Jangan Benci Kucing

Mungkin sudah tak terhitung lagi jumlah kucing di dunia ini. Keberadaannya dideteksi telah ada sejak jaman Neolitikum. Kucing yang dulunya hidup liar kini telah menjadi hewan peliharaan. Banyak hal yang membuat orang menyenangi kucing mulai dari bentuknya, bulunya, suaranya, kelincahannya, gerakan-gerakannya, bahkan dengkurannya. Sebagai wanita dan salah satu penyuka dan penyayang kucing, rasanya sah-sah saja jika kita menyukainya dengan sudut pandang dan persepsi kita masing-masing. Bagiku, kucing adalah teman setia dan sangat menghibur hati.

Saat ini cukup banyak pemberitaan yang menurutku cukup menyudutkan keberadaan kucing. Parasit dari kucing itu dikenal dengan nama Toxoplasma gondii (T. gondii).  Merujuk pada berita yang  dimuat di website VOA Indonesia (http://www.voaindonesia.com) yang berjudul “Studi: Perempuan Pemilik Kucing Rentan Bunuh Diri”. Berdasarkan berita tersebut dinyatakan bahwa telah dilakukan sebuah studi pada 45.000 perempuan di Denmark yang menunjukkan perempuan yang terinfeksi parasit Toxoplasma gondii memiliki resiko 1,5 kali lebih tinggi untuk bunuh diri dibandingkan mereka yang tidak terinfeksi.

Meskipun bukan seorang dokter hewan atau psikolog, tapi rasanya menjadikan kucing sebagai hewan peliharaan pembawa parasit berbahaya hingga mempengaruhi pemiliknya untuk bunuh diri adalah sangat tidak adil dan sulit diterima akal. Menjustifikasi kucing sebagai salah satu penyebab kematian karena membawa parasit Toxoplasma gondii sungguh membuatku sedih dan trenyuh. Diperlukan sebuah studi yang lebih mendalam, terutama dalam kaitannya dengan bunuh diri. Menurutku, bunuh diri itu adalah pilihan si pemilik kucing. Perlu ditelisik lagi, latar belakang mereka yang bunuh diri itu, apakah parasit itu peranannya se”luar biasa” itu hingga mampu mempengaruhi psikologis seseorang untuk mengambil sebuah keputusan yaitu bunuh diri. Rasanya, tidak juga. Kematian adalah sesuatu yang sudah ditetapkan oleh “Yang Maha Kuasa”. Sehebat apapun kita mencegahnya, jika sudah waktunya maka siapapun tidak dapat menghindarinya.

Studi ini sedikit banyak membawa pengaruh negatif pada persepsi orang terhadap kucing. Please…jangan benci kucing. Jangan benci kucing hanya karena kucing pembawa parasit Toxoplasma gondii. Bukankah, hewan-hewan lainpun berpotensi menyebarkan penyakit yang mematikan juga. Misalnya anjing yang berpotensi menyebabkan rabies, babi yang berpotensi menyebabkan flu babi.

Bahkan saat ini ada lebih dari 250 hewan yang berpotensi bisa menularkan penyakitnya ke manusia, dan di Indonesia sendiri terdapat sekitar 132 spesies patogen yang bersifat zoonosis (sumber: http://health.detik.com).

Zoonosis artinya penyebaran infeksi dari hewan ke manusia.  Jelaskan, kucing bukan satu-satunya penyebab kematian di dunia ini.

Bahkan di lingkungan tempatku tinggal pun, semua menyalahkan kucing. Mereka bilang “kucing itu bawa penyakit”, “kucing itu bisa menyebabkan cacat pada bayi yang dikandung, “kucing itu begini….kucing itu begitu…..” dan banyak tudingan negatif lainnya yang membuatku miris mendengarnya. Kenapa? kenapa harus menyalahkan kucing??

Padahal masih banyak hal-hal positif dan bermanfaat yang dapat diperoleh dengan menyayangi kucing dan memeliharanya.

