Mistis Namun Eksotis “Jalatunda”

Saya memang selalu tertarik dengan warna hijau, alami dan sedikit dilupakan. Mengenal Wonosobo dari sebuah komplek wisata Dieng bukan hal yang baru, tetapi ‘Jalatunda’ adalah hal yang baru bagi saya. Atau mungkin banyak juga yang seperti saya, belum mengenal lebih dalam tentang ‘Jalatunda’ sumur tua nan eksotis yang berada di ketinggian sekitar 2000 mdpl. Masih di dalam kawasan komplek wisata dataran tinggi Dieng bagian paling barat, kota Wonosobo, Jawa Tengah.

Alkisah, ada seorang putri cantik jelita yang gemar mengenakan pakaian serba putih, namun berperangai jahat. Putri cantik ini sering meminta tumbal kepada masyarakat sekitar untuk dikorbankan dan ditenggelamkan di sumur ini. Kisah lain yang juga mewarnai misteri sumur raksasa ini adalah bahwa konon di dalam sumur ini, terdapat sebuah pintu gerbang atau jalur penghubung ke kediaman ular setengah dewa.

-Indonesia[dot]travel-

Gimana, setelah membaca kisah di atas, sudah cukup merinding? kalau saya justru semakin penasaran ingin tahu lebih banyak tentang kebenaran kisah tersebut. Terlepas dari kisah yang dituturkan oleh sebagian besar masyarakat disana itu benar atau tidak, ‘Jalatunda’ memang membawa keunikan tersendiri di kawasan wisata Dieng. Sumur tua yang airnya disebut berwarna hijau itu  menambah keeksotisannya. Namun yang jelas menuju kesana, kita akan disuguhi dengan 257 anak tangga dan di anak tangga yang paling akhir disebut-sebut ada beberapa tumpuk batu kerikil yang terhampar dan beralaskan karung beras.

Sebagian masyarakat mempercayai bahwa, jika seseorang mampu melempar batu kerikil ke sumur sejauh jarak tertentu akan mendapatkan keberuntungan dan terkabul niat serta keinginannya. Ini menambah keunikan dan daya tarik ‘Jalatunda’ bagi sebagian wisatawan yang berkunjung kesana.

Mitos memang kebanyakan diturunkan dari cerita rakyat, meski begitu adanya cerita rakyat tersebut justru banyak menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke ‘Jalatunda’ entah untuk mencobanya langsung atau bahkan sekedar penasaran yang sangat mendalam hingga harus melihat sendiri sumur tua nan penuh misteri itu. Itu semua terserah pada anda, bukan?

Namun, bagi saya ‘Jalatunda’ adalah sisi lain yang unik dan berbeda dari wisata Dieng yang selama ini tidak begitu banyak terangkat ke masyarakat. Menuju kesana, dibutuhkan sekitar 3 jam dari kota Yogjakarta menuju kota Wonosoba, lalu melanjutkan perjalanan menuju ‘Jalatunda’ sekitar 45 menit dengan motor atau mobil yang semuanya dapat disewa dari penduduk sekitar. Jangan kuatir, masyarakat disana ramah dan bersahaja, hal ini terbukti dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang ke Dieng, Wonosobo.

Jika anda berangkat dari Jakarta, rute menuju Dieng adalah : Jakarta – Cikampek – Plumbon – Kanci – Losari – Brebes – Tegal – Slawi – Bumi Ayu – Ajibarang – Purwokerto – Sokaraja – Purbalingga – Banjarnegara – Wonosobo – Dieng. Buat yang suka perjalanan murah meriah dan menyenangkan bisa coba naik kereta, pilih jalur menuju stasiun Purwokerto. Kemudian ke terminal Purwokerto lalu naik bus jurusan Wonosobo. Bus tersebut akan mengantarkan kita tepat di pertigaan Dieng Plateu dengan ongkos relatif murah kurang lebih Rp.8000 (menurut informasi dari Indonesia[dot]travel).

