Secercah Harapan untuk Indonesia yang Mandiri dan Bermartabat

Berkenaan dengan tema “Subsidi BBM untuk Siapa: Apa Kata Undang-undang dan Apa Katamu?” yang terkandung dalam artikel berjudul “Subsidi BBM Hak Golongan Tidak Mampu, Itu Amanah UU” di www.darwinsaleh.com, saya berpandangan bahwa saya setuju karena subsidi BBM memang hak golongan tidak mampu dan itu amanah sesuai dengan pasal 1 ayat 1 Peraturan Menteri ESDM Nomor 18 Tahun 2013 dimana jika mengacu pada regulasi tersebut tidak semua pemilik kendaraan diperbolehkan memakai BMM jenis premium dan solar. Dengan kata lain, sudah jelas bahwa kedua jenis BBM tersebut telah disubsidi pemerintah khusus bagi golongan tertentu yang meliputi: usaha mikro (mesin perkakas untuk usaha mikro); usaha perikanan (nelayan kecil dengan motor tempel, pembudidaya ikan skala kecil); usaha pertanian (petani/kelompok tani/Usaha Pelayanan Jasa Alat yang melakukan usaha tani dengan luas maksimal 2 hektare); transportasi (kendaraan bermotor perseorangan untuk angkutan orang atau barang, sepeda motor kecuali kendaraan dinas, semua jenis ambulans mobil jenazah mobil pemadam kebakaran dan mobil pengangkut sampah serta transportasi air yang menggunakan motor tempel); dan pelayanan umum (krematorium dan tempat ibadah) [1]. Dari namanya saja sudah mikro, skala kecil, petani kecil, sudah jelas sekali jika subsidi BBM memang hanya untuk golongan yang tidak mampu sesuai regulasi yang ditetapkan tersebut.

Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 telah diamanatkan kepada pemerintah untuk melakukan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi secara bertahap agar dapat terlaksana dengan tepat volume dan tepat sasaran. Akan tetapi permasalahan muncul semenjak subsidi BBM ternyata meningkat tajam dan pada akhirnya justru membebani keuangan Negara. Subsidi BBM tahun 2011 mencapai kenaikan 200 % terhadap subsidi BBM tahun 2010 [2]. Peningkatan subsidi BBM inilah yang memicu semakin runyamnya permasalahan terkait ketidaktepatan volume dan sasaran subsidi BBM. Disebutkan juga harga minyak bumi ketika itu terus mengalami kenaikan dengan rata-rata US$ 100/barel yang tentu saja berpengaruh pada APBN dimana salah satu dampaknya adalah kenaikan subsidi energi. Diperkirakan anggaran subsidi BBM meningkat sampai 20-30 %. Efek sampingnya jika pemerintah membatasi penjualan BBM bersubsidi atau menaikkan harga BBM akan berdampak pada kenaikan inflasi. Namun pemerintah memiliki tanggungjawab untuk menjamin BBM bagi rakyat miskin yang terkena dampak kenaikan BBM tersebut.

Semenjak saat itulah kompensasi diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu guna mengurangi dampak kenaikan BBM. Padahal pemerintah berdasarkan UU No.22 ayat 8 Tahun 2011 mempunyai kewajiban untuk menjamin ketersedian dan kelancaran pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang merupakan komoditas vital dan menguasai hajat hidup orang banyak. Kata “wajib” di dalam UU tersebut jelas sekali menjadi sebuah keharusan bagi pemerintah yang mutlak dipenuhi. Negara kan harus menjangkau seluruh rakyat, terutama bagi golongan yang tidak mampu, Meski kenyataannya sebagian besar BBM bersubsidi justru dinikmati oleh golongan yang mampu. Bagaimana mungkin, subsidi BBM yang sudah jelas ditujukan untuk golongan yang tidak mampu justru dipergunakan seenaknya tanpa rasa malu oleh golongan yang mampu. Ini bukan semata-mata karena kurangnya pengawasan. Karena tidak mungkin pemerintah mengawasi setiap warganya satu-persatu.

Miskinnya budaya malu dan rendahnya kesadaran sekelompok masyarakat adalah penyebab utamanya. Adalah tidak tepat jika kita melimpahkan semua kesalahan kepada pemerintah karena jelas niat pemerintah dengan subsidi BBM ini adalah sangat baik yakni untuk menolong golongan yang tidak mampu sehingga dapat memperoleh BBM karena itu kewajiban pemerintah dalam menjamin kebutuhan BBM bagi seluruh warganya. Pemerintah bahkan menunjukkan keseriusannya terhadap masalah subsidi BBM ini hingga mengeluarkan Inpres RI No.5 Tahun 2013 tentang sosialisasi kebijakan penyesuaian subsidi BBM dimana salah satu poinnya menyebutkan bahwa penyesuaian subsidi BBM disertai program perlindungan kepada kelompok masyarakat yang tidak mampu melalui pemberian kompensasi atau bantuan kepada golongan yang tidak mampu. Artinya, pemerintah berusaha memahami keadaan di lapangan dan berupaya melindungi golongan yang tidak mampu untuk dapat terus menerima haknya. Itulah amanah UU. Kita perlu menyadari untuk tidak serta-merta menyalahkan dan memperdebatkan program maupun langkah-langkah Presiden dalam menyelesaikan masalah yang menimpa bangsa kita. Kita juga wajib menjaga kepatutan dengan berbaik sangka dan berperilaku positif atas segala upaya yang dilakukan Presiden melalui Kementerian dan instansi terkait. Jangan sampai tindakan kita sebagai kaum muda mempermalukan bangsa kita sendiri karena telah berperilaku kurang cerdas dan kurang etis terhadap pemerintah. Kritis sah-sah saja tapi kepatutan tetap harus dikedepankan.