Bahkan di Amerika Serikat sendiri, kucing dipercaya mampu meningkatkan kesehatan pemiliknya dan mengajari anak-anak  untuk menjadi lebih baik dan memiliki jiwa yang lembut dan fakta lainnya, hasil studi Universitas Missouri Amerika Serikat juga menyatakan bahwa bunyi kucing mendengkur  dapat menurunkan tekanan darah dan cukup mengusir stress dari otak (http://www.antaranews.com).

Hasil studi di Amerika Serikat ini agaknya bertolak belakang dengan hasil studi di Denmark, dimana kucing pembawa parasit Toxoplasma gondii dapat menyebabkan pemiliknya beresiko bunuh diri.

Sebagai pemelihara kucing dan pencinta hewan lainnya, marilah kita lebih bijak dalam menilai. Menyalahkan kucing dan membencinya bukanlah solusi yang tepat. Semua hewan di muka bumi ini adalah hasil karya “Sang Pencipta”. Semua hewan punya peranan masing-masing di bumi ini, begitu juga dengan kita manusia. Mari mencintai hewan, mari mencintai kucing. Cukup sudah semua tudingan dan tuduhan yang menyakitkan yang diarahkan pada kucing.

Please……….please……… Jangan Benci Kucing

51 thoughts on “Jangan Benci Kucing

    • nah itu dia mas, saya sih kurang sepaham dengan hasil riset di denmark itu. karena menurut saya perlu studi mendalam dan penjelasan logika. toh semua hewan punya potensi bawa penyakit mematikan, bukan cuma kucing kan??

  1. Setuju aj klo meliharanya satu tp dirawat ksehatan n kbrsihan. Ev trpaksa mengusir kucing yg dtg k rmh, kucing itu pnya tetangga, nah tetangga ev itu cm ksh mkn doank, tp kbersihan n kesehatan ga trlalu dperhatikn, pdhl klo ngerawat ga cm ksh mkn aj, trmasuk ngemandiin, bersihin kandangny. Kucing ini suka ke tempat sampah, trz udah 2x muntah di kasur nenek ev. Nenek ev jg pelihara kucing tp bersih, dimandiin trz, ga pernah muntah. Tetangga ku ini, kucingny dulu ada 7 lg, tp pd ga terawat, jdnya mati 2, skrg yg bnr2 ada tinggal 3, tp ya gt

    • wah parah juga itu tetangga, melihara tapi ga niat ya… yang ada malah mengganggu orang lain…ga patut dicontoh… sebaiknya niat melihara dibarengi dengan merawat, insyaallah aman…🙂

    • mungkin sejak kecil kurang diperkenalkan dengan kucing ya? soalnya aku dan keluarga semuanya suka kucing, aku ingat waktu kecil pernah tidur ama anak kucing, alhasil rambutku di”ee”in…hehehe…tapi ga jera..tetep aja suka dan sayang kucing…🙂

  2. hmmm.. saya sih bukan termasuk penggemar kucing.. walopun juga bukan pembenci. Tergantung kucingnya juga.. klo bulukan ya pasti saya usir jauh2… klo trawat baik ya pasti saya juga jadi suka dan pengen elus2 ^__^ …

    Tapi kaenya artikel itu terlalu subyektif kali ya… maksudnya cuma diliat dari 1 sudut pandang aja. pdhl setauku sih klo bikin studi atau statement kan musti berimbang kan ya…

    Mungkin lebih tepat kalo “Wanita pemilik kucing rentan terkena Tokso…” gitu kali… daripada “rentan bunuh diri…” .. kok rada2 aneh dan terus terang baru aku liat sekarang sih…

    • iya…setuju,,..penelitiannya terlalu dangkal dan subjektif, jadi kesannya buruk buat pemilik dan pemelihara kucing…thanks ya atas komennya..🙂

  3. wahh mak, baru tau nih klo kucing menyebarkan virus bunuh diri. semoga aja ndak begitu ya. aku punya kucing udah puluhan tahun aja tak pengaruh. insyaALLAH bukan ya. aku sayang kucing bukan benci kucing

    • wah sepakat dengan mak lita, insyaallah bukan ya…karena itu saya coba mengkritisi berita itu, huft…membuat org lain ikut parno… sebaiknya memang menyukai kucing dibarengi dengan merawat jadi insyaallah aman2 saja….malahan setelah dekat dengan kucing jadi semakin sayang dengan hewan dan ciptaan Allah lainnya…🙂

