e-marketing, efektifkah?

Apa sebenarnya e-marketing?

e-marketing adalah penggunaan teknologi informasi dalam proses penciptaan, komunikasi dan penyampaian nilai kepada pelanggan juga untuk mengatur hubungan antara perusahaan/organisasi dengan pelanggan dan stakeholders (Strauss et al. , 2006). Secara ringkas menurut saya, e-marketing adalah proses memasarkan barang/jasa dengan memanfaatkan teknologi informasi (internet, website, e-mail, social media, dll).

Ada berapa jenis skenario e-marketing, dan apa saja?

Menurut Mohammed (2004) ada dua, yaitu :

1. Pure Play; perusahaan dimana proses formulasi strategi bisnis dan pemasarannya murni melalui internet saja contohnya Yahoo! dan Ebay. Perusahaan-perusahaan ini memanfaatkan internet sebagai alat pemasarannya baik dalam proses segmentasi, targeting maupun positioning-nya atau sering kali dikenal dengan istilah online business. Oleh karena itu pure play sangat memperhatikan tampilan website-nya.

2. Brick and Mortar; perusahaan dimana proses bisnis dilakukan secara offline dan online. Pada skenario ini perusahaan mengkombinasikan antara pemasaran baik melalui retail maupun melalui internet contohnya Gap, Procter & Gamble. Segmentasi, targeting dan positioning dilakukan melalui keduanya sehingga meskipun pure play mungkin memiliki keunggulan tampilan website namun brick & mortar juga mampu bersaing dengannya.

Kalau menurut saya, pemilihan skenario e-marketing sebaiknya memperhatikan kekuatan dan kelemahan perusahaan itu sendiri. Hal-hal yang perlu menjadi pertimbangan adalah:

– ukuran perusahaan; berskala kecil, menengah atau besar

– jenis usaha; memasarkan produk atau sekedar memberi informasi tentang perusahaan

– modal; ukuran perusahaan sangat terkait dengan modal sehingga jika volume transaksi tidak ada, sedikit atau banyak

Dari segi pertanian, perusahaan herbal seperti PT. Mahkotadewa Indonesia telah memanfaatkan skenario BAM (Brick & Mortar) dan berdasarkan hasil riset Napitupulu (2010) sebanyak 57% pelanggannya memanfaatkan website perusahaan dalam pembelian produk dengan frekuensi pembelian seminggu satu kali. Ini baru contoh pemasaran online produk herbal yang memang sasarannya sangat spesifik yaitu mereka yang memerlukan pengobatan alternatif. Bagaimana dengan perusahaan-perusahaan lainnya (non pertanian) ?? Saya rasa PT. Mahkotadewa Indonesia telah memilih alternatif pemasaran online yang tepat dan efektif, kemungkinan meluasnya cakupan pasar semakin terbuka lebar mengingat jumlah pengguna internet saat ini juga semakin meningkat.

Oleh karena itu memasarkan produk/jasa melalui internet memang sah-sah saja selama sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan perusahaan tersebut. Menurut saya, efektif tidaknya e-marketing sangatlah bergantung pada kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan teknologi informasi (internet, website, e-mail, social media) dengan sebaik-baiknya.  PT. Mahkotadewa Indonesia bisa dikatakan perusahaan berbasis pertanian yang berhasil dalam memanfaatkan website sebagai media pemasaran online produk perusahaan. Bahkan saat ini perusahaan terus melakukan inovasi baik terhadap produk maupun website-nya dengan produk baru yang dikenal dengan nama es krim “renko” alias rendah kolesterol dengan website-nya tersendiri. Patut ditiru….🙂

Sumber Pustaka:

Strauss, J., A. El-Anshary dan R. Frost. 2006. E-Marketing. Pearson Prentice Hall. New Jersey.

Mohammed et al. 2004. Internet Marketing: Building Advantage in A Networked. Economical International Edition. New York McGraw Hill.

Napitupulu, R. M. 2010. Analisis Kualitas Website PT. Mahkotadewa Indonesia. Tesis. Sekolah Pascasarjana Manajemen dan Bisnis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s