Di Ambang Batas Sebuah Impian

Berkenaan dengan tema “Optimalisasi Peranan Kelembagaan dalam Pemerataan Pembangunan Indonesia” yang terkandung dalam artikel berjudul “Impian Konferensi Pertambangan di Kalimantan” di www.darwinsaleh.com, saya berpandangan bahwa saya setuju karena memang untuk membuat sebuah pembangunan yang merata di Indonesia tidak boleh hanya fokus pada pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) saja, justru harus juga harus mampu mentransformasikannya sebagai kekuatan modal sosial agar masyarakat tidak terpuruk dalam kemiskinan terutama masyarakat kita yang tinggalnya di daerah penghasil SDA tersebut misalnya Kalimantan sebagai pulau dengan potensi batubara sebesar 49,6 % dan gas sebesar 45 % [1], artinya hampir setengah dari pulau Kalimantan seyogyanya dapat dikembangkan pertambangannya dengan baik da benar.

Saya berpandangan bahwa memang selama ini setiap ada konferensi entah itu terkait minyak dunia, pertanian, pertambangan dan pariwisata hampir semuanya diselenggarakan di Bali. Meskipun memang, Bali berpotensi untuk meningkatkan jumlah turis yang datang ke Indonesia tapi sebenarnya hal tersebut kurang tepat. Bali memang surganya dunia apalagi kalau bicara soal keindahan pantai dan lautnya meskipun Nias, Lombok dan Raja Ampat tidak kalah indahnya. Kenyataan yang pahit terjadi ketika sebuah wilayah sebut saja Kalimantan yang potensi pertambangannya luar biasa ini justru kurang diperhatikan. Tidak ada yang salah jika konferensi pertambangan justru diselenggarakan di wilayah yang memang sentra dari pertambangan itu sendiri. Karena menurut saya, justru disini nilai tambahnya, mereka bisa melihat langsung bagaimana potensi tambang yang ada dan bagaimana keindahan Kalimantan sekaligus melihat secara langsung garis kehidupan masyarakat yang tinggal di daerah penghasil tambang tersebut. Bali sudah cukup baik pembangunannya, karena turis memang menjadi pasar yang sangat menggiurkan bagi usaha apapun yang ada di Bali. Tapi, coba lihat Kalimantan, masyarakat disana, apakah memang sebanding kehidupannya dengan nilai tambangnya. Saya rasa, ini yang perlu diperhatikan. Pengusaha tambang memang kaya raya, perusahaan tambang memang diuntungkan, tapi masyarakatnya bagaimana. Apakah sudah sejahtera seperti layaknya para pengusaha hidup berkecukupan, apakah anak-anak di Kalimantan sudah bisa menikmati indahnya pendidikan seperti anak-anak pengusaha tambang yang bersekolah di sekolah-sekolah bertaraf internasional dengan berbagai fasilitas yang memadai. Sekali lagi “ironis”. Boleh saja memanfaatkan Kalimantan untuk tambang tapi tolong perhatikan bekas kegiatan pertambangan yang ditinggalkan, jangan sampai merugikan masyarakat sekitar terutama lingkungan.

Berikut ini adalah gambaran bagaimana kondisi sekolah-sekolah di Kalimantan yang kurang diperhatikan, di tengah-tengah potensi Tambang di Kalimantan:

This slideshow requires JavaScript.

Berikut ini adalah gambaran jalan dan infrastruktur di Kalimantan:

This slideshow requires JavaScript.

Berikut ini adalah kondisi pertambangan dan bekas pertambangan batubara yang menjadi isu rusaknya lingkungan di Kalimantan:

This slideshow requires JavaScript.

