Saya tidak bisa menulis, terus…

Setiap kali aku liat isi blognya, selalu berita bahagia, berita kesuksesan dan berita kemenangannya dalam berbagai lomba menulis di blog. Dia tidak pernah lupa men-share tulisannya di sosmed terutama facebook. Aku diam-diam selalu membacanya meski tak tau bagaimana cara berinteraksi melalui blog itu. Tapi, dia sukses membuatku iri, iri setengah mati karena dia selalu juara dalam menulis dan itu yang bikin aku dongkol pada diriku sendiri. Kenapa dia bisa, aku tidak? Dialah teman kuliahku dulu, yang sekarang bekerja menjadi seorang PNS di sebuah Kementerian dan sepertinya hidupnya mulus-mulus saja ditambah lagi dengan segudang prestasi juara lomba blog.

Masalahnya, aku ga bisa nulis! belum pernah menulis artikel apalagi nulis di blog. Aku juga terkadang ga tau harus menulis apa seperti tidak punya inspirasi. Satu-satunya yang membuatku terinspirasi adalah kecintaan temanku pada blognya. Kesungguhannya dalam menulis dan berbagi informasi. Aku tidak pernah berpikir, blog bisa membuatnya menjadi tergila-gila menulis apalagi bisa menjuarai beragam lomba blog. Tidak pernah sama sekali! Kenapa dia bisa begitu mencintai blognya sementara aku mencoba saja tidak berani?

Akhirnya kuputuskan untuk serius menekuni dunia blog. Awalnya memang terasa sangat berat karena aku sendiri merasa muak dengan tulisanku yang membosankan dan kaku. Ga enak sama sekali buat dibaca! mana ada orang yang mau mampir ke blogku kalo tulisanku ga menarik begini. Aku merasa belum sepenuhnya memahami dunia blog ini, rasanya ada yang kurang makanya tulisanku menjadi terasa biasa dan tidak berkesan.

Stalking, itu yang kulakukan di beberapa blog yang kuperhatikan sering menjadi pemenang di lomba blog. Meski aku sesekali menyapa mereka melalui komentar tetapi aku lebih banyak diam sambil terus mengamati kelebihan tulisan-tulisan mereka di blog. Beberapa bulan ngeblog, tak seorangpun sepertinya berminat memberi komentar, hanya dia teman kuliahku itu yang rajin memberiku semangat. Semangat saja tidak cukup, pikirku dalam hati. Aku butuh suntikan lebih agar terpicu untuk menulis dengan baik.

Walking, iya Blog Walking…itu nasehat temanku itu. Rajin-rajinlah membaca tulisan orang lain di blog mereka. Rajin-rajinlah meninggalkan komentar positif di blog mereka, dan lihatlah bagaimana komunikasi di dunia blog bisa membuat segala sesuatu jadi berbeda. Bahwa blog bukan sekedar menulis dan menanti komentar orang lain. Lagi-lagi dia intens dan selalu setia mengunjungi tulisanku yang tak seberapa itu. Dia selalu memberiku masukan yang membuatku semakin serius belajar ngeblog. Hingga 2 tahun ngeblog tak satupun prestasi ngeblog pernah kuraih. Mungkin Allah menunda karena ingin memberikan yang lebih baik. Prasangkaku dalam hati pada Tuhanku. Tak apa, menulislah terus, aku menyemangati diriku sendiri.

Aku mulai menikmati ngeblog. Aku mulai menulis dengan hati, dengan cinta dengan doa dan harapan. Aku pun bergabung dengan beberapa komunitas blogger karena dorongan temanku. Lagi-lagi aku bingung dibuatnya, untuk apa punya komunitas, apa manfaatnya untuk blog kita. Toh kita bisa menulis apa saja dan kapan saja sendiri. Meski begitu, aku turuti semua sarannya, ‘untuk memicu semangat ngeblogmu’, katanya.

Sampai akhirnya, aku memberanikan diri ikut lomba blog yang diadakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2013 kemarin. Meski aku merasa belum pantas tapi tekanan di hatiku untuk mencoba terus datang. Bagaimanapun aku harus berusaha dan mewujudkan impian untuk sukses di dunia blog itu memang butuh langkah panjang, aku sadar aku belum ada apa-apanya tapi berani mencoba jauh lebih baik daripada diam dalam iri tanpa berusaha.

Alhamdulillah, semua bentuk ‘excuse’ yang kulakukan karena membatasi diriku yang tidak bisa menulis, ternyata mampu memberikan titik terang akan harapan bahwa aku sebenarnya bisa, siapapun bisa menulis, bisa sukses di dunia blog. Aku menerima telpon dari Panitia Lomba Blog Kementerian Pekerjaan Umum, bahwa tulisanku diizinkan Allah untuk duduk di juara ke-3. Oh, rasanya kaget dan tidak pernah menyangka akan berbuah manis seperti ini. Masih seperti mimpi, ketika mendengar berita baik itu. Sampai saat ini, aku terus berpikir bahwa ini semata-mata karena Allah bukan karena tulisanku yang tak seberapa itu.

Tapi ada satu hal yang membuatku merasa mampu melewati semuanya, ‘cinta’. Cinta yang menguatkan dari temanku yang tidak pernah putus mengunjugi blogku dan memberiku semangat dan masukan terhadap tulisanku yang kacau dan tidak menarik. Cinta yang menginspirasi dari temanku yang lewat prestasinya aku sukses dibikin iri sehingga aku terpicu untuk ngeblog. Cinta yang tulus dari temanku yang semata-mata hanya ingin berbagi ilmu ngeblog denganku. Cinta itu, aku tak ragu sedikitpun. Karena aku sangat yakin, cinta adalah bumbu kesuksesan terbaik yang tidak pernah bisa digantikan dengan apapun. Meski dalam kegagalan sekalipun, hanya cinta yang mampu menguatkan kita untuk bangkit kembali.

Tulisan ini diikutsertakan pada Kompetisi Blog “Cinta Menginspirasi”

4 thoughts on “Saya tidak bisa menulis, terus…

  1. Aaaaahhh… kalau mak dame yang tulisan dan ide2nya keren nan cetar ini dibilang gak bisa nulis, terus saya dibilang apa donk?????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s