Di sisi yang berbeda, justru di beberapa daerah ada sekelompok masyarakat yang dengan sengaja mengindahkan aturan dari pemerintah untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi. Mungkin urat malunya sudah putus, makanya tidak bisa berpikir dengan jernih dan seenaknya mengambil hak golongan tidak mampu, contohnya: mobil pribadi menggunakan BBM bersubsidi [3][4] bahkan mobil plat merah pun banyak menggunakan BBM bersubsidi [5][6]. Kasus mobil plat merah menggunakan BBM bersubsidi ini yang bikin jengkel dan hati miris. Seharusnya mereka menjadi pemimpin teladan yang dicintai rakyat bukan malah memberikan contoh buruk yang semakin merusak nama baik bangsa ini. Apapun pembenaran yang mereka katakan tidak akan dapat diterima oleh masyarakat. Sindiran yang terpampang di banyak SPBU agar mobil pribadi dan mobil plat merah tidak menggunakan BBM bersubsidi bahkan sudah tidak diperdulikan lagi.

This slideshow requires JavaScript.

This slideshow requires JavaScript.

Sementara itu, cukup banyak kasus lainnya di daerah-daerah yang menunjukkan adanya penyelewengan subsidi BBM, BPH Migas bahkan menyampaikan setidaknya ada 439 kasus penyimpangan subsidi BBM yang terjadi di sepanjang semester I tahun 2013 [7]. Sebut saja di Kalimantan Timur, kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi naik dimana Polda Kaltim memproses 173 kasus penimbunan BBM [8]. Ironis sekali, mereka membeli dengan harga murah dengan harga yang ditujukan untuk golongan tidak mampu lalu mereka menjualnya dengan harga lebih tinggi dan mengambil keuntungan dari penjualan BBM bersubsidi tersebut. Sungguh, hati nurani sudah hilang entah kemana, di atas penderitaan saudaranya yang tidak mampu justru mereka menari-nari dan dengan entengnya meraup keuntungan dari BBM bersubsidi tersebut.

            Sebagai kaum muda Indonesia, rasa kecewa mendalam saya tujukan kepada oknum-oknum yang telah mencuri hak golongan tidak mampu yaitu dengan sengaja dan terang-terangan menggunakan BBM bersubsidi padahal jelas-jelas mereka adalah golongan yang mampu. Rasa pilu saya haturkan kepada bangsa ini, karena hilangnya akal dan hati nurani dan dengan gagah beraninya menimbum BBM bersubsidi dan menjualnya kembali demi keuntungan pribadi. Rasa kehilangan yang sedalam-dalamnya saya sampaikan kepada bangsa Indonesia, atas langkanya keteladanan dimana justru banyak dari orang pemerintahan dengan mobil berplat merah menggunakan BBM bersubsidi tanpa rasa berdosa. Kemana perginya budaya malu, kesadaran dan hati nurani. Bagi pemerintah dan segenap jajarannya, bersikap tegaslah terhadap pelanggar aturan, jangan takut dibenci, karena kami kaum muda akan mendukung segala kebenaran yang berpijak pada Undang-Undang dan peraturan yang ditetapkan. Jangan ragu menegakkan keadilan yang seadil-adilnya karena BBM bersubsidi memang hanya untuk golongan yang tidak mampu. Bagi seluruh masyarakat Indonesia, mari kita menjadi pengawas di setiap program pemerintah termasuk subsidi BBM ini, mari kita berikan sanksi moral kepada sekelompok masyarakat yang tidak tahu malu itu. Jika menemukan perilaku pelanggaran terhadap penggunaan BBM bersubsidi sebaiknya menegur secara langsung, supaya mereka tahu bahwa kita tidak bodoh dan kita diam bukan berarti kita tidak paham akan hak-hak golongan tidak mampu dan aturan yang ada. Bila perlu, berikan sindiran yang lebih tajam di SPBU-SPBU bertuliskan “hanya pencuri yang menggunakan hak golongan tidak mampu”.

