Lactacyd Herbal, Alaminya Mengubahku #JadiYangKuMau

Aktivitas Mengajar Mahasiswa di Ruang Kuliah (Dok.Rodame)

Hai wanita Indonesia! siapa di antara kalian yang menghabiskan waktu hampir seharian di luar rumah? ada yang profesinya traveller, ada yang working mom atau ada yang jadi wanita karir? Iya menjadi wanita pekerja itu memang melelahkan ya tapi juga menyenangkan, banyak tantangan dan banyak sisi baiknya juga. Apalagi kalau kita bisa berprestasi dan menginspirasi sekitar dengan apa yang kita kerjakan. Bahagianya bukan main.

Kalau saya sih sehari-hari banyak menghabiskan waktu dengan anak-anak muda. Pekerjaan saya menuntut saya untuk punya kemampuan komunikasi dengan baik. Meluangkan waktu untuk konsultasi bahkan mendengarkan keluhan anak-anak muda dalam belajar dan berbagi aktivitas mereka. Saya juga banyak ditugasi berbagai macam pekerjaan dari kampus selain mengajar mahasiswa. Ya, seperti hari ini, saya bertugas mengawasi ujian masuk melalui SPAN-PTKIN, mulai pagi sampai siang hari.

Saya Ditugasi Mengawas Ujian Masuk SPAN PTKIN (Dok.Rodame)

Menjadi seorang pengajar alias dosen di perguruan tinggi which is anak-anak mudanya bermacam-macam pola tingkahlakunya ternyata menghabiskan banyak energi dan pikiran. Terkadang saya harus lebih aktif menghadapi kasus mahasiswa tertentu di kampus. Ketika saya bisa membantu mahasiswa, disitu saya merasa bahagia. Ketika saya akhirnya bisa mengantarkan mereka untuk berprestasi, disitu saya merasa telah menjadi seseorang yang bermanfaat dalam pekerjaan dan lingkungan sekitar saya. Tentu saja apapun profesi yang digeluti, kita semua punya selalu ingin melakukan yang terbaik, ya kan?

Mengajar menghabiskan waktu hampir sehari penuh di kampus. Berkeliling ruang kuliah dari satu gedung ke gedung lainnya, dari lantai satu ke lantai dua dan tiga. Dengan pakaian yang tertutup sebagaimana pakaian saya sehari-hari, keringat jadi teman sejati. Iya, tubuh kita memang harus mengeluarkan keringat karena sebagian racun dalam tubuh juga dikeluarkan melalui pori-pori kulit yaitu keringat. Ternyata berkeringat juga perlu disyukuri ya.

Tapi ada juga loh berkeringat yang mengganggu. Berkeringat berlebihan, berkeringat yang menyebabkan bau tak sedap atau berkeringat di area miss V which is bikin semua jadi serba salah. Oke, kalau terakhir ini dijamin wanita manapun tidak ingin mengalaminya. Kenapa? Sederhananya, mari kita lihat ilustrasi di bawah ini :

Ilustrasi : Penyebab Miss V Tidak Sehat (By. Rodame)

Kalau sudah begitu untuk #JadiYangKuMau pastilah sangat sulit. Dan tebak apa? saya pernah mengalami itu. Aktivitas yang padat, ditambah cuaca yang tidak menentu, bahkan di siang hari bisa mencapai hingga 32 derajat Celcius di dalam ruangan. Bergerak kesana kemari, membuat saya harus menyerah pada keringat berlebihan. Huh keselnya bukan main. Selain gatal yang menganggu tapi juga sering ditambah keputihan.

Kalau diladenin gatalnya malah bisa makin memperparah keadaan miss V, bikin lecet bahkan bisa iritasi juga. Ngeri ya (soalnya saya pernah nyaksiin sendiri dulu salah satu temen sekamar di asrama ada yang suka garukin pas gatal yang ada malah lecet dan iritasi parah). Selain itu efek lainnya apa? area sekitar miss V pun ikut menjadi gelap. Kalau dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya, warnanya makin jelas berbeda. Ini juga cukup menganggu ya. Kalau wajah kita belang aja bulak-balik liat cermin, gak enak diliatnya apalagi area penting seorang wanita dimana bagian itu seharusnya dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya.

