Kebaruan atau Novelthy pada Penelitian

Masalah NOVELTHY atau KEBARUAN dalam penelitian terutama dalam penulisan tesis dan disertasi. Saya hanya ingin berbagi informasi karena kebanyakan mahasiswa magister terutama doctor, kesulitan jika ditanyai tentang kebaruan dari penelitian yang akan diajukan/dilakukan.

Ada beberapa tipe kebaruan:

1. Kebaruan tipe-1 (invention)

Dari nama tipenya saja sudah ketauan, kalau tulisan ilmiah/penelitian kita harus bersifat menemukan sesuatu dalam artian merubah prinsip dasar yang sudah ada sebelumnya (praktek atau kebiasaan yang menjadi dasar).

2. Kebaruan tipe-2 (improvement)

Tipe ke-2 ini juga hamper sama dengan dengan tipe-1, hanya saja sifatnya dapat berupa peningkatan dari prinsip yang sebelumnya atau pun bersifat perbaikan dari teori/praktek yang sudah ada sebelumnya.

3. Kebaruan tipe-3 (refutation)

Untuk tipe yang ketiga ini, seseorang tersebut harus memiliki wawasan yang komprehensif sebagai landasan untuk menghasilkan sebuah prinsip dasar baru.

Lalu, bagaimana menghasilkan kebaruan?

  1. Untuk menghasilkan kabaruan tersebut dapat dikaji dari aspek proses, manajemen, metode, prosedur dan lain-lain yang terbuka untuk dicari dan diciptakan.
  2. Tipe kebaruaanya bebas dipilih salah satu ataupun jika ingin mencakup lebih dari satu kebaruan juga tidak masalah.
  3. Bisa juga mengkaji dari penelitian terdahulu, sehingga sifatnya penelitian akan berkontribusi pada suatu bidang tertentu milik peneliti terdahulu tersebut.

Beberapa kriteria yag mungkin dapat digunakan untuk menilai suatu kebaruan sebuah penelitian adalah:

  1. Menyajikan sejumlah informasi baru dimana peneliti merupakan orang pertama yang  melakukannya.
  2. Memperluas, mengkualifikasi atau mengelaborasi sejumlah kegiatan yang sudah ada sebelumnya.
  3. Melakukan sebagian karya asli yang dirancang orang lain.
  4. Mengembangkan prouk baru untuk meningkatkan seuatu.
  5. Menafsir ulang suatu teori mungkin pada konteks yang berbeda.
  6. Menunjukkan orisinalitas dengan menguji ide seseorang.
  7. Melakukan pekerjaan empiris yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
  8. Menggunakan pendekatan metodologis yang berbeda untuk memecahkan suatu masalah.
  9. Mensitesis informasi yang baru dengan cara yang berbeda.
  10. Memberikan inerpretasi baru menggunakan informasi yang ada sebelumnya.
  11. Mengulangi penelitia dalam konteks yang lain, misalnya Negara yang berbeda.
  12. Menerapkan ide-ide yang ada ke daerah yang baru.
  13. Mengambil teknik tertentu dan menerapkannya di daerah baru.
  14. Mengembangkan alat pertanian atau teknik baru.
  15. Mengambil pendekatan yang berbeda, misalnya perspektif lintas-disiplin.
  16. Mengembangkan portofolio kerja berdasarkan penelitian.
  17. Menambah pengetahuan dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
  18. Melakukan pada sebelumnyastudi yang topik dan area yang belum ada sebelumnya
  19. Menghasilkan suatu analisis yang kritis yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Referensi

Sukardi. 2006. Masalah kebaruan dalam penelitian teknologi industri pertanian. Jurnal Teknologi Industri Pertanian vol.19 (2) hal. 115-121.

2 thoughts on “Kebaruan atau Novelthy pada Penelitian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s