Ungkapan Cinta Tuk yang Tersayang

Sosok ini adalah sosok yang banyak menginspirasi saya hingga saat ini. Sosok yang tegas, sosok yang sedikit bicara namun banyak memerhatikan. Saya tumbuh dalam kawalannya. Masa kecil saya adalah masa kecil yang dimanjakan oleh cintanya dan dilengkapi oleh tangis karena ketegasannya. Sebagai seorang anak perempuan pertama dalam keluarga, saya memahami betul kenapa ia begitu tegas dalam membesarkan saya. Bukan karena ia kejam, bukan pula karena ia telah lupa bahwa saya adalah seorang perempuan. Tapi justru karena ia telah lebih dulu terlahir di dunia, ia telah lebih dulu mencicipi pahit manis kehidupan ini dan ia telah lebih dulu mengambil keputusan dalam memilih berbagai alternatif solusi di kehidupan ini dibandingkan saya. Makin kesini, saya makin menyadari, itulah caranya mendidik saya, itulah caranya mempererat hubungan kami. Kami punya cara sendiri mengungkapkan rasa sayang kami. Sosok itu adalah ayah. Bahkan saya pernah membuat video ungkapan sayang saya untuk ayah ketika memperingati hari ayah.

Sewaktu kecil, kami sering bepergian ke luar kota. Saya selalu duduk bersama ayah bahkan sepanjang jalan kami bergandeng tangan. Ayah selalu bisa menjawab semua kecerewetan dan rasa ingin tahu saya yang kadang berlebihan. Ketika tangan kiri saya sakit, ayah yang membantu saya membersihkan tubuh mungil saya. Ayah juga membantu saya menyelesaikan PR dari sekolahan terutama PR Matematika. Ayah dan selalu ayah, yang bahkan kalau nilai rapor di sekolah jelek juga tak pernah menekan saya, justru memotivasi saya sampai saya malu sendiri.
Ketika saya beranjak remaja, ayah terkadang menguji saya dengan membiarkan saya memilih sendiri apa yang saya kehendaki dan apa yang saya mau untuk diri saya sendiri. Silih berganti telepon rumah berdering, dan gadis remaja ayah ternyata sudah masuk pada masa puber. Semua orang tentu mengalami masa tersebut. Ayah, setiap kali telepon rumah berdering duduk di kursi belakang persis di belakang kursi saya menerima telepon. Meski tidak meminta saya menutup telepon karena di ujung telepon itu adalah remaja laki-laki, ayah hanya diam, mendengarkan pembicaraan kami dan sesekali bulak-balik ke dapur, ke kamar kecil atau menonton TV dengan suara yang pelan. Sesekali saya mengintip ayah sedang apa dan tersipu malu sambil takut, karena kuatir ayah mendengarkan pembicaraan kami. Kemudian, setelah selesai telepon ditutup, ayah langsung memanggil saya dan kami bicara empat mata. Pesan ayah singkat, jelas dan padat.
“Boru (panggilan untuk anak perempuan di suku Batak), kalau mau ketemuan dengan teman laki-laki, ke rumah ini saja”, ucap ayah dengan tegas.
“iya, Yah? Apa boleh mereka ke rumah?”, tanya saya lebih lanjut.
“Jusru di rumah lebih baik karena ayah bisa sekalian kenalan sama teman-temanmu”, jawab ayah dengan tersenyum.
Setelah pembicaraan empat mata dengan ayah itu, saya takjub dengan ayah. Saya malah senang meski sedikit takut dan deg degan juga. Senang karena ternyata ayah tidak pernah melarang saya berteman dengan siapapun (karena dari dulu ayah memang tidak membatasi saya berteman dengan agama, suku, ras yang berbeda). Takut karena kuatir ayah mengusir teman-teman saya karena perilaku mereka yang kurang mengenakkan atau mungkin ayah akan duduk terus sambil mendengarkan pembicaraan kami. Tidak beranjak kemanapun hingga teman-teman saya pamit pulang.
Pernah juga suatu waktu, saya izin menginap di rumah sahabat perempuan saya di kota Medan, yang jaraknya lumayan jauh dari rumah, sekitar 2-3 jam dari tempat tinggal saya. Ayah memberikan izin dan meminta saya untuk terus mengabari keadaan saya setibanya disana. Ibu saya justru kurang mengizinkan namun sebaliknya ayah malah memberi kepercayaan. Saya justru makin waspada karena harus menjaga kepercayaan yang diberikan oleh ayah. Saya selalu merasa hepi karena pada akhirnya keputusan ayah selalu berakhir baik untuk saya.