            Selain sanksi moral dari masyarakat, ada beberapa rekomendasi yang diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan subsidi BBM yang disebabkan oleh pengaruh harga minyak bumi dunia yaitu dengan penggunaan bahan bakar alternatif. Kita harus mandiri, menggunakan dan memanfaatkan kekayaan alam yang sudah ada untuk menggantikan bahan bakar minyak agar tidak perlu bergantung lagi pada minyak dunia. Di Indonesia sendiri sudah banyak hasil inovasi karya anak bangsa yang berhasil menemukan bahan bakar alternatif pengganti BBM yang ada saat ini. Bahan bakar alternatif tersebut juga harus ramah lingkungan. Beberapa bahan bakar alternatif ramah lingkungan yang sudah ada di Indonesia [9] adalah:

1.      Bio-ethanol

Bio-ethanol adalah etanol yang diproduksi dari tumbuhan. Pertamina sendiri sudah memproduksi bio-ethanol tersebut yang diberi nama Biopremium. Dimana Biopremiun tersebut memiliki kemampuan meminimalisasi zat berbahaya yang dikeluarkan asap kendaraan bermotor, terutama Timbal. Tanaman yang dapat digunakan sebagai campuran premium adalah tanaman yang memiliki kadar karbohidrat tinggi seperti: tebu, jagung, ketela pohon, ketela rambat, sagu dan lain-lain. Sayangnya, belum semua SPBU menjual Biopremium.

2.      Biodiesel atau Biosolar

Biodiesel/Biosolar adalah senyawa organic yang dapat digunakan sebagai bahan bakar diesel yang dihasilkan dari minyak nabati, lemak, hewani atau minyak bekas. Karena biodiesel memiliki sifat yang mirip dengan solar namun ramah lingkungan. Tanaman yang mengandung minyak nabati diantaranya adalah sirsak, kelapa, kelapa sawit, kapuk, jarak pagar.

Pemerintah perlu mendukung pengembangan bahan bakar alternatif tersebut dengan cara: pertama, memberikan insentif terhadap bidang penelitian dan pengembangan bahan bakar alternatif baik bio-ethanol maupun biodiesel/biosolar baik di instansi/lembaga riset milik pemerintah terutama universitas maupun sekolah kejuruan yang ada di seluruh Indonesia. Lalu mendukung hasil riset yang sudah ada untuk terus dikembangkan secara intensif dan serius, bila perlu membangun sebuah badan riset khusus untuk pengembangan energi terbarukan termasuk di dalamnya bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Kedua, perluasan penggunaan bahan bakar alternatif seperti Biopremium di seluruh SPBU yang ada di Indonesia. Bila perlu, semua SPBU hanya menjual Biopremium atau bahan bakar alternatif hasil inovasi anak bangsa. Dengan demikian, diharapkan kedepannya Indonesia menjadi bangsa yang mandiri tidak bergantung lagi pada minyak dunia. Pemerintah pasti mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, tapi dampak dari kemandirian justru akan memberi jaminan terhadap keberlanjutan dan ketersediaan bahan bakar dalam negeri. Ini yang terpenting dan saya yakin kita bisa.

This slideshow requires JavaScript.


[1] Media Berita Online, [internet] [diakses 2014 Januari 21] Tersedia pada

http://bisnis.liputan6.com/read/622959/siapa-saja-yang-boleh-pakai-bbm-subsidi-yuk-cek-di-sini

[2] Kemeterian Eergi dan Sumber Daya Mineral Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Workshop IIFF, GSI dan IISD, Jakarta 15 Maret 2012, [internet] [diunduh 2014 Januari 21] Tersedia pada http://www.iisd.org/gsi/sites/default/files/Evita%20Legowo%20MIGAS.pdf

[4] Media Berita Online, [internet] [diakses 2014 Januari 21] Tersedia pada http://www.mitrainvestor.com/blog/2013/03/26/mobil-pribadi-dilarang-menggunakan-bbm-bersubsidi/

[5] Media Berita Online, [internet] [diakses 2014 Januari 21] Tersedia pada http://www.otosia.com/berita/5-mobil-plat-merah-kepergok-isi-bbm-bersubsidi-5.html

[6] Media Berita Online, [internet] [diakses 2014 Januari 21] Tersedia pada http://pontianak.tribunnews.com/2012/10/17/plat-merah-pakai-bbm-bersubsidi

[7] Media Berita Online, [internet] [diakses 2014 Januari 21] Tersedia pada http://economy.okezone.com/read/2013/08/04/19/847516/bph-migas-catat-439-kasus-penyimpangan-bbm

[8] Media Berita Online, [internet] [diakses 2014 Januari 21] Tersedia pada http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/296945-kasus-penyalahgunaan-bbm-subsidi-naik

[9] Nanny Kusminingrum, Puslitbang Jalan dan Jembatan, [internet] [diunduh 2014 Januari 22] Tersedia pada http://www.pu.go.id/uploads/services/infopublik20130926114705.pdf

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari www.darwinsaleh.com. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan”

73 thoughts on “Secercah Harapan untuk Indonesia yang Mandiri dan Bermartabat

  1. Wah, berat nih mbak. sudah lama aku tak bikin tulisan seberat ini. xixixi.. sudah jadi emak praktis di rumah. baca buku juga jarang2. untung jadi blogger, masih bisa baca tulisan teman. hahaha

    • ah emak bisa aja, aku juga masih belajar koq mak, memanfaatkan kesempatan “bicara” lewat blog aja nih mak, mumpung ada “time”nya…makasih udah mampir mak🙂 ayo ikutan mak

  2. Kalo menurut saya sih sah sah aja mbak yang kaya beli bbm yang bersubsidi, toh mereka juga rakyat, orang kaya dan miskin di negara kita itu patokannya apa mbak ? ngga makan sehari, seminggu, sebulan ? pendapatan rata2 per bulan ?

