Emak, Cinta Tanpa Akhir

Aku bingung harus mulai cerita tentang emakku dari mana, karena seingatku dulu aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga besar bukan keluarga inti, aku juga lebih banyak menghabiskan waktu di kampong orang alias merantau daripada di rumah sendiri, seingatku ya…dari sebelum Taman Kanak-Kanak mungkin umur 4 tahun, umur yang aku mulai mengingat dengan betul bagaimana rupa emakku, bagaimana sifat emakku dan bagaimana keseharian emakku kepada kami anak-anaknya. Kemudian aku Sekolah Dasar , Sekolah Menengah Pertama artinya total ada 15 tahun kurang lebih ya… trus Sekolah Menengah Atas merantau alias masuk asrama jadi pulang ke rumah cuma pas liburan aja, trus lanjut kuliah sampe sekarang merantau ke kota Bogor. Artinya hampir separuh dari umurku yang sekarang kuhabiskan di luar rumah tanpa kebersamaan yang rutin dengan emakku. Meski begitu, aku berusaha mengumpulkan 10 hal yang menurutku mampu membuatku flashback ke masa lalu. Masa dimana emak membuatku tersenyum da bahagia. 10 hal ini juga yang berhasil membuatku kangen malam ini kepada emak…Kangeeeen emaaaak *nangis bombay. oke-oke, lanjut ke intinya aja ya…

Emakku seorang pejuang kesehatan

Emakku seorang perawat senior yang sampe sekarang dipanggil dokter ama orang sekampung yang sering memanggilnya untuk memeriksa kesehatan mereka yang kurang sehat di kampungku. Mau ujan, mau ngantuk, mau malam, mulai yang Cuma dibayar ama pisang goreng,  yang dibayar ama sekali semuanya dilayani padahal seharian udah capek bekerja tetep aja demi kesehatan semua dilayani. Tapi di usia emakku yang tidak semuda dulu lagi sekarang rada dikurangi keluar malamnya, ujan-ujannya dll. Tapi tetep klo yang deket-deket masih didatengin buat diperiksa. Oh emakku…sungguh engkau pejuang kesehatan.

Emakku seorang perempuan pekerja keras

Emakku seorang ibu rumah tangga, tapi emakku juga seorang yang pekerja keras, banyak hal yang mampu dilakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain mulai dari bertani, mengumpulkan sisa sayur di pasar untuk makanan bebek, mengangkat yang berat-berat, mengganti lampu yang putus/rusak, dll pokoknya banyak hal lainnya yang menurutku seharusnya lelaki yang lakukan tapi emakku bisa lakukan juga.

Emakku seorang yang perasa

Meski emakku adalah periang dan pencair suasana tapi sebenarnya emakku hatinya perasa, misalnya ya gampang nangis kalo liat anaknya sakit, sedih atau menangis. Jadi rame nangis bareng-bareng ama emak… berasa ada temen berbagi saat sedih dan susah.

Emakku seorang yang penyabar

Bisa banget nyimpen masalah, menerima dengan lapang hati dan menghadapinya sampe akhir. Meski dalam keadaan susah, sedih dan musibah semuanya dilalui dengan hati yang lapang, menerima dan mengajarkan pada anak-anaknya untuk berusaha melewati apapun masalah hidup yang menimpa kita. Aku ingat waktu sakit, ibu tidak tidur menemaniku sampe tertidur dan sampe sehat, menyuapi makan, minum, memberi obat dan melakukan berbagai hal sampe aku merasa enak, tenang, membuatkan sop ayam, teh manis, pokoknya semuanya demi anaknya.

