Guru Salah Hitung

Kemarin, dapat berita dari adik ipar di kampung…namanya Yunia Salsabilah Ritonga, kemarin kelas 5 jadi sekarang naik-naikan kelas 6 deh. Seperti biasa, bercerita dengan anak seumur itu kadang sampai bingung harus menjawab apa dan berekspresi seperti apa mungkin karena kepolosan and kecerdasannya. Suatu hari, kita telpon dia…masih seputar menanyakan kabar, “alhamdulillah semua baik”. Lanjut pembicaraan ke hasil ujian, “gimana sudah bagi raport?”, tanyaku. Dia jawab “sudah”, “terus juara berapa”, tanyaku lagi. emmmm “juara 2”, katanya sambil memberikan ekspresi wajah kecewa (aku bayangin dari perkataan dan suaranya aja).

Terus, terpikir olehku, mau kasih apa ya..supaya dia semangat. Niatnya sih ingin membelikan buku bacaan, ya berharap itu lebih bermanfaat. Selang beberapa hari setelah telpon yang pertama, eh..dapat kabar dari adik iparku yang di bogor, katanya Nia (nama panggilannya) juara olimpiade IPA se-Tapanuli Selatan (sebuah kotamadya di Sumatera Utara). Suamiku, langsung bangkit dan menelpon ke kampung (ekspresinya girang sekali, mendengar adik bungsunya berprestasi seperti itu, ya aku juga ikut bangga…). Ga lama, telpon diangkat oleh bou (panggilan untuk ibu mertuaku di Padangsidimpuan). Langsung deh…cerita dengan excited. “baru aja pulang dari kantor dinas pendidikan”, begitu kata bou. “dapat hadiah uang 350ribu”, tambahnya. Wah senang banget donk Nia, selain dapat prestasi dapat uang juga…ya alhamdulillah.

Giliranku berbincang dengan Nia, “selamat ya dek, hebat”, ucapku. Dia lalu jawab “iya kak”. Dengan senang hati aku pun menanyakan mau hadiah apa, karena ada keponakan yang lagi main di rumah, jadi ikut ngerecokin deh tuh “blackberry gemini”, katanya. What?emang anak jaman sekarang, bukan Nia yang minta malah request dari ponakan-ponakan yang umurnya masih jauh di bawah Nia mungkin sekitar kelas 3 atau 4 SD lah. Aku kaget dan shock…hahaha…(dalam hati, kayaknya salah nih nanyanya…).

Karena didengar oleh bou yang sedang sibuk beres-beres rumah, langsung deh mereka diomelin “jangan minta yang aneh-aneh, ga boleh bagitu”, kata bou. Terus mereka saling menyalahkan “kamu, kamu sih…bukan kamu..” begitu di telpon, berisik sekali…hahaha namanya juga anak-anak. Aku maklum saja, sambil berpikir sepertinya aku ingin membelikan buku ensiklopedia anak aja, ensiklopedia IPA, atau pengetahuan umum atau ensiklopedia anak islami. Sepertinya lebih bermanfaat.

Selesai deh pembicaraan di telpon, eh beberapa hari kemudian aku dapat kabar dari adik iparku yang di bogor, katanya Nia minta hadiahnya alat-alat tulis aja, tapi harus dikirim sebelum tgl 09 Juli 2012, karena ingin dipakai di hari pertama sekolah kelas 6 nanti. Kupikir, mungkin sebaiknya kutitipkan saja pembelian ensiklopedianya pada dia, sekalian ngeposin kan..Oke deh, sip. Ga lama kemudian, dia mengabari ternyata tidak ada yang jual ensiklopedia di toko buku daerah dia ngekos, Walah…trus gimana? akhirnya sudahlah aku ikut memberikan alat tulis aja, supaya bervariasi dan ikut menambahi keperluan alat tulisnya. Deal…

Beberapa hari setelah deal dengan adik iparku yang di bogor. Suamiku telpon lagi ke kampung, ada berita apa ya?? Ternyata, guru kelas di SD-nya telah salah menghitung jumlah nilai raport Nia. Lah koq…ya guru juga manusia kan?? terus ternyata hasilnya gimana? ternyata diusut dan ditanyakan lagi, Nia juara 1 bukan juara 2. Wah…senang sekali pastinya, iya, Nia menghitungnya ulang dan menemukan kalau gurunya salah ngitung, trus dia sampein deh ke bou (emang teliti ya, dulu sih aku ga pernah sepenasaran itu sampe ngitung ulang jumlah nilai raport, ya diterima aja) hahahaha.

Akhirnya suamiku ngobrol dengan Nia, Nia malah kecewa dan cemberut…. “Ga terima” (bahasanya kudramatisir) intinya, dia kecewa dari suaranya sih kebaca begitu. Dulu, kita pernah bilang ke Nia, kalau juara 1 dibeliin Handphone (tapi bukan BB gemini). Aku jadi teringat akan perjanjian itu, kira-kira untuk anak seumur Nia dan secerdas dia, Hp yang tepat apa ya (ya tentu harus sesuai dengan budget juga kan?) hehehe…Cuma janji tetap janji…

Salah menghitung jumlah nilai raport mungkin bukan kali ini aja terjadi, mungkin juga terjadi di berbagai daerah atau bisa terjadi pada siapapun. Pelajaran yang bisa diambil, sebaiknya rasa ingin tahu seperti meneliti dan menelaah kembali sepertinya layak untuk dicontoh. Toh, tidak merugikan kan??

Untuk kado Hp, masih bingung ingin membelikan yang seperti apa?? (ingat bukan masalah harga barangnya lho ini masalah janji dan manfaatnya).

Ada masukan???

 

10 thoughts on “Guru Salah Hitung

  1. Wah, selamat atas juara 1 dan juara olimpiade-nya Nia ya mbak!
    Sebaiknya, karena dia masih kecil, cukup hp yang bisa telpon dan sms aja. Bisa sih yang pake internet dan sosial media, cuma nanti susah mengontrolnya.
    Dan yang terpenting jangan yang mahal dan mewah, skrg rawan kejahatan.

    Aku pernah tanya dulu, Samsung Galaxy Pocket itu murah dan banyak fitur, android lagi. Kayaknya bisa tuh, jadi pertimbangan ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s