Semangat Gotong-Royong Paling Indonesia

Lomba Blog Paling Indonesia

Lomba Blog Paling Indonesia

Dari jaman nenek moyang dulu sampai sekarang, dari jaman SD sampai sekarang. Dari jaman sepeda ontel sampai sepeda pixie. Ada hal yang saya tidak pernah lupa dan sangat lekat dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yaitu gotong-royong. Kebiasaan gotong-royong ini sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari dan sendi-sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Pada dasarnya masyarakat Indonesia itu gemar sekali menolong dan berkumpul bersama. Saya jadi ingat semasa SD dulu, Pak Guru pendidikan kewarganegaraan sering kali membahas dan membicarakan masalah gotong-royong. Sampai-sampai saya terus mengingatnya sebagai kebiasaan baik yang melekat dengan masyarakat Indonesia.

Gotong-royong bukan sekedar berkumpul dan berbincang-bincang. Dalam menyelesaikan pembangunan sekolah, rumah ibadah, membersihkan lingkungan perkampungan bahkan memperbaiki rumah tetangga yang sudah mulai ambruk pun, semua dilakukan dengan gotong-royong. Percaya atau tidak, gotong-royong masih menjadi kebiasaan yang melekat di masyarakat Indonesia. Buktinya cukup banyak, sampai saat ini saya sering mendengar berita baik melalui media massa maupun elektronik, justru kebanyakan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat diselesaikan tanpa bantuan pihak tertentu atau pemerintah. Bukannya pihak lain atau pemerintah tidak membantu, cuma memang masyarakat Indonesia jauh lebih sensitif dan berinisiatif tinggi untuk segera menyelesaikan masalah mereka sendiri tanpa harus menunggu respon atau bantuan dari pihak tertentu. Seperti sekolah-sekolah yang banyak rusak dan ambruk akibat bencana angin puting beliung, dimana masyarakat bergotong-royong dalam memperbaiki sekolah tersebut. Kesadaran akan kebutuhan pendidikan dan keperdulian terhadap sesamalah yang membuat semangat gotong-royong ini terus tertanam dan terlaksana. Dan masih banyak contoh lainnya seperti memperbaiki jembatan yang rusak akibat banjir dengan biayahasil swadaya masyarakat dan gotong-royong memperbaikinya, akhirnya jembatan yang merupakan kebutuhan bersama dapat dipergunakan kembali. Ada juga pembuatan listrik tenaga air yang beramai-ramai dikerjakan oleh masyarakat sendiri, penanaman pohon kembali di hutan-hutan yang gundul (reboisasi) serta masih banyak contoh lainnya dimana seluruhnya diselesaikan dengan semangat gotong-royong.

Sungguh saya salut dan rasanya sulit menemukan kebiasaan gotong-royong ini di belahan dunia lain. Indonesia seharusnya bangga dengan adanya kebiasaan turun-temurun ini. Kita juga harus menjaga kesatuan dan persatuan bangsa kita. Buktinya adalah kebiasaan dan semangat gotong-royong  yang masih terjaga hingga saat ini. Saya pernah tinggal di sebuah negara di Asia Timur, dimana masyarakatnya hidup dengan serba kecukupan dan hidup dengan penuh kecanggihan teknologi yang modern. Tetapi ada yang saya tidak dapat rasakan dan nikmati disana, semangat gotong-royong itu tidak ada dan tidak berlaku jika tidak ada hubungan keluarga. Bagaimana sulitnya menemukan kebiasaan gotong-royong di negeri orang. Disana yang ada adalah individualisme. Artinya, setiap orang akan mengerjakan pekerjaannya masing-masing, tidak ingin diganggu dan tidak mau mengganggu. Bayangkan saja, betapa sulitnya mengumpulkan orang lain atau tetangga untuk membantu menyelesaikan atau memperbaiki semua permasalahan yang mungkin terjadi di masyarakat.

Memang, kebiasaan gotong-royong di tiap negara dipersepsikan berbeda-beda oleh masyarakatnya. Namun yang jelas di Indonesia, saya tidak pernah melihat ada kesulitan dalam mengumpulkan tetangga atau orang sekampung dalam menyelesaikan permasalahan di daerahnya masing-masing. Kebiasaan gotong-royong yang juga cukup menarik di kalangan masyarakat kita adalah saat akan melakukan pernikahan. Saya selalu memperhatikan bahwa kebiasaan tersebut masih ada dan melekat di masyarakat kita. Pernah suatu ketika, saya menghadiri pernikahan sepupu saya di Tangerang. Saya melihat semua tetangga bergotong-royong membantu pihak keluarga yang mengadakan acara pernikahan. Mereka secara mandiri melakukan pembagian tugas, ada yang bagian memasak, mencuci piring, menyapu, membuang sampah, memasang perlengkapan seperti meja, kursi, lampu, panggung, hiasan janur kuning dan lain sebagainya. Saya sampai terkagum-kagum karena bayangan saya tadinya di kota mungkin kebiasaan gotong-royong sudah tidak ada. Tapi, ini membuktikan saya telah salah menilai.

Menarik sekali, kebiasaan gotong-royong ini tentu tidak datang begitu saja. Prosesnya sangat panjang mulai dari jaman nenek moyang hingga ke era globalisasi dan modern saat ini. Mempertahankan kebiasaan tersebut tentu tidak mudah, banyak hal juga masalah yang datang memhantam negara dan bangsa kita silih-berganti. Namun, meskipun demikian saya tidak merasakan kebiasaan tersebut hilang atau terlupakan. Justru adanya masalah-masalah tersebut semakin mempererat satu dengan yang lainnya. Saya benar-benar merasa bangga dengan kebiasaan gotong-royong tersebut. Bagaimana tidak, di jaman secanggih ini saya selalu menemukan kejutan yang membuat saya selalu kagum akan Indonesia. Kalau bisa saya katakan, Gotong-royong memang Paling Indonesia. Karena mewakili sifat dan karakter masyarakat Indonesia, masih terjaga dan terlaksana hingga saat ini dan semoga akan terus terpelihara.

Selanjutnya, tugas kita semua sebagai generasi muda menanamkan dan mempertahankan semangat gotong-royong ini. Mulai dari diri sendiri, keluarga, tetangga, kampung halaman hingga ke kehidupan berbangsa dan bernegara. Mari kita lestarikan kebiasaan gotong-royong bersama-sama. Semoga dengan begitu, kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga dan tidak mudah dipecah-belah oleh perbedaan. Negara Indonesia kan punya semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang meskipun berbeda-beda kita tetap satu. Gotong-royong adalah salah satu kunci mempererat hubungan antar sesama. Karena sekali lagi, GOTONG-ROYONG MEMANG PALING INDONESIA.

Tulisan ini dipersembahkan untuk mengikuti LOMBA BLOG 17 TAHUN TELKOMSEL “PALING INDONESIA” oleh angingmammiri.org

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s