Kehamilan Pertamaku

Menikah di bulan September 2011 alias 06 Syawal 1432 H, rasanya penuh dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Sambil terus merenung dan memikirkan kira-kira perjalanan yang akan dihadapi ke depan seperti apa ya?? hehehe… “ya dijalani sajalah, insyaallah lebih baik daripada sendirian”. Setidaknya ada teman berbagi dalam suka dan duka, setia ampe maut memisahkan, berjuang bersama-sama mencapai tujuan dan cita-cita bersama, pokoknya pernikahan penuh dengan harapan indah. Semoga saja demikian, aaaaaamiiiiinnnnn (a dan i nya yang panjang jadi artinya kira-kira “kabulkanlah ya Allah”).

Oktober datang, dan kita harus kembali ke kota hujan, melanjutkan pekerjaan dan memulai cerita di lembaran rumah tangga. Bekerja di Jakarta memang melelahkan..sungguh!!!! naik turun kereta api, plus naik metro mini segala…dengan aksi kebut-kebutan pak supir yang notabene orang Batak…hahahaha….(berdoa dalam hati “Ya Allah, sampaikan hamba ke tempat tujuan hamba dengan selamat, aaaaamiiiiinnnnn). Demikian setiap hari kerja, alhamdulillah selamat sampai kembali ke bogor lagi.

Something happen…akhirnya aku pun tidak bekerja lagi di jakarta. Awalnya berat, namun lama-kelamaan bisa menerima juga (yakin, ini memang yang terbaik buatku dan buat semuanya, dalam hati berdoa “Insyaallah dapat pengganti yang lebih baik, aaaaamiiiinnnn”). So, rutinitas kembali di kota hujan sambil menikmati masa pernikahan yang masih terhitung baru dan meyakini hikmah di balik semua ini. Tau sendiri kan? masa merintis dan memulai biduk rumah tangga itu tak semudah yang dibayangkan tetapi juga tak sesulit yang dipikirkan (jadi jangan pakai bayangan dan pikiran kalau mau nikah, lakukan dan jalani saja).

Bulan November pun datang, “tamuku” yang biasa datang tiap tanggal 15 atau 16 koq belum datang ya…(dalam hati: mungkin telat beberapa hari, memang terkadang begitu, jadwalnya tidak selalu rutin, mungkin efek kelelahan atau kurang olahraga atau lain-lain). Kita tunggu sajalah… (sembari tiap minggu mama telpon n selalu tanya, sudah telat belum??). Biasanya aku selalu menjawab “belum ma, mungkin memang belum waktunya”. Padahal memang sudah 2 minggu “tamuku” belum datang juga, tapi aku masih belum berani untuk memastikan ada apa sebenarnya….

30 November 2011, tepat di hari ulang tahunku yang ke-27, setelah sholat shubuh… (a day before, aku beli test pack merek “Sen*****, ya kata pelayan yang di apotiknya sih ini akurat 99%, tapi namanya buatan manusia, tidak ada yang luput dari human error). Lanjut lagi ya, setelah sholat shubuh, aku ke kamar mandi, membaca perlahan-lahan cara menggunakannya agar tidak salah dan mubazir (kan sudah beli, kalo makenya salah ya rugiii). Dan tidak sampai menit2an cuma detik2an mungkin sekitar 10 detikan….Muncullah sebuah tanda…apa ya (garis satu atau garis dua)???

Whatttt!!!!!! Amazing…..(dalam hati:”alhamdulillah” sedangkan ekspresiku: senang tapi sambil bengong terus sambil senyum2, sambil garuk-garuk kepala) keluar dari kamar mandi, langsung ke kamar dan menunjukkannya pada suamiku. Dan kami berdua diam, sambil bengong lagi…hahahaha (pokoknya itu aksi bengong, meskipun dalam hati mengucap syukur pada Allah SWT). Ternyata hasilnya: Garis 2 alias positif (masih belum bilang siapa2 termasuk mama).

Keesokan harinya, jadi bertingkah laku aneh…mungkin masih terkena dampak kemarin malamnya…hahahaha. Aku juga lupa kapan tepatnya aku kasitau mama, yang jelas akhirnya aku ngasitau mama, ibu mertuaku, dan beberapa orang keluarga terdekat saja. Sadarkah???? Inilah hikmah di balik kisah stop kerja di Jakarta itu. Aku dan suami mendapatkan hadiah/anugerah/titipan Allah SWT yang jauh lebih berharga yang ga bisa dibeli pake apapun, semata-mata karena Allah SWT saja. Terimakasih ya Allah….🙂

Karena sesuatu hal, kita harus pindah mencari kontrakan baru….dan hari baru pun dimulai di kontrakan baru daerah bantarjati lebak. Nice place, aku langsung jatuh cinta, simple but full of fresh air (just like mom to be need). Finally, menemukan bidan yang cuma berjarak sekitar 10 rumah dari kontrakan untuk tempat periksa rutin kehamilan. Nama tempatnya “Bidan Aisyah” (harapanku: insyaallah cocok).

Segitu dulu untuk cerita detik-detik kehamilan pertamaku ya…nanti akan kulanjutkan dengan kisah2 month by month:pregnancy-ku, ikuti terus kisahnya…

8 thoughts on “Kehamilan Pertamaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s