Bukan Flatus

Beberapa kali saya mengalami kejadian yang menurut saya cukup memalukan, ditambah lagi kejadian itu terjadi di depan orang banyak dan dalam situasi yang sedang senyap. Entah reaksi apa yang terjadi di dalam perut saya sampai akhirnya harus berbunyi dengan suara bak buang angin alias ‘flatus’ (bahasa kedokteran untuk kentut).

Ketika berbaris dan sedang melakukan apel pagi di sekolahan, saya merasa sangat malu sekali. Suasana begitu hening, namanya juga apel pagi. Semua murid sedang mengikuti apel pagi dengan seksama dan ketika mendengarkan pemimpin apel memberikan wejangan, tiba-tiba saja terdengar bunyi seperti bunyi flatus yang beruntun tak berhenti. Saya panik berusaha membuat keributan agar bunyi tadi tidak begitu terdengar oleh teman-teman yang lain. Mulai dari menggoyang-goyangkan tas, merapikan rok dan baju, bersuara ‘ehem-ehem’ dan banyak gerakan lainnya. Harapannya supaya teman-teman tidak sadar dan tidak ingat kalau bunyi itu berasal dari saya.

Tapi sepertinya semua usaha saya gagal, tiba-tiba semua mata serentak tertuju pada saya, dan saya seorang gadis ABG (anak baru gede) yang sedang jaim ‘jaga image’, salah tingkah, tidak tahu harus menyembunyikan wajah ini dimana, belum lagi di depan dan belakang saya adalah teman lelaki saya. Sungguh, saya sendiri tidak menyangka bunyi itu ada, tapi masa iya sih bunyi perut lapar bisa-bisanya persis seperti bunyi flatus, dan lebih tidak menyangka lagi karena bunyi itu berasal dari diri saya.

Rasa malu saya tidak berakhir sampai disitu, kejadian serupa tapi tak sama kembali terjadi lagi ketika ada tamu yang datang ke rumah. Seorang kakak kelas pada masa kuliah datang bertamu dan ketika suasana sedang hening tiba-tiba bunyi itu dengan nyaring terdengar lagi. Kami saling bertatapan, saya pura-pura tidak tahu, pura-pura tidak paham tentang apa yang baru saja terjadi ketika itu. Oh malunya setengah mati….

Beneran saya bukan flatus (sumber)

Beneran saya bukan flatus (sumber)

Sampai sekarang saya tidak paham kenapa bisa kejadian itu terjadi pada saya. Bukan sekali atau dua kali bahkan cukup sering. Beneran loh, saya tidak flatus, itu bunyi berasal dari perut saya. Tapi ketika saya menjelaskan seperti itu, tak satu pun orang percaya dengan apa yang saya katakan. Bagi mereka, saya adalah orang yang tak tahu malu karena buang angin sembarangan, tak tahu tempat. Berasa difitnah, padahal saya memang tidak flatus waktu itu, itu asli dari perut saya. Seandainya saja ada cara untuk membuktikannya, tentulah saya tidak akan dapat gelar seperti itu.

My Silly Moment, bener-bener tak bisa saya lupakan, mungkin juga tak terlupakan oleh teman-teman dan kakak kelas saya itu. Sekali lagi itu bukan flatus, sueerrr tekewer keweer🙂

Diikutkan dalam “The Silly Moment Giveaway” Nunu el Fasa dan HM Zwan

Banner-giveaway-silly-moment

6 thoughts on “Bukan Flatus

  1. hehehehe…..flatus,kirain apa eh pas baca kedokteran baru mudeng,q dulu bilangnya pletus mak hahaha…

    terdaftra
    terima kasih sudah mengikuti GA silly moment
    salam^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s