Ketika bekerja saya selalu mengenakan rok panjang, baju kurung yang menutup hingga di bawah lutut dan yang pasti selalu pakai celana panjang lagi. Mungkin ini juga ikut menambah kelembaban miss V. Keputihan makin parah dan gatal melanda.

Awalnya sih sepele ya. Karena mikirnya, nanti juga hilang gatalnya. Bilas pakai air hangat, sering ganti pakaian dalam dan tinggal dibersihkan pakai pembersih khusus kewanitaan, kadang masih suka pakai sabun aja kalau terdesak atau pembersih khususnya habis. Selesai.

Kata siapa selesai? Yang ada saya membuat masalah baru lagi, karena ketidakdisiplinan saya menganti-ganti pembersih kewanitaan tanpa melihat kandungan didalamnya (alami atau banyak zat kimianya) dan parahnya lagi kadang membersihkanya dengan sabun biasa. Akhirnya miss V jadi tambah kering setelah dibersihkan pakai sabun biasa. Meskipun bawa pakaian dalam cadangan setiap hari, tapi keringat tetap saja datang dan tetap banyak, tetap lembab. Saya juga mulai kuatir dengan kandungan pembersih khusus kewanitaan yang saya pakai selama ini karena suka gonta-ganti merek kalau tiba-tiba gak nemu yang dimau. Kuatir dengan kandungan yang gak alami. Sementara itu, miss V lagi-lagi harus jadi korban karena kesalahan dan ketidakhati-hatian saya.

Cukup. Sudah cukup. Saya kapok kalau begini terus. Saya harus segera bertindak dan ambil keputusan untuk segera merawat area penting bagi saya dengan sungguh-sungguh dan dengan cara yang tepat. Apalagi saya juga sudah menikah. Meski sudah menikah bukan berarti merawat miss V-nya kalah sama anak remaja kan ya? Justru kalau sudah menikah, perawatannya harusnya lebih baik dan lebih disiplin lagi. Biar makin sehat dan makin disayang suami #eh.

Dengan alasan kesehatan miss V, kepraktisan, higienitas dan kealamian kandungan pembersih khusus kewanitaan, saya pun memilih merek yang terpercaya yang memproduksi berbagai perawatan khusus kewanitaan untuk menuntaskan masalah pada area miss V saya. Sejujurnya sempat bingung juga karena ada banyak sekali merek yang beredar di pasaran khusus untuk pembersih kewanitaan. Tapi karena saya niatnya ingin yang alami juga maka kali ini saya lebih memerhatikan kandungan didalamnya. Mahal kan belum tentu bagus, murah juga belum tentu gak berkualitas. Ya kan?

Dipilih-dipilih? Ayo yang mana ya kira-kira pembersih kewanitaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan saya?

Berbagai Pembersih Kewanitaan di Mini Market Dekat Rumah -Perhatikan Rak Bagian Tengah (Dok.Rodame)

Versi pembersih kewanitaan yang baik menurut dokter :

  • Pembersih kewanitaan yang aman adalah yang khusus untuk mencuci vagina
  • Cairan pembersih kewanitaan dengan pH keasamannya sesuai dengan pH di dalam daerah kewanitaan. Normalnya pH berkisar 3,8-4,2

Pembersih kewanitaan yang saya mau adalah yang memenuhi syarat seperti di bawah ini :