Emakku seorang yang dinamis

Zaman boleh terus berubah, berganti dan berputar tapi kalo yang namanya perabotan rumahtangga, style pakaian, berusaha bisa mengikuti perkembangan meskipun tidak seriweuh dan tak terlalu hebooh tapi tetep berusaha semampunya untuk tidak tertinggal terutama untuk anak-anaknya padahal anak-anaknya ga ada yang mau berdandan dan didandani hahahaha…

Emakku seorang yang pandai memperhitungkan segala sesuatu

“jangan boros, menabung…”

Itulah nasehat emakku, sesedikit apapun berusahalah untuk menabung. Hidup ga selalu berkecukupan, ketika sesuatu yang tak terduga terjadi jadi kita masih punya simpanan, ketika kita ingin sesuatu yang kita suka kan kita bisa beli, begitu kata emakku. Tapi bener lho, menabung itu ga semudah yang diomongin, ampe sekarang masih susah menabung, maafkan aku emakku😦

Emakku selalu ingat untuk mengucapkan ulangtahun pada anak-anaknya

Kecup pipi kanan kiri, peluk dan cium sambil mendoakan semua anak-anaknya ketika ulang tahun tidak pernah terlewat kecuali kami yang merantau saat jauh tetep komunikasi lewat handphone. Kalo ketepatan di rumah, dulu masih inget banget dimasakin makanan special padahal ya makanannya bukan yang seistimewa restoran tapi justru itu yang bikin kita anak-anaknya kangeen di rumah kalo lagi ulangtahun.

Emakku mungkin cerewet

Dulu waktu belum paham arti cerewet pasti aku ngambek kalo diomelin. Sekarang udah jadi emak-emak baru paham kalo cerewet itu penting, karena kalo ga ada emak yang cerewet, dulu sudah pasti kami tidak bisa bangun pagi, sekolah telat, atau mungkin tinggal kelas karena tidak mau mengerjakan PR, hahahaha…oh emakku terimakasih atas cerewetnya.

Emakku pandai bermain gitar dan bernyanyi

Emakku, aku bangga padanya karena di balik cerewetnya emakku punya banyak kelebihan dan salah satunya main gitar.  Dan sambil menyanyi dengan suara yang menurutku dan orang-orang paduan suara itu merdu dan layak untuk diperdengarkan. Kalo orang batak katanya sih suara bagus dan pandai main gitar itu biasa aja ya tapi menurutku tetep saja keren, karena itu menurun pada kami semua yang kami bertiga anak-anaknya bisa bermain gitar, kalo aku sih ga jago ya Cuma bisa beberapa kunci dan jreng-jreng sedikit tapi menular di emakku.

Emakku suka memberi kejutan pada anak-anaknya

Terakhir, yang buat kami anak-anaknya selalu tersenyum setiap hari adalah kejutan. Entah apa yang dibawa pokoknya kalo pulang kerja bawa makanan, tiba-tiba bawain baju baru, tiba-tiba bawain bolu cake kesukaan kami dll, pokoknya ada aja kejutannya. Meski sederhana tapi semua itu terasa istimewa buatku.

This slideshow requires JavaScript.

 10 hal diatas mungkin belum cukup menggambarkan bagaimana bangganya aku pada emak, karena sampai semua tinta habis di dunia ini pun, emak ga akan pernah habis untukku menceritakan semua yang pernah kau berikan. Sebagai penutup, di hari ibu yang istimewa ini, aku ingin bilang kalo aku bangga pada emak, aku bahagia diizinkan jadi anak emak, semua memang sudah diatur oleh Sang pencipta Allah SWT, terimakasih untuk semua waktu, rasa, tetesan keringat, jerih payah, perjuangan, kepandaian, keahlian, kesabaran, ketangguhan, keindahan, kemandirian dan berbagai kebahagian yang sudah emak berikan pada kami anak-anakmu. Hingga tetes darah penghabisan kami anak-anakmu tidak akan mampu membalas semuanya itu emak…karena 10 anak belum tentu mampu membahagiakan seorang ibu tapi seorang ibu selalu bisa membuat semua anak-anaknya bahagia. LOVE U MAK…

4 thoughts on “Emak, Cinta Tanpa Akhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s