Lactacyd Herbal, Alaminya Mengubahku #JadiYangKuMau

Aktivitas Mengajar Mahasiswa di Ruang Kuliah (Dok.Rodame)

Hai wanita Indonesia! siapa di antara kalian yang menghabiskan waktu hampir seharian di luar rumah? ada yang profesinya traveller, ada yang working mom atau ada yang jadi wanita karir? Iya menjadi wanita pekerja itu memang melelahkan ya tapi juga menyenangkan, banyak tantangan dan banyak sisi baiknya juga. Apalagi kalau kita bisa berprestasi dan menginspirasi sekitar dengan apa yang kita kerjakan. Bahagianya bukan main.

Kalau saya sih sehari-hari banyak menghabiskan waktu dengan anak-anak muda. Pekerjaan saya menuntut saya untuk punya kemampuan komunikasi dengan baik. Meluangkan waktu untuk konsultasi bahkan mendengarkan keluhan anak-anak muda dalam belajar dan berbagi aktivitas mereka. Saya juga banyak ditugasi berbagai macam pekerjaan dari kampus selain mengajar mahasiswa. Ya, seperti hari ini, saya bertugas mengawasi ujian masuk melalui SPAN-PTKIN, mulai pagi sampai siang hari.

Saya Ditugasi Mengawas Ujian Masuk SPAN PTKIN (Dok.Rodame)

Menjadi seorang pengajar alias dosen di perguruan tinggi which is anak-anak mudanya bermacam-macam pola tingkahlakunya ternyata menghabiskan banyak energi dan pikiran. Terkadang saya harus lebih aktif menghadapi kasus mahasiswa tertentu di kampus. Ketika saya bisa membantu mahasiswa, disitu saya merasa bahagia. Ketika saya akhirnya bisa mengantarkan mereka untuk berprestasi, disitu saya merasa telah menjadi seseorang yang bermanfaat dalam pekerjaan dan lingkungan sekitar saya. Tentu saja apapun profesi yang digeluti, kita semua punya selalu ingin melakukan yang terbaik, ya kan?

Mengajar menghabiskan waktu hampir sehari penuh di kampus. Berkeliling ruang kuliah dari satu gedung ke gedung lainnya, dari lantai satu ke lantai dua dan tiga. Dengan pakaian yang tertutup sebagaimana pakaian saya sehari-hari, keringat jadi teman sejati. Iya, tubuh kita memang harus mengeluarkan keringat karena sebagian racun dalam tubuh juga dikeluarkan melalui pori-pori kulit yaitu keringat. Ternyata berkeringat juga perlu disyukuri ya.

Tapi ada juga loh berkeringat yang mengganggu. Berkeringat berlebihan, berkeringat yang menyebabkan bau tak sedap atau berkeringat di area miss V which is bikin semua jadi serba salah. Oke, kalau terakhir ini dijamin wanita manapun tidak ingin mengalaminya. Kenapa? Sederhananya, mari kita lihat ilustrasi di bawah ini :

Ilustrasi : Penyebab Miss V Tidak Sehat (By. Rodame)

Kalau sudah begitu untuk #JadiYangKuMau pastilah sangat sulit. Dan tebak apa? saya pernah mengalami itu. Aktivitas yang padat, ditambah cuaca yang tidak menentu, bahkan di siang hari bisa mencapai hingga 32 derajat Celcius di dalam ruangan. Bergerak kesana kemari, membuat saya harus menyerah pada keringat berlebihan. Huh keselnya bukan main. Selain gatal yang menganggu tapi juga sering ditambah keputihan.

Kalau diladenin gatalnya malah bisa makin memperparah keadaan miss V, bikin lecet bahkan bisa iritasi juga. Ngeri ya (soalnya saya pernah nyaksiin sendiri dulu salah satu temen sekamar di asrama ada yang suka garukin pas gatal yang ada malah lecet dan iritasi parah). Selain itu efek lainnya apa? area sekitar miss V pun ikut menjadi gelap. Kalau dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya, warnanya makin jelas berbeda. Ini juga cukup menganggu ya. Kalau wajah kita belang aja bulak-balik liat cermin, gak enak diliatnya apalagi area penting seorang wanita dimana bagian itu seharusnya dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya.

Ketika bekerja saya selalu mengenakan rok panjang, baju kurung yang menutup hingga di bawah lutut dan yang pasti selalu pakai celana panjang lagi. Mungkin ini juga ikut menambah kelembaban miss V. Keputihan makin parah dan gatal melanda.

Awalnya sih sepele ya. Karena mikirnya, nanti juga hilang gatalnya. Bilas pakai air hangat, sering ganti pakaian dalam dan tinggal dibersihkan pakai pembersih khusus kewanitaan, kadang masih suka pakai sabun aja kalau terdesak atau pembersih khususnya habis. Selesai.

Kata siapa selesai? Yang ada saya membuat masalah baru lagi, karena ketidakdisiplinan saya menganti-ganti pembersih kewanitaan tanpa melihat kandungan didalamnya (alami atau banyak zat kimianya) dan parahnya lagi kadang membersihkanya dengan sabun biasa. Akhirnya miss V jadi tambah kering setelah dibersihkan pakai sabun biasa. Meskipun bawa pakaian dalam cadangan setiap hari, tapi keringat tetap saja datang dan tetap banyak, tetap lembab. Saya juga mulai kuatir dengan kandungan pembersih khusus kewanitaan yang saya pakai selama ini karena suka gonta-ganti merek kalau tiba-tiba gak nemu yang dimau. Kuatir dengan kandungan yang gak alami. Sementara itu, miss V lagi-lagi harus jadi korban karena kesalahan dan ketidakhati-hatian saya.

Cukup. Sudah cukup. Saya kapok kalau begini terus. Saya harus segera bertindak dan ambil keputusan untuk segera merawat area penting bagi saya dengan sungguh-sungguh dan dengan cara yang tepat. Apalagi saya juga sudah menikah. Meski sudah menikah bukan berarti merawat miss V-nya kalah sama anak remaja kan ya? Justru kalau sudah menikah, perawatannya harusnya lebih baik dan lebih disiplin lagi. Biar makin sehat dan makin disayang suami #eh.

Dengan alasan kesehatan miss V, kepraktisan, higienitas dan kealamian kandungan pembersih khusus kewanitaan, saya pun memilih merek yang terpercaya yang memproduksi berbagai perawatan khusus kewanitaan untuk menuntaskan masalah pada area miss V saya. Sejujurnya sempat bingung juga karena ada banyak sekali merek yang beredar di pasaran khusus untuk pembersih kewanitaan. Tapi karena saya niatnya ingin yang alami juga maka kali ini saya lebih memerhatikan kandungan didalamnya. Mahal kan belum tentu bagus, murah juga belum tentu gak berkualitas. Ya kan?

Dipilih-dipilih? Ayo yang mana ya kira-kira pembersih kewanitaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan saya?

Berbagai Pembersih Kewanitaan di Mini Market Dekat Rumah -Perhatikan Rak Bagian Tengah (Dok.Rodame)

Versi pembersih kewanitaan yang baik menurut dokter :

  • Pembersih kewanitaan yang aman adalah yang khusus untuk mencuci vagina
  • Cairan pembersih kewanitaan dengan pH keasamannya sesuai dengan pH di dalam daerah kewanitaan. Normalnya pH berkisar 3,8-4,2

Pembersih kewanitaan yang saya mau adalah yang memenuhi syarat seperti di bawah ini :

  • Aman dari segi kesehatan : teruji klinis dan terdaftar di BPOM, makin yakin kalau produk tersebut dibuat dengan uji yang ketat sehingga benar-benar aman
  • Tanpa bahan SLS, alkohol dan pewarna : bahkan sebaiknya dihindari untuk produk kecantikan dan perawatan kulit karena dapat membuat kulit makin kering.
  • Tidak mengandung antiseptik : antiseptik diduga dapat menganggu pH miss V karena dapat membunuh bakteri baik Lactobacillus.
  • Terbuat dari bahan alami : menghindari penggunaan bahan kimia karena bahan alami tentu tidak menimbulkan efek samping justru memberikan manfaat baik lainnya. Misalnya : dapat melembutkan, mencerahkan juga membersihkan area miss V.
  • Mengandung pH seimbang : 3,8-4,2 (< 3,8 akan menyebabkan tumbuh jamur dan >4,2 dapat menjadi tempat tumbuhnya bakteri jahat)
  • Mampu mengatasi masalah pada miss V : berbagai masalah mungkin saja menyerang miss V dan harapannya penggunaan pembersih kewanitaan khusus dapat mengatasi berbagai masalah pada miss V.
  • Ramah di Kantong : harganya terjangkau sehingga tidak memberatkan ketika harus rutin menggunakannya.
  • Praktis : kemasannya mudah dibawa-bawa dan tutupnya kencang sehingga tidak tumpah-tumpah. Ukurannya pun ada yang kecil sehingga dapat dimasukkan ke dalam tas tangan atau dompet kosmetik yang dibawa sehari-hari.
  • Brand international : diproduksi oleh perusahaan yang punya reputasi yang baik dimana secara internasional pun sudah diakui kualitas dan manfaatnya sebagai pembersih kewanitaan khusus yang terpercaya.

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah mengalami keputihan, gatal pada miss V dan area sekitarnya yang menggelap, untuk itu saya menggunakan Lactacyd Feminine Hygiene dan Lactacyd White Intimate, setelah sebelumnya mencoba merek lain yang ternyata kurang ampuh mengatasi masalah saya itu.

Sayangnya saya tidak disiplin merawatnya. Karena penggunaan merek Lactacyd sudah memberi kesan baik dan benar-benar terbukti berpengaruh positif pada saya, saya pun berniat menggunakan merek Lactacyd lagi untuk merawat area miss V, tapi kali ini saya maunya yang herbal, yang alami. Biar Back to nature. Selain itu, saya juga suka karena Lactacyd adalah brand international untuk pembersih kewanitaan yang terpercaya.

Pas banget, karena sekarang ada varian baru dari Lactacyd yaitu Lactacyd Herbal yang punya 3 manfaat sekaligus untuk mengatasi masalah pada miss V. Ini koq tepat banget ya, berasa langsung ada jawabannya dari masalah yang saya alami.

Emmm tapi ternyata yang ngaku-ngaku terbuat dari bahan herbal itu koq banyak ya. Jadi bingung. Sangkin penasarannya, akhirnya saya putuskan untuk membuktikan sendiri yang mana produk pembersih kewanitaan varian herbal yang paling baik. Saya pun memutuskan untuk membeli tiga produk pembersih kewanitaan varian herbal dari merek berbeda yang tersedia di mini market dekat rumah, salah satunya ya Lactacyd Herbal, dua merek lainnya sebut saja dengan merek X dan merek Y.

