Dualisme E-Learning di Era Globalisasi

e-learning_globe

sumber gambar dari sini

Zaman semakin canggih, modernitas tidak bisa dihindari, itulah era globaliasasi. Jika tidak melek teknologi ya tertinggal. Tertinggal sedetik saja bisa gagal melangkah ke depan. Masa depan ini sudah bukan sekedar ajang aktualisasi diri atau buat sekedar lewat aja. Kalau bahasa sekarang katanya “santai aja”. What?? bagaimana mungkin kita bisa bersantai sementara semua negara, semua orang sedang berlomba-lomba jadi pemimpin dunia di masa depan. Oke, tutup kata santai dalam kamus kita, penting sekali merubah pola pikir dan paradigma yang banyak salah kaprah sekarang ini. Karena terlalu menganggap enteng dan remeh terhadap teknologi, bisa jadi membuat segalanya terhambat dan terlambat. Termasuk terhambat untuk jadi generasi maju dan tertinggal dari negara maju.

Salah satu dampak dari kemajuan teknologi adalah hadirnya E-learning. E-learning jika dipanjangkan adalah electronic learning atau belajar dengan media elektronik. Medianya bisa apa saja termasuk televisi, komputer, CD interaktif, tutorial online dari internet dan banyak media elektronik lainnya. E-learning juga kini banyak digunakan di bidang pendidikan termasuk dalam proses belajar mengajar. Indonesia memang salah satu negara yang terbuka dengan keberadaan E-learning. Hal ini terbukti dengan banyaknya sekolah, perguruan tinggi, dan institusi pendidikan serta institusi lainnya yang menggunakan E-learning dalam penyampaian berbagai informasi termasuk informasi mata pelajaran atau perkuliahan, pendataan siswa, informasi tugas dari guru dan lain sebagainya.

b) IT Abon 2

sumber gambar dari sini

Keuntungan E-learning bagi guru adalah:

1. Penghematan waktu

Guru dapat memanfaatkan waktu seefisien dan seoptimal mungkin sehingga proses mengajar menjadi lebih fleksibel karena kapanpun dan dimanapun guru tetap bisa melakukan tugas mengajarnya.

2. Penghematan biaya

Guru dapat mengurangi biaya-biaya yang tidak perlu dilakukan dengan adanya E-learning. Guru tidak harus pergi ke luar dari rumah atau ke luar sekolah untuk bisa terus menyampaikan bahan ajarnya kepada siswa. Guru juga tidak harus membuat bahan ajar dengan modul tertulis atau istilah sekarang disebut paperless. Hal ini perlu disambut baik, guna  mendukung program go green dimana penghematan penggunaan kertas dalam bahan ajar akan berkontribusi positif terhadap pengurangan penebangan kayu liar di dunia khususnya di Indonesia.

3. Peningkatan wawasan tentang pemanfaatan teknologi informasi

Dengan E-learning, guru juga secara otomatis akan bertambah wawasannya tentang pemanfaatan teknologi informasi. Berbagai media E-learning bisa dipelajari sehingga dapat mengoptimalkan proses penyampaian bahan ajar kepada siswa. Guru yang berkompeten dan paham tentang teknologi informasi tentu akan menjadi modal penting untuk dapat menyukseskan E-learning.

4. Jangkauan wilayah geografis yang semakin luas

E-learning menghilangkan adanya batasan wilayah dalam proses mengajar dimana guru dapat menjangkau siswa dimanapun di seluruh Indonesia atau luar Indonesia. Guru tetap bisa memberikan bahan ajar meski tidak bertatap muka langsung dengan siswa yang lokasinya jauh sekalipun dan tanpa memandang latar belakang siswa yang diajarnya.

E-Learning - Jess  Brianna

sumber gambar dari sini

Keuntungan E-learning bagi siswa adalah:

1. Penghematan biaya

Siswa dapat mengurangi berbagai biaya yang tidak perlu misalnya biaya perjalanan untuk menemui guru guna memperoleh materi pelajaran. Selain itu, siswa juga dapat mengurangi biaya pembelian buku pelajaran atau materi-materi pendukung lainnya.

2. Penghematan waktu

Siswa tentu dapat menghembat waktu proses belajar dimana siswa tidak perlu pergi ke luar rumah hanya untuk menemui guru di luar jam sekolah tentunya. Siswa dapat mempelajari materi pelajaran kapanpun sehingga siswa dapat memperkuat ingatan akan materi pelajaran yang diberikan guru.

3. Peningkatan kemandirian dalam proses belajar

Dengan E-learning siswa akan menjadi pribadi yang lebih mandiri dimana siswa dapat belajar sendiri, mengatur jadwal belajar sendiri dan mengatur jam belajarnya sehingga siswa tidak selalu harus dipandu dalam belajar setiap saat. Meskipun orang tua sesekali perlu mengawasi apa yang dilakukan anak guna mengurangi hal-hal negatif yang mungkin bisa terjadi atau dilakukan anak.

4. Peningkatan wawasan dan ilmu pengetahuan

Siswa secara tidak langsung akan memperoleh banyak pengetahuan baru terkait E-learning. Siswa juga sekaligus dapat menambah wawasan yang luas terkait materi pelajaran, teknologi informasi dan berbagai ilmu lainnya yang mendukung siswa berprestasi dan maju.