  4. Ah, masa sih gara-gara toksoplasma jadi rentan bunuh diri, toksoplasma-nya gak beriman kali ya? hahaha…

    Sebenarnya aku gak benci kucing, mbak. Tapi karena suka nyuri ikan di dapur itu yang bikin aku geregetan hehehe….Tambah parno karena mertuaku suka bawa pulang kucing jalanan, gak pernah dimandiin, bulunya rontok dimana-mana sedangkan waktu itu aku punya bayi dan aku punya riwayat asma. Oalahhhhhh….. *tepok jidat*

    • justru itu, berita ini patut dikritisi menurut saya. oh alah kalo riwayat asma kan itu bisa dimaklumi ya, kalo kucing liar nyuri itu emang kebiasaan itu kucing karena emg ga ada yg melihara n merawat. beda kasus ama berita ini yang notabene kucingnya kan terawat (tau sendiri kalo pemilik kucing artinya dia benar2 care n jaga betul kesehatan kucingnya). btw, mudah2an asmanya ga balik2 lagi ya, aamiiin🙂

  5. Menurutku, hewan tidak bisa disalahkan sepenuhnya sebagai sumber berbagai penyakit, karena itu berpulang kepada manusia yang memelihara mereka. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah dan memeriksakan kesehatan hewan peliharaan secara rutin adalah tanggung jawab yang paling utama ketika memutuskan membawa hewan tinggal di rumah bersama keluarga.

    Bukan kucingnya yang menjadi sumber parasit toxo, tapi kotorannya. Nah, kalau kebersihan dan kesehatan si kucing dijaga dengan baik, resiko ini bisa dihindari. Lagipula ternyata penyebab toxo lebih banyak disebabkan mengkonsumsi daging yang tidak dimasak sampai matang, ketimbang disebabkan karena kucing. Banyak koq pecinta kucing yang hidup sehat sampai akhir hayatnya, dan memiliki anak-anak yang sehat. Intinya ya, itu tadi jaga kebersihan lingkungan dan kesehatan hewan peliharaan🙂

  6. Pingback: Jangan Benci Kucing « Kontes Ngeblog VOA
  7. saya termasuk yang ngga suka dengan kucing, karena disini banyak kucing liar dan kutunya membuat saya alergi. Sekujur tubuh bisa bentol2.
    Dan memang ngga punya hewan kesayangan dink …

    • no problem… itu sih memang pilihan ya…semoga saja menyayangi hewan lainnya… tapi emang kalau kucing tidak terawat wajar membuat kesal, beda dengan yang terawat dan terpelihara…unyu2… hehehehe🙂

  8. Whaaa, photo kucing paling bawah itu lucunya bikin kita gak kuku buat benci sama kucing :))
    Btw, jadi inget Mamaku dulu juga benciiii banget sama kucing alasannya karena itu: banyak nemu kasus temen2 Beliau yg keguguran gara2 Toxo yg konon dari kucing. Pdahal dulunya Mamaku termasuk yg buanyak banget lho kucing2nya. Jd berubah drastis, dari suka banget jadi benci banget. Sampe aku sama sodara2ku suka ngumpet2 melihara kucing dari Beliau (meskipun akhirnya jadi ketahuan juga. Hehehe.. Ups, maaph, malah curcol :D).

    Tapi beneran loh, aku waktu kecil yg pecinta kucing, sejak hamil malah jadi rada menjauhn dari kucing (ya karena parno sama toxo itu). Kalo gak bisa dibilang benci, aku udah gak mau lagi deket2 sama kucing, karena terlalu takut sama efeknya😦 *yg namanya terlalu memang gak bagus ya*.

    • seperti kata mak min Sary Melati, kalau parasit toxo itu asalnya dari kotorannya, tapi kalau bersih dan terawat insyaallah pemilik dan org sekitar juga sehat. Ya…itulah berita..toxo dari kucing bahkan disebut mempengaruhi kerentanan bunuh diri pemilik kucingnya.. Hiks…perlu pembuktian dan penelitian mendalam nih studi di Denmark… Berita itu juga kadang-kadang bahasanya perlu dikritisi, kadang-kadang orang jadi parno berlebihan terutama kalau yang awam akan kucing..

