Ekonomi Syariah untuk Kesejahteraan Bangsa

BAB I

PENDAHULUAN

 A.    Latar Belakang

Pandangan masyarakat yang masih melihat ekonomi syariah hanya untuk golongan tertentu atau sekedar ritualisme ibadah semata saja menjadi penyebab lambatnya gerakan ekonomi syariah di Indonesia. Pandangan secara parsial yang belum menyeluruh terhadap ekonomi syariah tersebut harus diubah karena sangat menentukan keberhasilan penerapannya di Indonesia. Ekonomi syariah mampu menjadikan kehidupan lebih sejahtera, tidak miskin, tidak menderita apalagi merugikan orang lain terutama jika nilai-nilai dan prinsip ekonomi syariah dijalankan dalam perekonomian serta diterapkan dalam segala aspek kehidupan sehari-hari. Ketika seluruh masyarakat sudah sepakat tentang pandangan yang benar mengenai ekonomi syariah maka tentulah harapan untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai pilihan yang menguntungkan bagi seluruh umat dapat tercapai.

Saat ini ekonomi syariah bukanlah menjadi hal yang asing lagi di kalangan masyarakat umum. Berbagai Negara di dunia telah menerapkan prinsip syariah dalam kegiatan ekonominya termasuk dalam kegiatan pembiayaan. Dalam tatanan ekonomi global, istilah ekonomi syariah menjadi familiar karena hadirnya perbankan syariah, pasar modal syariah, asuransi syariah, obligasi syariah dan reksadana syariah. Saat ini lembaga perbankan dan pembiayaan berbasis syariah mengalami pertumbuhan sekitar 10-15 % per tahun, pertumbuhan ini sangat mengejutkan dimana kini terdapat lebih dari 260 lembaga keuangan syariah beroperasi di dunia yang mengatur aset sekitar 300 miliar pounsterling[1]. Perubahan kegiatan ekonomi berbasis syariah yang bersifat global saat ini tentu saja berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi di Indonesia termasuk dalam sektor keuangan dan pembiayaan.

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa keberadaan ekonomi syariah telah meresap pada sendi-sendi perekonomian Indonesia. Sejak diinisiasi pertama kali tahun 1992, ekonomi syariah Indonesia berkembang sangat pesat. Total aset tumbuh dari Rp. 1,8 triliun di tahun 2000 menjadi Rp. 45,8 triliun taun 2008 atau meningkat 25,4 kali selama kurun waktu 8 tahun. Namun, pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia tergolong belum signifikan jika dibandingkan dengan potensi pasar yang ada dimana perbankan syariah baru menguasai sekitar 2,8 % dari pasar perbankan yang ada[2].

Dalam makalah ini penulis lebih memfokuskan pada bagaimana mengubah sudut pandang tentang ekonomi syariah di kalangan masyarakat umum. Dengan demikian, ekonomi syariah menjadi lebih dekat dengan siapapun bukan hanya pada golongan tertentu. Selain itu, ekonomi syariah juga diharapkan mampu menghadapi segala tantangan di masa yang akan datang.

 B.     Manfaat Penulisan

1. Masyarakat umum dapat memahami prinsip ekonomi syariah dan tata cara penerapannya dalam segala aspek kehidupan.

2. Masyarakat umum dapat membandingkan perbedaan antara ekonomi syariah dengan sistem ekonomi lainnya sehingga masyarakat menjadikan ekonomi syariah sebagai pilihan terbaik yang menguntungkan.

 C.    Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah sejarah kemunculan ekonomi syariah?

2. Bagaimanakah prinsip ekonomi syariah?

3. Apakah perbedaan antara sistem ekonomi syariah dengan sistem ekonomi lainnya?

4. Bagaimana konsep penyelesaian masalah yang sesuai dengan ekonomi syariah sehingga menjadi pilihan terbaik dan menguntungkan bagi masyarakat umum?

