Vetiver “Si Rumput Ajaib”

Gambar diambil dari sini

Gambar diambil dari sini

“November rain”, tunggu dulu… ini memang judul sebuah lagu yang cukup terkenal dan disukai banyak orang. Jenis musiknya memang ngerock abiss. Ada juga yang bilang heavy metal. Entahlah, saya sih emang kurang paham masalah genre musik dan bukan juga soal grup band-nya Guns and Roses. Bahasannya kali ini jauh dari heavy metal, yang ini justru lebih ngademin semua hati, karena itu berita baik buat semuanya. November ini kita kehadiran tamu istimewa “hujan”, itu mungkin jadi salah satu penyebab munculnya istilah “November rain”, mungkin lho… karena pada bulan ini banyak daerah di dunia termasuk di Indonesia mengalami musim hujan. Seperti kita tau, Indonesia termasuk negara dengan curah hujan yang tinggi. Beberapa daerah dengan curah curah hujan tertinggi lebih dari 3000 mm per tahun diantaranya adalah dataran tinggi di Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, dataran tinggi Irian bagian tengah, dan beberapa daerah di Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba. Indonesia memiliki daerah dataran tinggi yang cukup banyak dimana jika tidak ditanami dengan vegetasi yang banyak justru bisa mengakibatkan longsor. Dataran tinggi yang rendah vegetasi tersebut tidak mampu lagi menahan derasnya air hujan yang datang. Perisitiwa pengikisan tanah karena air (termasuk hujan) ini disebut juga dengan EROSI. Jika pengikisan tanah lapisan atas ini terjadi terus-menerus maka akan terjadi penurunan kemampuan lahan (degradasi hutan), dampak lainnya adalah penurunan kemampuan tanah untuk meresap air (infiltrasi). Penurunan tersebutlah yang menyebabkan banjir ke sungai. Kehadiran vegetasi itu penting sekali untuk mencegah terjadinya erosi. Dengan iklim yang tidak menentu atau dikenal dengan istilah “cuaca ekstrim” saat ini diduga disebabkan oleh semakin menipisnya paru-paru dunia (hutan dan pepohonan yang semakin gersang). Bisa saja hujan datang dengan intensitas yang sangat tinggi, kita ga pernah tau. Bisa saja pakai metode kimia dan metode mekanik, tapi kalo ada yang alamiah dan ramah lingkungan kenapa ga? ya pakai metode vegetasi jauh lebih baik, lebih hijau “go green”. Kalo tidak, lihat akibatnya erosi yang terjadi di berbagai negara, seperti gambar-gambar di bawah ini:

This slideshow requires JavaScript.

2013-11-17_103550

Vetiver “si rumput ajaib”
Gambar diambil dari sini

335px-Roots1

Lihat akarnya yang WAW itu🙂
Gambar diambil dari sini

Pernah dengar Vetiver “si rumput ajaib”?
Kalo belum, yuk mari kita simak apa itu Vetiver dan mengapa saya sebut dengan “si rumput ajaib…”
Vetiver adalah sejenis rumput, akarnya tebal dan sistem akarnya kuat sehingga berpotensi untuk ditanam hingga kedalaman 5 meter, artinya akarnya mampu melakukan penetrasi pada lapisan tanah. Pertumbuhan akar yang dalam dan membuatnya menjadi toleran pada kekeriangan. Tinggi Vetiver bisa mencapai hingga 2 meter jika sudah dewasa. Meski curah hujan > 400 mm, Vetiver akan tetap tumbuh. Vetiver “si rumput ajaib” ini dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah mulai dari yang berpasir hingga tanah liat. Selain itu Vetiver ini toleran terhadap pH ekstrim (3-10), alumunium tinggi bahkan pada tanah dengan kadar sodium dan salinitas sedang. Vetiver juga toleran terhadap tanah dengan kandungan metal tinggi (cadmium, lead, mercury dan arsenic) sehingga dapat juga digunakan untuk rehabilitasi lokasi pertambangan. Vetiver juga disebutkan toleran terhadap banjir dan genangan air. Satu lagi, Akar Vetiver juga disebut-sebut memiliki aroma yang wangi sehingga di India, akarnya dianyam lalu dijadikan pajangan sehingga penjadi pengharum ruangan yang alami. Itulah sebabnya di Indonesia Vetiver dikenal dengan nama “rumput akar wangi”. Hanya saja selama ini, penggunaanya di Indonesia masih sebatas mengambil minyaknya atau menjadikannya bahan kerajinan tangan. Sementara fungsi dan manfaat lainnya belum banyak diketahui, termasuk sebagai penahan erosi atau istilah lainnya pengontrol erosi.

