : dreamstime.com

Transformasi dari satu bentuk ke bentuk lain seperti metamorfosis kupu-kupu itu adalah sesuatu yang memesona saya. Saya suka kupu-kupu terutama ketika sedang musim bunga yang bermekaran, banyak kupu-kupu beterbangan dan hinggap dari satu bunga ke bunga lainnya. Indah sekali. Rasanya kalau melihat kupu-kupu itu ada perasaan takjub. Apalagi setelah tahu kupu-kupu cantik itu telah melalui proses yang panjang untuk bisa seperti itu. Semakin setuju kalau hasil itu tidak pernah mengingkari, selalu sesuai dengan besarnya perjuangan.

sumber : pageresource.com

Seperti halnya pada kita manusia. Saya selalu merasa perubahan seseorang menjadi lebih baik itu sangat memesona. Kenapa? persis seperti sebuah metamorfosis kupu-kupu, saya selalu yakin manusia juga mengalami hal yang sama dalam hidupnya. Meski melalui banyak masalah dan ujian hidup, dan menjalaninya dengan sabar dan dengan sebaik-baiknya, pada akhirnya akan terlewati juga dan menjadi pribadi yang kuat.

Saya masih ingat ketika SD, SMP dan SMA, saya sampai kenyang dibully. Rasanya, tak habis pikir dengan cara berpikir mereka yang senang membully. Mungkin mereka tak pikir panjang akan dampak bully itu kelak atau mereka memang menikmatinya. I don’t know. Saya sampai sekarang masih sulit melupakannya. Saya merekam kuat di pikiran saya orang-orang yang membully saya dan sulit melupakan semua kejadian itu. Meski tidak menaruh dendam namun kenangan buruk itu ternyata sangat membekas bagi saya. Itulah sebabnya saya cenderung menghindari pertemuan-pertemuan dengan mereka yang membully saya. Maaf, tapi saya sedang berusaha untuk membangun diri saya agar kuat dan melupakan semua itu. Dan yang parahnya lagi, semakin saya ingin melupakannya, saya justru semakin mengingat semua itu 😦

Hingga akhirnya saya perlahan mengobati diri sendiri. Belajar berdamai dengan diri sendiri juga lingkungan saya. Syukurlah semua berbeda setelah saya menikah, rasanya hari-hari saya dipenuhi dengan harapan baru dan itu membahagiakan sekali. Bahkan kini setelah memiliki dua orang anak, hanya dengan melihat tawa mereka saja rasanya sudah sangat menyejukkan hati nyesss lelah itu pun hilang. Kini saya juga berkarir sebagai seorang dosen dan membuat saya banyak berbagi dengan orang lain. Saya pun kembali bermimpi lagi, bertekad mewujudkan daftar panjang impian saya. Ditambah lagi saya banyak menghabiskan waktu ngeblog. Semua itu membuat saya kadang tak sempat untuk memikirkan hal-hal buruk pada masa sekolah dulu. Awalnya tidak tahu dan tidak bisa ngeblog hingga sekarang menjadi hobi yang menyenangkan dan sulit dilepaskan.

Yup, saya merasa perjalanan hidup yang saya lalui ini sedang dalam proses menuju kupu-kupu. Meski kini saya masih harus terus belajar dan belajar dari semua persoalan dalam hidup. Sebuah metamorfosis. Yes, that’s life.

sumber : youwall.com

Yakinlah, bahwa kelak saya dan kita semua akan berubah menjadi kupu-kupu cantik itu, yang beterbangan kesana-kemari untuk menikmati madu bunga. Bahwa kita semua hanya perlu sabar dan berusaha menjalankan peran kita dengan sebaik-baiknya pada setiap fase kehidupan. Bagi saya, #MemesonaItu adalah ketika setiap kita mampu melewati berbagai fase dalam hidup hingga akhirnya bisa merasakan dan menikmati hasil perjuangan kita, yang berbuah manis.

