Adalah Doa di Balik Namanya

Ayahnya…iya sebenarnya ayahnya yang lebih pantas dan handal untuk menjelaskan asal-muasal alias sejarah pemberian nama putra pertama kami. But, it’s okay, sekarang dalam rangka mengikuti GA Armita Fibriyanti di blognya yang unyu-unyu banget itu, mamanya yang akan ambil alih buat cerita ide nama putra kami.

Gambar diambil dari sini

Gambar diambil dari sini

“Hayatafalah” ……. Suamiku pun bergegas mendatangiku dan menyampaikannya padaku, “ini nama yang bagus”, ujar suamiku. “hamba yang takwa disingkat menjadi Hayata.

“iya, bagus juga”, kataku… karena menurut buku yang kami baca, disunahkan member nama Abdurrahman dan Abdullah  dalam bahasa arab artinya hamba Allah SWT. Menurut sabda Rasullah “Sesungguhnya nama-nama kalian yang paling disukai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman”. Nah, berdasarkan hal tersebut suamiku berusaha dengan kreatif tanpa menghilangkan makna tersebut maka suamiku memberikan nama “hayata”. Sedangkan Falah berasal dari ajakan di dalam adzan yaitu “Hayya ‘alal falah” dimana falah kami ambil yang artinya marilah menuju kemenangan. Harapan kami, anak kami kelak menjadi hamba yang takwa kepada Allah SWT yang insyaallah dimudahkan urusan dunia akhiratnya.

Jadi sebenarnya nama yang terlebih dahulu diperoleh adalah “hayatafalah”. Namun, kami jarang menggunakan nama itu. Karena kami masih ingin menemukan nama panggilannya yang bermakna baik juga. Selama ini kami memang memanggilnya dengan “mikal” karena kami masih belum menemukan nama lengkapnya. Justru nama mikal lah yang paling sering kami ucapkan saat berkomunikasi dengannya sejak dia masih dalam kandungan.

Mikal…kami memanggilnya dengan nama “mikal”. Sebenarnya kami sangat terkagum-kagum dengan semua malaikat Allah SWT, sampai akhirnya mendengar cerita tentang malaikat Mikail yang ditugaskan oleh Allah SWT untuk memberikan rezeki kepada umat manusia. Kami cukup banyak mengutak-atik tentang dibolehkan atau tidak menggunakan nama malaikat menjadi nama anak, memang cukup banyak yang menggunakan nama-nama malaikat pada nama anak seperti: Jibril adalah malaikat yang menyampaikan wahyu kepada nabi dan rasul;Ridwan adalah malaikat penjaga surga; Mikail adalah malaikat yang memberi rezeki pada manusia. Kami memang tidak menemukan pelarangan pemberian nama malaikat pada anak sepenuhnya. Tetapi demi menjaga hal tersebut, akhirnya kami sepakat memanggil putra pertama kami “mikal” saja bukan “mikail”.

Sejak kehamilanku di bulan ke 5, kami sudah sering berkomunikasi dengannya. Mengelus sembari memanggil dan berbincang-bincang dengannya yang masih berada dengan nyaman dan damai di dalam perutku. Terkadang aku juga menyanyikan lagu-lagu anak dan mendengarkan murotal bersama-sama dengannya. Meskipun kami belum dapat melihatnya secara langsung tapi keberadaannya kian terasa terutama semenjak usia kehamilan 4 bulan dimana Allah SWT meniupkan ruh kehidupan padanya. Happy at all….

“mikal sayang, assalamualaikum…yang sehat ya sayang, yang kuat, kita berjuang bersama-sama, dukung dan doain mama ya…supaya mama bisa ngelahirin mikal dengan normal”. Semenjak divonis bidan, kepala mikal belum muter di usia kehamilan 6-7 bulan, aku terus berdoa pada Allah SWT, rutin senam kehamilan, memperbanyak sujud dan tak lupa berkomunikasi dengan mikal. Harapan kami, dengan berkomunikasi, mikal akan mengerti, akan mendengar, akan memahami dan membantu mamanya agar tetap semangat untuk yakin Allah SWT akan memberikan kekuatan untuk melahirkan secara normal.

“mikal sayang, lagi apa….kita senam dulu ya (sambil mengelus-elus perutku), yang sehat ya sayang, yang kuat, mikal sayang putar ya kepalanya ke bawah, ke jalan lahir, mikal kan pinter, ya sayang bantu mama ya..”. Hal ini terus kulakukan, kami terus berkomunikasi dengannya agar mikal memahami kondisiku dan betapa kami menyayanginya.