Sudah siap dengan tes sederhananya? Yuk mari sama-sama kita buktikan ya?

Beberapa Merek Pembersih Kewanitaan (Dok.Rodame)


Lactacyd Herbal : 
Rp 15.000,00 untuk ukuran 60 ml

Merk X : Rp 18.500,00 untuk ukuran 90 ml

Merk Y : 
Rp 12.000,00 untuk ukuran 125 ml

Dari segi harga, bisa dilihat harga Lactacyd Herbal adalah yang paling mahal, sedangkan pembersih merk Y yang paling murah. Akan tetapi perbedaan harganya tidak terlalu jauh dan ketiganya masih bisa digolongkan memiliki harga yang terjangkau untuk kantong saya.

Kemasan Beberapa Pembersih Kewanitaan (Dok.Rodame)


Lactacyd Herbal :
Botol dan dus box didominasi warna putih, tutup fliptop, dengan dus box.

Merk X : Botol dan dus box dominasi warna merah, tutup fliptop, disertai dus box.

Merk Y :
Didominasi warna putih sedangkan botolnya didominasi warna coklat keemasan, tutup fliptop, disertai dus box.

Dari segi bahan kemasan merek X dan Y sekilas terlihat sangat mirip, sementara itu, kemasan Lactacyd herbal terlihat lebih kokoh dengan tutup fliptop yang lebih kuat dan kencang. Ketiganya dilengkapi dus box apalagi yang membuat ketiganya terlihat eksklusif. Dari desain visualnya, saya lebih suka Lactacyd Herbal dengan perpaduan warna putih yang terlihat clean namun tetap eye catchy. Tapi soal desain, model dan warna kan memang masalah selera ya, tidak bisa dipaksakan.

Tes Konsistensi Beberapa Pembersih Kewanitaan (Dok.Rodame)



Lactacyd Herbal : 
Memiliki konsistensi kekentalan sedang dengan warna putih susu. Ekstrak susunya terlihat nyata dari warna putih susunya. Tidak lengket di tangan setelah dibilas dengan air.

Merk X : Memiliki konsistensi agak cair dibandingkan dengan Lactacyd Herbal dengan warna bening padahal tertulis di kemasannya mengandung ekstrak susu. Agak lengket di tangan setelah dibilas dengan air.

Merk Y : 
Memiliki konsistensi yang sangat kental dengan warna bening agak berbuih. Kekentalanya agak mirip dengan hand sanitizer. Agak lengket di tangan meski sudah dibilas dengan air.

Dari segi konsistensi saya suka dengan Lactacyd Herbal, karena kekentalannya sedang sehingga tidak mudah tumpah dan kita dapat mengontrol berapa banyak cairan yang ingin kita gunakan dan juga tidak lengket di tangan setelah dibilas dengan air.


Lactacyd Herbal : 
Ada wangi khas susu ditambah wangi floral yaitu rose yang lembut dan tidak menyengat, ketika diaplikasikan wanginya membuat rileks.

Merek X : Wangi lembut agak menyengat, setelah diaplikasikan wanginya menguat seperti aroma pelembut pakaian.

Merek Y : 
Wanginya agak tajam, agak menyengat dimana ada aroma herbal yang kuat, ketika diaplikasikan wanginya herbalnya tetap menempel.

Di antara tiga produk tersebut, saya paling suka aroma dari Lactacyd Herbal karena wanginya relaxing banget, tidak menyengat sama sekali di hidung. Merek X, wanginya mirip pelembut pakaian, malah terlalu wangi kalau buat saya. Sedangkan Merek Y agak wangi jamu-jamuan, herbalnya terlalu kuat, saya kurang suka karena berasa numpahin jamu ke miss V, hihi.


Lactacyd Herbal : 
Ekstrak sirih, susu dan rose (mawar).

Merek X : Ekstrak kayu rapet, manjakani, sirih, susu dan bengkoang.

Merek Y : 
Ekstrak sirih, bengkoang, manjakani, dan tego deo.

Dari ketiga produk pembersih kewanitaan varian herbal di atas, semuanya menggunakan ekstrak daun sirih sebagai bahan antibakteri. Berbeda dari dua produk lainnya, Lactacyd Herbal juga menambahkan sari bunga mawar, mungkin itu yang menyebabkan Lactacyd Herbal aromanya enak, bahan alaminya berpadu dengan sempurna, tidak ada yang terlalu menonjol tapi terasa seimbang.

Lactacyd Herbal, merek X dan Y, ketiganya mengandung lactic acid atau asam laktat sebagai bahan antiseptiknya. Cara kerja lactic acid adalah dengan menyeimbangkan pH pada miss V sehingga memelihara populasi lactobacillus alias bakteri baik dan melawan bakteri dan jamur yang merugikan. Sedangkan merek Y sama sekali tidak menyebutkan mengandung ekstrak susu namun jika dibaca secara lengkap di kandungannya ternyata ada juga lactic acid atau asam laktatnya.

Merek X dan Y juga mengandung bahan herbal seperti manjakani dan bengkoang dimana manjakani dipercaya dapat merapatkan vagina sedangkan bengkoang dipercaya memutihkan atau mencerahkan kulit. Kalau secara pribadi sih saya lebih suka melakukan senam pilates untuk menjaga elastisitas miss V.

Komposisi Beberapa Pembersih Kewanitaan (Dok. Rodame)


Di sini saya tidak akan membahas komposisi tiap produk secara mendetail, mengingat saya juga bukan ahli kimia atau punya basic di bidang farmasi. Silahkan klik gambar di atas untuk mengetahui komposisi tiap produk secara detail. Saya hanya membahas kandungan yang sudah awam diketahui.

Lactacyd Herbal : Terdiri dari lebih kurang 17 macam bahan pada komposisinya. Masih mengandung SLS.

Merek X: 
Terdiri dari lebih kurang 30 macam bahan pada komposisinya. Mengandung SLS, fragrance, dan alkohol.

Merek Y : 
Terdiri dari lebih kurang 28 macam bahan pada komposisinya. Mengandung SLS dan fragrance.
Ketiga produk pembersih kewanitaan varian herbal di atas sayangnya masih mengandung SLS, tapi jika dilihat dari kandungan alkoholnya hanya merek X yang mengandung keduanya baik SLS maupun alkohol.

Kalau dilihat dari jumlah bahan yang terkandung didalamnya, maka merek X paling banyak mengandung bahan yang menurut saya tidak diperlukan bahkan hingga 30 macam bahan, kemudian diikuti merek Y yang beda tipis dengan merek X, dan yang paling sedikit adalah Lactacyd Herbal yang bahan kontranya hanya SLS.

Kadar Busa Beberapa Pembersih Kewanitaan (Dok.Rodame)

Jika dilihat dari banyaknya busa ketika dibilas, terlihat bahwa diantara ketiganya Lactacyd Herbal memiliki busa yang paling sedikit, sementara itu dua lainnya merek X dan Y busanya agak banyak. Kalau saya sih lebih suka yang minim busa ya, karena kalau kebanyakan saya jadi kuatir seperti pakai deterjen. Jadi saya paling suka Lactacyd Herbal.

Tes Kadar pH Beberapa Pembersih Kewanitaan (Dok.Rodame)


Berikutnya, saya coba tes kadar pH, ini juga karena saya sangat penasaran. Nah, sebenarnya ini untuk meyakinkan diri sendiri juga, saya coba tes dengan menggunakan kertas lakmus warna merah dan biru. Hasil tes kadar pH bisa dilihat pada gambar di atas ya.

Lactacyd Herbal : Hasil tes kadar pH dalam larutan Lactacyd Herbal pada kertas lakmus merah tetap merah sedangkan pada kertas lakmus biru terjadi perubahan sedikit pink, sedikit sekali perubahannya bahkan terlihat samar-samar. Cenderung netral.

Merek X : Hasil tes kadar pH dalam larutan merek X, pada kertas lakmus merah warna tetap merah sedangkan pada kertas biru warna kertas berubah menjadi merah yang terang.

Merek Y : 
Hasil tes kadar pH dalam larutan merek Y adalah pada kertas lakmus merah warna tetap merah sedangkan pada kertas biru berubah menjadi merah.

Sifat kertas lakmus merah adalah ketika dicelup dalam larutan asam warnanya akan tetap merah, jika dalam larutan basa akan berubah menjadi biru, sedangkan pada larutan netral dia akan tetap merah. Sedangkan sifat kertas lakmus biru adalah ketika dicelup dalam larutan basa warnanya akan tetap biru, jika dicelup dalam larutan asam warnanya berubah menjadi merah, dan jika dicelup pada larutan netral dia akan tetap biru.

Berdasarkan hasil uji pH pada ketiga produk di atas, dapat disimpulkan bahwa ketiganya memiliki pH yang cenderung asam dan itu normal karena memang pH normal pada miss V seharusnya antara 3,8-4,2 dimana kondisi itu adalah kondisi asam. pH pada Lactacyd Herbal bahkan perubahan di kertas lakmus biru hanya sedikit pink itupun samar sekali, cenderung netral. Tapi yang agak membingungkan adalah merek Y, karena pada kemasannya tertulis pH 3,5 artinya pH dari cairan merek Y itu berada di bawah normal. Jika pH lebih kecil dari 3,8 justru dapat menyebabkan tumbuhnya jamur pada miss V. Big No!


Kesan setelah seminggu pemakaian adalah positif. Ya, saya sih suka karena tidak terasa kering, tidak ada efek samping seperti gatal meski dipakai setiap hari.

Lactacyd Herbal memang menghasilkan busa yang relatif sedikit, setelah diaplikasikan pada miss V tidak ada efek lainnya dan tidak lengket. Dan yang paling menyenangkan adalah keputihan dan gatalnya benar-benar berkurang bahkan sejak pertama kali pemakaian bahkan setelah seminggu pakai tidak pernah lagi mengalami masalah pada miss V. Satu lagi, efek positif yang paling saya suka adalah kulit area V terasa makin kesat dan lembut.

Untuk efek pemakaiannya gimana? Mohon maaf untuk miss V saya gak mau coba-coba lagi, jadi setelah melakukan berbagai tes sederhana di atas, saya putuskan hanya memakai merek pembersih kewanitaan yang paling baik saja. Tanpa mengurangi rasa hormat, saya gak mau pakai dua merek lainnya. Buat miss V koq coba-coba, ya kan?

Sepertinya semua sudah tau ya, produk pembersih kewanitaan mana yang paling baik? Iya, betul sekali, Lactacyd Herbal! Dan ya, maaf banget untuk dua merek lainnya, setelah saya tes dan analisis secara sederhana ala-ala saya, hehe, saya gak mau coba pakaikan ke miss V sama sekali. Jujur, saya trauma mau nyoba-nyoba ke miss V, kuatir ada efek sampingnya. Jadi, saya cari aman aja, pakai yang benar-benar terbukti aman dan lebih baik aja.

