Aku Cinta Bahasa Daerah

Aku Cinta Bahasa Daerah…

oke sebentar lagi menuju deadline, akhirnya aku putuskan untuk ikuta GA-nya mbak Niar Ningrum *siapkan secangkir teh dan roti setangkep

Asli, aku asli orang batak, tapi jujur saja meskipun lahirnya bener-bener di kampung nan jauh di mata “Lumbanjulu” tapi tetap saja bahasa daerahku tidak fasih seperti mereka yang bener-bener tulen lahir dan besar di kampung kelahiranku itu.

Gimana ga, meskipun di sekolahan mulai dari SD sampai SMP ada mata pelajaran bahasa batak tetap saja aplikasi sehari-harinya kan bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan EYD alias bahasa campur sari “batak-melayu-indonesia” asal jangan bahasa 4l4y aja ya, mungkin opung (nenek) – ku juga ga bakal nyambung 100 % kalo aku ngobrol dengannya. hihihi peace ya opungku. Mungkin masih kurang ya aplikasi bahasa bataknya selain di sekolah belajar tertulis mungkin sebaiknya ada conversation-nya juga jangan kalah ama bahasa inggris dan bahasa asing lainnya yang justru tidak lupa untuk mengkursuskan diri untuk belajar conversation bahasa asing. Huft…masa kita kalah ama teknik belajar bahasa asing.

Acara Adat Pakai Bahasa Daerah Mandailing

Gambar milik pribadi

Bahasa daerah dianggap kurang maknyusss??? jangan salah ya, meskipun aku bukan expert bahasa batak, tapi aku ga setuju kalo bahasa daerah apapun termasuk bahasa batak dinilai tidak penting sampai-sampai banyak oknum tertentu yang asli batak harus menghilangkan marga (gelar/nama belakang yang diturunkan dari bapak bagi orang batak) dengan alasan tertentu misalnya : tidak ingin repot dengan nama dan marga yang dianggap “ganggu”… hellowww…. sapa juga yang akan mengkritis nama dan marga, jelas-jelas itu dilakukan oleh orang yang pasti kurang dewasa, hari gini mempersoalkan dan meributkan nama orang. Alasan kedua, orangtua yang dengan sengaja tidak mencantumkannya biar nasional aja…whattt…salah besar ya, justru bangga pake marga karena ikut melestarikan budaya Indonesia donk koq malah dihilangin dan mungkin ada berbagai alasan lainnya yang tidak mungkin dapat disebutkan satu-persatu.

Saya pun menikah dengan sedaerah dengan saya meskipun berbeda suku. Just for information ya saudara-saudara, daerahku meskipun dikenal dengan batak tapi sebenarnya ada berbagai suku batak lho, nah aku ini termasuk suku batak toba  (dominan di tapanuli utara) dan suamiku termasuk suku batak mandailing (dominan di tapanuli selatan). Perpaduan itu bikin kita banyak belajar bahasa daerah, apalagi suamiku dan keluarganya setiap hari masih menggunakan bahasa batak mandailing dalam berkomunikasi. Asyikk sekali..dapat ilmu baru lagi deh…

Ada beberapa bahasa daerah dari batak mandailing yang aku suka karena unik sekali, bahasa daerah batak mandailing merupakan perpaduan dari bahasa daerah batak toba dan bahasa daerah padang. Penasaran kan???

Bahasa daerah batak mandailing yang paling kusuka adalah Alibutongan artinya Pelangi (aku selalu excited kalo mendengar kata itu, enatah kenapa menurutku kata itu sungguh unik dan mengagumkan)

Pelaminan Daerah Mandailing

Gambar milik pribadi

Pas, waktu mau nikah, mertuaku mengumumkan di kampung kalo anaknya yaitu suamiku sekarang akan mambuat boru ya kurleb artinya sama dengan ngunduh mantu alias menjemput sang calon istri, gitu kira-kira…

Nah, bahasa daerah batak mandailing ketiga yang mirip bahasa daerah padang adalah Tarimokasih artinya terimakasih (aku pertama kali dengar kata itu langsung bingung, sebenarnya suami dan mertuaku batak mandailing atau padang ya..hihihi ternyata memang itulah bahasa daerah batak mandailing untuk mengucapkan terimakasih)

Sangkin cintanya ama bahasa daerah, aku bahkan berkomunikasi dengan anakku sejak dalam rahim dengan sebutan umak artinya mama, ibu, bunda, mami, mimi dll… bagiku bahasa daerah itu unik so aku selalu merasa percaya diri, meski anakku lahir di Bogor Jawa Barat tapi panggilannya padaku tetap bahasa daerah batak mandailing umak

Dan masih banyak bahasa daerah batak mandailing lainnya yang menurutku unik dan keren, bahasa daerah memang selalu istimewa karena menurutku selain kita turut melestarikan budaya bangsa Indonesia, kita juga semakin mempererat hubungan persaudaraan antar sesama.

Bagiku, apapun bahasa daerahnya, kita tetap satu bangsa yaitu bangsa Indonesia, so yok kita cintai bahasa daerah kita, karena kita ikut melestarikan budaya bangsa, warisan nenek moyang kita.

Postingan ini diikutsertakan di “Aku Cinta Bahasa Daerah Giveaway

4 thoughts on “Aku Cinta Bahasa Daerah

  1. Hai umak mikal,, 1,5 tahun tinggal d padangsidimpuan sudah lumayan banyak kosakata bahasa batak mandailing yg saya tahu.. sangat menarik sampai-sampai masih kebawa sampe di jawa.. hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s