  

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Sejarah Kemunculan Ekonomi Syariah

Setidaknya terdapat tiga sistem ekonomi yang ada di dunia ini yaitu kapitalis, sosialis dan ekonomi campuran. Ketiga sistem ekonomi tersebut adalah yang paling banyak berkembang menurut pemikiran barat. Namun, diantara ketiganya tidak ada yang sepenuhnya berhasil dalam menerapkannya pada perekonomian di banyak negara. Sistem ekonomi sosialis atau komando hancur saat Uni Soviet bubar, disusul dengan hancurnya sistem ekonomi komunis dan sosialis tahun 1990-an sehingga melahirkan sistem ekonomi kapitalis yang justru terbukti membawa dampak buruk dimana negara miskin semakin miskin sedangkan negara kaya semakin kaya. Sistem ekonomi kapitalis ternyata gagal dalam meningkatkan kesejahteraan orang banyak terutama di negara-negara berkembang. Bahkan menurut Joseph E. Stiglitz (2006), keserakahan kapitalisme adalah penyebab gagalnya perekonomian Amerika tahun 1990-an[3].

Akibat dari berbagai kelemahan yang ada pada sistem ekonomi yang telah ada, banyak yang mulai beralih pada sistem ekonomi syariah. Sejak saat itulah ekonomi syariah banyak diperbincangkan dunia. Hingga kini ekonomi syariah terus berkembang di berbagai negara terutama di Asia termasuk di Indonesia. Tujuan pengembangan ekonomi syariah lebih ditujukan untuk mencari sistem ekonomi yang terbaik dan menguntungkan yang mampu menutupi kelemahan-kelemahan sistem ekonomi yang telah ada sebelumnya juga sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam suatu negara.

 B.     Prinsip Ekonomi Syariah

Menurut Hatta Syamsuddin[4], prinsip ekonomi syariah meliputi enam hal, diantaranya adalah:

1. Freedom of making contract

Pada prakteknya kebebasan dalam membuat kontrak yang dimaksud adalah berkompromi secara damai dimana tidak diperbolehkan memberikan syarat berlebihan kepada pihak manapun.

2. Equality

Prinsip kesetaraan dimana setiap orang mendapat hak yang layak tanpa melihat latar belakang seseorang (seperti: gender, agama, suku, ras).

3. Justice

Keadilan bagi seluruh masyarakat tanpa melihat statusnya. Keadilan ini juga termasuk antara penjual dan pembeli maupun produsen dan konsumen.

4. Willingness

Pada prinsip keempat ini tidak diperbolehkan mengambil milik orang lain dimana semua kegiatan dan transaksi bisnis harus dilakukan dengan perjanjian yang jelas, kesepakatan harga, kejelasan barang maupun jasa yang ditawarkan oleh penyedia jasa.

5. Faithful

Kejujuran adalah yang terpenting dalam setiap kegiatan termasuk dalam transaksi bisnis, tidak boleh ada manipulasi dan kolusi di dalam menjalankannya.

6. Documentation

Semuanya tercatat dengan jelas termasuk masalah utang.

 C.    Perbedaan antara Sistem Ekonomi Syariah dengan Sistem Ekonomi yang Lain

Sistem ekonomi syariah berbeda dengan system ekonomi lainnya seperti yang diungkapkan oleh Salman Saesar dalam Tadjoeddin (1992)[5], yaitu:

  1. Asumsi dasar dalam proses maupun interaksi kegiatan ekonomi adalah syariat Islam yang diberlakukan secara menyeluruh baik individu, keluarga, kelompok masyarakat termasuk pemimpin negara dalam memenuhi kebutuhan hidup.
  2. Prinsip ekonomi syariah adalah penerapan asas efisiensi dan manfaat dengan menjaga kelestarian lingkungan.
  3. Motif ekonomi syariah adalah mencari keuntungan di dunia dan akhirat.