    * Amanah UU* yang buat, mensyahkan UU sebenarnya rakyat miskin juga, jadi mereka sah sah saja menggunkan BBM tersebut.

    • ya berbeda pendapat itu boleh aja mas, tapi menegakkan regulasi dan UU juga mutlak mas, memang benar semuanya baik miskin atau kaya termasuk dalam sebutan “rakyat” tapi kan negara juga punya tanggungjawab untuk melindungi hak-hak golongan kurang mampu alias rakyat miskin. Di UU 1945 juga dijelaskan bahwa negara punya kewajiban memelihara fakir miskin dan anak terlantar, nah yang dilakukan pemerintah melalui subsidi BBM ini kan juga dalam rangka memelihara fakir miskin dengan menyediakan kecukupan BBM bagi kehidupan mereka. Iya ga???

      • UU itu pelengkap aja mbak, biar negara ini seperti memiliki batasan dan hak, toh sebenarnya dilapangan ngga seperti itu. Secercah harapan itu tidak ada di negara ini hanya kegelapan saja yang tersisa. Mau seberapa banyk juga orang yang mengagung2kan negara ini toh tetap negara paling bobrok tentunya berisi rakyat rakyat yang begitulah, yang sopan legowo tanpa pamrih menghormati sesama dan yang baik2 lainya, nah itu yang membuat rasa malu mati,kita terlalu legowo memahami bahwa setiap2 orang2 yang korupsi itu juga manusia punya salah dan dosa punya hak azasi dan dll lainnya, jadi hukum ngga bisa berjalan dengan tegas dan tuntas,

        Sikap Optimis terhadap hukum, hadoh ! coba deh lihat disekitar berapa banyak tumbuh dan berkembang anak2 terlantar di negri ini? di mana pemerintah mbak ? tiap hari jumat KPK dapat ikan paus biru loh mbak. So apakah mereka melindungi HAK2 orang miskin?

        Kecukupan BBM? ternyata hanya untuk blakeber saja untuk setiap anggota wakil rakyat ..benerkan…

      • eits, tunggu dulu mas sebelum dilanjut diskusinya, saya nanya dulu ada istilah yg saya ga tau, “ikan paus biru” dan “blakeber” apa ya?

      • negara tanpa regulasi dan UU, apa jadinya ya mas??? kalo pendapat saya sih, adanya UU itu sudah tepat dan benar tinggal masalahnya orang-orangnya mau nurut atau ga. Ini kan balik lagi masalah kepribadian orangnya sama aja yang yang mas bilang “paus biru itu”. Orangnya kan yang bermasalah, orangnya juga yang hrs ditindak tegas. Nah, UU itu jadi dasar pengambilan keputusan mas, setidaknya negara jadi punya landasan untuk memutuskn sesuatu meskipun memang akan selalu ada oknum-oknum yang tidak bertanggunjawab sama seperti golongan orang mampu yang mengambil hak golongan tidak mampu. Mereka tau atau tidak tau ttg UU tersebut, jelas di SPBU banyak sindirin dan arahan, ajakan menggunakan BBM non-subsidi, toh emang dasar ga ada budaya malunya masih aja nyosor pake BBM bersubsidi. Kita boleh aja berbeda-beda, kaya-miskin, pintar-bodoh, pejabat-orang biasa tapi budaya malu dan hati nurani semua orang pada dasarnya sama kan. tinggal masalhnya peduli dengan UU tersebut atau tidak. Menurut saya begitu lho mas, monggo kalo ingin disanggah lagi??? hehehe

  3. miris memang melihat kondisi negeri ini, katanya wakil rakyat tapi tidak berbuat utk kepentingan rakyat, sebagai rakyat biasa, terkadang hopeless juga utk Indonesia ke depannya.

    • wah, jangan hopeless mak, kita kan selalu disuruh untuk berbaik sangka, semoga saja kelak ada perubahan di jajaran pemerintah dan orang dalamnya supaya bisa jadi pemimpin teladan yang dicintai rakyatnya. Sedih, pasti mak tapi kita sebagai kaum muda juga harus optimis untk masa depan yang lebih baik, selalu ada jalan, iya kan mak??

    • apa yang mas bilang itu ada benarnya, seperti itulah kelihatannya di mata masyarakat, meski pemerintah berbuat sesuatu yang baik pun akan dianggap buruk, ada aja yang selalu melihat dari sisi negatifnya, dan itu wajar. Tapi di sisi lain mas, itulah sebabnya kita sebagai masyrakat berupaya mengawasi apa yang dilakukan pemerintah, misalnya melalui tulisan2 kita ini, memberi masukan sehingga kita juga ga cuma mengkritik tetapi juga cerdas dengan memberi rekomendasi dan mengingatkan pemerintah untuk balik ke jalan yang benar🙂 ya ga mas?? selalu ada harapan kan mas?

