Karena Bahagia di Hari Tua Kita yang Ciptakan

Bahagia di Hari Tua - Saya bersama Nenek Berusia Seabad (Dok.Rodame)

Bahagia di Hari Tua – Saya bersama Nenek Berusia Seabad (Dok.Rodame)

Seperti kematian adalah sebuah kepastian maka menjadi tua adalah sebuah keniscayaan. Karena waktu terus maju dan tak mungkin bisa kembali mundur seperti usia kita. Ah, saya jadi teringat pada kedua orangtua saya, yang sejak kecil membesarkan dan menyekolahkan saya dan adik-adik, mulai dari rambut masih hitam hingga kini rambut sudah memutih, orangtua selalu menjadi tempat terbaik untuk anak-anaknya, tempat bergantung bagi semua anak-anaknya. Dan tepat tahun 2016 kemarin, ibu saya pensiun dari pekerjaannya. Ibu yang sudah bekerja dengan giat selama usia mudanya pada akhirnya harus berhenti dan mengistirahatkan diri dari pekerjaan rutinnya selama ini. Iya, ibu saya pensiun di usia 58 tahun. Menutup karir sebagai perawat senior di sebuah puskesmas pembantu Pematangsiantar.

Saya Ingin Bahagia di Hari Tua seperti Ibu (Dok.Rodame)

Saya Ingin Bahagia di Hari Tua seperti Ibu (Dok.Rodame)

“masa tua ini adalah masa yang paling membahagiakan, karena bisa mengunjungi anak dan cucu yang jauh, karena bisa membelikan mainan dan makanan kesukaan cucu-cucu, dan bisa menjadi ibu yang selalu siap membantu anak-anaknya jika sedang mengalami kesulitan terutama dalam hal finansial”, ucap ibu kepada saya tepat di hari ia mendapatkan surat pensiunnya.

Saya tidak melihat rona kesedihan di wajahnya juga tak melihat kegelisahan dalam dirinya. Mungkin karena ibu pandai mengelola keuangan rumahtangga sehingga ibu terlihat siap bahkan sangat siap dalam menghadapi masa pensiunnya ini. Saya sempat berpikir, bagaimana dengan saya nanti. Bisakah saya seperti ibu? Bisakah saya benar-benar bahagia di masa tua seperti yang dirasakan ibu saat ini?

Setahun yang lalu saya mendaftarkan diri sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan. Awalnya adalah karena rasa waspada. Saya ingin sedia payung sebelum hujan. Ketika itu, saya mendaftarkan diri secara mandiri sebagai seorang pekerja honor yang mengajar di salah satu kampus negeri di kota Padangsidimpuan. Dengan menyetor sekitar 16 ribuan saya sudah terlindungi selama bekerja baik Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) maupun Jaminan Kematian (JKM). Itu saja rasanya sudah tenang sekali. Di benak saya hanya ada pikiran untuk tidak membebani keluarga kalau nanti sampai terjadi apa-apa pada saya. Alhamdulillah sampai saat ini saya masih sehat dan bisa bekerja dengan baik.

Kartu Peserta Program Jaminan Sosial Bagi Pekerja Bukan Penerima Upah dari BPJS Ketenagakerjaan (Dok.Rodame)

Kartu Peserta Program Jaminan Sosial Bagi Pekerja Bukan Penerima Upah dari BPJS Ketenagakerjaan (Dok.Rodame)

Entah kenapa, saya mulai resah karena ketika saya daftar di BPJS Ketenagakerjaan itu ternyata hanya untuk dua jaminan saja. Saya merasa belum punya persiapan untuk Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Keresahan itu akhirnya mengantarkan saya kembali ke kantor BPJS Ketenagakerjaan di kota Padangsidimpuan. Tapi kali ini berbeda, karena kali ini saya berniat untuk memiliki Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) seperti yang saya impikan. Karena saya tidak ingin ada penyesalan di kemudian hari. Saya menguatkan tekad agar benar-benar mempersiapkan sejak dini agar kelak bahagia di hari tua. Demi kesejahteraan masa tua yang saya impikan.

Di kota Padangsidimpuan tempat saya tinggal dan bekerja saat ini telah berdiri kantor BPJS Ketenagakerjaan yang wilayah kerjanya cukup luas bahkan hingga Sibolga, Panyabungan, Gunung Tua dan kabupaten lainnya. Lokasinya cukup strategis karena berada di depan jalan besar dimana di sekitarnya banyak pertokoan dan pemukiman masyarakat. Lokasinya pun cukup mudah dijangkau.

Lokasi Kantor BPJS Ketenagakerjaan di Kota Padangsidimpuan (Dok. Rodame)

Lokasi Kantor BPJS Ketenagakerjaan di Kota Padangsidimpuan (Dok. Rodame)

Nah, kalau dilihat dari ruang tunggunya memang sangat nyaman sekali. Udara di dalamnya sejuk sehingga membuat siapapun betah berlama-lama di dalamnya. Bahkan dilengkapi televisi dan kursi dengan sandaran yang empuk sekali.