Finally, saya bisa merasakan seperti apa #MemesonaItu. For the first time in my life, adalah ketika saya diwawancarai oleh salah satu stasiun TV swasta populer di Indonesia, karena berhasil menjadi pemenang kategori blog pada sebuah lomba blog yang diadakan Bank Indonesia tahun 2017, beberapa waktu yang lalu. Alhamdulillah

Dok.Desi

 

 

Ungkapan Cinta Tuk yang Tersayang

Sosok ini adalah sosok yang banyak menginspirasi saya hingga saat ini. Sosok yang tegas, sosok yang sedikit bicara namun banyak memerhatikan. Saya tumbuh dalam kawalannya. Masa kecil saya adalah masa kecil yang dimanjakan oleh cintanya dan dilengkapi oleh tangis karena ketegasannya. Sebagai seorang anak perempuan pertama dalam keluarga, saya memahami betul kenapa ia begitu tegas dalam membesarkan saya. Bukan karena ia kejam, bukan pula karena ia telah lupa bahwa saya adalah seorang perempuan. Tapi justru karena ia telah lebih dulu terlahir di dunia, ia telah lebih dulu mencicipi pahit manis kehidupan ini dan ia telah lebih dulu mengambil keputusan dalam memilih berbagai alternatif solusi di kehidupan ini dibandingkan saya. Makin kesini, saya makin menyadari, itulah caranya mendidik saya, itulah caranya mempererat hubungan kami. Kami punya cara sendiri mengungkapkan rasa sayang kami. Sosok itu adalah ayah. Bahkan saya pernah membuat video ungkapan sayang saya untuk ayah ketika memperingati hari ayah.

Sewaktu kecil, kami sering bepergian ke luar kota. Saya selalu duduk bersama ayah bahkan sepanjang jalan kami bergandeng tangan. Ayah selalu bisa menjawab semua kecerewetan dan rasa ingin tahu saya yang kadang berlebihan. Ketika tangan kiri saya sakit, ayah yang membantu saya membersihkan tubuh mungil saya. Ayah juga membantu saya menyelesaikan PR dari sekolahan terutama PR Matematika. Ayah dan selalu ayah, yang bahkan kalau nilai rapor di sekolah jelek juga tak pernah menekan saya, justru memotivasi saya sampai saya malu sendiri.
Ketika saya beranjak remaja, ayah terkadang menguji saya dengan membiarkan saya memilih sendiri apa yang saya kehendaki dan apa yang saya mau untuk diri saya sendiri. Silih berganti telepon rumah berdering, dan gadis remaja ayah ternyata sudah masuk pada masa puber. Semua orang tentu mengalami masa tersebut. Ayah, setiap kali telepon rumah berdering duduk di kursi belakang persis di belakang kursi saya menerima telepon. Meski tidak meminta saya menutup telepon karena di ujung telepon itu adalah remaja laki-laki, ayah hanya diam, mendengarkan pembicaraan kami dan sesekali bulak-balik ke dapur, ke kamar kecil atau menonton TV dengan suara yang pelan. Sesekali saya mengintip ayah sedang apa dan tersipu malu sambil takut, karena kuatir ayah mendengarkan pembicaraan kami. Kemudian, setelah selesai telepon ditutup, ayah langsung memanggil saya dan kami bicara empat mata. Pesan ayah singkat, jelas dan padat.
“Boru (panggilan untuk anak perempuan di suku Batak), kalau mau ketemuan dengan teman laki-laki, ke rumah ini saja”, ucap ayah dengan tegas.
“iya, Yah? Apa boleh mereka ke rumah?”, tanya saya lebih lanjut.
“Jusru di rumah lebih baik karena ayah bisa sekalian kenalan sama teman-temanmu”, jawab ayah dengan tersenyum.
Setelah pembicaraan empat mata dengan ayah itu, saya takjub dengan ayah. Saya malah senang meski sedikit takut dan deg degan juga. Senang karena ternyata ayah tidak pernah melarang saya berteman dengan siapapun (karena dari dulu ayah memang tidak membatasi saya berteman dengan agama, suku, ras yang berbeda). Takut karena kuatir ayah mengusir teman-teman saya karena perilaku mereka yang kurang mengenakkan atau mungkin ayah akan duduk terus sambil mendengarkan pembicaraan kami. Tidak beranjak kemanapun hingga teman-teman saya pamit pulang.
Pernah juga suatu waktu, saya izin menginap di rumah sahabat perempuan saya di kota Medan, yang jaraknya lumayan jauh dari rumah, sekitar 2-3 jam dari tempat tinggal saya. Ayah memberikan izin dan meminta saya untuk terus mengabari keadaan saya setibanya disana. Ibu saya justru kurang mengizinkan namun sebaliknya ayah malah memberi kepercayaan. Saya justru makin waspada karena harus menjaga kepercayaan yang diberikan oleh ayah. Saya selalu merasa hepi karena pada akhirnya keputusan ayah selalu berakhir baik untuk saya.