  4. Kalo menurutku sih mungkin perlu adanya kampanye untuk menggunakan BBM secara cerdas, mungkin susah untuk benar2 mengurangi konsumsi BBM tapi bagaimana menumbuhkan minat masyarakat kalangan atas untuk menggunakan BBM yang bio, walaupun mahal tp sebenarnya lebih baik untuk mesin sekaligus menjaga lingkungan…

    • edukasi ya…bener banget karena itu segala bentuk upaya yang sifatnya mengedukasi masyarakat khususnya mereka yg berada pada golongan mampu untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi lagi emang penting banget, karena jika bukan karena budaya malu dan kesadaran dari diri masing-masing rasanya apapun usaha kita jadi tak berarti, betul kan??

      • Nah tuh dapet tuh…. seharusnya mereka di kasih pengetahuan kalo pake Bio itu kelebihannya ini ini ini loh…. kalo pake BBM bersubsidi kelebihannya murah tapi kekurangannya ini ini ini loh, bisa ngerusak mesin kendaraan terutama yang sudah pake teknologi injection gt tuh mak….

      • saya baru tau ada efeknya juga ke motor injection ya mak? maklum sya bukan pengendara kendaraan beroda empat dan dua, jadi hanya pengguna kendaraan umum, nah kendaraan umum memang haknya pakai BBM bersubsidi beda dengan beroda empat yang dipakai bukan untuk layanan publik seperti ambulan dan krematorium, gmn yg injeksi itu mak?

      • iya mesin injection itu harus terjaga, kalo pake BBM bersubsidi yang nilai Oktan nya rendah bisa ngerusak mesin yang seharusnya kalo injection itu lebih irit malah sama aja boros… gt sih mak… dan ada kekurangan2 lainnya gt… Kadang yang ngerti ya dicampur biar mesinnya yang injection itu tetep bagus…

      • oh gitu ya, wah nambah lagi ilmunya…trimaskih secara ga langsung sudah memberi saran juga untuk mengedukasi masyarakat dalam memilih BBM yg terbaik untuk mesin

  5. Pingback: My 1# Giveaway | rodamemn
  6. 1. Kita harus mengetahui bagaimana lahirnya sebuah Undang-Undang. Pembuat UU adalah pemerintah yaitu Presiden (dan para pembantunya) dan anggota DPR. Tentu UU tidak lahir begitu saja. Ada proses drafting, pemayarakatan untuk mendapatkan masukan,paparan, harmonisasi (agar UU tak bertabrakan,bertentangan dengan UU lainnya) dan baru dibawa ke DPR untuk dibahas oleh mereka. Jika tahapan itu sudah dilalui maka UU baru diterbitkan (di Undangkan) agar rakyat mengetahuinya. setelah UU dimasukkan dalam Lembaran Negara maka seluruh rakyat dianggap mengetahuinya.

    2. Jika ada anggota DPR,misalnya, menyalahkan UU tersebut maka saya menganggapnya keliru. Bukankah UU itu sudah dibahas di DPR sebelum diterbitkan. Jika UU itu bertentangan dengan UU lain berarti proses harmonisasi tidak dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

    3. Bagaimana pelaksanaannya di lapangan. Nah inilah biangnya.. Ada orang atau sekelompok orang yang sengaja atau tidak sengaja tidak mentaati UU itu, ada yang memelintirkannya dan perilaku-perilaku tak bertanggung jawab lainnya.

    Oleh karena itu jika kita ingin menjadi bangsa yang mandiri dan bermartabat ya mari kita menjadi rakyat yang baik. Jangan hanya menuntut pemerintahnya saja yang baik. Kalau kita memakai helm pengaman saja nggak mau itu artinya kita tidak disiplin karena UU sudah memerintahkan agar pengendara sepeda motor memakai helm pengaman.

    Kita langsung marah ketika sebuah kesenian dibajak oleh negara lain. Tetapi kita sendiri cuek bebek, nggak mau nonton wayang orang. Lebih suka membuang 500 ribu untuk nonton konser musik orang asing.daripada membayar 10 ribu untuk nonton wayang orang.

    Salam hangat dari Surabaya

    • setuju pakDhe, karena itu saya pun mengajak kaum muda Indonesia untuk tidak hanya bisannya menjudge saja tetapi banyaklah berbuat untuk negeri ini, karena negeri ini kan butuh tindakan nyata bukan cuma kata-kata makian apalgi kalo bisanya hanya menuntut saja, yuk kita bangun bersama-sama negeri kita tercinta ini dan paling dekat dengan mencintai produk dan karya anak bangsa, menghargai budaya yang ada dan menghargai apa yang sudah diupayakan pemerintah meski kita tetap harus jadi pengawasnya, benar kan pakDhe?

  7. Kalau bicara UU berarti bicara produk legislatif ya kan mak? Nah ini juga yg saya pikir jd masalah. Sejauh mana sih dewan legislatif kita ini mampu menyelami hidup rakyat? Sebelum jadi anggota DL mungkin iya, setelah itu? Lupa.

      • Kyk agen rahasia mak. Ngantornya di kampung nelayan, di tempat pembuangan akhir, di pengungsian. Tiap hari kirim laporan via email atau kl ga ada ya pk telegram. Eh msh ada ga ya? Intinya jangan ninggalin wilayahnya/komunitas asalnya atau yg diwakulunya.

