Sadar Diri

Apakah hidup sekejam itu? dimanakah hati nurani itu? apakah pantas menuduhkan sesuatu pada seseorang yang kau sendiri bersalah tapi kau tak menyadarinya.

Kejam pada orang lain, bukan berarti semua berakhir teman…Kau sedang memulai bara api yang akan kian panas. Mungkin tidak dibalas dengan kekejaman, mungkin juga tidak dibalas oleh orang yang kausakiti. Tapi ketahuilah Allah tidak tidur “NEVER”.

Jika kau merasa perbuatanmu tak seorang pun akan mengetahuinya, karena kau merasa pintar menyembunyikan dan menata rapih semua perbuatanmu, jangan senang dulu… aku mungkin tak bisa melihatnya tidak juga orang yang kau sakiti dan tidak juga semua orang di bumi ini TAPI kau lupa teman, aku punya ALLAH YANG MAHA MELIHAT….

Hidup terlalu singkat untuk dipenuhi dengan dendam dan amarah teman…kita tak pantas marah karena hanya orang sombong yang punya amarah. Dan ketahuilah teman, HANYA ALLAH yang memilikinya bukan aku, bukan kamu dan tidak seorangpun di muka bumi memilikinya, HANYA ALLAH….

Meski tak sedikitpun rasa maaf terbersit di benakmu, meskipun mulutmu tak mampu berucap atau hatimu dibutakan dengan sakit yang kau tanamkan pada orang lain. Namun, tak sedikit duri tajam yang sebenarnya sedang kau tanam di hatimu. MAAF memang bukan hal besar bagimu, tapi boleh jadi kelak kau merindukan kata itu karena beratnya hati dan mulut berucap kata itu. SADARILAH !!

Baiklah, kita sama-sama tau teman, bahwa pada dasarnya kita bersaudara, kita bersahabat, kita terikat oleh satu ikatan yang mungkin kita sama-sama tak sadari hal itu.Tapi, sikap yang tak dewasa dan tak penuh ketulusan itu membuat segalanya menjadi debu halus yang tertiup angin terbang entah kemana….

Jangan kau cari lagi, mencarinya bahkan lebih sulit dari menemukan jarum dalam jerami. Sungguh kepedihan dan kekecewaan akan fitnah yang kau tumpahkan kepadanya tak sedikit membuat hati pilu. Miris hati, tersiram panas amarahmu yang tak berujung. Tidakkah hati nurani hadir di dalam kalbu, hah….sudahlah ditanyapun mungkin tak kan berbalas. Apa hendak dikata…

Untuk semua yang menjadi korban amarah, korban fitnah, korban ketiadaan maaf, jangan bersedih….

Bisikan doa pada DIA yang tak pernah tidur, teriakan kesedihanmu pada DIA yang MAHA MELIHAT

Manusia boleh buta hati atau dibutakan, manusia boleh terlupa atau melupakan, manusia boleh jadi ujian juga buat “kelulusan” kita

Tundukkan keangkuhan itu, tundukkan kemarahan itu teman…

Bagimu, bagiku, kita bukanlah siapa-siapa…

 

*EDISI INTROSPEKSI DIRI

4 thoughts on “Sadar Diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s