Perusahaan pertambangan atau perusahaan lainnya di Indonesia yang memperoleh untung dengan bisnisnya di Indonesia, apapun bentuknya, apapun jenisnya, punya kewajiban untuk terhadap masyarakat. Inilah yang dikenal dengan Corporate Social Responsibility atau disingkat dengan CSR. Semasa kuliah dulu, saya rutin mendengarkan isu-isu dan berita mengenai CSR. Awalnya CSR adalah kesadaran dari pihak perusahaan, tapi lama kelamaan malah seperti kurang dianggap serius oleh sebagian perusahaan. Saya senang sekali ketika keluar peraturan pemerintah untuk menggunakan kata “wajib” melakukan CSR pada seluruh perusahaan di Indonesia. Dengan begitu, kan sudah jelas kalau pemerintah juga secara tidak langsung menuntut agar perusahaan tidak cuma raih untung semata-mata, tapi “wajib” bertanggungjawab terhadap masyarakat secara sosial. Seperti pesan yang disampaikan pada artikel “Hari Anak, CSR BUMN” dalam www.darwinsaleh.com, bahwa diperlukan peranan CSR BUMN, swasta, bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah dalam terus mendorong pendidikan [2]. Pendidikan adalah satu dari banyak program CSR yang paling sering diaplikasikan pada masyarakat. Memang peranan pendidikan sangat besar dalam kemajuan bangsa. Setidaknya, memberikan ilmu yang bermanfaat kepada masyarakat khususnya mereka yang tinggal di daerah terpencil yang jauh dari nikmatnya sekolah akan sangat membantu proses pembangunan di daerah-daerah di Indonesia. Disinilah peranan kelembagaan yakni perusahaan sebagai penanggungjawab perlu dioptimalkan. Karena sebenarnya, jika CSR tidak ditegaskan melalui regulasi yang jelas, mungkin sampai saat ini masih banyak perusahaan yang seenaknya memanfaatkan kekayaan bumi ini, dan kemudian lepas tanggungjawab terhadap alam dan masyarakat sekitarnya. Melalui optimalisasi fungsi CSR di perusahaan adalah juga salah satu cara untuk pemerataan pembangunan di Indonesia.

Pemerintah pusat memang tidak mungkin bekerja sendiri dalam pemerataan pembangunan di Indonesia. Seluruh kelembagaan harus terintegrasi dengan baik. Sama halnya dengan pesan yang ada pada artikel “Kerjasama Pusat-Daerah” dalam www.darwinsaleh.com, bahwa agar kita bisa meraih sukses, pembangunan Indonesia sangat memerlukan kuatnya integrasi penyelenggaraan pusat-daerah [3]. Hal itu tepat sekali, Indonesia yang seluas dan sebesar ini, jika tidak ada koordinasi antara pusat-daerah mana mungkin bisa sukses membangun bangsa. Bukan lagi memperhatikan satu wilayah atau daerah saja namun sifatnya menyeluruh, karena itu diperlukan sebuah sistem yang mampu mengintegrasikan seluruh aturan dan regulasi yang ada mulai dari pusat ke daerah sehingga semua program pemerintah dapat berjalan dengan baik dan benar sesuai fungsinya. Karena hanya dengan optimalisasi integrasi sistem dari pusat ke daerah inilah, pemerataan pembangunan juga dapat terwujud. Integrasi sistem ini yang sepertinya sangat sulit dilaksanakan karena belum ada kesatuan visi dan misi antara pusat dan daerah. Ibarat kata “belum nyatu hatinya”. Terlalu banyak kepentingan di dalamnya.

Harapan saya, kita jangan lagi fokus pada Bali sebagai tempat untuk konferensi-konferensi dunia. Bali hanya satu wilayah kecil dari Indonesia, sedangkan Sabang sampai Merauke memiliki potensi yang juga sangat baik jika dikembangkan. Pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia ini sangatlah penting karena Indonesia bukan hanya Bali saja. Orang asing sangat mengenal Bali, tapi tidak dengan daerah lainnya di Indonesia. Ketika saya magang di sebuah perusahaan Jepang 5 tahun yang lalu, saya kaget karena semua karyawan di perusahaan tempat saya magang itu tidak mengenal kota Jakarta, Medan apalagi Kalimantan. Mereka bilang, “Indonesia ya Bali”. Rasanya saya ingin menangis, seperti tidak mendapat pengakuan bahwa Jakarta, Medan, Kalimantan dan wilayah lainnya adalah bagian dari Indonesia. Sedihnya lagi, mereka tidak perduli dengan semua penjelasan yang saya berikan. Pokoknya hanya Bali yang ada di benak mereka ketika saya bicara soal Indonesia.