  • Aman dari segi kesehatan : teruji klinis dan terdaftar di BPOM, makin yakin kalau produk tersebut dibuat dengan uji yang ketat sehingga benar-benar aman
  • Tanpa bahan SLS, alkohol dan pewarna : bahkan sebaiknya dihindari untuk produk kecantikan dan perawatan kulit karena dapat membuat kulit makin kering.
  • Tidak mengandung antiseptik : antiseptik diduga dapat menganggu pH miss V karena dapat membunuh bakteri baik Lactobacillus.
  • Terbuat dari bahan alami : menghindari penggunaan bahan kimia karena bahan alami tentu tidak menimbulkan efek samping justru memberikan manfaat baik lainnya. Misalnya : dapat melembutkan, mencerahkan juga membersihkan area miss V.
  • Mengandung pH seimbang : 3,8-4,2 (< 3,8 akan menyebabkan tumbuh jamur dan >4,2 dapat menjadi tempat tumbuhnya bakteri jahat)
  • Mampu mengatasi masalah pada miss V : berbagai masalah mungkin saja menyerang miss V dan harapannya penggunaan pembersih kewanitaan khusus dapat mengatasi berbagai masalah pada miss V.
  • Ramah di Kantong : harganya terjangkau sehingga tidak memberatkan ketika harus rutin menggunakannya.
  • Praktis : kemasannya mudah dibawa-bawa dan tutupnya kencang sehingga tidak tumpah-tumpah. Ukurannya pun ada yang kecil sehingga dapat dimasukkan ke dalam tas tangan atau dompet kosmetik yang dibawa sehari-hari.
  • Brand international : diproduksi oleh perusahaan yang punya reputasi yang baik dimana secara internasional pun sudah diakui kualitas dan manfaatnya sebagai pembersih kewanitaan khusus yang terpercaya.

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah mengalami keputihan, gatal pada miss V dan area sekitarnya yang menggelap, untuk itu saya menggunakan Lactacyd Feminine Hygiene dan Lactacyd White Intimate, setelah sebelumnya mencoba merek lain yang ternyata kurang ampuh mengatasi masalah saya itu.

Sayangnya saya tidak disiplin merawatnya. Karena penggunaan merek Lactacyd sudah memberi kesan baik dan benar-benar terbukti berpengaruh positif pada saya, saya pun berniat menggunakan merek Lactacyd lagi untuk merawat area miss V, tapi kali ini saya maunya yang herbal, yang alami. Biar Back to nature. Selain itu, saya juga suka karena Lactacyd adalah brand international untuk pembersih kewanitaan yang terpercaya.

Pas banget, karena sekarang ada varian baru dari Lactacyd yaitu Lactacyd Herbal yang punya 3 manfaat sekaligus untuk mengatasi masalah pada miss V. Ini koq tepat banget ya, berasa langsung ada jawabannya dari masalah yang saya alami.

Emmm tapi ternyata yang ngaku-ngaku terbuat dari bahan herbal itu koq banyak ya. Jadi bingung. Sangkin penasarannya, akhirnya saya putuskan untuk membuktikan sendiri yang mana produk pembersih kewanitaan varian herbal yang paling baik. Saya pun memutuskan untuk membeli tiga produk pembersih kewanitaan varian herbal dari merek berbeda yang tersedia di mini market dekat rumah, salah satunya ya Lactacyd Herbal, dua merek lainnya sebut saja dengan merek X dan merek Y.

Sudah siap dengan tes sederhananya? Yuk mari sama-sama kita buktikan ya?

Beberapa Merek Pembersih Kewanitaan (Dok.Rodame)


Lactacyd Herbal : 
Rp 15.000,00 untuk ukuran 60 ml

Merk X : Rp 18.500,00 untuk ukuran 90 ml

Merk Y : 
Rp 12.000,00 untuk ukuran 125 ml

Dari segi harga, bisa dilihat harga Lactacyd Herbal adalah yang paling mahal, sedangkan pembersih merk Y yang paling murah. Akan tetapi perbedaan harganya tidak terlalu jauh dan ketiganya masih bisa digolongkan memiliki harga yang terjangkau untuk kantong saya.

Kemasan Beberapa Pembersih Kewanitaan (Dok.Rodame)


Lactacyd Herbal :
Botol dan dus box didominasi warna putih, tutup fliptop, dengan dus box.

Merk X : Botol dan dus box dominasi warna merah, tutup fliptop, disertai dus box.

Merk Y :
Didominasi warna putih sedangkan botolnya didominasi warna coklat keemasan, tutup fliptop, disertai dus box.

