Dearest “Masalah”, terimakasih karenamu aku banyak mengambil hikmah

Seperti kata mak Indah Julianti Sibarani sesaat lalu di status Fb-nya “hidup itu penuh warna”. Kata-kata itu menginsiprasi aku menuliskan tulisan alias cuap-cuap belaka ini. Aku ingin bilang “bener mak, aku setuju banget dengan apa yang emak katakan itu”, tapi terselip tanya “sudahkah aku benar-benar sekuat itu, sehebat itu untuk bisa melihat sekitar dan menikmatinya beragam warna yang ada dalam hidup?”. Mungkin bagi sebagian orang, hidup ini terlihat mudah, hanya dengan berbicara atau melihat satu sisi lantas semua akan baik-baik saja sehingga begitu mudahnya untuk menghakimi seseorang. Atau mungkin justru sebaliknya, hidup ini terlihat sangat sulit hingga tak satu katapun mampu meringankan beban yang ada. Entahlah, itu semua kembali kepada sudut pandang setiap orang yang berbeda-beda. Aku sama dengan manusia lainnya, penuh tanya, penuh asa, penuh harapan, penuh impian. Jelas tidak ada yang salah, yang salah adalah ketika kita menghakimi tanya, asa, harapan dan impian orang lain yang kita sendiri mungkin belum bisa melihat dari seluruh sisi yang ada. Maaf, aku tidak sempurna, memang bukan itu yang dicari orang. Tapi setidaknya, biarkan aku menjaga segala asa dan mimpi yang ada sama seperti yang lainnya.

Manusia, iya kita hanya manusia, tak pantas untuk sombong meski sudah merasa telah berbuat sesuatu, apa benar itu karena kemampuan kita sendiri, apa benar itu karena kekuasaan kita sendiri, apa benar itu karena kehebatan kita sendiri???ga ada yang bisa sukses karena dirinya sendiri, kita makhluk sosial, butuh orang lain kan?? ini semacam kebutuhan yang wajib untuk sukses. Terlepas dari definisi masing-masing tentang sukses ya…ini bicara sukses seacara umum saja. Yuk kita belajar menghormati dan menghargai siapapun dengan segala bentuk usahanya, saling mendukung untuk maju bersama..jangan sampe memanfaatkan orang lain dan mengambil keuntungan sepihak dari orang lain tanpa sepengetahuannya. *sedih mengetahuinya tapi tak bisa berbuat banyak. Smoga kita menjadi pribadi yang lebih baik aamiin.

Hidup yang penuh warna ini, kan tidak sama untuk semua orang. Meski sejak lahir kita sudah diberi warna oleh kedua orangtua kita, toh pada akhirnya ada juga yang menentukan warnanya sendiri, meski tak sedikit juga yang mengikuti warna terdahulu. Bagiku, hidup yang berwarna juga bukan semata-mata karena mengikuti apa yang berjalan saat ini tapi bisa melalui sebuah perubahan. Perubahan yang ada bisa saja membuat hidup justru lebih baik warnanya dari yang sebelumnya. Tapi apa semua perubahan itu baik? Belum tentu, tapi mungkin akan memberi dampak walau hanya sedikit entah itu dampak baik ataupun buruk. Menghargai perubahan dan membuatnya menjadi pemberi efek pada warna kita biar lebih artistik gitu…kan jadi lebih indah keliatannya. Menghargai segala perbedaan dan menjadikannya hiasan di atas segala warna yang ada.

Oh indahnya hidup jika bisa saling memaafkan

Alangkah ringan langkah ini jika bisa saling mendukung satu sama lain

Betapi indah persaudaraan tanpa saling curiga dan berburuk sangka

Yuk, buat hidup kita lebih berwarna, jangan abaikan orang lain disekitarmu

Sebab tanpa mereka, kita tiada arti

Dearest “Masalah”, terimakasih karenamu aku banyak mengambil hikmah

Nikmati lagu Lenka, biar nambah seru🙂 “Trouble is a friend”

10 thoughts on “Dearest “Masalah”, terimakasih karenamu aku banyak mengambil hikmah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s