Menantang Nyali dengan Bebek Pedas

Sebelumnya di blog ini, aku pernah menulis hal yang berkaitan dengan bebek yaitu telur bebek. Aku memang termasuk yang tidak milih-milih kalo makan. Apapun nama dan jenis makanannya selama HALAL, semuanya enak. Pertama kalinya dipertemukan dengan bebek ketika ditraktir makan oleh temen kerja. Katanya sih, daging bebeknya enak dan olahannya dengan berbagai sambel-sambelan. Ketika makan, jelas aku langsung milih bebek sambel ijo entahlah apa itu bebek perawan atau bebek apa…pokoknya dagingnya ya daging bebek. Penampakannya memang tidak sepedas yang dibayangkan. Aku pikir tadinya sambel ijo itu yang rawit ijo pedas terus banyak gitu. Ternyata ga begitu… rasanya sih cukup sederhana, namanya ditraktir ya enak aja🙂

Kedua kalinya makan bebek, masih dalam rangka makan bersama temen sekuliahan. Nah kalo yang ini tempat makannya memang ga khusus bebek, campur sari lah semuanya ada. Usut punya usut, menu bebek ini ditambah ke menu lama karena permintaan pasar yang cukup tinggi. Aku udah penasaran aja ama rasanya karena biasanya kami hanya makan menu lama yang sudah tersohor di tempat makan itu. Oke, temanku akhirnya pesen bebek duluan, aku masih ragu akhirnya ga ikut mesen daripada mengecewakan, tapi karena sangat penasaran aku cicipi punya temenku. Mungkin standar bebek pedas buat setiap orang beda-beda ya. Tapi, untuk menantang rasa pedas sepertinya masih belum. Aku justru merasa menu bebeknya hanya sebagai penambah menu saja “nothing special”. Dan sejak saat itu, ga ketagihan dan ga mau beli menu bebek disitu lagi.

Tahun kedua semasa kuliah akan selesai, temen kuliah yang notabene bapak-bapak semuanya ngajakin jalan-jalan ke Salatiga. Kata temenku itu, disana ada ibu yang beternak bebek dan jago banget masak bebek pedas. Apa hal ya? apa mesti pergi jauh-jauh ke Salatiga biar bisa makan bebek pedas yang enak. Sebagai perkenalan awal, dia ajak kita makan bebek dulu ke rumahnya di Tangerang. Istrinya sudah menyiapkan makan siang dengan menu bebek lengkap dengan sambelnya. Air liur sudah tak tertahankan, selesai zuhur semuanya langsung pada serbu meja makan.

“Coba cium daging bebek ini”, katanya.

Awalnya aku bingung, apa penting ya makanan dicium-cium dulu, kalo buatku rasanya kurang sopan makanan dicium-cium. Tapi, karena dia minta pendapat tentang aroma daging bebek itu, ya kulakukan saja.

“bau ga”, tambahnya.

“tidak bau sih, biasa aja seperti daging-daging lainnya”, kataku.

“nah ini baru bener ngolahnya, sebab bebek itu kalo membersihkannya ga bener akan ada aroma yang tidak sedap”, katanya.

Oh begitu, aku juga baru tau, maklum belum pernah mengolah daging bebek, hanya penikmat kuliner saja. Jadinya bisa makan doank, hehehehe….rasa masakan bebeknya sih enak, lebih enak dari dua tempat makan bebek pedas yang pernah kumakan sebelumya di Bogor. Lalu, dia ngajak kita ke sentra peternakan bebek milik keluarganya di Salatiga. Akhirnya kami berangkat ke Salatiga, setibanya disana malamnya istirahat dan paginya langsung jalan ke peternakan bebek milik keluarganya. Baru itu pertama kalinya liat bebek sebanyak itu dan telur-telurnya. Kandangnya bersih, bebek-bebeknya sepertinya panik liat orang baru. Jadilah aku melihat ke dalam kandang sebentar lalu keluar lagi daripada bebeknya stress🙂

Peternakan Bebek Salatiga

Peternakan Bebek Salatiga

Siangnya kembali ke rumah, sang pemilik peternakan bebek sudah menyiapkan makan siang ala bebek pedas keluarga Salatiga. Rasa laper langsung menyerbu, hajarrr….dan baru makan sepotong daging bebek pedesnya langsung huh hah….pedessss, ini baru bebek judes (juara pedas). Beneran ini bebek pedas bangeeet, lidahku udah ga bisa diem lagi, minumpun ga ngaruh…Oh God…berapa kilo ini cabenya…

Denger-denger katanya ada jagonya bebek pedas juga di daerah Jabodetabek, namanya Resto Bebek Judes. Ternyata di Bogor udah ada tuh restonya, ah jadi kepengen juga menantang nyali makan bebek pedas ala Resto Bebek Judes. Kalo liat daftar harga dan menunya sih sepertinya menunya cukup beragam dan harganya bersahabat dengan kantong.

72528_575994972439035_2053017898_n

Untuk menghilangkan kerinduan makan bebek pedas ala Salatiga, boleh juga nih nyobain Bebek Judes kapan-kapan, yang pasti harus yang HALAL ya, kayak di Resto Bebek Judes ini.

1497734_662201847151680_2061755111_n

Ada yang mau traktir ga ya?hihihi…aku dateng deh, asalkan lokasinya di Bogor maklum punya anak yang masih usia 1 tahun 6 bulan, kesian aja kalo dibawa jauh-jauh, mana lagi musim hujan kan.

942984_554378821267317_1746792664_n 312236_554370531268146_2009256001_n553699_471479752890558_1043675422_n

Atau bisa delivery?? lebih mantep lagi nih, jadi ga perlu keluar rumah, angkat telpon langsung pesen, nyampe deh Bebek Judes-nya *ngimpi kali ye🙂

Sumber Gambar : Fanspage Bebek Judes

“Tulisan Ini Diikutsertakan Pada Giveaway Sensasi Makan Bebek Pedas

27 thoughts on “Menantang Nyali dengan Bebek Pedas

  1. Kata Bebeknya terlalu banyak. Kurang disukai oleh Google dianggap keyword stuffing. Termasuk pemberian link yang terlalu banyak.
    Harusnya bisa diakali
    Sekedar saran
    Salam hangat dari Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s