Finally, this is it!

Setelah melakukan tes pada ketiga produk pembersih kewanitaan dengan kandungan herbal di atas, saya makin mantap untuk memilih Lactacyd Herbal untuk membersihkan dan merawat miss V karena terbukti bisa mempertahankan keseimbangan pH area V, menghambat pertumbuhan bakteri jahat, melembutkan kulit sekitar area V, membuat makin kesat dan nyaman.

Bisa dilihat dari segala aspek, sudah terbukti bahwa Lactacyd Herbal lebih unggul dan paling memenuhi kriteria pembersih kewanitaan yang ideal yang mampu diandalkan untuk selalu bisa  #JadiYangKuMau. Lactacyd Herbal yang sudah teruji klinis secara dermatologi aman digunakan setiap hari. Jadi, kalau sudah begini, jangan percaya sama hal-hal mitos atau yang lainnya ya. Sekali lagi, Lactacyd Herbal sangat aman dipakai setiap hari. Saya sudah buktikan sendiri.

Lactacyd Herbal juga menggunakan bahan herbal yang alami dengan berbagai manfaat didalamnya. Perpaduan dari tiga bahan herbal yaitu ekstrak sirih, susu dan mawar sangat seimbang dan sempurna buat saya. Tidak ada wangi yang terlalu kuat. Tapi juga memberikan dampak positif setelah digunakan setiap hari.

Lactacyd Herbal Pembersih Kewanitaan Alami Andalanku (Dok.Rodame)

Gimana sih sebenarnya cara kerja ketiga bahan tersebut? Yuk mari saya bantu ulas sedikit ya :

Ekstrak daun sirih :

Ekstrak adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau hewani menggunakan pelarut yang sesuai. Ekstrak daun sirih berarti asalnya dari zat aktif simplisia nabati ya dalam hal ini ya daun sirih itu sendiri, dengan menggunakan pelarut yang sesuai hingga memenuhi baku yang telah ditetapkan.

Penelitian tentang daun sirih yang memiliki efek antibakteri sudah banyak dilakukan. Bahkan pada sebuah penelitian disebutkan bahwa ekstrak daun sirih mengandung senyawa fenol dan senyawa turunannya yang mampu menghambat pertumbuhan berbagai macam bakteri yang ada dalam tubuh manusia namun dapat menjadi patogen pada kondisi tertentu seperti Staphylococcus aurens. Jadi, makin jelas ya, kalau ekstrak daun sirih itu bermanfaat sebagai antibakteri jahat.

Menurut informasi yang tertulis pada situs lactacyd.co.id, ekstrak daun sirih yang memberikan rasa kesat pada area V sudah dibuktikan pada uji coba produk terhadap 162 wanita Indonesia, Ipsos tahun 2016 silam.

 Ekstrak Susu :

Sama seperti ekstrak lainnya, tapi kali ini ekstraknya berasal dari zat aktif simplisia hewani. Dalam uji klinis yang dilakukan di Poliklinik Sitologi RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta disebutkan bahwa ekstrak susu terbukti bermanfaat menjaga keseimbangan ekosistem vagina. Susu mengandung zat aktif yang diekstrak menjadi asam laktat dan laktoserum, yang secara klinis terbukti dapat mengurangi keluhan rasa gatal, terbakar dan keputihan (sumber: dechacare.com).

Artinya lagi, ekstrak susu meski digunakan setiap hari tidak akan mengganggu pertumbuhan bakteri baik, lactobacillus.

Kalau ekosistem miss V seimbang berarti pH juga terjaga ya berada di antara 3,8 – 4,2. Maka, jelas ekstrak susu mampu menjaga pH sehingga sangat baik untuk pertumbuhan bakeri lactobacillus.

 Mawar :

Ekstrak mawar mengandung geraniol dan limonene yang berfungsi sebagai antiseptik, pembunuh jamur Candida albican penyebab keputihan. Bahkan dalam sebuah informasi disebutkan juga geraniol adalah antioksidan alami yang dapat mencegah kanker. Geraniol juga banyak digunakan dalam parfum dan flavouring (sumber : phytochemicals.info). Sementara itu limonene terbukti sudah banyak digunakan untuk mencegah berbagai jenis kanker (sumber : ncbi.nlm.mih.gov ; altmedrev.com).

Ekstrak mawar ternyata juga digunakan utnuk merawat kecantikan, selain untuk membersihkan kulit wajah dapat juga mencerahkan, menghaluskan dan melembabkan kulit (beautynesia.id). Seperti yang tertulis pada situs resmi lactacyd.co.id, ekstrak mawar yang tidak hanya memberikan keharuman namun juga merawat area V, hal itu berdasarkan penelitian Mohammad H. Boskabady pada sebuah jurnal internasional yang sudah dipublikasikan tahun 2011.

Bahagia banget deh bisa berjodoh dengan Lactacyd Herbal. Dan sekarang, kemanapun saya pergi selalu bawa pembersih kewanitaan andalan yang alaminya bisa mengubah #JadiYangKuMau. Yup, dengan Lactacyd Herbal #JadiYangKuMau? Bisa banget!! Buktiin aja sendiri.

#JadiYangKuMau kini menjadi realistis

Kemanapun saya ditugaskan, saya selalu siap dan optimis

Menjadi wanita pekerja yang berprestasi kini bukanlah sebuah dilematis

Saya pun memilih Lactacyd Herbal untuk hidup yang serba dinamis

Karena untuk menjadi seorang dosen yang berkualitas

Optimis saja tidak cukup,  saya harus tetap sehat, “luar dan dalam”

Mendampingi Mahasiswa Mengikuti Lomba Debat di IPB Bogor (Dok.Rodame)

Oh iya, kalau kalian ingin tau lebih banyak info tentang seputar kewanitaan, kesehatan miss V dan berbagai produk khusus kewanitaan lainnya langsung aja follow akun Twitter, Facebook dan website resmi Lactacyd Indonesia ya, udah tau kan? Kalau belum klik aja icon-icon di bawah ini. See ya!

Bogor I am Coming

Genap sudah hampir 7 tahun yang lalu saya tidak menginjakkan kaki di kota kesayangan saya untuk mengunjungi kampus hijau, kampus tercinta saya. Kota yang banyak memberikan cerita dan warna dalam hidup saya. Kota yang terkadang membuat saya menangis sangkin merindukannya. Kota dimana saya merantau pertama kali yang cukup jauh dari kota dimana orang tua saya tinggal. Kota ini menyimpan banyak makna bagi saya yang tentu saja semua kenangan yang tersimpan didalamnya tidak mudah untuk saya lupakan dalam sejarah panjang hidup saya.

Bogor, kota dimana saya banyak menuntut ilmu. Kota dimana saya bertemu keluarga baru, teman dan sahabat yang banyak memberi ruang dan waktu tanpa jemu. Kehidupan perantauan yang akhirnya menjadikan saya dan suami mengukuhkan diri menjadi warga penduduk Kota Bogor.

Tidak pernah terpikir sama sekali, akhirnya saya punya kesempatan datang lagi ke Bogor. Sebenarnya kesempatan ini cukup mendadak, karena sebenarnya perjalanan ke Bogor kali ini adalah bagian dari tugas saya sebagai dosen yang mendampingi tiga orang mahasiswa untuk  mengikuti lomba debat yang diadakan oleh IBF (IPB Business Festival) yang ke-4. Dengan mengantongi Surat Perjalanan Dinas (SPD) dan tiket Pekanbaru-Jakarta dari kampus, saya pun siap berangkat.

Bekerja dan travelling. Sambil menyelam minum air, begitu kata pepatah. Saya beruntung karena meskipun perjalanan menjadi lebih lama, karena dari kota Padangsidimpuan harus ke Pekanbaru dulu dengan jalan darat memakan waktu kurang lebih 10 jam, kemudian dari Pekanbaru lanjut ke Jakarta dengan jalan udara memakan waktu kurang lebih 1 jam 50 menit. Setelah itu, lanjut ke Bogor dengan jalan darat dan memakan waktu kurang lebih 1 jam. Kalau ditotal kurang lebih 13 jam, itu jauh lebih singkat dibanding jalan darat 3 hari 2 malam. Ah, pokoknya bisa ke Bogor lagi, bisa ke kampus lagi dan yang penting gratis. Hehe.

Tiba di Bandara Sultan Syarif II Pekanbaru (Dok.Rodame)

Setibanya di Jakarta, badan mulai terasa pegal, bayangkan saja, saya sudah duduk berjam-jam. Perjalanan belum berakhir, masih harus lanjut ke Bogor dengan bis Damri. Sangkin lelahnya, mata langsung tertutup dan tertidur dengan pulas. Setibanya di Bogor, langsung disambut dengan hujan yang besar. Udara dingin mulai terasa dan terlihat di luar sana, ojek payung anak-anak dan remaja ramai hilir mudik bersiap-siap mengejar penumpang yang akan keluar dari bis Damri.

Saya menarik nafas panjang sambil tersenyum, saya bahagia karena Bogor menyambut kami dengan hujan. Meski air semata kaki membuat sepatu dan kaos kaki basah total, sebagian pakaian yang dikenakan juga terkena cipratan air hujan yang bercampur angin, tapi rasa syukur karena sudah sampai di kota yang selama ini dirindukan membuat rasa lelah itu hilang seketika. Finally I am here.

Sebelum lanjut berangkat lagi ke Guest House IPB, saya menyempatkan diri ke supermarket di dalam mall yang dekat dengan halte bis Damri. Ada sesuatu yang harus saya beli, saya harus beli stok, beberapa hari ke depan akan sangat melelahkan, dipenuhi dengan berbagai jadwal dan saya harus selalu fit agar mampu mendampingi mahasiswa dalam menghadapi lomba debat kali ini.

Beberapa Varian Herbadrink di Supermarket (Dok.Rodame)

Dulu sekali, saya pernah didiagnosa dokter umum di asrama SMA, mengalami gejala hepatitis atau ada juga yang menyebutnya penyakit kuning. “Hatinya sakit ini”, kata sang dokter. Mata yang menguning, kuku yang menguning, kulit yang menguning dan nyeri di bagian kanan atas perut, ternyata adalah salah satu pertanda yang menunjukkan saya mengalami gangguan pada hati. Memang ketika di asrama, kegiatan sangat padat, hampir tidak ada waktu istirahat kecuali hari minggu atau tanggal merah karena libur nasional. Akhirnya saya drop.