Suasana di dalam Ruangan Lantai Satu Kantor BPJS Ketenagakerjaan Padangsidimpuan (Dok.Rodame)

Suasana di dalam Ruangan Lantai Satu Kantor BPJS Ketenagakerjaan Padangsidimpuan (Dok.Rodame)

Di lantai yang sama, juga tersedia air minum seperti teh dan kopi bagi mereka haus atau lelah menunggu antrian untuk keperluan klaim. Semua tertata dengan rapi, bersih sehingga membuat siapapun nyaman meski harus menunggu dalam waktu yang agak lama. Saya sendiri merasa sangat nyaman sekali dengan ruangan dan keramahan security yang sigap dan tanggap di kantor BPJS Ketenagakerjaan kota Padangsidimpuan ini.

Fasilitas Minuman Bagi Peserta BPJS Ketenagakerjaan Padangsidimpuan (Dok.Rodame)

Fasilitas Minuman Bagi Peserta BPJS Ketenagakerjaan Padangsidimpuan (Dok.Rodame)

Selain itu ada tempat khusus dimana petugas siap melayani peserta BPJS Ketenagakerjaan yang melakukan klaim dimana peserta boleh mengambil kartu antriannya sendiri dengan tertib hingga menunggu panggilan. Kebetulan ketika saya kesana sedang jam istirahat sehingga menemukan satu pun petugas yang melayani kecuali security dan bagian pemasaran yang ada di lantai dua kantor ini. Mereka masih siap melayani.

Sistem Antrian Ambil Sendiri di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Padangsidimpuan (Dok.Rodame)

Sistem Antrian Ambil Sendiri di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Padangsidimpuan (Dok.Rodame)

Saya akhirnya mengganti program jaminan sosial ketenagakerjaan yang tadinya bagi pekerja bukan penerima upah menjadi program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja penerima upah, dengan begitu saya bukan hanya akan mendapatkan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) tapi juga Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Empat jaminan sekaligus. Komplit sekali. Dan memang inilah yang saya butuhkan.

Bagian Marketing Melayani dengan Sangat Baik dan Jelas dan Cepat (Dok.Rodame)

Bagian Marketing Melayani dengan Sangat Baik dan Jelas dan Cepat (Dok.Rodame)

Sepertinya tidak butuh waktu lama untuk mengurus pemindahan program jaminan sosial dari yang bukan penerima upah menjadi penerima upah. Saya hanya perlu menonaktifkan kartu peserta lama saya dan mendaftar seperti pertama kali daftar jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan namun programnya adalah jaminan sosial bagi pekerja penerima upah. Petugas pemasaran tersebut bahkan menjelaskan dan memroses semua dokumen saya dengan cepat. Dia menegaskan bahwa setelah saya menyetor saya langsung berhak dilindungi selama bekerja sebagai pengajar di kampus tempat saya bekerja.

Proses Pendaftaran Tidak Memakan Waktu Lama (Dok. Rodame)

Proses Pendaftaran Tidak Memakan Waktu Lama (Dok. Rodame)

Sebenarnya pemberi upah dalam hal ini adalah kampus tempat saya bekerja berkewajiban menanggung sebagian besar dari setoran bulanan BPJS Ketenagakerjaan saya namun karena MoU dengan kampus tempat saya bekerja masih belum terlaksana, saya tidak mau menunggu dan membiarkan waktu sia-sia. Maka saya memutuskan untuk melakukannya secara mandiri sambil menunggu proses MoU antara BPJS Ketenagakerjaan dengan kampus tempat saya bekerja terlaksana. Ada satu hal lagi yang membuat saya semakin yakin untuk mendaftarkan diri secara mandiri tanpa menunggu MoU tersebut, yaitu sebuah informasi di portal online detik.com di bawah ini, dimana disebutkan bahwa semua guru dan dosen sekarang dilindungi dengan jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan.

Informasi dari Portal Berita Online Detik.com Tentang Profesi Dosen yang Harus Dilindungi (Dok.Rodame)

Informasi dari Portal Berita Online Detik.com Tentang Profesi Dosen yang Harus Dilindungi (Dok.Rodame)

Ditambah lagi ada Peraturan Presiden yang mewajibkan pekerja untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sebagai pekerja dan warga negara baik saya juga ingin ikut mendukung terlaksananya Peraturan Presiden No 109 /2013 tentang Tahapan Kepesertaan Program Jaminan Sosial tersebut. “Sejak tanggal 1 Juli 2015 setiap perusahaan wajib mendaftarkan pekerjanya kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk mengikuti program jaminan kecelakaan kerja, program jaminan hari tua, program jaminan pensiun, dan program jaminan kematian secara bertahap“, pernyataan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis, Karo Sanco Simanullang, ST, MT pada sebuah media 2016 silam. Saya sangat berharap makin banyak perusahaan yang sadar dan segera mendaftarkan pekerjanya kepada BPJS Ketenagakerjaan. Karena jaminan-jaminan sosial tersebut adalah keharusan bagi para pekerja agar terlindungi. Sebagai seorang pekerja saya membutuhkannya.