Berbicara tentang sisi baik tentulah E-learning telah memberikan banyak keuntungan bagi guru dan siswa. Namun, seiring dengan hal tersebut, ada hal-hal yang bisa saja menjadi ancaman ke depannya karena tingkat ketidaksiapan guru dan siswa dalam menggunakan E-learning. Bak pisau bermata dua, E-learning jika tidak dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual dari guru dan siswa dapat menjadi boomerang  yang justru berdampak negatif terutama bagi siswa. Mengingat keberadaan E-learning nantinya akan menjadi pilihan belajar mengajar yang banyak diterapkan di dunia maka memang sangat perlu mengetahui kelemahan E-learning sehingga dapat meminimalisasikan semua dampak negatif yang mungkin datang ke depannya.

shutterstock_51873688

sumber gambar dari sini

Beberapa permasalahan yang mungkin menjadi kelemahan E-learning adalah:

1. Kesulitan untuk mengakses E-learning

Kesulitan akses oleh guru dan siswa bisa menjadi sebuah kelemahan E-learning. Kesulitan akses tersebut bisa karena ketiadaan jaringan internet, telepon, listrik dan infrastruktur lainnya. Bisa dikatakan ini menjadi kendala utama untuk tercapainya E-learning yang baik. Tanpa media dan infrastruktur elektronik yang memadai tentu akan sulit bagi guru dan siswa untuk memaksimalkan penggunaan E-learning.

2. Ketiadaan perangkat lunak (software) pendukung

Ketiadaan perangkat lunak atau software pendukung E-learning tentu akan menjadi kendala berlangsungnya E-learning untuk guru dan siswa. Saat melakukan E-learning memang diperlukan perangkat lunak terutama yang menggunakan media komputer dan internet agar guru dan siswa dapat secara maksimal dalam memperoleh manfaat dari penggunaan E-learning.

3. Kurangnya skill (keahlian teknis) dan pengetahuan dalam menggunakan E-learning

Agar guru dan siswa sukses dalam menggunakan E-learning maka diperlukan sebuah kesiapan berupa skill atau keahlian teknis menggunakan media E-learning. Demikian juga dengan pengetahuan dimana guru dan siswa mestinya memiliki pengetahuan seputar penggunaan E-learning secara optimal sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan semestinya.

4. Kurangnya sosialisasi terkait regulasi penggunaan E-learning oleh guru dan siswa

E-learning pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru saat ini dimana guru dan siswa terutama di kota-kota besarnya sudah menggunakan E-learning dalam proses belajar mengajar. Namun, kebanyakan orang mungkin masih kurang paham dan tidak tahu tentang keberadaan E-learning bagi guru dan siswa. E-learning juga sebaiknya diberi batasan-batasan regulasi dari pemerintah agar pelaksanaanya terkendali hanya untuk hal-hal yang positif. Sosialisasi regulasi tersebut juga sebaiknya aktif dilakukan guna membudayakan tertib pemakai teknologi informasi di Indonesia.

Agar sukses dalam memanfaatkan E-learning maka sebaiknya ada hal-hal yang harus dipersiapkan sehingga proses belajar mengajar untuk guru dan siswa dapat berjalan sesuai dengan harapan. Hal-hal tersebut meliputi dua faktor:

1. Faktor Internal: faktor-faktor dari dalam yang sifatnya sudah ada pada pribadi guru dan siswanya sendiri.

a. Berpikir positif

Guru dan siswa harus dibekali dengan pikiran-pikiran positif sehingga E-learning benar-benar digunakan untuk mencerdaskan bangsa bukan justru sebaliknya.

b. Berbekal kemauan

Guru dan siswa harus didasari oleh kemauan dalam menjalankan E-learning sehingga semua dapat berjalan dengan baik tanpa ada rasa paksaan.

c. Berbekal rasa ingin tahu

Guru dan siswa harus membekali diri dengan rasa ingin tahu yang kuat sehingga apapun tekniknya dan bagaimanapun sulitnya menggunakan E-learning tetap dijalani dengan sepenuh hati.

mobile-operators-feature

sumber gambar dari sini

2. Faktor Eksternal: faktor-faktor dari luar yang tidak dapat dikendalikan oleh guru dan siswa.

a. Dukungan pemerintah

Sebaiknya dalam menggunakan E-learning untuk guru dan siswa, pemerintah memberi dukungan yang sepenuhnya baik dari segi regulasi yang berpihak pada dunia pendidikan yang era-tekno, juga mendukung dari segi fasilitas dan infrastruktur agar E-learning berjalan dengan lancar dan terjangkau oleh guru dan siswa.

b. Dukungan operator telekomunikasi

Sebaiknya agar dapat memaksimalkan penggunaan E-learning untuk guru dan siswa didukung juga oleh operator telekomunikasi sehingga jaringan internet menjadi lancar terlebih lagi dapat dijangkau oleh guru dan siswa dimanapun lokasi mereka berada.

c. Dukungan orangtua dan masyarakat sekitar

Sebaiknya proses E-learning untuk guru dan siswa juga didukung oleh orangtua dan masyarakat sekitar sehingga E-learning menjadi sesuatu yang tidak asing bagi siapapun. Bagi siswa, dukungan dan pengawasan dari orangtua sangat penting guna meminimalisasi hal-hal negatif yang tidak diinginkan. Sementara itu, dukungan masyarakat sekitar termasuk para blogger juga penting dalam memberikan sugesti-sugesti positif dalam mendukung berlangsungnya E-learning untuk guru dan siswa melalui tulisan-tulisannya di blog.

Sebagai penutup dari pembahasan E-learning kali ini, saya ingin katakan adalah bahwa dunia pendidikan tidak dapat lepas dari kehidupan kita, mendukung segala bentuk belajar mengajar adalah tugas kita semua termasuk mengawasi pelaksanaannya. Oleh karena itu, mari kita dukung E-learning untuk guru dan siswa, untuk masa depan pendidikan yang lebih baik, untuk kemajuan negeri kita.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Pendidikan

10 thoughts on “Dualisme E-Learning di Era Globalisasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s