Saya juga masih ingat, ibu sampai datang dan menjemput saya pulang ke rumah. Saya dirawat oleh ibu dan diberikan minuman berupa jamu yang terdiri dari temulawak dan kunyit yang khusus dipesan ke mbak penjaja jamu. Setiap hari satu panci penuh sari temulawak dan kunyit harus saya habiskan, sempat kesulitan juga karena terkadang temulawak berkualitas tidak selalu tersedia di pasar tradisional, begitu penuturan mbak penjaja jamu. Rasanya eneg luar biasa. Tapi demi sehat saya pun rela melakukannya.

Meskipun itu sudah lama berlalu, tapi saya selalu ingat pesan dari dokter dan ibu, untuk tidak terlalu lelah, untuk menjaga kesehatan hati agar kejadian yang dulu tidak terulang lagi. Kondisinya sekarang memang berbeda, saya sudah menikah dan tidak tinggal bersama ibu saya, saya juga sudah bekerja dan memiliki anak sehingga harus pandai membagi waktu agar dapat beristirahat yang cukup. Semua kini harus saya pikirkan dan urus sendiri, meskipun suami juga sering mengingatkan saya untuk jangan sampai kelelahan, kuatir sakit yang dulu datang lagi.

Seperti perjalanan saya ke Bogor kali ini, demi menjaga hati tetap sehat, saya pun bergegas ke supermarket yang berada di dalam mall untuk membeli jamu andalan saya. Meski jauh dari mbak penjaja jamu, saya tetap bisa memelihara kesehatan fungsi hati saya.

Kami pun melanjutkan perjalanan menuju Guest House. Sesampainya disana, saya belum sempat merebahkan badan dan langsung menemani mereka mengikuti technical meeting. Sudah pukul 9 malam, acara masih juga belum selesai, saya pamit ke kamar sebentar untuk menyimpan tas dan kembali lagi menemani mereka. Mata sudah mulai memerah, rasa lelah sudah bertumpuk di badan. Saya kembali ke kamar dan akhirnya tertidur sambil membantu mahasiswa mempersiapkan materi debat besok.

Technical Meeting Peserta Lomba Debat IBF 4th (Dok.Rodame)

Pagi sekali tepat pukul 06.15 WIB, saya bergegas ke tempat sarapan pagi, di sana sudah ada dispenser dengan air panas, dingin dan normal. Satu sachet Herbadrink Sari Temulawak saya sedu dengan 100 ml air hangat dan saya minum sambil menikmati udara pagi dan pemandangan yang hijau di depan mata saya. Oh, indahnya hidup kalau kita sehat.

Menikmati Sarapan Pagi Dengan Herbadrink Sari Temulawak Sebelum Beraktivitas (Dok.Rodame)

Hari ini jadwal padat. Saya harus kuat. Saya bertekad selalu tersedia kapanpun mereka membutuhkan saya untuk konsultasi tentang apapun terkait mosi lomba debat. Karena tidak diizinkan masuk ke dalam ruang lomba debat, saya hanya bisa berdoa di luar, sepanjang mereka debat, semoga lisan mereka bisa berkata-kata dengan baik dan benar dan semoga lolos ke tahap berikutnya.

Sebelum Lomba Debat Dimulai (Dok.Rodame)

Akhirnya pengumuman 8 besar diumumkan dan langkah mereka harus berhenti sampai 10 besar. Saya menghela nafas panjang dan mengatakan pada mereka, “kalian sudah berusaha, tetap semangat”. Mereka masih murung dan tertuntuk kecewa dengan hasil lomba debat tersebut. Bagi saya, itu sudah pencapaian yang baik, sambil terus berbenah saya yakin kelak akan ada waktunya meraih juara.

Tak Sengaja Mengabadikan Momen Kesedihan Ini (Dok.Rodame)

Besoknya, masih ada seminar nasional dan expo. Meskipun saya sudah memesan tiket kembali ke Pekanbaru. Tapi saya ingin mereka tetap bisa menikmati seminar nasional walaupun tidak bisa ikut sepenuhnya. Life must go on. Saya, meski tak menunjukkan rasa dan wajah kecewa, sebenarnya ada rasa sedih yang mendalam juga. Namun, saya berusaha berpikir positif. Saya yakin itu semua adalah proses dan it’s all about time.

Seminar Nasional IBF 4th-rodame

Seminar Nasional IBF 4th (Dok.Rodame)

Dear Bogor, I am going back to Sidimpuan. Thanks for welcoming me with so many unforgetable moments. I’ll be missing you soon.

Mantan Mahasiswa Fakultas Pertanian IPB, Mengenang Momen Kuliah (Dok.Rodame)

Kami pun bergegas menuju bandara. Penerbangan sore ini juga akan menjadi perjalanan panjang hingga ke Padangsidimpuan. Setibanya di bandara, kami langsung check in dan masuk ke ruang tunggu. Saya menuju mini shop di dalam ruang tunggu untuk beli hot water lengkap dengan cup-nya (saya tidak bawa cup atau gelas jadi saya pun membelinya demi menjaga kesehatan hati saya).

Kembali ke kursi, saya membuka laptop sambil mencari file yang akan saya kerjakan,  sambil menikmati segelas Herbadrink Sari Temulawak. Saya memang suka minum yang hangat-hangat terutama ketika udara sedang dingin. Apalagi ini sugar free jadi merasa tidak bersalah ketika meminumnya kapanpun dan sebanyak apapun. Hehe.

Menikmati Segelas Herbadrink Sari Temulawak di Ruang Tunggu Keberangkatan Pulang Menuju Pekanbaru (Dok.Rodame)

Setengah jam kemudian, panggilan untuk penumpang pesawat menuju Pekanbaru pun dipanggil. Saya bersiap-siap, merapikan semua barang bawaan saya, tidak lupa menyimpan kembali Herbadrink Sari Temulawak ke dalam backpack agar mudah diambil ketika ingin minum lagi.

Menikmati 2 Jam Perjalanan Pulang Menonton Film Revenant dengan Segelas Herbadrink Sari Temulawak Hangat (Dok.Rodame)

Kami pun melanjutkan perjalanan ke Padangsidimpuan, dan tiba tanggal 15 Mei, pukul 05.40 WIB dengan selamat. Alhamdulillah. Rasanya singkat sekali perjalanan ke Bogor, rasanya cepat sekali waktu berjalan. Sedih tapi bercampur bahagia. Setidaknya saya sudah melakukan yang terbaik dan semampu saya mengantarkan mereka kesana. Senang karena akhirnya bisa menginjakkan kaki ke Bogor, ke kampus hijau lagi setelah sekian lama merindukannya. Terima kasih juga kepada kampus dimana saya mengabdi saat ini, yang sudah mendanai semuanya. Saya akan berusaha dan terus membina mahasiswa untuk mengukir prestasi selama saya bisa. Tentu saja saya harus tetap sehat untuk meraih semua cita-cita dan harapan itu.

Lain kali, perjalanannya yang lebih jauh juga saya sudah siap (semoga pak Rektor baca tulisan saya ini, jadi kalau ada seminar internasional ke Jepang, Inggris, Australia atau Kanada, biar saya dikirim lagi kesana untuk kerja sekaligus travelling, hehe)

Herbadrink Sari Temulawak Andalanku untuk Jaga Hati Tetap Sehat (Dok.Rodame)

 

 

 

Lactacyd White Intimate : A Special Gift for All Woman

Saya dan Lacatcyd WHite Intimate (Dok. Rodame)

Saya dan Lacatcyd WHite Intimate (Dok. Rodame)

Saya seorang perempuan. Perempuan sesuai kodratnya. Sepaket. Lengkap dengan segala keistimewaan yang ada didalamnya. Istimewa karena hanya pada perempuan diletakkan rahim. Rahim yang kelak didalamnya ditempatkan janin yang kemudian tumbuh menjadi anak dan menjadi generasi penerus bangsa. Hanya perempuan yang bisa mengandung, melahirkan dan menyusui anak. Perempuan disebut-sebut sebagai tolok ukur kemajuan sebuah bangsa. Tapi saya adalah perempuan biasa. Perempuan yang sering kali tidak percaya diri. Perempuan yang lebih banyak berkutat pada dunia yang penuh rutinitas. Perempuan yang dunianya tidak pernah berhenti. Bahkan jika seandainya waktu lebih dari 24 jam, sebanyak itu jugalah aktivitas terus berjalan. I almost have no time for me time!

Dulu, saya adalah perempuan yang rutin menggunakan celana panjang ketat. Saya paling suka gaya pakaian casual, celana panjang ketat, kaos fit to body lengkap dengan sandal gladiator. Nyaman dan simple. Saya juga cenderung cuek dan selalu terkesan apa adanya. Hingga suatu ketika seseorang yang spesial datang dan melamar saya. Saat itu, saya terus berpikir. Apa saya pantas? Apa saya sanggup? Apa yang harus saya lakukan jika kelak menjadi istri? dan ratusan pertanyaan menghujam pikiran saya. Tidak percaya diri! Setelah menimbang berbagai hal, saya akhirnya memutuskan untuk menerimanya sebagai pasangan hidup saya. Finally. Tapi semua rasa tidak percaya diri itu ternyata tidak berakhir. Pernikahan justru memberikan banyak ketakutan dan kekuatiran.

Genap sudah saya menikah 4 tahun, kini sudah dianugerahi seorang putra dan seorang putri. Semuanya terasa lengkap. Sempurna sudah hidup saya sebagai seorang perempuan! Benarkah? Di tahun pernikahan yang ke-5, perasaan saya kembali resah. Banyak orang bilang perempuan itu lebih cepat tua daripada laki-laki, perempuan itu hanya cantik ketika muda saja, perempuan itu…perempuan itu….dan semuanya menganggap perempuan jika tidak bisa merawat diri apalagi ketika sudah menjelang usia 30-an akan sulit membahagiakan suami. Suami akan berpaling, mencari perempuan lain, menikah lagi dan prasangka buruk lainnya. Semuanya menjadi sangat menakutkan bagi saya.

Dia, lelaki yang menikahiku selama ini bukan seorang pujangga juga bukan seorang pengumbar cinta. Dia, lelaki yang diam-diam selalu memperhatikanku dan selalu ingin yang terbaik untuk kekasih hatinya. Dia menghadiahku sebuah kado spesial. Kado itu adalah ‘Lactacyd White Intimate‘. Demi mengembalikan rasa percaya diri sang istri. Dia rela. Dan saya terharu.

Lalu, bagaimana pengalaman saya setelah menggunakan Lactacyd White Intimate? Satu kata, TEPAT. Yes, sesuai dengan ekspektasi saya, tepat sasaran. Saya menggunakannya baru sekitar 4 minggu, namun saya merasa ada perubahan dalam diri saya. Saya entah kenapa, mulai percaya diri. Rasa takut dan kuatir tentang semua prasangka orang terhadap kemungkinan buruk pernikahan di tahun kelima dan seterusnya mulai menghilang perlahan-lahan. Oh iya, satu lagi yang ingin saya share, cara penggunaanya sangat mudah.

