Efek Samping Mengkonsumsi Gula Aren

Judulnya mengagetkan ya…

Efek samping konsumsi gula aren memang terbukti ada. Secara nyata saya pun merasakannya. Mungkin bagi sebagian orang tidak demikian. Jujur, saya tidak bermaksud apa-apa lho. Saya hanya ingin menyampaikan apa adanya dari hati terdalam saya. 

Begini ceritanya, dulu masa Sekolah Menengah Pertama (SMP), saya mengikuti ekstrakurikuler yaitu Pramuka. Kegiatan Pramuka itu cukup padat terutama di hari Sabtu dan terkadang hari Minggu pun dipakai untuk latihan, bersih-bersih, gerak jalan. Dan yang paling saya suka adalah berkemah. Biasanya hampir setiap tahun diadakan kegiatan berkemah. Berkemah terjauh yang pernah saya ikuti adalah waktu ada Lomba Tingkat (LT) hingga kami berhasil jadi utusan ke Jakarta. Rasanya bangga dan bahagia. Ternyata pelatihan menuju LT tidaklah mudah. Kami setiap hari harus berjalan jarak jauh untuk menjaga kekuatan fisik dan stamina.

Suatu ketika, saya sudah sangat lelah sekali, rasanya tak sanggup lagi melewati jalan panjang hari itu.

“mau pingsan nih”, ucap saya ke teman seregu saya.

“kasi minum, kasi minum, teriaknya ke teman seregu yang lain.

“sudah, tapi ga ngaruh”, kata saya.

“gimana ini, masa pimpinan regu pingsan, kan ga lucu”, kata wakil pimpinan regu.

 “kasi ini aja”, kata kakak pelatih kami.

Ketika menerima dan memakannya, saya agak aneh karena tidak percaya, masa sudah mau pingsan begini malah dikasi yang seperti itu. Tapi saya tidak punya pilihan lain. Ya sudah, nurut saja langsung dikunyah dengan lahapnya.

“minta lagi”, kata saya. Tanpa rasa malu🙂

“nih banyak, makan saja semuanya biar kuat, jangan malu-maluin, masa pimpinan regu pingsan sih”, kata teman seregu waktu itu. Duh berasa jleb banget ya…

Setelah mengkonsumsi beberapa potong, akhirnya saya mulai merasa separuh dari saya yang sempat hilang dari tubuh pun kembali lagi, mata mulai melihat dengan jernih, tidak berbayang-bayang lagi, entah kenapa sesaat seperti muncul kekuatan ekstra yang bikin saya seperti mainan anak saya yang diganti baterai baru. Akhirnya, perjalanan jauh waktu itu pun bisa kutaklukan bersama teman seregu.

Sampai detik ini, saya selalu teringat kejadian yang menurut sebagian orang adalah memalukan itu. Tapi bagi saya hal itu kini bukan memalukan lagi, efek samping mengkonsumsi gula aren ketika itu membuat saya jadi “penggila” gula aren dan bahkan sekarang jadi cemilan anak saya sejak dia bisa mengunyah dengan baik. Di umurnya yang setahun 6 bulan ini, saya masih terus memberikan “cemilan spesial” yaitu gula aren.

This slideshow requires JavaScript.

Ternyata saya, anak saya dan keluarga telah merasakan efek samping mengkonsumsi gula aren yaitu “ketagihan“. “Nagih” yang satu ini aman, ga bikin dompet kering, ga bikin badan kurus, ga ngerugiin orang lain malah bikin sehat karena jauh dari penyakit Diabetes, stamina terjaga dan yang terpenting TIDAK ADA EFEK SAMPING NEGATIFNYA “Dijamin”. Hingga kini, kami selalu mengutamakan pemanis sehat dengan gula aren dibandingkan dengan pemanis lainnya. Selain efek sampingnya yang membuat kami sekeluarga jadi “penggila” gula aren, gula aren atau yang dikenal dengan palm sugar juga sangat mudah diperoleh, di mamang tukang sayur yang tiap hari lewat depan rumah pun dijual. Oh indahnya…🙂

Diolah atau tidak diolah, kami tetap suka mengkonsumsinya baik di waktu santai, saat menonton TV, saat main dengan anak, saat anak merengek dan tak tau kenapa, saya langsung beri gula aren. Syukurnya, dia suka jadi saya tidak perlu repot mencarikan cemilan di luar sana yang banyak mengandung bahan yang tidak sehat. Tidak percaya?? silahkan dicoba sendiri. Dan sepertinya sejauh ini, gula aren si pemanis sehat ini telah menjadi andalan di keluarga saya.

Ketagihan gula aren???

Siapa takut!!!

Ikutan Menulis Tentang Pemanis Sehat Yuuuk…

Banner-Peduli-Pemanis-sehat

20 thoughts on “Efek Samping Mengkonsumsi Gula Aren

    • iyaaa…apalagi pake nasi hanget ikan asin🙂 uh enaknya, kami di rumah juga penggila sambel dan klo lagi bikin sambel uleg itu pake gula aren, selalu….enaknya poool🙂

  1. Waktu kecil dan latihan Kepanduan ( nama PRAMUKA pada jaman saya sekolah di SR, SMP dan SMA )dan sekarang saya ini seorang kakek usia 81 th),pemanis pada zaman itu sangat umum/biasa menggunakan gula (merah/jawa, serta gula aren ) yang sangat bikin sehat berupa makanan camilan maupun dimakan / dikunyah bersamaan minum teh tawar panas. Pada zamanh dahulu sangat sedikit orang sakit diabetes,tetapi sekarang orang sakit kencing manis itu sangat banyak. Maka saya usul Departemen Kesehatan mulai sa’at ini menggalakkan penggunaan gula tradisionil/ gula merah sebagai pengganti gula pasir & gula rafinasi yang sebagian besar di IMPORT ,,dan tidak sehat,serta bukan produksi dalam negeri. Bisa mengatur devisa! Atau persaingan perdagangan???

    • sama pak, saya juga waktu pramuka suka disuruh makan gula aren kalo lagi jalan jauh buat energi🙂 bener juga pak, mengurnagi ketergantungan pada gula rafinasi selain mendukung industri gula aren di Indonesia juga mendukung gaya hidup sehat, trimakasih sudah sharing pak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s