Oh iya, dan tentang setoran bulanan di BPJS Ketenagakerjaan, ternyata itu tergantung dari UMK (Upah Minimum Kota/Kabupaten), nah di kota Padangsidimpuan itu UMK-nya sekitar 2 jutaan setelah dicek dalam daftar ketentuan setoran maka untuk dapat menerima 4 jaminan (JKK, JKM, JHT, JP) saya harus menyetor sebanyak Rp 194.040,- / bulan dimana pada setoran awal dibayarkan langsung secara tunai. Saya sendiri diminta membayar hanya Rp 194.000,- dan bulan selanjutnya bisa bayar lewat ATM, mobile banking atau internet banking dengan angka yang persis sama yaitu Rp 194.040,- Saya membayar dengan Rp 200.000,- dan dikembalikan Rp 6.000,-.

Setoran Awal Peserta Program Jaminan Sosial Bagi Pekerja Penerima Upah BPJS Ketenagakerjaan (Dok.Rodame)

Setoran Awal Peserta Program Jaminan Sosial Bagi Pekerja Penerima Upah BPJS Ketenagakerjaan (Dok.Rodame)

Rasanya setelah mendaftar program jaminan sosial bagi pekerja penerima upah dengan 4 jaminan, saya malah jauh lebih tenang dan sangat siap menghadapi masa tua nanti. Ada yang berbeda dengan program yang sebelumnya yang hanya memberi 2 jaminan tanpa Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Meskipun saya masih seumur jagung dalam mengikuti program dengan 4 jaminan ‘Bahagia di Masa Tua’ dari BPJS Ketenagakerjaan ini tapi saya optimis kelak saya akan bisa merasakan seperti yang ibu saya rasakan saat ini. Bisa benar-benar bahagia di masa tua.

Saya Makin Siap Hadapi Hari Tua bersama BPJS Ketenagakerjaan (Dok.Rodame)

Saya Makin Siap Hadapi Hari Tua bersama BPJS Ketenagakerjaan (Dok.Rodame)

Jadi benar kan bahwa kebahagiaan itu bisa kita ciptakan sendiri. Bahkan menciptakan kebahagiaan itu bisa dimulai detik ini. Ya, detik seperti ketika saya memutuskan untuk menggunakan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja penerima upah dengan 4 jaminan. Itulah saat dimana saya menciptakan kebahagiaan di masa tua saya. Saat itu jugalah saya berhasil menghancurkan tembok keragu-raguan akan semua keresahan dalam diri saya terhadap masa tua saya kelak.

Memang benar merasakan kebahagiaan di masa tua adalah impian setiap kita namun hanya mereka yang berhasil menciptakannyalah yang bisa benar-benar bahagia di masa tua. Saya dan anda adalah pencipta kebahagiaan di masa tua itu. Jadi tunggu apa lagi.

Nah, teman-teman kalau punya pengalaman bersama BPJS Ketenagakerjaan bisa diceritakan di blog ya, sekalian menyebarkan informasi yang positif dan bermanfaat juga kan?



Advertisements

21 thoughts on “Karena Bahagia di Hari Tua Kita yang Ciptakan

    • bener banget mbak dan menurutku perhitungan setorannya manusiawi karena berdasarkan UMR/UMK masing-masing wilayah mbak. Meskipun gaji saya termasuk masih di bawah UMK tapi demi bahagia di hari tua, gpplah pengorbanan dulu dengan berusaha menyisihkan sebagian ke BPJS Ketenagakerjaan, toh nanti untuk saya juga manfaatnya. Udah daftar belum mbak? yuk ikutan jadi peserta juga.

    • setuju mbak, demi bahagia di hari tua memang kita sendiri yang mesti berusaha ciptakannya dengan banyak cara salah satunya ya melalui BPJS Ketenagakerjaan ini mbak.

    • iya mbak Arin, mestinya semua perusahaan pemberi upah wajib daftarin semua pekerjanya, sama kayak aku karena dengan kampus tempat kerjaku belum ada MoU jadi lama, akhirnya aku daftar aja sendiri /mandiri tapi untuk program yang 4 jaminan itu program jaminan sosial bagi pekerja penerima upah. Ayo daftar jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan juga mbak Arin 🙂

    • iya ada mbak, karena itu saya pindah program supaya dapat 4 jaminan sekaligus. Sedangkan setorannya ditentukan berdasarkan UMK/UMR masing-masing pekerja penerima upahnya mbak. Sangat logis dan manusiawi menurutku. Aku sendiri setoran bulanannya sekitar 194 ribuan mbak.

  1. Betull Betull… hari tua harus dipersiapkan selagi muda, btw mba Rodame, itu kalo beralih dari BPJS BPU ke BPJS Penerima Upah, dana yang uda disetorkan sebelumnya berpindah ke kartu yang baru atau jadinya dicairkan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s