Gawat Emak Kena “Freaky Twins Syndrome”!!

Pertama kali yang bikin buku Twiries menarik itu gambarnya cover-nya, ada 2 orang perempuan berdiri, bertanduk merah lengkap dengan dress hijaunya. Judulnya bahkan membuat aku bingung sendiri. Jujur, jujur nih ya, yang ada Twi..twi..nya biasanya ceritanya seru. Kalo film drakula-drakulaan Twili*** semua cewe-cewe pasti pada suka. Nah, kalo Twiries yang satu ini kira-kira gimana ya? mungkinkah akan sehebat aura film itu? atau benar-benar bisa menyuntikkan virus freaky twins pada pembaca, seperti judul kecil di cover depannya “the freaky twins diaries“.

Oke, hari pertama baca kemarin 24 Agustus 2014, masuk kamar tidur sambil nemenin anakku nonton film kartun kesayangannya. Tidak sampai 15 menit, dia mulai grasak grusuk, mencari ide bagaimana supaya emaknya yang lagi baca buku Twiries ini menemaninya menonton dan berhenti membaca sementara waktu. Dia pun berhasil, buku Twiries yang sedang ada di muka emaknya berjarak sekitar 15 cm dari mata emaknya berhasil melayang dan mendarat cantik di antah berantah. Dia melayangkannya dan aku yang lagi serius membaca kaget melihat aksinya. Oke baiklah, aku mengalah, sepertinya malam ini aku memang harus menemaninya sampai tertidur lalu kulanjutkan setelah dia berada di alam mimpinya.

Jam menunjukkan pukul 06.00 pagi, ternyata aku malah tertidur pulas dengannya. Ketika bangun, kulihat buku Twiries sudah tersimpan dengan rapi di meja rias dan aku gagal menyelesaikannya tanggal 24 Agustus kemarin. Jangan ditanya, kapan pekerjaan emak-emak selesai. Karena jawabnya pasti tidak akan pernah selesai, betul? hari ini tanggal 25 Agustus 2014, aku bertekad akan menyelesaikan buku ini. Selain karena memang ada DL lomba “Sharing your moment with Twiries” di akhir bulan ini, aku juga masih sangat penasaran dengan isi bukunya.

1. Menggoreng ikan sampe gosong

Maaf, maaf banget ikan asin kesukaanku yang sedang kugoreng tadi pagi berakhir agak mengecewakan. Tetap saja berakhir di dalam perut tapi tidak berani kufoto, asli nanti malah jadi bahan ledekan dan tertawaan orang-orang. Membaca twiries sambil menggoreng ikan? plis jangan coba-coba atau anda semua akan kehilangan ikan goreng menjadi ikan gosong. Mendingan pilih aja, mau goreng ikan dulu atau mau baca buku twiries dulu🙂 karena baca buku Twiries susah berhentinya!

2. Rendaman cucian yang baunya busuk banget

Mencuci itu memang harus, karena punya anak masih Balita yang sedang belajar tidak pakai popok sekali pakai membuat cucian sedikit lebih banyak dan bau pipisnya you know lah…ya kan… Berharap bisa menyelesaikan cucian di sela-sela membaca buku Twiries. Jangan harap bisa menyelesaikannya, yang ada rendaman cucian bau busuk, karena ditinggalkan sampai malam. Iya ternyata menyelesaikan proses baca buku Twiries ga bisa disambil-sambil-in, buktinya rendaman cucianku bau busuk karena ternyata terlupakan. Lebih baik, selesaiin dulu nyucinya baru deh baca buku Twiries, biar tenang dan ga mengalami seperti yang kualami. Hasilnya, aku harus membilas berulang-ulang plus pake pewangi biar pakaian bersih tanpa bau🙂 daya pikat twiries ternyata sangat kuat!

3. Mendadak ingin belajar ilmu kedokteran

anak kembar itu sel telurnya 2 dibuahi 1 sperma atau sel telur 1 dibuahi 2 sperma sih?” pertanyaan ini mengganggu sekali sama seperti tokoh A ketika bertanya kepada si kembar Eva dan Evi, “di antara kalian cantikan siapa sih?“. Baiklah, akibat membaca buku Twiries, aku pun mencarinya di internet, dan taraaa sekarang aku tahu bahwa aku salah total. Anak kembar itu tidak pakai 2 sel telur dan tidak pake 2 sel sperma, tapi hanya 1. Semakin yakin bahwa si kembar Eva dan Evi tercipta melalui proses di gambar yang sebelah kiri, mereka adalah kembar identik dan menerima makanan dari plasenta yang sama. Mungkin karena itulah mereka jadi sangat kuat berempati dan feeling-feeling-an satu sama lain.

sumber gambar : bayi7.com

sumber gambar : bayi7.com

4. Galon air dibanting-banting ke lantai *anak protes keras!

 Membaca sudah hampir setengahnya nih, wah masih aja seru! Tiba-tiba, anakku yang lagi anteng main membanting galon air yang kosong. Kaget setengah mati. Mungkin, mungkin loh ya…dia memang ingin cari perhatian. Karena emaknya sibuk menatapi buku Twiries yang dia sendiri melihat emaknya yang ngakak-ngakak sendiri, terlihat tingkahlakuku yang mulai freak ketika membacanya. Bermain sebentar dengannya, kubuatkan dia susu, lalu lanjut baca lagi, “dikiiiiiiiiit lagi sabar ya sayang“, pintaku pada anakku dengan muka memelas.