Cara Penggunaan Lactacyd White Intimate (ilsutrasi : Rodame)

Cara Penggunaan Lactacyd White Intimate (ilsutrasi : Rodame)

Penilaian saya terhadap Laytacyd White Intimate adalah :

  1. Kemasannya praktis dan tidak mudah tumpah. Karenanya saya selalu membawanya ke kampus, tempat saya mengabdikan diri. Karena keseharian saya dipenuhi dengan rutinitas yang menuntut saya untuk terus bergerak, ditambah lagi pakaian keseharian saya tertutup, jelas sekali selalu berkeringat. Easy to bring, easy to use!
  2. Menyegarkan dan harum. Udara kian hari kian panas sehingga keringat terkadang berlebihan. Keringat itu merata di seluruh bagian tubuh tanpa terkecuali sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Lactacyd White Intimate dapat memberikan kesegaran dan kenyamanan meski seharian berkeringat di ‘dalam’ tetap terasa nyaman. Feel comfort!
  3. Aman dan melindungi. Karena telah teruji secara klinis saya rutin menggunakannya selama 2 kali dalam sehari bahkan terkadang jika sedang sangat berkeringat, tidak nyaman atau sedang haid saya menggunakannya lebih dari 2 kali. Sejauh pemakaian, tidak menimbulkan efek samping apapun. Kenapa? karena Lactacyd White Intimate telah teruji secara dermatologi dapat digunakan setiap hari. Safe!
  4. Mencerahkan. Setelah rutin menggunakan Lactacyd White Intimate, saya merasakan  perbedaan yang logis dan signifikan. Saya membuktikan sendiri bagaimana perubahan yang terjadi. Lactacyd White Intimate terbukti klinis mencerahkan area V dalam 4 minggu. I have prove it myself!
  5. Alami. Lactacyd White Intimate mengandung bahan-bahan yang alami yaitu: ekstrak susu, bengkoang dan algo white. Ketiganya memiliki banyak manfaat untuk menyehatkan dan mencerahkan area V. Ada Actipone-B dari bengkoang, ekstrak susu lactoserum dan asam laktat untuk mempertahankan keseimbangan pH alami vagina dan algo white dari alga laut. Back to nature!

Saya kini semakin percaya diri terutama berkat Lactacyd White Intimate. Suami ternyata ‘diam-diam’ sangat memperhatikan dan mengerti kebutuhan saya. Saya juga menceritakan hal baik yang saya rasakan selama menggunakan Lactacyd White Intimate kepada rekan-rekan perempuan sejawat saya. Saya ingin makin banyak perempuan yang sadar akan pentingnya menjaga dan merawat bagian intimnya. Dan yang paling penting adalah saya juga ingin meningkatkan rasa percaya diri mereka, mengajak mereka menghargai diri dengan merawat bagian intim, yang merupakan bagian terpenting bagi seorang perempuan.

WHAY-LACTACYD

Tidak ada kata terlambat. Bagi saya, better try than never. Dalam kasus saya yang sempat hilang rasa percaya diri, tidak ada istilah menyerah dan pasrah. Alhamdulillah, saya sudah membuktikan sendiri perubahan yang lebih baik, lebih cerah dan bersih dengan Lactacyd White Intimate. Karena itu saya berani merekomendasikannya pada perempuan-perempuan lainnya. Ladies, yuk buktikan sendiri?

Persembahan untuk Indonesia dari Desa Tertinggal

perdesaan sehat

Senada dengan dr. Hanibal Hamidi, M. Kes sekaligus inisiator Perdesaan Sehat tersebut, saya kini bisa menerima turun lapang atau istilahnya adalah KKP (Kuliah Kerja Profesi) dengan ikhlas sebagai sebuah kenikmatan. Meskipun sebenarnya itu belum ada apa-apanya dibandingkan pengabdian dr. Hanibal Hamidi, M. Kes atau sosok-sosok sukarelawan lainnya. Tapi saya kini bersyukur pernah sedikit berbuat untuk salah satu desa yang masih belum bisa dikatakan sehat dan sejahtera di Bogor, Indonesia.

Saya dan teman-teman mahasiswa lainnya disebar di seluruh desa yang telah dipilih pihak kampus khususnya Pulau Jawa untuk mengabdi. Ini adalah kali pertama saya akan turun lapang ke salah satu desa di Indonesia untuk bekerja secara profesional sesuai dengan ilmu-ilmu yang telah diterima selama kuliah. Tujuan KKP ini jelas akan membantu mahasiswa semakin siap mental dalam berbagai masalah yang ada di lapangan, bukan hanya mendengar dan mencarikan solusi dari kampus melalui riset semata tetapi inilah waktunya melihat dan bertindak nyata untuk desa tersebut, untuk Indonesia.

Desa Sukajaya, Kecamatan Taman Sari. Desa itu ternyata berada di kota dimana saya kuliah saat itu, yaitu kota Bogor. Sejujurnya saya sendiri belum pernah mengetahui keberadaan desa itu sebelumnya, meskipun saya sudah kuliah hampir 3 tahun di Bogor ketika itu. Angkutan umum hanya lewat hingga pukul 3-4 sore setelah itu tidak akan ada angkutan umum yang melewati jalan menuju desa tersebut. Perjalanan menuju desa pun terbilang lumayan jauh terutama jika sudah mendekati desa, jalanan rusak karena masih tanah yang berbatu. Cukup untuk membuat semua penumpang di angkutan umum bergoyang kesana-kemari sambil menahan sakit. Setelah sampai ke desanya, ternyata asri sekali, pepohonan tumbuh subur dan udaranya sangat sejuk. Benar-benar desa yang indah.

Desa Sukajaya Atas (Dok. Rodame MN)

Desa Sukajaya Atas (Dok. Rodame MN)

Mayoritas penduduk yang tinggal di desa adalah pembuat sendal dan sepatu, sebagian lainnya adalah petani yang memberdayakan lahan di kaki gunung Salak dengan kontur tanah yang keras dan berbatu. Agak sulit memang untuk bertani tetapi sebagian masih mengharapkan hasil bumi dari bagian tanah surga Indonesia itu. Saya dan teman-teman akhirnya tinggal di sebuah rumah yang sederhana, tanpa kasur empuk, dan syukurlah ada WC dan kamar mandi yang memadai. Ini bagian yang terpenting, sanitasi. Tapi lalu saya terkejut setengah mati ketika turun ke penduduk dan mendatangi rumah-rumah warga untuk berkenalan dan sosialisasi, saya melihat rumah yang kami tinggali hanya beberapa dari rumah yang memiliki sanitasi yang baik.

Sisanya, warga memberdayakan air dari gunung, dengan bangunan berukuran 2,5 m x 2,5 m untuk melakukan wudhu, sedangkan untuk mandi dan mencuci mereka ke sungai dan untuk kakus mereka membuat bangunan kecil di sebelah rumahnya, dimana ada ikan-ikan berenang di bawahnya. Di dalam bangunan kecil itulah mereka melakukan aktivitas kakus. Sudah terbayangkan? sayangnya bangunan swadaya warga untuk wudhu tersebut masih kurang layak terutama dari unsur kesehatan. Seperti kurang terurus oleh warga yang menggunakannya.

Jujur saja, saya sedikit bingung bagaimana cara menyampaikannya kepada warga mengenai sanitasi tersebut. Pasalnya, itu sudah mereka lakukan sejak lama dan mereka merasa nyaman dengan kebiasaan tersebut tanpa kuatir masalah kesehatan. Untuk membangun MCK yang memadai di desa tersebut memang tidak mudah, dibutuhkan biaya yang tak sedikit. Ketika kuliah kami tak memiliki kemampuan untuk membangun MCK sebagaimana yang seharusnya. Mengedukasi dan mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan terutama sanitasi adalah hal yang terus-menerus kami lakukan ketika itu.

Sosok Umi 'Sukarelawan Kesehatan' di Desa Sukajaya (Dok. Rodame MN)

Sosok Umi ‘Sukarelawan Kesehatan’ di Desa Sukajaya (Dok. Rodame MN)

Kemudian, saya dan beberapa teman kembali turun lapang untuk membantu kegiatan posyandu. Saya kaget ketika tahu bahwa salah satu sukarelawan tenaga kesehatan di desa ini adalah nenek berusia sekitar 70 tahun. Posyandu di desa ini tidak dilakukan di satu tempat misalnya di balai desa, tetapi kami yang mendatangi warga berkeliling lalu kemudian mengumpulkan warga seperti ibu hamil, menyusui, balita dan manula di salah satu rumah warga untuk kemudian melakukan proses penimbangan balita juga pemeriksaan kesehatan ibu hamil, menyusui dan manula. Nenek yang akrab dipanggil Umi itu ikut berkeliling desa untuk membantu kegiatan posyandu. Bisa dibayangkan bagaimana tulus,  kuat dan hebatnya nenek itu. Dia tidak menerima bayaran apapun, begitu penuturannya. Hanya ikhlas dan ingin membantu warga agar sehat. Begitulah alasannya mengapa mau menjadi sukarelawan di usia yang tak lagi muda. Anak-anak muda lebih banyak fokus bekerja membantu meningkatkan penghasilan sebagai buruh dalam membuat sendal dan sepatu.

Kegiatan Posyandu di salah satu rumah warga desa (Dok. Rodame MN)

Kegiatan Posyandu di salah satu rumah warga desa (Dok. Rodame MN)

Sedihnya lagi, kegiatan posyandu ini masih dianggap buang-buang waktu oleh sebagian warga karena dinilai tidak bermanfaat. Padahal kesehatan itu sangat penting khususnya bagi ibu hamil, menyusui, balita dan manula. Karena itulah mereka diutamakan untuk diperiksa kesehatannya. Selama kami melakukan kegiatan posyandu keliling ini, hanya sedikit yang datang memeriksakan kesehatannya. Meskipun sudah diajak, dibujuk bahkan dijemput ke rumah-rumah warga, tetap saja yang namanya tidak ada kesadaran dari dalam diri ya tidak mau memeriksakan kehamilan dan anaknya ke posyandu. Seorang ibu bahkan terang-terangan menyatakan rasa malas karena harus berjalan menuju posyandu atau ke balai desa untuk mengambil susu tambahan dari pemerintah. Padahal bobot badannya dan anaknya sangat memprihatinkan.