Dari segi bahan kemasan merek X dan Y sekilas terlihat sangat mirip, sementara itu, kemasan Lactacyd herbal terlihat lebih kokoh dengan tutup fliptop yang lebih kuat dan kencang. Ketiganya dilengkapi dus box apalagi yang membuat ketiganya terlihat eksklusif. Dari desain visualnya, saya lebih suka Lactacyd Herbal dengan perpaduan warna putih yang terlihat clean namun tetap eye catchy. Tapi soal desain, model dan warna kan memang masalah selera ya, tidak bisa dipaksakan.

Tes Konsistensi Beberapa Pembersih Kewanitaan (Dok.Rodame)



Lactacyd Herbal : 
Memiliki konsistensi kekentalan sedang dengan warna putih susu. Ekstrak susunya terlihat nyata dari warna putih susunya. Tidak lengket di tangan setelah dibilas dengan air.

Merk X : Memiliki konsistensi agak cair dibandingkan dengan Lactacyd Herbal dengan warna bening padahal tertulis di kemasannya mengandung ekstrak susu. Agak lengket di tangan setelah dibilas dengan air.

Merk Y : 
Memiliki konsistensi yang sangat kental dengan warna bening agak berbuih. Kekentalanya agak mirip dengan hand sanitizer. Agak lengket di tangan meski sudah dibilas dengan air.

Dari segi konsistensi saya suka dengan Lactacyd Herbal, karena kekentalannya sedang sehingga tidak mudah tumpah dan kita dapat mengontrol berapa banyak cairan yang ingin kita gunakan dan juga tidak lengket di tangan setelah dibilas dengan air.


Lactacyd Herbal : 
Ada wangi khas susu ditambah wangi floral yaitu rose yang lembut dan tidak menyengat, ketika diaplikasikan wanginya membuat rileks.

Merek X : Wangi lembut agak menyengat, setelah diaplikasikan wanginya menguat seperti aroma pelembut pakaian.

Merek Y : 
Wanginya agak tajam, agak menyengat dimana ada aroma herbal yang kuat, ketika diaplikasikan wanginya herbalnya tetap menempel.

Di antara tiga produk tersebut, saya paling suka aroma dari Lactacyd Herbal karena wanginya relaxing banget, tidak menyengat sama sekali di hidung. Merek X, wanginya mirip pelembut pakaian, malah terlalu wangi kalau buat saya. Sedangkan Merek Y agak wangi jamu-jamuan, herbalnya terlalu kuat, saya kurang suka karena berasa numpahin jamu ke miss V, hihi.


Lactacyd Herbal : 
Ekstrak sirih, susu dan rose (mawar).

Merek X : Ekstrak kayu rapet, manjakani, sirih, susu dan bengkoang.

Merek Y : 
Ekstrak sirih, bengkoang, manjakani, dan tego deo.

Dari ketiga produk pembersih kewanitaan varian herbal di atas, semuanya menggunakan ekstrak daun sirih sebagai bahan antibakteri. Berbeda dari dua produk lainnya, Lactacyd Herbal juga menambahkan sari bunga mawar, mungkin itu yang menyebabkan Lactacyd Herbal aromanya enak, bahan alaminya berpadu dengan sempurna, tidak ada yang terlalu menonjol tapi terasa seimbang.

Lactacyd Herbal, merek X dan Y, ketiganya mengandung lactic acid atau asam laktat sebagai bahan antiseptiknya. Cara kerja lactic acid adalah dengan menyeimbangkan pH pada miss V sehingga memelihara populasi lactobacillus alias bakteri baik dan melawan bakteri dan jamur yang merugikan. Sedangkan merek Y sama sekali tidak menyebutkan mengandung ekstrak susu namun jika dibaca secara lengkap di kandungannya ternyata ada juga lactic acid atau asam laktatnya.

Merek X dan Y juga mengandung bahan herbal seperti manjakani dan bengkoang dimana manjakani dipercaya dapat merapatkan vagina sedangkan bengkoang dipercaya memutihkan atau mencerahkan kulit. Kalau secara pribadi sih saya lebih suka melakukan senam pilates untuk menjaga elastisitas miss V.