Waktu itu pun tiba, di usia kehamilan 8 bulan, posisi kepalanya sudah di jalan lahir dan semua terasa luar biasa, takjub pada keajaiban yang Allah SWT kepada kita. Bahagia sekali rasanya…

Aku dan suamiku masih terus mengutak-atik nama, menurut buku yang pernah kubaca…Allah SWT berfirman di dalam al-Ahzab:5 “panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapak mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah” bahwa ayah lebih berhak memberi nama. Menurut islam, anak selalu disandarkan kepada nama ayahnya bukan nama ibunya. Berdasarkan itu, aku sepakat jika pemberian nama putra pertama kami kuserahkan sepenuhnya pada ayahnya dan aku (mamanya) hanya akan memberi persetujuan. Aku yakin suamiku akan memberikan doa terbaik di balik nama putra kami.

Meskipun kami sudah memperoleh nama hayatafalah dan mikal, kami masih ingin menambahkan sebuah kata lagi. Sebelumnya aku menelusuri internet melalui mbah google, blog walking, akhirnya ketemu cerita tentang bagaimana putri Nabi Muhammad SAW “Fatimah” menemukan jodohnya. Kisah itu sungguh menyentuh aku dan suami. Ali, dialah suami dari Fatimah. Ali yang cerdas, baik akhlaknya, rendah hati, pekerja keras, dialah yang disetujui oleh Nabi Muhammad SAW menjadi pendamping hidup putrinya. Dari kisah itu, kami sepakat menambahkan nama “Ali”.

Kami masih belum menemukan perpaduan yang tepat untuk nama lengkapnya. Setelah kurang lebih 1 bulan, akhirnya suamiku pun berhasil memadukannya.

Alhamdulillah dengan berharap ridho dari Allah SWT, suamiku akhirnya menyebutkan nama lengkap yang akan diberikan kelak setelah putra kami lahir:

“ALIMIKAL HAYATAFALAH RITONGA”

Ali = berasal dari nama suami putri Nabi Muhammad SAW yaitu Fatimah

Mikal = berasal dari nama malaikat Mikail

Hayatafalah = hamba yang takwa dan insyaallah selalu dimudahkan urusan dunia akhiratnya

Ritonga = nama belakang suamiku (karena kami dari suku batak maka marga suami dibawa sebagai last name anak)

Sebenarnya sejarah pemberian nama putra kami cukup panjang, namun untuk mempersingkat kira-kira sejarahnya seperti yang aku ceritakan di atas. Mudah-mudahan nama tersebut menjadi doa dan harapan terbaik yang kami persembahkan untuk putra pertama kami.

Nah, untuk menyambut insyaallah putra pertama Armita, saya jadi belajar mengutak-atik dan mencari-cari nama yang baik, nama yang aku sarankan adalah:

ALZIDAN TSAQIB NURAGA artinya Alzidan putra yang cerdas dari Pupung dan Armita (semoga ga maksa ya, hehehe..maklum aku pemula)

ALZIDAN = Al adalah gelar yang diberikan pada nama orang arab ; Zidan adalah memiliki banyak kelebihan (tentunya hal positif)

TSAQIB = cerdas (bahasa Arab)

NURAGA = Nu adalah yang dari (bahasa sunda); Raga adalah Ra dari kata putra dan Ga berasal dari huruf belakang Pupung yaitu “G” dan huruf belakang Armita “A”; raga bisa juga bermakna “badan” (KBBI); Nur berarti cahaya (bahasa Arab)

Terakhir, selamat menanti kehadiran buah hati yang dinanti-nantikan untuk Pupung dan Armita. Kami doakan semoga persalinannya kelak berjalan dengan lancar, sehat ibu dan anak, aamiin.

Semoga bermanfaat🙂

Gambar ini milik pribadi (copyrights reserved)

Gambar ini milik pribadi (copyrights reserved)

Hai perkenalkan, namaku Alimikal Hayatafalah Ritonga, usiaku kini 4 bulan 2 minggu

Senang berkenalan dengan Om Pupung dan Tante Armita

Tulisan ini dipersembahkan untuk:

“BEAUTIFUL NAME FOR SMART BABY by Armita Fibriyanti”

12 thoughts on “Adalah Doa di Balik Namanya

  1. Pingback: Peserta Welcoming Baby Giveaway | MENARA HATI
  2. Pingback: Pemenang Welcoming Baby Giveaway | MENARA HATI
  3. Pingback: Pemenang Welcoming Baby Giveaway | ARMITA FIBRIYANTI
  4. Pingback: Peserta Welcoming Baby Giveaway | ARMITA FIBRIYANTI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s