Dengan semua kelebihan yang dimiliki Vetiver, wajar kan Vetiver saya sebut dengan “si rumput ajaib”. Memang Vetiver ini serba bisa ya…
Di Karibia , Fiji , India , Afrika , Malaysia, Thailand, Vietnam dan baru-baru ini di Australia juga Queensland bagian Utara dan Selatan dimana Vetiver telah banyak digunakan sebagai penahan air dalam rangka konservasi tanah untuk stabilisasi lereng curam dan rehabilitasi lahan terdegradasi dan terganggu/rusak. Kita boleh bangga karena BalitbangPU (Balai Penelitian dan Pengembangan Pekerjaan Umum) juga telah berhasil mengaplikasikan metode vegetasi melalui penanaman Vetiver di Indonesia guna menjaga keseimbangan alam dan mencegah bencana yang mungkin datang dan menimpa masyarakat.
Kita bisa memulai menanam Vetiver di area sekitar tempat tinggal kita, bersama-sama atau secara swadaya di perkampungan kita terutama di area yang berpotensi menyebabkan longsor dan banjir, entah di tebing-tebing jalan raya, di tebing dekat pemukiman atau di pinggiran sungai. Menanam dari sekarang jadi nanti tinggal menikmati hasilnya saja. Jangan menunda lagi karena Vetiver ini kan tanaman, dia butuh waktu agar akarnya dapat bertumbuh. Manfaat jangka panjangnya ya tanah menjadi sehat kembali, jauh dari erosi. Seperti kata pepatah “Lebih baik mencegah daripada mengobati”. Berikut ini penerapan metode vegetasi dengan menggunakan Vetiver oleh BalitbangPU di Indonesia:

This slideshow requires JavaScript.

Yuk, kita budayakan cinta lingkungan dengan mulai menanam Vetiver. Jika bukan kita yang memulai siapa lagi, jika bukan sekarang ya kapan lagi. Untuk masa depan yang lebih baik.

Referensi:
http://litbang.pu.go.id/vetiver-rumput-perkasa-penahan-erosi.balitbang.pu.go.id
http://www.agric.wa.gov.au/objtwr/imported_assets/content/past/vetiver%20grass.pdf
http://www.impactgrasses.com.au/product.php?productid=12
http://bobyriki.site40.net/1_5-iklim

Sumber Gambar Slideshow (Erosi di berbagai Negara di dunia): 1,2,3,4,5,6,7

Tulisan ini diikutsertakan dalam “Sayembara Penulisan Blog” oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pekerjaan Umum.

sayembara penulisan blog balitbangpu

12 thoughts on “Vetiver “Si Rumput Ajaib”

    • iya donk, ini kan salah satu upaya yg sifatnya alamiah tanpa kimia. Namanya juga usaha, klo tangan2 jahil memang itu pribadinya yg hrs dibenahi dl..setuju ama mas🙂

  1. Sudah wangi, mempunyai banyak manfaat pula,,,mgkn itu bisa jg ditanam u tanah penopang lumpur lapindo ya mak…lg pl bs tumbuh dimn sj..mgkn bs lbh kuat drpd batu2 dan kawat2 yg dipsg ditanah penopang lapindo itu…( hihi sok pinter )…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s