Sarapan Sehat adalah Salah Satu Pilar Gizi Seimbang, Ini Amanah UU!

Mungkin banyak dari kita tidak tahu bahwa sarapan sehat adalah salah satu penyangga terlaksananya gizi seimbang. Ibarat meja berkaki empat jika salah satu kakinya patah tentu meja tersebut tidak dapat berfungsi dengan semestinya. Begitu juga dengan sarapan sehat. Jika sarapan sehat saja belum terlaksana dengan benar maka tubuh kita tidak akan dapat melaksanakan segala aktivitas dengan baik. Mungkin karena sarapan dilakukan di pagi hari sebelum kita melakukan segala aktivitas baik bekerja, bersekolah, kuliah dan kegiatan lainnya. Sehingga sarapan menjadi titik awal sebagai penentu hasil akhir dari segala kegiatan kita dalam sehari penuh.

Kebanyakan dari kita salah kaprah, dimana menganggap bahwa sarapan itu yang penting makan dan minum alias ganjal perut, jam sarapannya pun sangat bervariasi terkadang bahkan lebih dari jam 10 pagi. Persepsi tersebut ternyata salah besar. Sarapan itu adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan sebelum jam 9 pagi untuk memenuhi 15-30 % kebutuhan gizi harian sebagai bagian gizi seimbang dalam rangka mewujudkan hidup sehat, bugar, aktif dan cerdas [1]. Padahal gizi yang cukup dari sarapan membekali tubuh untuk berpikir, beraktivitas fisik secara optimal setelah bangun pagi [2].

Gizi Seimbang (Sumber Gambar: danonenutrindo.org)

Gizi Seimbang (Sumber Gambar: danonenutrindo.org)

Bicara soal gizi seimbang, kita perlu tahu bahwa setiap orang memang pada dasarnya membutuhkan asupan gizi dalam porsi yang berbeda-beda untuk terhindar dari gizi kurang maupun gizi lebih. Jika diibaratkan sebuah timbangan, maka antara asupan gizi dengan kebutuhan haruslah seimbang tidak berat sebelah. Sepertinya memang banyak yang belum paham dalam penerapannya gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saya pribadi. Pemahaman gizi itu baru sekedar yang penting ada lauk-pauk, sayuran dan nasi. Fakta tersebut membuktikan bahwa masih kurangnya pemahaman tentang gizi seimbang di masyarakat.

2014-02-13_003854

Kebanyakan tetangga saya ketika ditanya menu sarapannya, maka jawabannya adalah nasi bersama lauk-pauk, sayuran dan minum air putih. Itu masih bagus ada gizinya meskipun tidak tahu seimbang atau tidak. Berbeda sekali dengan ibu saya dan beberapa kerabat dekat saya, yang kebanyakan punya kebiasaan sarapan dengan secangkir kopi, secangkir teh, atau secangkir susu instan. Di dalamnya sama sekali tidak ada gizinya. Tetapi karena sudah menjadi kebiasaan, sulit sekali mengubahnya menjadi perilaku dan budaya makan sehat.

Ilustrasi sarapan sehat

Saya sendiri tidak tahu dampak dari sarapan tidak sehat seperti itu, logika berpikir saya hanya tertuju pada kandungan gizi yang ada di dalamnya. Sudah jelas bahwa kopi, teh dan susu tidak dapat mewakili gizi baik energi, protein maupun vitamin. Padahal seharusnya makanan yang kita konsumsi itu (sarapan, makan pagi, makan siang, makan malam dan snack) mengandung energi, protein dan vitamin C [3]. Sarapan sehat sebagai salah satu pilar gizi seimbang jelas belum tersosialisasi dengan baik di masyarakat. Padahal sarapan sudah diamanatkan di dalam UU Kesehatan No 36/2009 serta UU No 18/2012 tentang Pangan, untuk mewujudkan gizi seimbang; dan salah satu pesan yakni pesan ke-8 dalam Pedoman Gizi Seimbang, menyebutkan bahwa kebiasaan makan pagi atau sarapan perlu terus disosialisasikan dan ditingkatkan [4].

2014-02-13_120108

Saran saya, sebaiknya pemerintah melalui instansi terkait segera melakukan sosialiasi yang intens melalui iklan layanan masyarakat atau pemasangan poster berisi ajakan yang besifat mengedukasi masyarakat untuk sarapan sehat baik yang disebarkan di Rumah Sakit, di sekolah-sekolah, di lembaga pemerintahan, di organisasi masyarakat, atau di kantor-kantor desa hingga sampai ke seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Kita patut mengapresiasi usaha ahli gizi dan praktisi kesehatan yang mengikuti Simposium Nasional Sarapan Sehat 16 Juni 2012, karena telah berhasil mewujudkan Perayaan Pekan Sarapan Nasional I tahun 2013 kemarin. Semoga saja akan ada Perayaan Pekan Sarapan Nasional II, III, IV, V dan seterusnya.

Memang menciptakan sebuah perilaku dan budaya makan sehat itu tidaklah mudah. Karena hal tersebut butuh proses. Belum lagi penyebabnya adalah karena keduanya baik perilaku maupun budaya sangat erat hubungannya dengan faktor kebiasaan dan turun-temurun. Salah satu faktor lain yang juga berperan dalam menciptakan perilaku dan budaya makan sehat adalah lingkungan sekitar. Jika lingkungan sekitar (toko, warung, pedagang makanan keliling) menyediakan berbagai makanan yang tidak sehat maka keinginan untuk mengkonsumsi makanan sehat pun tidak dapat terwujud. Hal lainnya yang juga penting adalah sebuah kesadaran dari tiap masing-masing pribadi untuk menumbuhkan dan membudayakan makan sehat itu sendiri dimulai dari sarapan sehat.

Keterangan: Semua ilustrasi dibuat sendiri oleh penulis, sedangkan gambar diperoleh dari berbagai sumber di Internet


[1] Prof.Ir.Hardinsyah, MS. PhD, Simposium Nasional Sarapan Sehat, tersedia pada www.pergizi.org, diakses 13 Februari 2014

[2] Deklarasi PESAN (Pekan Sarapan Nasional), www.pergizi.org, diakses 13 Februari 2014

[3] Prof.Ir.Hardinsyah, MS. PhD, Simposium Nasional Sarapan Sehat, tersedia pada www.pergizi.org, diakses 13 Februari 2014

[4] Prof.Ir.Hardinsyah, MS. PhD, Simposium Nasional Sarapan Sehat, tersedia pada www.pergizi.org, diakses 13 Februari 2014

7 thoughts on “Sarapan Sehat adalah Salah Satu Pilar Gizi Seimbang, Ini Amanah UU!

  1. Oh gitu yaa Mak… informasinya sangat bermanfaat.
    Kalau di rumah dan di pesantren, sarapanku terjamin lah mak, baik waktu maupun gizi. Tapi pas udah ngekos kayak sekarang, sarapan nggak teratur, apalagi kalau hari libur, sarapan kadang sampe jam 9 atau 10. Akibatnya sekarang udah dapet hadiah magh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s