    • setuju sekali, emang segala sesuatu itu harus dimulai dari yg terdekat dengan kita dulu, sama dengan displin, budaya malu, taat peraturan, semua dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Memberi contoh baik dari perilaku yg tidak melanggar aturan dan tidak mengambil hak golongan kurang mampu pastilah sangat terpuji. trimaksih🙂

  8. BBM Sumsidi memang untuk rakyat yang kurang mampu, tapi keadaan di lapangan yang membuat BBM sumsidi itu masuknya ke tangki bensin yang salah. Butuh kesadaran rakyat Indonesianya sendiri agar memahami subsidi itu sendiri ditujukan kepada siapa.

  9. Artikelnya bagus mak, semoga menginspirasi banyak orang ya untuk lebih tau diri mana yang haknya dan mana yang bukan haknya. Terlalu banyak masalah di negeri kita ini, membuat saya hanya bisa berdo’a, semoga generasi muda tidak ketularan ya! amin

  10. menurut saya masalah subsidi bbm itu harus dari kesadaran diri sendiri, karena pemerintah sepertinya belum berhasil untuk menggolongkan antara rakyat yang butuh subsidi dan yang tidak. Selain itu juga, seiring langkanya minyak bumi, bbm pasti akan menjadi mahal. Memang sudah dikembangkan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, tapi rata-rata hanya diperuntukan untuk kendaraan diesel dan produksinya masih terbatas.

    • sebenarnya golongannya udah jelas di UU, tp oknumnya yg ga bertanggungjawab ini yg bikin miris mak. iya karena minyak dunia kita ga bisa kontrol makanya solusinya meminimalisasi ketergantungan itu dgn bikin BBM alternatif melalui desa mandiri energi misalnya….

  11. golongan-golongan penerima subsidi BBM memang sudah tertera jelas di UU. tapi toh dilapangan belum ada kerja nyata dari -mereka yang semestinya bertanggung jawab- pemerintah, pekerja SPBU, Juga masyarakat itu sendiri.
    intinya, hukum di indonesia masih sebatas simbol belaka. penerapan sanksi di lapangan juga masih sangat minim.

    • memang penerapan aturan dan sangsi selalu sulit ya diterapin dimana-mana kasusnya masih sama ya…tp kita masih bisa selalu berharap agar kelak ada perubahan setidaknya kita sosialisasi dan mengajak orang untuk kembali menggunakan yg haknya bukan pake hak golongan tidak mampu

  12. Pemimpin & jajarannya dipilih oleh rakyat & u rakyat, jd jgn saling menyalahkan antara rakyat & pemerintah, peraturan yg dibuat sdh bagus, tetapi prakteknya yg tdk sesuai,ini adalah ulah bbrpa oknum pelaksana termasuk masyarakat, jd semua kembali kpd akhlak setiap individu, dari mulai rakyat sp petinggi & pemimpin….inilah kenapa perlunya pembelajaran akhlak yg baik untuk setiap warga negara…akhlak yg baik menumbuhkan rasa disiplin & tahu mana yg salah mana yg benar, menuntun seseorang untuk menjadi individu yang baik….mewujudkan kesinambungan yg baik dalam kehidupan…..spt jaman Rosulullah atau para Shahabat…tetapi sptnya hal spt itu dijaman skrg susah sekali…di jaman skrg sepertinya membenarkan istilah “Peraturan dibuat untuk dilanggar bkn u ditaati”….apa mgkn krn pembelajaran budi pekerti didlm sekolahan tdk ada & jg pelajaran agamapun hanya 2jam mata pelajaran dlm setiap minggu…sangat jomplang….tdk heran bl menghasilkan produk2 manusia yg tdk bertanggung jawab….sy hanya seorang emak2 cm bs menghimbau u emak2 yg lain, didiklah anak2 kt menjadi generasi2 penerus bangsa yg tangguh,bertanggung jawab & berakhlak mulia, sehingga masa depan negara ini bisa menjadi lebih baik….amiin….

  13. masalah energi ini masalah yang kompleks mbak.. karena dianggap ini adalah lahan basah tempat bermainnya oknum2 tertentu..banyak kepentingan di sana.. sisi ilmiah dinomor sekiankan dalam hal ini.. misalnya ketika pemerintah membuat program konversi mitan ke gas, karena infrastruktur program ini belum tertata dengan baik, masyarakat belum mendapat penjelasan dengan baik juga akhirnya banyak timbul masalah (meledaknya kompor gas dan langkanya tabung gas di pasaran).. semoga dengan semakin luasnya kesadaran masyarakat tentang kebijakan energi di negeri ini, masyarakat bisa mulai menyadari, bagaimana sebaiknya bertindak bersama2 memanfaatkan dengan bijak, bukan mengeksploitasi..