Memang tidak mudah mengubah persepsi orang asing tapi tidak ada kata terlambat untuk berbenah dan memperbaiki segala sesuatu. Pemerataan pembangunan melalui optimalisasi CSR dan integrasi sistem pusat-daerah harus segera dilakukan. Kita tidak boleh lupa bahwa kemajuan bangsa hanya bisa diraih dengan kesungguhan hati, kerja keras dan semangat yang tinggi. Semua pihak harus mengambil langkah bijak untuk mendukung pemerataan pembangunan di Indonesia. Tidak perlu saling menyalahkan karena bukan waktunya untuk kita saling berdebat lagi, sekarang adalah waktu kita untuk saling mendukung. Saya sangat yakin pemerintah memiliki banyak data terkait potensi-potensi yang ada di seluruh Indonesia. Namun, hingga saat ini saya melihat belum ada keseriusan kelembagaan terkait untuk memperhatikan dan mengoptimalkan potensi tersebut. Pemerintah membuka jalan, tapi pelaksanaannya di daerah-daerah kan tugas kelembagaan. Jika pemerintah membuatkan berbagai program guna pemerataan pembangunan tapi tidak didukung dengan optimalisasi kelembagaan maka rasanya mustahil kita bisa maju. Kalimantan adalah satu dari daerah di Indonesia yang potensi tambangnya sangat baik karenanya melalui Kementerian ESDM sebagai lembaga pemerintah yang terkait langsung dengan bidang pertambangan punya peranan sangat penting dalam mendorong perusahaan-perusahaan tambang yang ada untuk lebih taat pada regulasi dan bermartabat dalam segala gerak bisnisnya. Demikian juga dengan lembaga pemerintah lainnya, baik bidang pendidikan, sosial-budaya, ekonomi, politik, semuanya harus meningkatkan kinerja melalui optimalisasi peranannya masing-masing. Utamakanlah kepentingan rakyat di atas segala kepentingan. Pembangunan yang merata tentu akan turut menyejahterakan rakyat.

Bukankah menjadi bangsa yang sejahtera dan bermartabat adalah impian kita semua.


[1] Darwin Saleh, Impian: Konferensi Pertambangan di Kalimantan, diakses 31 Januari 2014, tersedia pada http://darwinsaleh.com/?page_id=784

[2] Darwin Saleh, Hari Anak CSR BUMN, diakses 31 Januari 2014, tersedia pada http://darwinsaleh.com/?page_id=766

[3]  Darwin Saleh, Kerjasama Pusat-Daerah, diakses 31 Januari 2014, tersedia pada http://darwinsaleh.com/?page_id=772

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari www.darwinsaleh.com. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan”.

6 thoughts on “Di Ambang Batas Sebuah Impian

  1. Wow tulisannya bagus, mendalam dan kritis sekali. Saya beberapa kali ke luar negri berkat pertukaran pelajar dan benar banyak orang asing tidak kenal Indonesia. Kalaupun tahu dikonotasikan negatif sekali. Mereka lebih tahu Bali. Sedih sekali.

  2. aku pernah lewat di daerah sekitar tambang emas di sumatera utara mak.. kondisinya jalan dan lingkungan di sana sungguh memprihatinkan..
    sangat ironis dengan kekayaan sumberdaya alam yang melimpah tetapi penduduk sekitar sungguh terabaikan..

    • bener say….prihatin ya, padahal CSR ada kata wajib-nya tetep aja ya ga dipeduliin, ini oknum perusahaan dan perusak alam harus diadili!!! makasih udah mampir say

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s