  9. …ehm…jadi maksudnyah, karena kena tokso, trus sang empunya jadi cenderung untuk melakukan bunuh diri gituh yah?…duh…rada aneh juga sih sebenernya…

    Setuju sih sama beberapa komen diatas…asal kitanya bersih aja kali yah, dan rajin merawat…

    Terus terang aku orangnya suka sering males…hihihi…
    Jadi gak pernah berani untuk bikin komitmen untuk punya piaraan apapun juga…ya gitu deh..males ngurusnya…hihihi…

    • bener kata penelitian itu orang yang melihara atau punya kucing yang terserang toxo 1.5 kali rentan bunuh diri dibandingkan yang tidak kena toxo. Semakin bingung ya hubungannya dimna??? hehehe… kalau masalah komitmen itu, setuju banget kalo emang ga niat ya lebih baik jangan…🙂

  10. aq ga peduli dg komentar orang2 tentang kucing. aq sayang ama kucingku. kucing hampir tidak pernah menyakiti hatiku, kucing adl hewan kesayanganku yg paling setia. walaupun ada pemberitaan negative ttg kucing. aku tidak peduli. aq tetap sayang kuciiingggg

    • iya itulah hasil risetnya, memang rada aneh karena menurutku tidak mewakili dan terkesan memojokkan si kucing…mengenai yang benci kucing “saya rasa cukup banyak yang benci alias tidak suka kucing” terutama mereka yang belum mengerti betul tentang kucing jadinya salah paham melulu alias negative perception”

  11. Setuju ma mbak deh, kucing gak ada salah, yang harus disalahkan manusia yang kurang perhatian dalam merawat sang kucing, buat saya, memelihara kucing itu ibarat kita merawat anak sendiri, berikan kasih sayang dan selalu perhatikan kebersihan dan kesehatanya………..

  12. aku suka kucing, tapi mama papa gak setuju karna dia punya parasit berbahaya.. tapi aku gak punya temen selain kucing.. meskipun harus mati.. tapi aku udah sayang banget sama kucing… rasa’a dia sebagai malaikat.. rasa’a sedih kalau dengar kucing harus dibuang sedangkan cita2 kedua aku punya rumah dan isinya kucing liar. agar mereka terpelihara

    • wah keren sekali idenya itu, karena memang kucing liar semakin banyak karena sebagian juga akibat dibuang oleh yang dulunya melihara kucing2 tersebut, sebaiknya kalo orangtua memang ga ngebolehin ya diikuti saja, nanti kalau punya rumah sendiri, boleh pelihara kucing, memang perawatan menjadi kunci utamanya yasmine, semoga lama-kelamaan orgtua kamu paham dan mau menerima kehadiran kucing ya…mari cintai kucing🙂 semangat

  13. klo istri saya suka banget sama kucing, tapi saya tidak terlalu suka :p (bukan membenci loh) . jadi dilarang ada kucing masuk rumah..kecuali di luar baru tak kasih makan gereh kak hehehe….

  14. Nggak bener tuh, kucing penyebab bunuh diri, justru kucing membantu pemiliknya untuk tidak stress. Mungkin pwmilik kucing yg bunuh diri, di saat dalam keadaan depresi dan stress malah menjauh dari kucingnya. Seharusnya di kala sedang banyak masalah, bermain dan bercandalah dengan kucing, dijamin segala gangguan psikologis lenyap seketika!! Utk toxoplasma, yang penting jaga kebersihan kucing dan segera buang kotoran kucing, dan…..jangan lupa cuci tangan. …

  15. kucing tak pernah menyakiti hatiku,,,
    tapi pernah sih bikin aku nangis…gara-garanya kipuk(nama kucingku) gak pulng 2 hari…
    eh pulang-pulang lemes gitu, badannya kurus.