Kegiatan keliling rumah warga desa untuk mengajak ke Posyandu (Dok. Rodame MN)

Kegiatan keliling rumah warga desa untuk mengajak ke Posyandu (Dok. Rodame MN)

Di desa tersebut juga tidak ditemukan adanya seorang bidan desa yang tinggal tetap. Beberapa kali saya berbincang dengan warga, mereka hanya mengenal sosok Umi sebagai tenaga kesehatan. Mereka mengaku jarang dikunjungi oleh bidan desa, padahal setiap posyandu dilakukan selalu ada seorang bidan yang datang. Umi bukanlah seorang tenaga kesehatan dan untuk memeriksa kesehatan secara berkala atau ketika mendadak ada yang terjadi pada warga, mereka biasanya mengandalkan kemampuan sendiri untuk mengobati atau tak jarang memanggil Umi. Jarak yang cukup jauh menuju Puskesmas juga ketakutan pada biaya yang akan dikeluarkan membuat mereka enggan untuk berobat ke pelayanan kesehatan yang lebih memadai.

Masalah sanitasi dan layanan kesehatan seolah-olah menjadi angin lalu bagi warga. Padahal negara dan pemerintah melalui aparat desa punya tanggungjawab yang besar untuk menjadikan warganya sehat dan sejahtera. Tapi karena tidak didukung oleh rasa saling membutuhkan, hanya sepihak saja, jadilah berbagai program dari pemerintah itu tidak sampai dengan maksimal kepada warga. Jika satu desa saja menimbulkan masalah yang seperti itu, bagaimana ceritanya dengan desa-desa lainnya di Indonesia terutama yang masih tertinggal dari segi sanitasi dan layanan kesehatan. Sungguh ini pekerjaan rumah yang besar untuk kita semua bukan hanya untuk pemerintah dan aparat desa. Bahwa masih ada desa di sekitar kita yang masuk dalam kategori desa tertinggal.

Kesehatan kaum ibu dan anak-anak sangat penting mengingat ibu adalah sosok dimana calon penerus generasi bangsa dilahirkan. Jika ibu sehat, anak di dalam kandungan pun akan sehat. Demikian juga dengan balita, penerus masa depan bangsa, jika anak-anak di desa tumbuh sehat maka mereka dapat belajar dan berkembang dengan baik. Seiring dengan hal tersebut akan tercipta generasi penerus yang berprestasi ke depannya. Bukan tidak mungkin orang-orang hebat terlahir dari desa-desa seperti desa Sukajaya tersebut.

Beberapa masukan yang bisa saya berikan untuk mendukung program “Percepatan Pembangunan Kualitas Kesehatan Berbasis Perdesaan di Daerah Tertinggal” adalah 3K :

1. Komunikasi

Lakukan pendekatan kepada warga desa melalui tokoh atau orang yang dihormati di desa tersebut. Dalam kasus ini misalnya Umi. Dimana aparat desa melalui Umi dapat menyampaikan berbagi hal terutama untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap sanitasi yang buruk, kesadaran untuk memeriksakan kesehatan khususnya bagi ibu hamil, menyusui, balita dan manula. Agar tidak ada lagi ibu hamil dan anak-anak yang mengalami gizi kurang maupun gizi buruk.

2. Koordinasi

Agar berbagai program pembangunan kualitas kesehatan di desa dapat berjalan dengan lancar diperlukan koordinasi dari pusat ke desa hingga ke warga desa dengan baik. Berbagai informasi harus dipastikan sampai dan dilaksanakan dengan baik oleh warga bukan cuma sekedar wacana semata. Warga lebih baik dilibatkan sehingga mereka paham dan saling bergotong royong untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya kesehatan.

3. Konsultasi

Warga desa sepertinya tidak memiliki tempat untuk mencurahkan segala permasalahannya khususnya yang terkait biaya. Biaya untuk berobat, biaya untuk membangun sanitasi yang baik biasanya menjadi alasan mengapa mereka masih hidup dalam keadaan yang kurang baik itu. Sepertinya pihak dari pusat harus memastikan anggaran untuk membangun desa dalam meningkatkan kualitas kesehatan berjalan semestinya. Jika memang tidak sesuai atau belum terlaksana, berikan ruang untuk warga desa dapat berkonsultasi dan menyampaikan opininya.

Saya rasa ketiganya baik komunikasi, koordinasi dan konsultasi bisa menjadi langkah-langkah terdekat menuju Percepatan Pembangunan Kualitas Kesehatan Berbasis Perdesaan di Daerah Tertinggal. Kerjasama dan gotong-royong dalam membangun kualitas kesehatan di desa adalah cara yang mujarab untuk meraih impian tersebut. Karena seperti kita ketahui bersama, adanya Perdesaan Sehat merupakan realisasi dari kebijakan Percepatan Pembangunan Kualitas Kesehatan Berbasis Perdesaan di Daerah Tertinggal. Perdesaan Sehat dikembangkan untuk menjadi bagian dari program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT). Kebijakan Perdesaan Sehat tersebut juga dicanangkan secara resmi oleh KPDT bersama Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) pada kegiatan “Desa Sejahtera” yang bertempat di Entikong, Kalimantan Barat tanggal 20 Desember 2012 silam. Menuju 2 tahun sudah kegiatan tersebut berjalan dan kita semua berharap akan semakin banyak desa tertinggal yang tertolong ke depannya.

Adapun 5 pilar Perdesaan Sehat adalah:

5 Pilar Perdesaan Sehat (sumber : perdesaansehat.or.id)

5 Pilar Perdesaan Sehat (sumber : perdesaansehat.or.id)

Jelas sekali dasar dari Perdesaan Sehat ada 4 hal yaitu : ketersediaan, keterjangkauan, keberterimaan dan berkualitas. Sedangkan tiangnya ada 5 hal yaitu : Dokter puskesmas, bidan desa, air bersih, sanitasi dan gizi. Pada kasus desa Sukajaya di Bogor, kelima pilar tersebut jelas belum terpenuhi artinya desa tersebut masih jauh dari kata sehat dan sejahtera. Saya bahkan baru tahu bahwa ternyata desa tertinggal itu masih berada dekat dengan saya, di hadapan saya dan kita semua. Kita harus bekerjasama untuk menyehatkan dan menyejahterakan desa tertinggal ini.

Semoga saja dengan adanya sosialiasi melalui lomba blog yang diadakan oleh perdesaansehat.or.id ini, semakin banyak warga Indonesia yang mampu berbagi informasi seputar pogram perdesaan sehat menuju “Percepatan Pembangunan Kualitas Kesehatan Berbasis Perdesaan di Daerah Tertinggal”. Agar program-program baik seperti Perdesaan Sehat ini dapat sampai kepada seluruh warga di Indonesia. Ini adalah tugas kita bersama, mari kita peduli untuk Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.

Tulisan ini diikutsertkaan dalam Kompetisi Penulisan Blog Perdesaan Sehat 2014

image1

Aksi Sehat 5 Menit, Anak pun Terlindungi

Dulu memang ada yang pernah bilang kalau mau masak sayuran terutama untuk anak harus ekstra bersih. Sebaiknya dicuci berulang kali dengan air mengalir. Lama-kelamaan sepertinya nasehat itu tidak praktis sama sekali. Bayangkan saja banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan di rumah, jika menghabiskan lebih dari 5 menit hanya untuk mencuci, membilas hingga buah dan sayur siap disajikan atau dimasak, lalu bagaimana dengan nasib pekerjaan lainnya yang menumpuk. Bagaimana kalau dicuci pakai sabun? Eitsss, hati-hati karena tidak semua sabun aman untuk makanan, makanya saya tidak mau ambil risiko mencucinya pakai sabun. Bukannya sehat malah menimbulkan masalah baru yaitu penyakit.

Masalah lainnya adalah, fakta yang menyebutkan bahwa konsumsi buah dan sayur orang Indonesia itu masih kurang dan masih jauh dari target yang seharusnya. Padahal tubuh kita perlu konsumsi sayur dan buah 400 gr sehari. Mungkin saja karena merasa buang-buang waktu dalam memakan buah dan sayuran dimana prosesnya harus dicuci berulang kali itu membuat repot, kegiatan memakan buah dan sayuran yang tadinya menyenangkan dan menyehatkan malah bikin orang-orang malas mengkonsumsi buah dan sayuran. Terkesan merepotkan dan tidak praktis. Apalagi dengan gaya hidup sekarang ini dimana kita dituntut harus cepat dan tepat, maka memang kebiasaan mencuci berulang kali yang ternyata juga belum tentu bersih atau mencuci dengan sabun yang tidak aman untuk makanan itu harus diganti dengan Aksi Sehat 5 menit dari Mama Lime Anti Bacteria.

Kenapa harus pakai Mama Lime Anti Bacteria?

Karena Mama Lime yang sifatnya cair atau liquid mengandung food grade Antibacterial Agent yang sangat efektif dalam membunuh bakteri. Efektif juga menghilangkan residu akibat penggunaan pestisida pada buah dan sayuran hingga 99 % dan membuatnya higienis jauh lebih bersih. Benar-benar bersih!

Variannya ada 2 :

Ilustrasi ole Rodame MN (sumber gambar : lionwings.com)

Ilustrasi ole Rodame MN (sumber gambar : lionwings.com)

Saya tertolong sekali dengan adanya Mama Lime Anti Bacteria ini. Tadinya memasak untuk anak terasa repot sekali, karena memang harus ekstra hati-hati dan ekstra bersih mengingat perutnya masih belum toleran dengan berbagai bakteri dari berbagai makanan. Kejadian rawat inap di rumah sakit beberapa waktu yang lalu membuat saya jadi lebih berjaga-jaga dalam mengolah bahan pangan untuknya termasuk buah dan sayuran. Kata Dokter, ada bakteri jahat di perut anakku. Tetapi berkat Aksi Sehat 5 Menit Mama Lime Anti Bacteria, semua jadi lebih praktis, cepat dan yang terpenting higienis. Hanya dengan 5 menit semua buah dan sayuran untuk keluarga terutama anak, siap disajikan dan dikonsumsi. Bahkan anak saya kegirangan kalau melihat ibunya melakukan Aksi Sehat 5 Menit dengan Mama Lime Anti Bacteria di dapur, dia ikut mencuci, membilas, menyajikan sampai mengkonsumsinya dengan lahap. Jika anak suka makan buah dan sayuran itu rasanya senang tak terkira. Apalagi sekarang tidak kuatir akan bakteri dari buah dan sayuran, 99 % bersih total. Dengan perlindungan New Bioguard Formula di Mama Lime Anti Bacteria yakin semua bersih.