Hepi Bertemu Ayah (Dok.Rodame)

Ayah juga selalu berusaha memberikan apa yang saya inginkan, termasuk keinginan saya membeli komputer, keinginan saya membeli barang-barang kesukaan saya seperti tas, sepatu, pakaian, handphone, bahkan memenuhi keinginan saya untuk travelling ke beberapa tempat dimana sahabat saya berada. Setelah duduk di bangku kuliah, ayah justru makin memperbesar kepercayaannya pada saya dan selalu menghargai pilihan saya. Tak jarang ayah memberikan hadiah ulang tahun pada saya, meski saya tak pernah memintanya. Kadang ayah mengajak saya ke pasar, lalu tiba-tiba meminta saya memilih apa yang saya suka, seperti cincin yang melingkar di jari tengah kiri saya ini, hadiah istimewa dari ayah sejak kepulangan saya dari program magang kerja di Jepang. Tahun 2010, ayah memberikan hadiah cincin pilihan saya, sambil memeluk saya dan mengatakan betapa ia menyayangi saya sampai kapanpun. Hadiah itu adalah hadiah termanis dari ayah yang membuat saya sangat bahagia dan selalu melekat di jarinya.

Hadiah Cincin dari Ayah-elevenia-rodame-com

Hadiah Cincin dari Ayah yang Bikin Hepi dan Bahagia (Dok.Rodame)

Seumur-umur sepertinya saya jarang memberikan hadiah kejutan untuk ayah. Karena saya selalu merantau dan setelah menikah praktis semakin jarang bertemu ayah. Saya kini tinggal bersama suami, anak-anak dan keluarga mertua saya di Padangsidimpuan. Terkadang mata saya tak sengaja memandang cincin yang melingkar di jari tengah saya dan saya langsung ingat ayah, ayah dan ayah. Semenjak ibu pensiun tahun 2016, ayah kini kesibukannya masih ke kantor sedangkan ibu rajin ke kebun dan menghabiskan waktu disana. Kesehatan ayah kini menurun. Ayah yang dulunya aktif kini mudah sekali kelelahan bahkan ketika beberapa waktu yang lalu kami bertemu, ayah nampak kurang bersemangat dan sesekali terlihat kelelahan mengejar cucunya yang aktif berlarian kesana kemari.

