Rindu Kami Untukmu Solo

Menjadi anak rantau memang ga mudah. Semasa kuliah di perantauan kebanyakan waktu dihabiskan di kampus. Entah itu ngerjain tugas, kegiatan sosial atau cuma sekedar ketemuan dan ngobrol bareng temen-temen kuliah. Jauh dari orangtua ga jadi masalah asalkan uang bulanan rutin dikirimin orangtua, semua aman. Hahaha…

Tahun 2002, memutuskan kuliah di kota Bogor, belum pernah ke Bogor, ga tau apa-apa tentang Bogor secara anak rantau. Taunya, Bogor kota hujan titik. Lah, trus disana gimana? ya ga gimana-gimana sama kayak anak rantau lainnya ngikut ajalah, cari makan ama temen-temen ampe tidur bareng-bareng. Maklum kita tinggal di asrama waktu tahun pertama kuliah.

Kuliah, kuliah dan kuliah hampir 4 tahun ga pulang kampung. Klo anak rantau emang jarang pulang, hemaaat… kan ongkos pesawat mahal, klo pulang ntar aja lulus dulu sekalian wisudaan biar hemaaat.

Sore itu, aku nelpon ke rumah, maklum belum ada telpon seluler kayak sekarang ini, jadi nelpon lewat wartel alias warung telpon di deket asrama.

“liburan tahun ini, ada acara apa mak?”, tanyaku.

“oh iya, kita mo ada reuni keluarga besar di Solo”, kata emakku.

“Solo, ooh di rumah Uda?, hore…trus aku naik apa kesana?”, tanyaku lagi (terdiam, sambil mikir bagaimana caranya dan tanya siapa).

“kereta api kan ada, nanti klo sampe stasiun, telpon Udamu ya?, kita ketemu disana ama adik-adikmu juga, bisalah masa anak kuliah ga bisa ke Solo”, kata emakku.

“iya, nanti aku telpon Uda dulu, biar tanya-tanya kesananya”, jawabku.

Wah, sempet underestimed juga nih, masa ke Solo aja ga bisa, naik kereta apilah. Keluar asrama sih jago tapi keluar Bogor terus keluar kota ya belum pernah, sendirian lagi. Aduh si emaak…

Ceritanya abis nelpon Uda di Solo, kesimpulannya…

Berangkat ke Solo, naik kereta api jurusan Jakarta-Solo, turun di stasiun Balapan Solo, dari sana Uda jemput naik motor.

Oke, aku berangkat, tiket kupesan, ke stasiun Gambir dulu darisana malamnya, naik kereta api lagi menuju kota Solo. Solo I’m Coming…

Selama di perjalanan di kereta api, tidur saja sambil sesekali melihat kanan-kiri, melihat entah ada yang menarik buat dilihat. Karena ini kereta ekonomi ya penuh sesak dan orang-orang pada tidur di lantai, mungkin karena musim liburan jadilah seperti itu keadaannya, udah gitu yang dagang pun pada lewat, uda tau sempit bangeet…tapi mau gimana lagi mereka juga cari makan, usaha, biarin ajalah yang penting ga ganggu kita yang lagi tidur…lanjut tidur lagi…

Sinar matahari tiba-tiba membuat mataku silau, aku dengar orang-orang ngobrol, ayo siap-siap barang dirapihin sudah sampe. Hah…belum nelpon si Uda, oke aku siap-siap langsung telpon Uda, bilang kalo aku udah nyampe stasiun Balapan.

Turun dari kereta api, biar ga sesak biarin yang lain pada turun dululah. Toh, aku ga buru-buru, ga ada yang mo dikejar. Santaaai…

Kesan pertama keluar dari stasiun Balapan Solo, suasananya tenang apa ya bahasa lainnya sepi apa mungkin karena masih pagi. Beberapa becak menunggu di luar, sambil mengajak para penumpang yang baru saja turun untuk naik becaknya. Becaknya ya sepeda yang digowes, beberapa kali kulihat mereka mengusap wajahnya mungkin karena mereka begadang semalaman di stasiun Balapan sambil menunggu penumpang. Sebenarnya aku ingin naik becak itu karena bapak becaknya senyum manis padaku, ya aku balas senyum, mungkin dia tau aku baru di kota Solo, jadi dia tetap ngotot mau mengantarkanku. Mereka ramah dan sopan. tapi aku lupa menanyakan alamat Uda, jadi klo naik becak ga tau mau kemana kan aneh…kuputuskan untuk menunggu Uda datang sajalah daripada jadi masalah.