Yuk, lihat Aksi Sehat 5 Menit-ku dan anakku bersama Mama Lime Anti Bacteria berikut ini :

Dok. Rodame MN

Dok. Rodame MN

Belum puas hanya melakukan Aksi Sehat 5 Menit, anakku pun siap melahapnya :

Nyam nyam Enak....anakku sedang makan apel (Dok. Rodame MN)

Nyam nyam Enak….anakku sedang makan apel (Dok. Rodame MN)

Anakku memang suka sekali buah apel, bila semua buah sudah dibersihkan dengen Mama Lime Anti Bacteria maka saya pun jadi tenang. Melihatnya menikmati makan buah apel sangat bahagia. Dengan begini saya juga tidak kuatir jumlah konsumsi buahnya kurang. Setelah memberikannya buah, saya pun bersiap melakukan Aksi Sehat 5 Menit berikutnya untuk makan siangnya.

Menyiapkan sayuran capcay tahu kuah kesukaannya (Dok. Rodame MN)

Menyiapkan sayuran capcay tahu kuah kesukaannya (Dok. Rodame MN)

Sekejab, sayuran bersih dan yang paling saya suka adalah tidak tercium bau bekas sabun sama sekali. Sayuran terlihat segar dan sehat, siap untuk dimasak. Dan, inilah hasilnya :

Capcay tahu kuah dengan nasi siap dilahap anakku (Dok. Rodame MN)

Capcay tahu kuah dengan nasi siap dilahap anakku (Dok. Rodame MN)

Syukurlah, sekarang ada yang perduli terhadap kesehatan kita terutama untuk anak. Mama Lime Anti Bacteria berhasil memberikan saya kemudahan dan ketenangan. Anak sehat, Ibu pun senang.

Nah, bagaimana dengan Ibu-ibu yang lain?

Yakin buah dan sayuran di rumah sudah bersih dan bebas bakteri hingga 99 %?

Kalau belum, beralihlah ke Mama Lime Anti Bacteria dan nikmati kebahagiaan sebagai ibu bersama keceriaan si kecil

Mari saya perkenalkan dengan Mama Lime Anti Bacteria yang baru varian “Green Tea”, aromanya menyenangkan, hasilnya menyehatkan :

Tulisan ini asli karya penulis dan sedang diikutsertakan dalam

MAMA LIME ANTI BACTERIA #AS5M Blogger Competition

bannermamalime

Awali Dengan yang Manis, Akhiri dengan yang Fantastis

“dug…dug…dug….”

Bunyi bedug adzan magrib pertanda berbuka puasa telah tiba. Seharian berpuasa penuh dengan aneka rasa, senang, sedih, lelah, bahagia dan syukur. Terlebih-lebih ketika tubuh sedang tidak sehat seperti sekarang ini. Menuju 10 hari di akhir bulan ramadhan tahun ini, saya bersyukur karena masih diberi kesehatan dan berbagai kenikmatan yang tiada terkira. Meskipun aktivitas di rumah banyak tetapi menjalankan puasa dengan hati yang ikhlas dan senang membuat semua terasa ringan dan mudah terlewati.

Sama seperti hari ini, seperti biasa saya dan keluarga selalu berbuka dengan yang manis. Ya, mengawali buka puasa dengan yang manis adalah keharusan apalagi setelah seharian penuh kita tidak mengkonsumsi apa-apa, maka makanan yang manis adalah awal yang baik untuk menjaga lambung kita sehat karena dengan memakan yang manis lebih dulu maka lambung dapat mengolah makanan dengan baik dan tidak berat, sehingga cepat diserap oleh tubuh. Makanan manis lebih mudah dicerna, terutama yang alami seperti buah kurma. Tiga buah kurma sebagai pembuka di awal dilanjutkan dengan makanan manis lainnya. Maklum saya memang sangat suka dengan makanan yang manis.

Tadaaa….. buah kurma ‘makanan manis alami’

Dok. Rodame MN

Dok. Rodame MN

Saya memang memiliki kebiasaan makan makanan manis setiap hari, apalagi ketika puasa bulan ramadhan seperti sekarang ini, ada banyak berkah yang datang ke rumah termasuk makanan. Atau mungkin karena saya yang sudah berperilaku manis 🙂 apapun itu yang jelas beberapa hari yang lalu adik ipar membelikan saya dan keluarga brownies coklat kesukaan saya. Nikmat sekali rasanya, jadilah ketika berbuka tiba, brownies pun menjadi makanan manis kedua yang saya incar setelah makan buah kurma.

Kira-kira beginilah penampakan brownies coklatnya :

Dok. Pribadi

Dok. Rodame MN

Masih belum puas makan makanan manis yang kedua. Jelang beberapa jam kemudian, saya ambil laptop sambil ngeblog, makan biskuit coklat lagi. Nah, ini paling seru bisa sambil makan, sambil santai jagain anak, sambil ngetik sedikit-sedikit. Biar energi terus ada dan semangat menulis terus meningkat. Coklat memang dipercaya mampu meningkatkan energi dan semangat. Jadi, tidak ada salahnya mengkonsumsi biskuit coklat sebelum mengakhiri malam ini menuju sahur di pagi hari nanti.

Ini dia biskuit coklat yang menemaniku saat santai sebelum menutup malam :

manis2ok

Dok. Rodame MN

Lengkap sudah hari ini, sudah berpuasa dengan lancar dan sudah berbuka dengan yang manis. Eitss, meski malam ini sudah ditutup dengan makanan yang manis juga saya tidak takut gigi saya sakit, kotor atau berbau mulut apalagi besok akan lanjut puasa lagi. Malam ini belum tuntas sebelum diakhiri dengan yang tidak kalah fantastisnya yaitu : SYSTEMA NANO.

Pasangan yang Serasi (Dok. Rodame MN)

Pasangan yang Serasi (Dok. Rodame MN)

SYSTEMA NANO, satu-satunya pasta gigi dengan sistem nano pertama di Indonesia yang mampu membuat gigi kita lebih bersih, tetap kuat dengan nafas yang lebih segar dan tahan lama. Menyikat gigi dengan SYSTEMA NANO menthol breeze, sebagai pertanda berakhirnya malam ini menuju sahur di keesokan hari.

Sssttttt, kalau yang di bawah ini, makanan manis untuk mengawali sahur besok ‘roti dengan whipped cream dan meses’:

Dok. Rodame MN

Dok. Rodame MN

Oke simpan dulu makanan manis buat mengawali besok hari, dan sekarang saya lanjutkan lagi penjelasan tentang pasta gigi pilihan saya. SYSTEMA NANO dari PT Lion Wings ini meski masih tergolong baru di Indonesia tetapi perusahaan ini berada di bawah lisensi LION CORPORATION di Jepang sehingga sangat terpercaya dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut terutama selama berpuasa seperti di bulan ramadhan ini. Seperti kita ketahui, Jepang memang sangat hebat dalam hal teknologi dan inovasi, jadi saya pun tidak ragu akan kemampuan produk-produknya termasuk SYSTEMA NANO. Terdapat 3 kandungan pada SYSTEMA NANO yang sangat baik untuk gigi kita:

1. Nano Calcium

Berfungsi mencegah dan membantu memperbaiki gigi yang berlubang (karies dini) dalam 2 minggu pemakaian .

2. Erythritol

Berfungsi membantu mengurangi plak di gigi secara efektif lebih cepat dibandingkan pasta gigi biasa.

3. Micro Foam

Menghasilkan busa-busa berukuran mikro yang mempercepat penyebaran Nano Calcium dan Erythritol hingga ke sela-sela gigi, untuk mulut bersih, tetap sehat dan terlindungi secara menyeluruhdari gigi berlubang.

Seperti video di bawah ini, mari edukasi anak-anak kita sejak dini untuk sikat gigi 2 kali sehari dengan pasta gigi terbaik SYSTEMA NANO’

Lega sekali rasanya, karena menemukan solusi untuk menjaga kesehatan gigi saya. Sekarang makan makanan yang manis tidak perlu ragu dan takut gigi sakit. Kan ada SYSTEMA NANO, yang menjaga gigi dengan fantastis.

Dok. Rodame MN

Dok. Rodame MN

Yuk beralih ke SYSTEMA NANO, dan rasakan perbedaannya!

Berawal dari yang manis dan diakhiri dengan yang fantastis!

Tulisan ini asli karya penulis dan sedang diikutsertakan dalam

SYSTEMA BLOG COMPETITION

bannersystemanano

Sudahkah Air Minum Anda Layak Dikonsumsi?

Tidak ada seorang pun di muka bumi ini bahkan mahkuk hidup lainnya mampu bertahan hidup tanpa air. Hal ini sudah jelas sekali membuktikan bahwa keberadaan air di muka bumi ini tidak bisa dianggap remeh. Air dibutuhkan oleh tubuh kita dalam jumlah yang besar, dimana  air membentuk sekitar 50-80 persen massa tubuh sehingga sangat penting dalam membantu menjaga keseimbangan mineral di dalam tubuh [1].

komposisi air dalam tubuh manusia ilustrasi rodame

Komposisi Air dalam Tubuh Manusia

Bisa dibayangkan jika air yang kita minum jumlahnya tidak memenuhi kebutuhan tubuh kita maka keseimbangan mineral di dalam tubuh menjadi terganggu. Karenanya harus seimbang antara berapa jumlah yang dikeluarkan saat buang air kecil dengan jumlah air minum yang kita konsumsi, jika tubuh kita kekurangan kandungan air sebanyak 4 liter saja dalam satu hari maka akan berbahaya bagi tubuh dan berdampak pada penurunan kapasitas fisik [2]. Kita patut waspada jika kita sudah mulai merasa daya ingat menurun, mudah bingung, mudah cemas, sakit kepala, mudah lelah karena bisa jadi hal tersebut adalah akibat kekurangan konsumsi air minum. Tentu ini sangat tidak nyaman untuk kita, karena semua aktivitas menjadi terganggu dan bukan tidak mungkin kita menjadi tidak produktif akibat konsumsi air minum yang kurang.

Akibat terburuk dari dehidrasi bahkan bisa menyebabkan kematian. Ternyata bukan jumlah air yang diminum saja yang penting, melainkan juga yang terpenting adalah standar kualitas air minumnya yang harus layak dikonsumsi.

3

Informasi tersebut membuat saya benar-benar waswas, karena saya juga punya anak dan keluarga yang wajib saya lindungi dan jaga kesehatannya di rumah.