Komposisi Beberapa Pembersih Kewanitaan (Dok. Rodame)


Di sini saya tidak akan membahas komposisi tiap produk secara mendetail, mengingat saya juga bukan ahli kimia atau punya basic di bidang farmasi. Silahkan klik gambar di atas untuk mengetahui komposisi tiap produk secara detail. Saya hanya membahas kandungan yang sudah awam diketahui.

Lactacyd Herbal : Terdiri dari lebih kurang 17 macam bahan pada komposisinya. Masih mengandung SLS.

Merek X: 
Terdiri dari lebih kurang 30 macam bahan pada komposisinya. Mengandung SLS, fragrance, dan alkohol.

Merek Y : 
Terdiri dari lebih kurang 28 macam bahan pada komposisinya. Mengandung SLS dan fragrance.
Ketiga produk pembersih kewanitaan varian herbal di atas sayangnya masih mengandung SLS, tapi jika dilihat dari kandungan alkoholnya hanya merek X yang mengandung keduanya baik SLS maupun alkohol.

Kalau dilihat dari jumlah bahan yang terkandung didalamnya, maka merek X paling banyak mengandung bahan yang menurut saya tidak diperlukan bahkan hingga 30 macam bahan, kemudian diikuti merek Y yang beda tipis dengan merek X, dan yang paling sedikit adalah Lactacyd Herbal yang bahan kontranya hanya SLS.

Kadar Busa Beberapa Pembersih Kewanitaan (Dok.Rodame)

Jika dilihat dari banyaknya busa ketika dibilas, terlihat bahwa diantara ketiganya Lactacyd Herbal memiliki busa yang paling sedikit, sementara itu dua lainnya merek X dan Y busanya agak banyak. Kalau saya sih lebih suka yang minim busa ya, karena kalau kebanyakan saya jadi kuatir seperti pakai deterjen. Jadi saya paling suka Lactacyd Herbal.

Tes Kadar pH Beberapa Pembersih Kewanitaan (Dok.Rodame)


Berikutnya, saya coba tes kadar pH, ini juga karena saya sangat penasaran. Nah, sebenarnya ini untuk meyakinkan diri sendiri juga, saya coba tes dengan menggunakan kertas lakmus warna merah dan biru. Hasil tes kadar pH bisa dilihat pada gambar di atas ya.

Lactacyd Herbal : Hasil tes kadar pH dalam larutan Lactacyd Herbal pada kertas lakmus merah tetap merah sedangkan pada kertas lakmus biru terjadi perubahan sedikit pink, sedikit sekali perubahannya bahkan terlihat samar-samar. Cenderung netral.

Merek X : Hasil tes kadar pH dalam larutan merek X, pada kertas lakmus merah warna tetap merah sedangkan pada kertas biru warna kertas berubah menjadi merah yang terang.

Merek Y : 
Hasil tes kadar pH dalam larutan merek Y adalah pada kertas lakmus merah warna tetap merah sedangkan pada kertas biru berubah menjadi merah.

Sifat kertas lakmus merah adalah ketika dicelup dalam larutan asam warnanya akan tetap merah, jika dalam larutan basa akan berubah menjadi biru, sedangkan pada larutan netral dia akan tetap merah. Sedangkan sifat kertas lakmus biru adalah ketika dicelup dalam larutan basa warnanya akan tetap biru, jika dicelup dalam larutan asam warnanya berubah menjadi merah, dan jika dicelup pada larutan netral dia akan tetap biru.

Berdasarkan hasil uji pH pada ketiga produk di atas, dapat disimpulkan bahwa ketiganya memiliki pH yang cenderung asam dan itu normal karena memang pH normal pada miss V seharusnya antara 3,8-4,2 dimana kondisi itu adalah kondisi asam. pH pada Lactacyd Herbal bahkan perubahan di kertas lakmus biru hanya sedikit pink itupun samar sekali, cenderung netral. Tapi yang agak membingungkan adalah merek Y, karena pada kemasannya tertulis pH 3,5 artinya pH dari cairan merek Y itu berada di bawah normal. Jika pH lebih kecil dari 3,8 justru dapat menyebabkan tumbuhnya jamur pada miss V. Big No!