Ayah Kewalahan Menjawab Semua Pertanyaan Cucunya (Dok.Rodame)

Melakukan perjalanan jauh ke Padangsidimpuan, ayah bahkan hampir pingsan di tengah jalan. Saya sedih mendengarnya. Bukan sekali ini ayah drop begitu, sudah beberapa kali dan itu membuat saya selalu memikirkan kesehatan ayah. Ingin rasanya selalu ada disamping ayah, memijat-mijat kakinya dengan air rendaman garam, membuatkannya minuman terutama ketika ia sedang dalam keadaan kurang sehat seperti sekarang ini.
Karena itulah, saya ingin sekali memberi hadiah berupa produk kesehatan yaitu suplemen kesehatan dan alat kesehatan untuk ayah. Masalah jantung ayah yang kerapkali sakit dan badan yang lemah, saya ingin memberikan hadiah BlackMores COQ10, untuk dikonsumsi ayah sehingga dapat menjaga fungsi dan kesehatan jantung ayah. Krim untuk dioleskan ke bagian tubuh ayah yang pegal-pegal. Ditambah lagi tekanan darah ayah juga yang kadang naik dan tidak normal. Karena itu, saya juga ingin memberikan ayah alat pengukur tekanan darah atau tensi (wrist blood pressure) agar ayah bisa kapan saja mengecek tensinya dengan penggunaan yang mudah. Saya sangat ingin melihat ayah sehat agar ayah selalu hepi dan bahagia sama seperti ayah yang selalu berusaha menceriakan dan mewarnai hari-hari dan masa kecil saya yang tak terlupakan.

Syukurlah semua hadiah yang saya ingin berikan untuk ayah itu tersedia di elevenia, saya tinggal order dan minta dikirimkan langsung ke alamat ayah. Saya selalu hepi dengan kemajuan teknologi informasi dan internet seperti sekarang ini, saya bisa membahagiakan orang yang disayang kapan saja dan darimana saja berkat e-commerce elevenia.

Bisa Belanja Online Kapan Saja Darimana Saja untuk Dikirim ke Ayah-elevenia-rodame-com

Bisa Belanja Online Kapan Saja Darimana Saja dengan Elevenia untuk Dikirim ke Ayah

Me Time, Hooq Time

Bosen? Jenuh? Butuh hiburan? Butuh me time? Nah, nonton film bisa jadi solusinya. Saya termasuk penyuka film, film apa aja ditonton mulai film lokal atau asing, bergenre drama, komedi, horror sampe thriller atau bahkan film berseri, ah yang namanya nonton film itu selalu bikin ketagihan.

Kalo ditanya udah berapa banyak film yang ditonton, maka saya sulit jawabnya karena jaman belum married dulu bahkan nonton sampe ke bioskop, duit jajan disisihin demi bisa nonton film impian. Saya masih ingat film lokal pertama yang saya tonton di bioskop adalah AADC itu waktu SMA, bela-belain ke Medan dari rumah yang jaraknya 2 jam, nginap di rumah teman dekat semasa sekolah demi ya demi nonton film AADC di bioskop. Ternyata filmnya membekas banget ya, pas banget momennya waktu itu saya juga sedang duduk di bangku SMA.

Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh ( puisi dalam lagu Tentang Seseorang pada film AADC) – Potongan puisi dan lagu yang membekas sampai sekarang, Hehe.

Film kedua yang saya tonton semasa kuliah juga film lokal judulnya Jelangkung. Film horor pertama yang saya tonton di bioskop. Rasanya setelah pulang terbayang terus sama Jelangkung. Setiap liat batok kelapa, potongan kayu, langsung terbayang jelangkung. Ampun, ternyata film bisa menghinoptis kita ya. Saya termasuk yang serius klo nonton film sampe kadang baper. Hahaha. Ya begitulah.

Jelangkung-jelangkung, datang tak dijemput, pulang tak diantar (bacaan ketika bermain jelangkung) – selalu merinding klo inget bacaan ini.

Setelah itu masih berlanjut, saya masih rajin nonton film ke bioskop, uang hasil jualan gorengan, jual pulsa dan jasa editing tulisan, disisihin buat nikmatin maha karya anak bangsa di bioskop. Ya, kadang-kadang juga nonton film barat yang kebanyakan adalah film kartun dan film bergenre action. Memang berasa beda ya nonton film yang ori dengan film yang bajakan. Puas banget nonton film yang ori.