Sepertinya akan lebih nikmat jika berkunjung ke Wonosobo beberapa hari, agar lebih dapat merasakan indahnya Dieng dan keeksotisan ‘Jalatunda’. Pastikan membawa jaket karena udaranya tentu akan lebih dingin dan jangan lupa mengabadikan foto-foto ‘Jalatunda’ agar semakin banyak dikenal masyarakat Indonesia maupun dunia. Tetap jaga kebersihan, karena bagaimanapun ‘Jalatunda’ adalah alam yang merupakan dari kita semua yang wajib kita lestarikan dan rawat bersama-sama.

Sekedar masukan untuk pemerintah daerah dan pengelola wisata Dieng, sebagian orang menilai ‘Jalatunda’ hanya sumur tua biasa yang berair keruh, tidak istimewa sama sekali. Mungkin sebaiknya berikan perhatian khusus dengan membersihkan kawasan sekitar sumur tersebut, rumputnya dipendekkan lalu bisa diberikan papan informasi di sepanjang anak tangga tentang cerita rakyat di balik ‘Jalatunda’ seperti kalimat-kalimat pendek yang membuat orang penasaran tentang asal usul ‘Jalatunda’. Dengan sedikit inovasi, kreatif, bersih dan rapi, saya rasa ‘Jalatunda’ layak jadi kunjungan wisatawan. Lalu untuk keamanan, sebaiknya ada batas berdiri yang jelas berupa tembok yang kokoh agar tidak membahayakan pengunjung dan sebaiknya ada pertanda agar anak-anak dalam pengawasan orangtua.

Di luar negeri sana, banyak tempat wisata yang sebenarnya sangat biasa sekali, tetapi karena masyarakatnya getol menceritakannya pada pendatang/turis jadilah tempat tersebut terkenal hingga ke mancanegara. Bahkan terkadang hanya sebuah patung kecil atau anak sungai biasa. Namun karena perawatannya dan kebersihannya terjaga, dukungan dari pemerintah setempat yang baik dan keramahan masyarakat menceritakan tempat tersebut maka seolah-olah tempat tersebut sangat istimewa. Mereka bisa melakukannya, lalu kenapa kita tidak? yang bisa membuat alam dan tempat di Indonesia itu istimewa ya cuma kita bukan bangsa lain. Kalau bukan kita yang membuat ‘Jalatunda’ istimewa lalu siapa lagi ??

Yuk cintai alam Indonesia

Buat ‘Jalatunda’ istimewa, karena hanya kita yang mampu meng-istimewa-kannya

Jika ke Dieng, Wonosobo mampirlah ke ‘Jalatunda’

Rasakan suasana mistis nan eksotis ala ‘Jalatunda’

Happy travelling!

Last but not least, saya mengucapkan:

Jalatunda wonosobo

Sumber Referensi: www.indonesia.travel

Postingan artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway #HariJadiWonosobo189 

jalatunda wonosobo

9 thoughts on “Mistis Namun Eksotis “Jalatunda”

  1. Wah….di Wonosobo ternyata ada tempat unik dan eksotik seperti itu ya? Sayang sekali bila potensi wisata alam ini tdk dikembangkan… Btw, sukses ya dgn GA ini…

  2. Pingback: Update Peserta Sementara Giveaway #HariJadiWonosobo189 | Majalah online Go lokal
  3. Pingback: Pemenang Giveaway Artikel Potensi Wonosobo #HariJadiWonosobo189 | Majalah online Go lokal
  4. Pingback: Para Pemenang Giveaway Artikel Potensi Wonosobo #HariJadiWonosobo189 | Majalah online Go lokal
  5. Pingback: Hadiah Para Pemenang Giveaway Artikel Potensi Wonosobo dalam Rangka #HariJadiWonosobo189 | Majalah online Go lokal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s