 D.    Konsep Penyelesaian Masalah Sesuai Prinsip Ekonomi Syariah

Adapun konsep penyelesaian masalah yang sesuai dengan prinsip ekonomi syariah yang dapat diterapkan di Indonesia, adalah:

  1. Peningkatan pendidikan moral yang didalamnya terdapat prinsip-prinsip syariah guna memasyarakatkan prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam segala aspek kehidupan.
  2. Keterbukaan informasi yang seluas-luasnya dalam setiap kegiatan yang menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara.
  3. Menghapuskan praktek pemberian bunga uang dalam sektor keuangan dan pembiayaan.
  4. Keadilan bagi siapapun dalam berbagai hal, termasuk pemerataan peningkatan sumber daya manusia dan pelaksanaan hukum.

  

BAB III

PENUTUP

Ekonomi syariah pada dasarnya merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari perekonomian bangsa. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bangsa maka pilihan yang sesuai untuk diterapkan di Indonesia adalah melalui penerapan prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam segala aspek kehidupan. Ekonomi syariah sebaiknya diterapkan di seluruh sistem keuangan dan pembiayaan secara luas di kalangan masyarakat umum dimana penerapannya tidak mungkin berhasil dengan baik tanpa dukungan dari semua pihak baik pemerintah, pemuka agama, cendekiawan, pengusaha, pengelola bank bahkan masyarakat sendiri serta adanya satu kesatuan pola pikir tentang ekonomi syariah dari semua pihak sehingga tidak lagi ditemukan adanya perbedaan pendapat yang kontroversial tentang ekonomi syariah. Berdirinya Bank Muamalat Indonesia sebagai pelopor gerakan ekonomi syariah merupakan salah satu jawaban atas tantangan yang ada, guna membuktikan bahwa prinsip-prinsip syariah dalam bidang ekonomi mampu menjadi pilihan yang menguntungkan bagi siapapun bahkan mampu menyelamatkan dan menyejahterakan bangsa.

Sumber Referensi:

[1] School of Government and International Affair, Why Islamic Financial Training Course, Summer School Information, Durham.ac.uk dalam Lastuti Abubakar dan Djanuardi, diunduh pada tanggal 30 November 2013, tersedia pada http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2013/04/pustaka_unpad_Implikasi_penerapan_prinsip_syariah.pdf.

[2] Hendarin Sudarmadji, Beberapa Konsep Pemikiran Pengembangan Peran Perbankan Syariah, Disampaikan pada Seminar Nasional Ekonomi Syariah, Universitas Padjajaran dalam Lastuti Abubakar dan Djanuardi, diunduh pada tanggal 30 November 2013, tersedia pada http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2013/04/pustaka_unpad_Implikasi_penerapan_prinsip_syariah.pdf.

[3] Joseph E. Stiglitz (2006) dalam Amri Amir, Sistem Ekonomi Syariah, diunduh pada tanggal 30 November 2013, tersedia pada http://amriamir.files.wordpress.com/2008/09/sistem-ekonomi-syariah.pdf

[4] Hatta Syamsuddin Lc, Mengenal Prinsip Dasar Ekonomi Syariah Dan Akad-Akadnya, disampaikan dalam Pelatihan KJKS Bina Insan Mandiri, Solo 26 Januari 2011

[5] Tadjoeddin dalam Salman Saesar, Pandangan tentang Ekonomi Islam, diunduh tanggal 30 November 2013, tersedia pada http://sumsel.kemenag.go.id/file/dokumen/PANDANGANTENTANGEKONOMIISLAM.pdf

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis Ekonomi Syariah oleh GRES Indonesia

6 thoughts on “Ekonomi Syariah untuk Kesejahteraan Bangsa

    • trimaksih mak, masih terus belajar koq mak, masih perlu banyak berguru ama yg ekspert mak, hehehe….aamiin buat doanya, trimakash juga buat doa dan supportnya ya mak🙂 ayo ikutan lomba gres ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s