    Meskipun kipuk kucing kampung, tapi menurutku lebih lucu daripada kucing2 yg harganya smpai jutaan

    • setuju….kucing ga boleh dibenci!!
      hiks ikut sedih, tapi kipuk sekarang sehat kan ??? *kepo iya suka kucing ukan berarti harus yang mahal, memelihara yang liar yang sakit justru lebih berasa gimana gitu🙂

  16. saya adalah satu dari banyak pencinta kucing. mau tidak mau, saya terus mengikuti perkembangan berita mengenai kucing. dari semua berita yang saya dapat tidak benar bila kucing menyebabkan kematian.

    1. kucing adalah makhluk paling bersih bahkan dibandingkan manusia. alasan kucing tidak menyukai air adalah untuk menjaga suhu tubuhnya tetap stabil, sehingga terhindar dari jamur.
    2. lidahnya yang terdapat bulir disebut2 alat pembersih terampuh yang pernah ada, mengalahkan vacuum cleaner. bahkan jika ada air untuk berwudu diminum kucing, sisanya diperbolehkan untuk berwudhu. itu dikarenakan tidak ada setetes air pun yang jatuh kembali setelah sampai dimulutnya, berkat lidahnya yang dapat menaahan butiran air dengan sempurna.
    3. dengkurannya bahkan dapat menurunkan tekanan darah pada pengidap hipertensi, dan mengelus kucing dapat menurunkan stress pada manusia.
    4. kucing menyebabkan bengek, juga salah. karena saya sudah berteman dan sangat dekat dengan kucing sejak kecil hingga saat ini saya berumur 23, dan saya tidak terkena gangguan nafas apapun. yang benar adalah, pemilik gangguan nafas akan merasa tidak nyaman jika ada bulu yang terhirup maka terjadilah panik, sehingga semakin suit bernafas. alergi pun disebabkan oleh sugesti, cobalah untuk hipnoterapi untuk membangun sugesti baru mengenai kucing.
    5. ada pula isu yang menyatakan bahwa kucing menyebabkan kemandulan, SALAH. yang benar adalah, kotoran binatang yang dapat menyebabkan kemandulan jika tertelan. dan itu bukan hanya berlaku pada kotoran kucing saja, tapi semua kotoran binatang. (masalahnya, siapa yang mau menelan kotoran binatang)
    6. seluruh bagian tubuh kucing adalah radar (alat deteksi) mata, hidung, kumis, telinga, ekor, bahkan bulu ditelinga dan seluruh tubuhnya.
    7. meiliki sistem keseimbangan yang amat luar biasa.
    entah dengan alasan apa TUHAN menciptakan makhluk yang satu ini dengan begitu sempurna, segingga menjadi binatang kesayangan nabi Muhammad SAW.

    semoga bermanfaat informasi yang saya berikn ini,,, sekian dan terimakasih🙂

  17. q termasuk penyayang kucing, biarpun itu kucing jalanan, kotor, dekil, q tetep sayang(tapi setelah megang mereka, q cuci tangan smpe bersih) kdang klo ada kucing jlnan msuk rumah dn nyari makan, q kasi mreka makan. trus dia kluar. kadang banyak juga yg masuk trus minum air di wadah yg emang q sediain buat kucing peliharaan ku. ntah kenapa q ga ada rasa sdikitpun buat jijik sama kucing, mnrut q kucing itu hewan titipan Tuhan buat kita jaga, bukan di sakiti. klo buat kucing peliharaan saya, saya bener2 ngerawat dy🙂

  18. hallo, sy lagi googling apa ada yg benci kucing eh nemu halaman ini. Sy pribadi emang takut sm kucing, lewat depannya aja sy yg ngehindar, emang phobia krn prnah ngalamin hal ga enak.
    Jadi gimana ya maaf2 buat catlover, sy ga suka. tapi masalah penyakit tokso menurut sy klo hewan peliharaan dijaga gakan kenapa2, sahabat sy pelihara kucing tp dia punya anak, gada masalah.

    • oh gitu, iya jelas apa yg mbak alami bukan karena benci kucing tapi itu bentuk dari phobia kucing, saya rasa itu jelas berbeda mbak, hehe… saya yakin mbak bukan benci pada kucing. mengenai penyakit tokso benar sekali , hewan peliharaaan apapun bisa jadi inang dari tokso itu mbak. sepakat bukan kucing penyebabnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s