Kesan setelah seminggu pemakaian adalah positif. Ya, saya sih suka karena tidak terasa kering, tidak ada efek samping seperti gatal meski dipakai setiap hari.

Lactacyd Herbal memang menghasilkan busa yang relatif sedikit, setelah diaplikasikan pada miss V tidak ada efek lainnya dan tidak lengket. Dan yang paling menyenangkan adalah keputihan dan gatalnya benar-benar berkurang bahkan sejak pertama kali pemakaian bahkan setelah seminggu pakai tidak pernah lagi mengalami masalah pada miss V. Satu lagi, efek positif yang paling saya suka adalah kulit area V terasa makin kesat dan lembut.

Untuk efek pemakaiannya gimana? Mohon maaf untuk miss V saya gak mau coba-coba lagi, jadi setelah melakukan berbagai tes sederhana di atas, saya putuskan hanya memakai merek pembersih kewanitaan yang paling baik saja. Tanpa mengurangi rasa hormat, saya gak mau pakai dua merek lainnya. Buat miss V koq coba-coba, ya kan?

Sepertinya semua sudah tau ya, produk pembersih kewanitaan mana yang paling baik? Iya, betul sekali, Lactacyd Herbal! Dan ya, maaf banget untuk dua merek lainnya, setelah saya tes dan analisis secara sederhana ala-ala saya, hehe, saya gak mau coba pakaikan ke miss V sama sekali. Jujur, saya trauma mau nyoba-nyoba ke miss V, kuatir ada efek sampingnya. Jadi, saya cari aman aja, pakai yang benar-benar terbukti aman dan lebih baik aja.

Finally, this is it!

Setelah melakukan tes pada ketiga produk pembersih kewanitaan dengan kandungan herbal di atas, saya makin mantap untuk memilih Lactacyd Herbal untuk membersihkan dan merawat miss V karena terbukti bisa mempertahankan keseimbangan pH area V, menghambat pertumbuhan bakteri jahat, melembutkan kulit sekitar area V, membuat makin kesat dan nyaman.

Bisa dilihat dari segala aspek, sudah terbukti bahwa Lactacyd Herbal lebih unggul dan paling memenuhi kriteria pembersih kewanitaan yang ideal yang mampu diandalkan untuk selalu bisa  #JadiYangKuMau. Lactacyd Herbal yang sudah teruji klinis secara dermatologi aman digunakan setiap hari. Jadi, kalau sudah begini, jangan percaya sama hal-hal mitos atau yang lainnya ya. Sekali lagi, Lactacyd Herbal sangat aman dipakai setiap hari. Saya sudah buktikan sendiri.

Lactacyd Herbal juga menggunakan bahan herbal yang alami dengan berbagai manfaat didalamnya. Perpaduan dari tiga bahan herbal yaitu ekstrak sirih, susu dan mawar sangat seimbang dan sempurna buat saya. Tidak ada wangi yang terlalu kuat. Tapi juga memberikan dampak positif setelah digunakan setiap hari.

Lactacyd Herbal Pembersih Kewanitaan Alami Andalanku (Dok.Rodame)

Gimana sih sebenarnya cara kerja ketiga bahan tersebut? Yuk mari saya bantu ulas sedikit ya :

Ekstrak daun sirih :

Ekstrak adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau hewani menggunakan pelarut yang sesuai. Ekstrak daun sirih berarti asalnya dari zat aktif simplisia nabati ya dalam hal ini ya daun sirih itu sendiri, dengan menggunakan pelarut yang sesuai hingga memenuhi baku yang telah ditetapkan.

Penelitian tentang daun sirih yang memiliki efek antibakteri sudah banyak dilakukan. Bahkan pada sebuah penelitian disebutkan bahwa ekstrak daun sirih mengandung senyawa fenol dan senyawa turunannya yang mampu menghambat pertumbuhan berbagai macam bakteri yang ada dalam tubuh manusia namun dapat menjadi patogen pada kondisi tertentu seperti Staphylococcus aurens. Jadi, makin jelas ya, kalau ekstrak daun sirih itu bermanfaat sebagai antibakteri jahat.