  14. sungguh prihatin ya mbak melihat fenomena orang-orang Indonesia zaman sekarang. Ya walaupun saya juga termasuk orang Indonesia tapi setidaknya tidak meniru aksi sekelompok orang yg jelas2 mampu dan kaya secara materi namun masih mengambil hak orang lain. Terbukti banyak oknum pemerintah sendiri dan pengusaha2 kaya yg mengisi bahan bakar kendaraannya menggunakan bbm subsidi, pdhl itu jelas2 melanggar aturan, bbm subsidi itu milik raktat kecil. Belum lagi orang yg suka mengoplos bbm dan menimbunnya lalu dijual ulang, duuuh miris rasanya.

    bener banget tuh mari kita dukung penggunaan Bio-ethanol dan Biodiesel atau Biosolar
    kalau kita memakai terus minyak bumi pasti lama kelamaan akan habis, jadi kalo ada solusi penggunaan energy ramah lingkungan saya 100% mendukung, semoga harapan ini bukan hanya isapan jempol semata amin

    • betul, selalu ada oknum yg memanfaatknnya untuk hal yg tdk benar, malu ya…. huh…kesel…
      yuk, kita dukung terus mandiri energi alternatif ramah lingkungan🙂

      • iya mbak, sangat disayangkan, itu kan jatahnya rakyat kecil… perlu teguran keras kayaknya hehehee

        yukkk ayuuuuk sama2 mendukung kegiatan mandiri yg ramah lingkungan, ciayooo

  15. Kalau saya pribadi lebih setuju apabila subsidi BBM di cabut karena menurut saya subsidi tersebut tidak tepat sasaran. bukan karena saya berkecukupan tetapi karena merasa akan lebih bermanfaat apabila alokasi subsidi tersebut digunakan untuk perbaikan transportasi massal dengan biaya yang murah (sehingga mengurangi jumlah kendaraan pribadi), untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan infrastuktur yang menguasai hajat hidup orang banyak sehingga terjadi pemerataan pertumbuhan ekonomi.

    • makasih masukannya ev, tapi ga gitu ev..ada UUnya pemerintah harus mencukupi kebutuhan BBM buat seluruh rakyat Indonesia, niat subsidi BBM memenuhi UU itu juga ev…cuma prosesnya ternyta dihinggapi oleh lalat nakal yang ga tau malu makan hak org ga mampu…🙂

      • yah tapi belum tepat sasaran kan me, jangankan bbm, pupuk aja yg katanya subsidi di maenin sama orang2 atas. ada baiknya subsidi di khususkan per komoditi ky pupuk utk pertanian, perikanan apa gitu, perindustrian subsidi apa lagi dll

      • oh gitu ya menurut ev…oke berbeda pendapat itu sah-sah aja koq ev, smga yg manapun keputusan pemerintah, mereka benar2 mempertimbangkannya untuk rakyat bukan untuk kepentingan tertentu aamiin🙂 makasih ev

  16. Menurut Saya, kalau subsidi BBM memang harus dicabut ya dicabut aja. Asal pemerintah juga transparan dalam perhitungannya kepada masyarakat. Bisa jadi akan terjadi chaos saat hal ini diungkapkan kepada publik. Semua perlu pengorbanan saat mengambil keputusan berat, apalagi ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Berhenti saja memberikan harapan palsu, toh cadangan minyak fosil Kita memang sudah menipis, dan perlu pengembangan energi terbarukan, apapun bentuknya (angin,air,cahaya matahari,biomass dll).
    Tidak mudah memang, tapi bila dilakukan dengan kesungguhan negri ini akan bebas dari kesulitan energi .

    • begitu ya….sebelum berhasil mengembangkan energi terbarukan di Indonesia, mungkin subsidi BBM masih bisa dijalankan ya…terutama buat saudara2 kita yg tidak mampu…bener ga ?

  17. Saya kira UU yang jelas memang perlu, Mbak. Terlepas dari aplikasinya yang kerap diselewengkan, pernyataan UU itu menjadi dasar yang sah bagaimana pengaturan suatu kebijakan seharusnya diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Tanpa UU, kita bahkan tak bisa menjudge secara formal bahwa yg dilakukan mobil2 berplat merah yg memakai BBM bersubsidi itu merupakan bentuk penyelewengan & pencurian hak-hak masyarakat miskin. Penyelewengan aturan memang persoalan karakter individu yg telah membudaya, yg dalam taraf kolektif menjadi budaya negatif di masyarakat kita (tak peduli atas, menengah, ataupun bawah). Namun bersikap apatis & pesimis saja dalam menghadapi kenyataan sekitar bukanlah tindakan yang tepat. Optimisme harus senantiasa dipelihara & diupayakan pencapaiannya. Upaya ini harus kolektif, baik dari masyarakat umum maupun pemerintah, namun tetap saja tentunya starting pointnya dari masing-masing individu sendiri. Biarlah kesadaran terus dipupuk & ditanamkan, disebarkan melalui edukasi sehingga jika tanaman kesadaran sudah mulai tumbuh lumayan masif, dengan sendirinya pihak/oknum-oknum yg masih menyeleweng melihat perilakunya sendiri sebagai hal rendah & memalukan.

    Saya rasa ketegasan akan komitmen itu juga perlu, dibuktikan oleh tindakan hukum yg tegas bagi para pelanggar. Itu sebabnya kita beneran harus selektif & cerdas memilih pemimpin. Para wakil rakyat yg sungguhan merakyat biasanya akan care dengan protes2 atau keluhan2 penyelewengan begini. Mungkin bisa mencontoh layanan customer care dari perusahaan2 atau layanan tampungan aspirasi masyarakat dari pemerintah2 yg bersih dimana kita bisa segera melaporkan segala bentuk penyelewengan itu & memang jelas ada sanksinya.

