Bukan Mama

Membicarakan tentang perkembangan dan pertumbuhan anak memang ga ada habisnya. Selalu saja menemukan keajaiban dalam setiap tumbuhkembangnya. Aku ingat waktu pertama kali dia belajar tengkurap, ukuran kepalanya yang terlihat lebih dominan dari ukuran badannya membuatnya berulang-ulang kali terjatuh. Aku bahkan mengabadikan belajar tengkurap dalam sebuah video melalui handphone. Ketika merangkak, teman-teman seumurannya sudah bisa merangkak namun dia belum bisa merangkak. Sampai-sampai aku membawanya ke tetangga tujuannya supaya dia melihat teman-temannya dan mencontoh mereka merangkak. Dan berbuah hasil, dia pun tak lama kemudian bisa merangkak. Lalu ketika dia belajar duduk, dimana badannya oleng ke kanan dan ke kiri lalu berulang kali pula dia terjatuh di kasur. Berdiri sambil memegang, merambat, berjalan perlahan jatuh dan bangkit lagi, hingga bisa berjalan dengan lancar.

Alhamdulillah, bagiku ini semua tumbuhkembang yang ajaib. Ga pernah tau memulainya, ga pernah tau asal muasalnya tapi dia akhirnya melaluinya dengan penuh perjuangan dan kebahagian. Meskipun, sekarang emaknya ga bisa melepasnya karena ketika pintu dibuka dia tiba-tiba sudah ada di luar sambil berlari entah kemana tujuannya pergi. Harus ekstra hati-hati *lap keringet soalnya dia pernah keluar sendiri, kita lupa nutup gerbang, dan ternyata tetangga sedang mengeluarkan anjingnya bermain tanpa diikat sang pemilik, kata tetanggaku yang lainnya anjing itu hampir saja menyenggolnya karena anjing itu berlari ke arahnya. Malaikat penjaga yang diturunkan Allah SWT masih menjaganya, alhamdulillah dia ga kenapa-kenapa.

Ada keajaiban lain, yang aku sangat takjub pada tumbuhkembang anak adalah ketika dia bisa berbicara. Aku sebenarnya masih bingung menentukan kapan pertama kalinya dia bicara karena definisi kata pertama itu ambigu sekali buatku. Ketika dia berumur 4 bulan sebenarnya dia sudah banyak mengeluarkan kata-kata entah itu eh, ah  dan lain-lain. Lalu ketika dia berumur 1 tahun dia sudah bisa ngoceh-ngoceh yang hanya dia yang paham arti dan maksudnya apa. Dia bahkan sudah bisa berekspresi kesal jika tak dituruti kemauannya. Tapi jika yang dimaksud adalah sebuah kata yang jelas terucap dari mulutnya kurasa untuk pertama kali diucapkannya saat dia berumur setahun lebih tepatnya *lupa hihihi, maaf maaf aku memang bukan pengingat tanggal yang baik.

Kata pertama itu bukan mama *pengen teriak sekenceng-kencengnya. Aku terus bertanya-tanya dalam hatiku, kenapa bukan mama, semua anak orang pastilah bilang mama kata pertamanya setidaknya kebanyakan seperti itu. Hah, aku merasa bersalah sekali, apa aku melakukan kesalahan hingga dia tak mengucapkan kata mama untuk kata pertamanya, apa aku kurang dekat dengannya. Padahal akulah yang selalu menemaninya, dalam tidurnya dalam mainnya, dalam setiap kegiatannya hingga menemaninya makan tengah malam, nonton video ipin upin kesukaannya di laptop, dan bernyanyi-nyanyi sambil menonton CD lagu anak-anak di DVD Player. Oh tidaaaak, pastilah ada yang salah denganku. Rasanya sedikit sedih ketika harus menceritakan bahwa mama bukan kata pertama anakku, karena mungkin saja orang lain akan memberi penilaian yang sama seperti pikiranku itu. Atau ada yang sama denganku??? *cari temen🙂

“Ayah”, itulah kata pertama sangat jelas keluar dari mulut anakku. Kata pertama, yang bikin ayahnya bangga tapi bikin hati kecil bundanya sedih. Meski begitu, aku tetap bersyukur, alhamdulillah anakku sudah bisa mengucapkan kata pertamanya itu dengan lantang dan jelas. Meski bukan mama, aku harus belajar menerimanya dengan penuh rasa tanya dan bersalah😦

main ama ayah

Syukurlah, sekarang di umurnya yang 1 tahun 6 bulan lebih dia sudah mulai banyak berkata-kata, meskipun mama masih belum juga kelar ngucapinnya, setidaknya dia sudah bisa bilang “udah”, “iya”, “mamam”, selebihnya memang masih separuh kata belum komplit misalnya bilang roti jadi “ti”, dia juga bisa menirukan teriakan mamang tukang sayur yang tiap hari lewat depan rumah “uuuy” dan sekarang tiap tukang sayur teriak “yur” dia pun minta keluar rumah ga perduli itu hujan atau apa, harus ketemu mamang tukang sayur. *ya ampun, yang niat ga belanja jadi belanja deh..

Begitulah pengalaman pertamaku bagaimana dulu anakku mengucapkan kata pertamanya, “ayah” itulah kata pertama yang dengan lantang dia ucapkan. Meski masih sedih ketika mengingat itu, tapi aku bersyukur dan mendoakannya agar kelak selalu mengucapkan kata-kata yang baik yang bermanfaat yang keluar dari mulutnya. Meski bukan mama, aku yakin bukan berarti dia tak ingat bundanya, suatu saat dia pasti akan mengucapkan kata “mama”, “bunda”, “ibu”, emak atau apalah yang ditujukannya padaku, aku yakin itu…. *dalam rangka mengobati hati hehehe….

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Bicaralah Yang Lantang Jangan Hanya Diam oleh mak Isnuansa

Bicara-Lantang

20 thoughts on “Bukan Mama

  1. Apapun kata yang keluar pertama kali dari bibir si kecil tak usah dirisaukan.
    Yang penting sehat dan kelak dari mulutnya akan keluar kata-kata yang baik dan menyenangkan semua orang
    Salam hangat dari Surabaya

  2. Jangan sedih kak …
    Justru Kak Dame harus bersyukur dobel-dobel …
    Mengapa ?
    Itu artinya sang Ayah dekat dengan buah hatinya, sayang dengan keluarganya. Dan si buah hati pun merespon kedekatan emosionalnya dengan mengucapkan kata Ayah

    Dan saya rasa itu sangat membahagiakan, Kak Dame diberikan seorang Suami, seorang Ayah yang sangat dekat dengan keluarganya … Ya kan ?

    Tidak semua Ayah mendapat kehormatan untuk dipanggil dengan jelas untuk pertama kalinya oleh sang buah hati.

    Salam saya Kak

  3. orangtua aja seneng banget kalo lihat anaknya mulai bisa ngomong,apalagi yg ngemong kayak saya mbk,,seneng bangetttt hehehe….indhnya jadi ortu😀
    salam kenal^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s