Sambil menunggu aku melihat-lihat kota Solo, sebelumnya aku ga punya bayangan tentang Solo, tapi begitu kulihat Solo membuatku nyaman dan aman seperti tidak ada orang jahat di kota Solo ini. Ga berapa lama, sebuah motor datang, pake helm itam, jaket kulit itam, kacamata itam. Hai..hai siapa dia? udah takut aja pas didatengin. Udaku emang suka usil, kebiasaan deh, udah ngeri aja disandera orang di kampung orang lagi. Ternyata itu Udaku, “naik kita berangkat ke rumah”, kata Uda.

Ngung..ngung…nyampe… uda nyampe aja, ga berasa ya, mungkin karena naik motor pake helm pula jadi aku ga bisa liat macem-macem. “Udah, tenang aja, nanti malam kita makan seafood di kota atau mau bakar-bakar aja?”, (serius makan kepiting segala seumur-umur selama kuliah belum pernah lho…) tapi pura-pura aja bilang ooh..oke deh…

Ketemu keluarga besar, senang sekali semua ada disitu, yang dari jogja, dari Klaten, dari Surabaya, dari Muntilan, semuanya ada disitu…rame meski begitu suasana terasa kekeluargaan sekali ga ada rasa capek sama sekali. Padahal kan baru nyampe, bukannya istirahat malah jalan-jalan.

Bukannya apa-apa, penasaran aja kan sayang udah ke Solo masa ga kemana-mana. Sore berangkat ama Uda, naik motor jadi ga mungkin ama adik-adik dan keluarga besar, ga cukuplah..hahaha. Keliling lewat keraton Solo. Makan lesehan di pinggiran jalan, sambil ngebungkusin aneka olahan sea food buat keluarga yang ga ikut jalan-jalan.

Selama jalan-jalan singkat di Solo, yang kurasakan adalah ketenangan, bisa menikmati semuanya tanpa terganggu dengan polusi dan hiruk pikuk jalanan, tidak liat pengemis, oh iya satu lagi, kotanya bersih. Sayang waktu itu belum punya kamera apalagi telpon seluler berkamera. Jadi, mengabadikan momen di Solo-nya di dalam hati aja.

Acara kekeluargaan di Solo menjadi menyenangkan, kita mancing bareng, trus masak bareng, makan bareng, tertawa sambil bercanda. Maklum beberapa diantara kami sudah lama sekali ga ketemu jadi ngobrolnya mulai dari A sampe Z. Sudah beberapa hari di Solo, dan aku harus balik ke Bogor lagi, kuliah lagi…. Aku bilang dalam hati, nanti aku akan kesini lagi, tunggu aku ya Solo.

This slideshow requires JavaScript.

Ternyata benar saja, sampe sekarang tahun 2013, keluarga besarku selalu rutin mengadakan reuni keluarga besar di Solo. Padahal kami semua asalnya dari Sumatera Utara lho. Entahlah, mungkin keluarga besarku punya kesan yang sama denganku tentang Solo, sama-sama merasa bahwa Solo seperti rumah sendiri, begitu tenangnya, damainya, nyamannya hingga kami semua merindukan kota Solo.

Sumber Gambar: Milik pribadi
Kontes Tulisan Tentang Solo

16 thoughts on “Rindu Kami Untukmu Solo

  1. ahaa,,lomba ini belum ku postinggg >.<
    Maaak, aku tinggal di Solo lohh😀 tapi lagi pulkaam ke Manado. SElama setahun tinggal di Solo, betaaah bangettt…😉 Kapan2 ketemuan yaah kalo lagi di Solo😉
    Suksess mak ^.^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s