Hepi Bertemu Ayah (Dok.Rodame)

Ayah juga selalu berusaha memberikan apa yang saya inginkan, termasuk keinginan saya membeli komputer, keinginan saya membeli barang-barang kesukaan saya seperti tas, sepatu, pakaian, handphone, bahkan memenuhi keinginan saya untuk travelling ke beberapa tempat dimana sahabat saya berada. Setelah duduk di bangku kuliah, ayah justru makin memperbesar kepercayaannya pada saya dan selalu menghargai pilihan saya. Tak jarang ayah memberikan hadiah ulang tahun pada saya, meski saya tak pernah memintanya. Kadang ayah mengajak saya ke pasar, lalu tiba-tiba meminta saya memilih apa yang saya suka, seperti cincin yang melingkar di jari tengah kiri saya ini, hadiah istimewa dari ayah sejak kepulangan saya dari program magang kerja di Jepang. Tahun 2010, ayah memberikan hadiah cincin pilihan saya, sambil memeluk saya dan mengatakan betapa ia menyayangi saya sampai kapanpun. Hadiah itu adalah hadiah termanis dari ayah yang membuat saya sangat bahagia dan selalu melekat di jarinya.

Hadiah Cincin dari Ayah-elevenia-rodame-com

Hadiah Cincin dari Ayah yang Bikin Hepi dan Bahagia (Dok.Rodame)

Seumur-umur sepertinya saya jarang memberikan hadiah kejutan untuk ayah. Karena saya selalu merantau dan setelah menikah praktis semakin jarang bertemu ayah. Saya kini tinggal bersama suami, anak-anak dan keluarga mertua saya di Padangsidimpuan. Terkadang mata saya tak sengaja memandang cincin yang melingkar di jari tengah saya dan saya langsung ingat ayah, ayah dan ayah. Semenjak ibu pensiun tahun 2016, ayah kini kesibukannya masih ke kantor sedangkan ibu rajin ke kebun dan menghabiskan waktu disana. Kesehatan ayah kini menurun. Ayah yang dulunya aktif kini mudah sekali kelelahan bahkan ketika beberapa waktu yang lalu kami bertemu, ayah nampak kurang bersemangat dan sesekali terlihat kelelahan mengejar cucunya yang aktif berlarian kesana kemari.

Ayah Kewalahan Menjawab Semua Pertanyaan Cucunya (Dok.Rodame)

Melakukan perjalanan jauh ke Padangsidimpuan, ayah bahkan hampir pingsan di tengah jalan. Saya sedih mendengarnya. Bukan sekali ini ayah drop begitu, sudah beberapa kali dan itu membuat saya selalu memikirkan kesehatan ayah. Ingin rasanya selalu ada disamping ayah, memijat-mijat kakinya dengan air rendaman garam, membuatkannya minuman terutama ketika ia sedang dalam keadaan kurang sehat seperti sekarang ini.
Karena itulah, saya ingin sekali memberi hadiah berupa produk kesehatan yaitu suplemen kesehatan dan alat kesehatan untuk ayah. Masalah jantung ayah yang kerapkali sakit dan badan yang lemah, saya ingin memberikan hadiah BlackMores COQ10, untuk dikonsumsi ayah sehingga dapat menjaga fungsi dan kesehatan jantung ayah. Krim untuk dioleskan ke bagian tubuh ayah yang pegal-pegal. Ditambah lagi tekanan darah ayah juga yang kadang naik dan tidak normal. Karena itu, saya juga ingin memberikan ayah alat pengukur tekanan darah atau tensi (wrist blood pressure) agar ayah bisa kapan saja mengecek tensinya dengan penggunaan yang mudah. Saya sangat ingin melihat ayah sehat agar ayah selalu hepi dan bahagia sama seperti ayah yang selalu berusaha menceriakan dan mewarnai hari-hari dan masa kecil saya yang tak terlupakan.

Syukurlah semua hadiah yang saya ingin berikan untuk ayah itu tersedia di elevenia, saya tinggal order dan minta dikirimkan langsung ke alamat ayah. Saya selalu hepi dengan kemajuan teknologi informasi dan internet seperti sekarang ini, saya bisa membahagiakan orang yang disayang kapan saja dan darimana saja berkat e-commerce elevenia.

Bisa Belanja Online Kapan Saja Darimana Saja untuk Dikirim ke Ayah-elevenia-rodame-com

Bisa Belanja Online Kapan Saja Darimana Saja dengan Elevenia untuk Dikirim ke Ayah

Advertisements

14 thoughts on “Ungkapan Cinta Tuk yang Tersayang

  1. so sweet banget bapaknya mba… semoga sehat selalu ya mba bapaknya dan keinginannya bisa terwujud.. btw saya juga ikutan cerita hepi mba, mampir ya kalau berkenan, hihi

  2. Katanya cinta pertama anak cewek adalah ayahnya, betul banget kalau begitu perhatian beliau ya Mbak. Cucunya pintar sih jadi bikin kewalahan kakeknya. Moga tambah sehat dengan hadiah itu ya Mbak. Jadi ingat almarhum ayah.

    • gitu ya mas, berarti bener kan, gak salah saya sayang ayah dan punya cerita sendiri bersama ayah hehe. Alhamdulillah, cucunya bisa menghibur kakeknya mas. Semoga Alm.ayah mas Rudi diberikan tempat terbaik disana aamiiin ya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s