5. Cebokin anak dulu

Di halaman 298, aroma semerbak tiba-tiba memenuhi ruangan di tempat aku membaca Twiries bersama anakku. Oh baiklah, kuduga ada yang buang angin, karena kami cuma berdua, kalo bukan aku ya sudah tentu anakku, tidak mungkin makhluk lain kan? Beberapa saat aromanya menghilang lalu timbul lagi dan tak pernah pergi. Baiklah, kupastikan kali ini bukan flatus -kentut : bahasa medis. Ini adalah pup alias eek, aku harus mengalah membersihkan dan menceboknya daripada semua orang pingsan akibat aroma yang sedap ini ? *bagi seorang emak, maaf yah eek anaknya pun dipuji-puji, sangkin bahagianya, berartinya pencernaannya sehat dan lancar, ya kan?

Akhirnya aku menyelesaikannya sekitar pukul 10 malam, anakku anteng karena ayahnya sudah pulang kerja dan menemaninya main di kamar. Meskipun banyak hiatus-nya ketika akan menyelesaikan baca buku Twiries, tapi terbayar sudah dengan senyum-senyum dan ngakak sendiri, sepertinya sindrom freaky twins itu menular ya, makanya hati-hati!🙂 Semoga setelah ini, aku ga freak beneran, karena kalo iya, kejadian ketika sedang membaca buku ini bisa jadi awal dari dimulainya hidup yang freaky. Kurasa si kembar Eva dan Evi bukan freak twins dalam arti negatif tapi freak twins dalam arti positif they’re just unique twins, very unique… *menurut aku loh ya…🙂

But, overall setelah semua kegilaan yang kurasakan ketika membaca buku Twiries, aku sangat merekomendasikan buku Twiries, dengan segala keunikannya dan kejujuran yang ada di dalamnya berhasil membuatku jadi ingin kuliah kedokteran lagi *meski hanya dalam khayalan, berhasil juga membuatku sukses menjadi Ibu Rumah Tangga *meski cucian bau dan ikan asin kesayangan gosong tapi anak tetap terurus dan pekerjaan rumah tetap terselesaikan *alhamdulillah. Dan tentu banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari buku Twiries terutama tentang anak kembar.

Kata-kata terbaik yang paling kusuka dalam buku Twiries adalah:

Apa yang disebut rumah adalah hati. Tempat pulang adalah hati yang mencintai, hati yang penuh maaf dan hati yang penuh penerimaan dan tentu saja tempat pulang yang sejati adalah Tuhan.
(Twiries, hal.136)

Siapapun nggak perlu menjadi anak kembar untuk punya empati. Cukup punya hati yang besar dan lapang untuk seseorang.
(Twiries, hal.122)

Kami adalah dua individu yang berbeda. Kami bersyukur dengan apa yang kami milik
masing-masing. Kami boleh lahir dari telur yang sama tapi takdir adalah milik pribadi.
(Twiries, hal. 107)

Percaya saja kalau kita dilahirkan sebagai diri kita pasti ada maksud dan tujuan dan itu yang terbaik.
(Twiries, hal. 90)

Beberapa halaman favoritku di Buku Twiries (hal 90, 107 122, 136)

Beberapa halaman favoritku di Buku Twiries (hal 90, 107 122, 136)

 

So, pertanyaannya adalah “kalian berdua yakin anak kembar? atau hasil kloningan abad 21?” 

*ditimpuk pake pizza topping otak zombi ama Eva dan Evi, ampuuuun🙂

Pastikan anda tidak mengalami hal seperti ini :)

Pastikan anda tidak mengalami hal seperti ini🙂

Dan terakhir dari tulisan yang hampir berakhir ini adalah pesan moral dari emak yang terkena FTS atau Freaky Twins Syndrome adalah :

Emak yang kena FTS alias Freaky Twin Syndrome

Emak yang kena FTS alias Freaky Twins Syndrome

Baiklah, karena ini adalah syarat maka wajib bagiku mencantumkan gambar di bawah ini:

webbanner_250x250px

banner lomba twiries

26 thoughts on “Gawat Emak Kena “Freaky Twins Syndrome”!!

  1. kayanya menarik ya bukunya..jadi pengen baca. btw itu penghayatan bikin fotonya keren banget mak. mantap ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s