Seperti hari ini nih, saya sedang jenuh karena beberapa hari ini tidur kurang, kerjaan masih numpuk, laporan riset belum kelar dan mood lagi gak oke. Yang bikin hepi karena sekarang saya punya andalan setiap kepengin nonton film. Ambil smartphone, klik Hooq yang sudah terpasang dan sudah didaftarin, pilih film dan nonton deh filmnya.

Pas dibuka, saya jadi inget ternyata kemarin saya nonton film Mata Tertutup dan belum beres, syukurnya di Hooq histori kita tersimpan letaknya paling atas ya jadi langsung ketemu dan gak perlu nyari-nyari histori lagi, jadi saya nonton sampe mana pun masih tersimpan dan tinggal klik play aja kalau mau dilanjutin. Berhubung saya masih penasaran dengan kelanjutan filmnya, saya gak pilih film lain. Langsung klik play dan lanjut nonton film Mata Tertutup lagi deh. Hehe

Melanjutkan Nonton Film di Hooq yang Tertunda (Dok.Rodame)

Biasanya pas lagi nonton film dari smartphone itu suka buffering trus loading lama, yang gini nih bisa ngerusak mood, padahal lagi butuh hiburan. Bukannya terhibur malah kesel. Syukurnnya selama nonton film pake Hooq, lancar jaya. Saya belum pernah merasakan kesel karena buffering atau bosen karena loading yang lama. Ditambah lagi suaranya jernih gak ada noise-nya. Love it!

Tips dari saya, kalo mau nonton film pake Hooq bisa atur ukurannya dengan klik “quality“, auto, low, medium atau large. Saya biasanya turunin medium, kadang karena penasaran saya turunin lagi ke low, dasyatnya adalah gambar tetap bagus tidak ngeblur dan suaranya juga tetap jernih gak ada masalah selama nonton film.

Pilihan Ukuran Layar di Aplikasi Hooq (Dok. Rodame)

Sangkin seriusnya saya menonton, beberapa orang teman saya akhirnya penasaran. Saya ajak mereka nonton film Mata Tertutup bareng-bareng. Ini kali pertama saya nonton film lokal ori setelah sekian lama tidak nonton film dan pindah ke kota Padangsidimpuan. Iya, dulu kuliah di kota Bogor, mau ke bioskop gampang kan ya? Nah, di Padangsidimpuan, tidak ada bioskop sama sekali. Jadi saya bahagia sekali karena ketika setiap mengaktifkan paket data Telkomsel, saya selalu pilih yang ada paket nonton film di Hooq. Kurang apa coba?

Tambah Banyak yang Penasaran Karena Hooqv(Dok.Rodame)

Pas lagi asik-asiknya nonton, ada mahasiswa datang konsultasi. Jeda lagi deh, tapi gak apa-apa karena histori film yang kita tonton gak akan hilang, nanti bisa dilanjutin lagi nontonnya. Ya kan? Bagaimanapun tugas sebagai pengajar tetap harus dilaksanakan kan? Tapi me time juga tetap bisa lanjut.

Setelah sekitar 10 menit, konsultasi selesai. Saya udah gak sabar ingin melanjutkan film Mata Tertutup yang sudah separuh jalan saya tonton. Klik aplikasi Hooq di smartphone dan lanjut lagi nonton filmnya. Kalo nonton film itu suka gak berasa ya, tiba-tiba udah sore aja, udah jam pulang nih. Hehe.

Me Time, Hooq Time (Dok.Rodame)

Tuh kan, mesti nontonnya pake jeda tetap bisa dinikmati. Kenapa? Karena Hooq itu bisa bikin kita nonton film dimana saja dan kapan saja, termasuk pas jam kosong setelah ngajar hari ini. Udah ah, saya udah kangen ama anak-anak di rumah. Saya siap-siap mau pulang ke rumah dulu ya.

Nanti nonton film apa lagi ya pas anak-anak udah tidur? Emmm nonton Surat dari Praha aja kali yah….