Menurut informasi yang tertulis pada situs lactacyd.co.id, ekstrak daun sirih yang memberikan rasa kesat pada area V sudah dibuktikan pada uji coba produk terhadap 162 wanita Indonesia, Ipsos tahun 2016 silam.

 Ekstrak Susu :

Sama seperti ekstrak lainnya, tapi kali ini ekstraknya berasal dari zat aktif simplisia hewani. Dalam uji klinis yang dilakukan di Poliklinik Sitologi RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta disebutkan bahwa ekstrak susu terbukti bermanfaat menjaga keseimbangan ekosistem vagina. Susu mengandung zat aktif yang diekstrak menjadi asam laktat dan laktoserum, yang secara klinis terbukti dapat mengurangi keluhan rasa gatal, terbakar dan keputihan (sumber: dechacare.com).

Artinya lagi, ekstrak susu meski digunakan setiap hari tidak akan mengganggu pertumbuhan bakteri baik, lactobacillus.

Kalau ekosistem miss V seimbang berarti pH juga terjaga ya berada di antara 3,8 – 4,2. Maka, jelas ekstrak susu mampu menjaga pH sehingga sangat baik untuk pertumbuhan bakeri lactobacillus.

 Mawar :

Ekstrak mawar mengandung geraniol dan limonene yang berfungsi sebagai antiseptik, pembunuh jamur Candida albican penyebab keputihan. Bahkan dalam sebuah informasi disebutkan juga geraniol adalah antioksidan alami yang dapat mencegah kanker. Geraniol juga banyak digunakan dalam parfum dan flavouring (sumber : phytochemicals.info). Sementara itu limonene terbukti sudah banyak digunakan untuk mencegah berbagai jenis kanker (sumber : ncbi.nlm.mih.gov ; altmedrev.com).

Ekstrak mawar ternyata juga digunakan utnuk merawat kecantikan, selain untuk membersihkan kulit wajah dapat juga mencerahkan, menghaluskan dan melembabkan kulit (beautynesia.id). Seperti yang tertulis pada situs resmi lactacyd.co.id, ekstrak mawar yang tidak hanya memberikan keharuman namun juga merawat area V, hal itu berdasarkan penelitian Mohammad H. Boskabady pada sebuah jurnal internasional yang sudah dipublikasikan tahun 2011.

Bahagia banget deh bisa berjodoh dengan Lactacyd Herbal. Dan sekarang, kemanapun saya pergi selalu bawa pembersih kewanitaan andalan yang alaminya bisa mengubah #JadiYangKuMau. Yup, dengan Lactacyd Herbal #JadiYangKuMau? Bisa banget!! Buktiin aja sendiri.

#JadiYangKuMau kini menjadi realistis

Kemanapun saya ditugaskan, saya selalu siap dan optimis

Menjadi wanita pekerja yang berprestasi kini bukanlah sebuah dilematis

Saya pun memilih Lactacyd Herbal untuk hidup yang serba dinamis

Karena untuk menjadi seorang dosen yang berkualitas

Optimis saja tidak cukup,  saya harus tetap sehat, “luar dan dalam”

Mendampingi Mahasiswa Mengikuti Lomba Debat di IPB Bogor (Dok.Rodame)

Oh iya, kalau kalian ingin tau lebih banyak info tentang seputar kewanitaan, kesehatan miss V dan berbagai produk khusus kewanitaan lainnya langsung aja follow akun Twitter, Facebook dan website resmi Lactacyd Indonesia ya, udah tau kan? Kalau belum klik aja icon-icon di bawah ini. See ya!

Advertisements

5 thoughts on “ Lactacyd Herbal, Alaminya Mengubahku #JadiYangKuMau

    • iya mba bener koq, memang merek Y yang paling murah tapi sayangnya murah tidak selalu sesuai dengan selera, tidak selalu baik juga kualitasnya. Kalau menurut hasil tes sederhana saya ya mba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s