    Mengenai sumber energi alternatif, saya kira perlu ada kolaborasi yg solid antara ilmuwan, lembaga akademik seperti universitas, dukungan pemerintah, serta pihak industri agar penemuan2 dan aplikasi sains & teknologi dpt dimaksimalkan penerapannya di masyarakat. Yang saya dengar dari keluhan sebagian peneliti/dosen, biasanya penelitian & pengembangan itu tersandung kesulitan dana, minim dukungan pemerintah, & perbedaan kritis mind set yg tidak sinkron dengan pihak industri.

  18. Tulisannya menarik, mbak.

    Subsidi BBM memang selayaknya bagi mereka yang benar-benar ‘membutuhkan’ untuk melanjutkan hidup, seperti untuk menjalankan usaha kecil dan lainnya. Bukan sekedar petantang petenteng nggak karuan ngukur jalan. Tapi ya itu mbak, susah deh kalo banyak yang maruk. Punya uang berlimpah, tapi masih gelap mata sama BBM yang udah disubsidi. Embaattt juga :(( Kalo ditanya siapa yang salah, ya siapaa? *loh kok malah balik tanya? Hehe..

    Ya, pada dasarnya semua komponen bangsa harus terlibat aktif lah mendukung peraturan yang telah sedemikian rupa disusun oleh Pemerintah. Jangan sekedar menyalahkan para pembuat kebijakan saja, tanpa mau dan mampu mendukung serta kebijakan tersebut. Pemerintah juga sebaiknya bijak dalam membuat keputusan apapun, keputusan yang benar-benar menyentuh komponen masyarakat, terlebih yang tidak mampu. Setelah keputusan & peraturan dibuat lantas apa? Tentu saja komitmen untuk menjalankan dengan sebenar-benarnya, plus hukuman tanpa pandang bulu bagi yang melanggar.

    Secercah harapan untuk Indonesia akan selalu ada kok, mbak. Dimulai dari hal kecil dan diri sendiri tentunya. Semisal mengurangi pemakaian BBM, dengan menggalakkan program jalan kaki sehat seminggu sekali, jika tergolong mampu – mulai membiasakan diri membeli BBM tanpa subsidi, dan lain-lain :))

    • betul, selalu ada harapan, asalkan dibarengi dengan usaha dan komitmen insyaallah bisa. Plus belajar untuk punya budaya malu, biar ga semena-mena ambil hak golongan tak mampu🙂 makasih

  19. Wah pendapat-pendapatnya luar biasa smua.
    Saya setuju dg Mak Marina, mungkin hanya butuh kampanye dan edukasi agar BBM subsidi bisa tepat sasaran. Termasuk tulisan ini, kalau rakyat Indonesia banyak yang bikin suara serupa ini dan dibaca, saya rasa pasti ada orang yang ‘tersentuh;.
    Urusan kaya/miskin yang tak bisa diukur, balik lagi kepada kesadaran dan nurani masing-masing itu.

    Kalau subsidi BBM yg harus dicabut, saya rasa bukan hal yang bijak juga. Justru bisa memberatkan rakyat kecil nantinya. Daripada harus dicabut, lebih baik kesadaran dan hati nurani yang diperlebar. Kita slalu punya harapan kok🙂

  20. Ironis memang melihat negeri kita gini banget, pernah baca ensiklopedi yang entah judulnya apa, ternyata Indonesia itu punya banyak masalah, hanya saja sebagai rakyatnya kita nggak sadar kalau masalah itu datang dari kita sendiri, pengennya pemerintah aja yang nyelesaiin. Kan percuma kalau rakyat nggak ikut jadi partisipan juga

  21. Menurut saya ada 2 hal yg plg menarik perhatian saya pd artikel ini. 1. Ttg rendahnya budaya malu pd masyarakat. Rasanya sdh perlu diberikan sanksi pd para pelanggar. Misalnya pd mobil plat merah yg ikutan isi bbm bersubsidi. 2. Ttg bhn bakar alternatif. Menurut saya sdh perlu diadakan kampanye yg lbh gencar ttg hal ini. Sosialisasi/kampanye bs jg lho berupa lomba menulis atau lomba copywriting ttg bahan bkr alternatif.

  22. Martabat Bangsa selalu ditentukan oleh bangsa itu sendiri. Yang disebut bangsa disini tentunya adalah bangsa Indonesia. Dalam arti semua komponen bangsa, baik itu masyarakat umum, pemerintah ataupun sektor swasta/korporasi. Semua harus selalu menjaga martabat bangsa. Kalau salah satu saja tidak menjaga maka, boleh dipasrikan martabat bangsa akan melorot sampai pada dasar lubang terdalam.

  23. mungkin bukan hanya penggunakan kendaraan berplat merah saja yang harus disalahkan atau lebih tepatnya tidak perlu ada yang harus disalahkan, tapi mungkin seharusnya semuanya harus saling mengingatkan, petugas pom bensin mengingatkan agar pengendara berplat merah itu tidak menggunakan BBM bersubsidi.
    intinya semua pihak harus mawas diri dan tidak hanya menginginkan keuntungan semata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s