Akhirnya saya mencari solusi air minum kemasan yang saya anggap lebih layak untuk dikonsumsi. Saat ini memang banyak beredar  air  minum  dalam  kemasaan (AMDK) di masyarakat sehingga menyulitkan pelacakan dan pengawasan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Parahnya ternyata AMDK yang banyak beredar justru jauh dari kata aman dan menyehatkan. Sungguh ironis sekali, di tengah-tengah kepercayaan masyarakat untuk mengkonsumsi air minum aman sebaliknya oknum yang tidak bertanggungjawab justru memanfaatkan momen ini untuk memproduksi AMDK yang tidak memenuhi standar kualitas air minum yang layak dikonsumsi. Sebuah penelitian bahkan mengemukakan bahwa AMDK yang beredar dipasaran kebanyakan tidak memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan oleh WHO [3]. Lagi-lagi saya semakin kuatir dengan fakta ini.

pureitmarvella

Minimnya informasi termasuk di televisi, koran dan blog juga menjadi penyebab saya kesulitan memperoleh informasi mengenai syarat air minum yang layak dikonsumsi. Informasi di blog yang bersifat mengedukasi masyarakat dalam memilih air minum yang layak dikonsumsi pada dasarnya sangat penting karena paling tidak dapat membantu mengurangi jumlah masyarakat yang menjadi korban dari ketidaktahuan tersebut. Oleh karena itulah, Kementerian Kesehatan juga sangat serius dalam menanggapi masalah standar air minum yang layak dikonsumsi ini sehingga mengeluarkan Peraturan Kementerian Kesehatan. Menurut Permenkes no. 492 tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait syarat air minum yang layak dikonsumsi agar air minum aman bagi kesehatan adalah :

2014-06-17_1015222014-06-17_1016352014-06-17_1018172014-06-17_101930

Jika salah satu saja dari syarat tersebut di atas tidak terpenuhi maka sudah bisa dipastikan bahwa air tersebut tidak layak dikonsumsi. Tentu yang paling mudah untuk medeteksi dini apakah air minum di rumah layak dikonsumsi adalah dari ‘bau’ sebab ‘rasa’ itu relatif dan berbeda tiap orang tetapi kalau ‘bau’ tentu sangat mudah dideteksi oleh indra penciuman kita. Kita patut waspada jika air minum di rumah ternyata berbau.

air minum tidak boleh berbau

FAKTA LAINNYA ADALAH:

2

Pada tahun 2010, cakupan pelayanan air minum di Indonesia baru mencapai 46 persen, sementara target MDGs di 2015 Indonesia harus sudah mencapai 68,87 persen [4]. Ini sangat memprihatinkan, tak heran banyak perusahaan yang tak bertanggungjawab tega menjual air minum isi ulang maupun kemasan yang bersumber dari air yang tidak layak untuk dikonsumsi demi meraih keuntungan semata dan lagi-lagi masyarakat yang tidak mengetahuinya menjadi korban.

Berbicara soal sumber air minum, bahkan saya yang hidup di kota Bogor di sebuah kompeks perumahan saja tidak luput dari ketidakamanan sumber air minum. Di komplek tempat saya tinggal hampir semua menggunakan air sumur, meskipun di lingkungan sekitar saya ada juga yang menggunakan air ledeng. Tentu saja segala kebutuhan hidup termasuk air minum mengandalkan kedua sumber air tersebut. Kasus yang terjadi pada saya sendiri cukup memilukan. Entah sudah berapa kali saya harus membersihkan pipa sedotan pada sumur yang hampir selalu tersumbat oleh tanah lumpur sehingga tak jarang kami harus menggunakan air sumur yang warnanya kecoklatan, kekuningan, keruh, kotor dan berbau. Bukan cuma biaya saja yang harus dikeluarkan dalam jumlah besar tetapi juga bisa-bisa kesehatan menjadi taruhannya akibat dari ketidakyakinan saya akan kualitas air yang dihasilkan sumur di rumah. Ini sungguh tidak nyaman sama sekali.

Setelah berulang kali dibersihkan barulah air sumur cukup jernih. Sekali lagi cukup jernih, tidak bisa sepenuhnya jernih seperti harapan saya, tidak jarang saya masih menemukan material lain yang tersedot dengan ukuran yang kecil dan halus hingga yang kasat mata. Saya pikir sudah tidak ada masalah setelah air berubah warnanya sampai akhirnya saya terkejut karena menemukan ada makhluk hidup seperti cacing (saya tidak tahu pastinya apa itu) yang tersedot dan masuk ke dalam tempat penampungan air minum kami sekeluarga. Bertambah lagi ketidaknyaman saya. Karena meskipun sudah dimasak, saya juga tidak yakin apakah kuman sudah 100 % hilang. Lalu, saya putuskan untuk menggunakan air isi ulang yang terpercaya guna menjaga asupan air minum yang aman dan sehat di rumah. Namun ternyata cukup repot karena harus mengangkat galon bulak-balik ditambah lagi memakan biaya yang sangat boros. Buat saya, sebagai ibu rumah tangga yang repot mengurus sana-sini itu sangat tidak praktis.

Berikut ini kondisi air sumur di rumah saya yang secara tidak sengaja menemukan kotoran dan cacing di dalamnya:

Dimanapun kita berada, ternyata sumber air minum yang ada saat ini masih jauh dari aman dan sehat. Kasus material lain dan cacing pada sumber air minum di rumah saya bisa jadi bukti bahwa ternyata masih cukup sulit memperoleh air minum yang layak diminum sesuai standar yang ditetapkan baik oleh Kementerian Kesehatan maupun WHO. Setelah melakukan pencarian informasi di internet, saya menemukan informasi bahwa sebenarnya air sumur maupun air ledeng bisa menjadi air minum yang layak dikonsumsi dengan menggunakan pemurni air. Salah satu alat yang mampu mengubah air keran di rumah menjadi air minum yang aman adalah Pure it. Ada dua jenis Pure it yang bisa digunakan di rumah Pure it Classic dan Pure it Marvella. Namun saya sangat tertarik dengan Pure it Marvella. Namanya modern dan sepertinya canggih sekali.

Pure it Marvella adalah pemurni air berteknologi UV pertama di Indonesia yang dapat mengubah air keran menjadi air minum. Pure it Marvella sangat mendukung gaya hidup modern yang mementingkan kepraktisan [5].

Lalu Bagaimana Cara Pure it Marvella Mengubah Air di Rumah menjadi Aman Diminum?

Pure it Marvella bekerja dengan teknologi canggih 4-tahap pemurnian air (water purifier)untuk menghasilkan air yang benar-benar aman dan terlindungi sepenuhnya dari bakteri dan virus.

Dimana di dalam keempat tahap pemurnian air tersebut terdapat:

1.      Filter Sedimen : Menghilangkan kotoran yang terlihat
2.      Filter Karbon Aktif : Menghilangkan parasit, pestisida, klorin, rasa dan bau
3.      Filter Sedimen Plus : Menghilangkan partikel karbon dan kotoran lainnya
4.      Sinar UV IntensitasTinggi 11 Watt : Menghilangkan parasit, virus, dan bakteri berbahaya

Pure it Marvella memiliki perangkat pembunuh kuman (GKK) yang diganti setelah memurmikan 3000 liter air. Sementara itu lama waktu penggantian memang sangat tergantung pada banyaknya konsumsi air di rumah. Tentu saja setiap rumah akan bervariasi dalam lama penggantian GKK-nya.

 Mengapa Harus Pure it Marvella?

1. Mampu melindungi kita dari kuman berbahaya: Pure it Marvella sudah memenuhi kriteria ketat EPA (Environmental Protection Agency) Amerika Serikat dan juga sudah teruji di Scottish Parasite Diagnostic Laboratory Glasgow Inggris, London School of Hygiene and Tropical Medicine, dan Unilever Laboratory.

2. Nyaman Pure it Marvella terhubung langsung ke pipa air dengan sistem autofill/ pengisian otomatis, sehingga sangat praktis tanpa harus melakukan pengisian ulang. Tetapi ini sangat nyaman sekali, karena setelah 3000 liter air dikonsumsi baru mengganti kembali GKK-nya. Misalkan di rumah ada 4 orang, dan tiap orang minum 1,5 liter sehari maka GKK bisa diganti setelah 2000 hari atau sekitar 66 bulan lebih atau 5 tahun lebih. Selama itu kita bisa terus mengkonsumsi air minum yang aman.

3. Hemat dan Praktis

Bayangkan bagaimana jadinya jika kita membeli air minum isi ulang yang banyak beredar sekarang ini yang tidak jelas keamanannya. Selain boros juga sangat membahayakan kesehatan keluarga. Tentu saja kita tidak mau hal buruk menimpa keluarga kita, karena kesehatan itu kan mahal. Yuk, kita lihat bagaimana hitung-hitungan penghematannya jika menggunakan Pure it Marvella:

Penghematan per tahun jika memakai Pure it Marvella sebesar Rp 225.000,- sampai Rp 1.750.000,-. Penghematan tersebut luar biasa, bagi ibu rumah tangga yang mengelola keuangan rumah tangga seperti saya, maka dalam jangka panjang Pure it Marvella memberikan penghematan yang sangat signifikan dibandingkan harus membeli air isi ulang terus-menerus.

4. Memiliki Fitur Menarik

5. Tersedia layanan purna jual

Bahkan bagi pembeli yang sudah pernah memiliki Pure it Marvella, tersedia juga layanan purna jual. Menurut saya ini akan sangat berharga bagi para pembeli. Dengan keempat layanan berikut ini, saya sangat yakin para pembeli pasti sangat puas dan tidak akan beralih ke pemurni air lainnya.

– Pemasangan GRATIS : Pure it Marvella akan dipasang oleh teknisi Pure it yang berpengalaman tanpa dikenakan   biaya pemasangan.

– Sebelum dipasang sumber air di rumah akan dicek terlebih dahulu untuk pengecekan dasar.

– Diberikan Garansi 1 tahun

– Unilever memberikan jaminan garansi 1 tahun untuk kerusakan dari pabrik.

2014-06-17_195336

Sekarang, dengan keberadaan Pure it Marvella, kecemasan saya berkurang. Karena ternyata, saya tidak harus pindah rumah untuk menemukan rumah dengan sumber air yang sesuai dengan standar kualitas air minum yang layak dikonsumsi. Cukup dengan Pure it Marvella saja, maka saya dan semua anggota keluarga bisa terlindungi dari kuman dan berbagai penyakit yang mungkin datang dari air sumur di rumah. Lega sekali rasanya karena saya sudah menemukan solusi agar air sumur di rumah layak untuk diminum.

Oh iya, sebagai informasi tambahan, ternyata di India Pure it Marvella merupakan pilihan water purifier NOMOR SATU loh, kalau tidak percaya coba lihat video berikut ini:

Nah, sekarang bagaimana dengan anda?

SUDAHKAH AIR MINUM ANDA LAYAK DIKONSUMSI

Sumber Referensi:

[1] http://health.detik.com/

[2] http://hot.detik.com/

[3] http://repo.eepis-its.edu/269/1/7107030037_m.PDF

[4] http://litbang.depkes.go.id/

[5] http://lombablogpureit.blogdetik.com/

[6] http://www.pureitwater.com/ID/

[7] http://pppl.depkes.go.id

Tulisan ini asli karya penulis sendiri dan sedang diikutsertakan dalam

LOMBA BLOG PURE IT bersama BLOGDETIK

Air layak minum pure it